Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Tinjauan Empiris Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Ceria Terpadu Wamena Tahun 2016
Artikel ini merupakan Studi Mengenai Implementasi Pendekatan Proses Pembelajaran dan Metode-metode Pembelajaran Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Di dalamnya, peneliti mengungkapkan mengenai pentingnya pelayanan Pendidikan Kristen kepada anak-anak usia dini sebagaimana kepada orang-orang dewasa. Oleh karena Alkitab menyatakan bahwa anak-anak adalah subyek pelayanan dan masa yang menentukan dalam pengenalan akan Tuhan dan pertumbuhan iman menuju masa dewasa. Dalam dunia pendidikan, kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana.
Studi ini diawali dengan paparan sekilas dalam bagian pendahuluan mengenai hasil kajian Alkitab (hermeneutika Alkitab) mengenai pendidikan anak usia dini, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kemudian dilanjutkan dengan paparan sekilas dalam pendahuluan juga mengenai hasil kajian teoritis yang menelaah dengan fokus masalah penelitian dari tesis ini yakni pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran terhadap anak usia dini. Adapun penelitian empiris dalam penelitian ini dilakukan pada satuan pendidikan KBTRI dan TK Ceria Terpadu PESAT Wamena untuk memperoleh gambaran mengenai relevansi pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terhadap dinamika pembelajaran di kelas antara guru dan murid.
Adapun penelitian dalam artikel ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dibangun dari penelitian literatur, dalam hal ini literatur mengenai kajian Alkitab dan kajian teoritis yang berkaitan dengan pendidikan Kristen anak usia dini serta penelitian empiris yaitu pengamatan lapangan yang dilakukan dengan metode pengamatan partisipan dan wawancara yang dilaksanakan tahun 2016 pada lokus penelitian.
Hasil studi memperlihatkan bahwa pendekatan proses pembelajaran maupun metode-metode pembelajaran PAK yang relevan terhadap anak usia dini tidak sekedar mengikuti teori-teori pembelajaran sekuler yang cenderung menekankan pengetahuan dan ketrampilan seorang guru/pendidik, kurikulum dan bahan pelajaran atau sarana yang canggih serta fasilitas belajar yang memadai melainkan penting sekali adanya dasar-dasar Firman Tuhan (Alkitab) yang menjadi pedoman utama.
Hasil studi ini juga memperlihatkan adanya dua pendekatan proses pembelajaran yakni dari golongan interaksionisme dan kategorial yang masing-masing berorientasi kepada anak sebagai subyek pendidikan serta bermacam-macam metode pembelajaran yang menekankan peran anak untuk memahami, menangkap dan mengetahui apa yang hendak diajarkan oleh guru terhadap mereka. Hal ini yang nampak dan efektif dalam penelitian empiris terhadap KBTRI dan TK Ceria Terpadu Wamena, Papua, setidaknya dalam kurun waktu tahun 2016. 
Spiritualitas dalam Ruang Cyber (Cyberspace): Makhluk Digitalis sekaligus Spiritualis
The development of technology is so massive, that humans are no longer called only social and spiritual beings, but there is a new label attached to humans, namely digital beings (homo digitalis). This label is given because of seeing the human condition that is so active not only in the reality of the social environment, but also in the virtual reality environment. By using descriptive analysis which is part of the literature research method, the author analyzes the humans condition in the digital era. Not only is it socially useful to grow - in this case, there is another social space that is virtual - but also in this digital era, the opportunity to use every available platform to spread the Gospel of God's Kingdom. Humans, who are digital and spiritual beings, seek identity and spiritual nourishment not longer in church buildings but also on every platform provided in cyberspace. Therefore, churches that are only busy closing themselves in and do not participate in using social media as an evangelistic platform will be left behind
Beban Kerja dan Stres Kerja Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Salatiga
Penelitian tentang beban dan stres kerja pada Badan Kepegawaian Sipil dan PengembanganSumber Daya Manusia (BKPSDM) Salatiga telah dilakukan. Penelitian ini menerapkanmetode kuantitatif dengan mengikutsertakan 43 orang partisipan penelitian. Partisipantersebut dipilih berdasarkan teknik sampling jenuh yang merupakan bagian dari non-probability sampling. Perolehan data dalam penelitian ini yaitu berupa hasil wawancara dankuesioner. Enam poin dari National Aeronautics and Space Administration Task Load Index(NASA-TLX) oleh Hart dan Staveland (1981) dan Occupational Stress Indicator (OSI) olehCooper dan Williams (1988) mendasari akumulasi data berturut-turut variabel beban danstres kerja. Himpunan data menunjukkan korelasi senilai 0.786 dengan nilai signifikansi0.711 (p > 0.05) yang mana menyatakan hubungan positif antara beban kerja dan stres kerja.Hal ini mengindikasikan bahwa ketika beban kerja tinggi, maka stres kerja pun tinggi dansebaliknya
Analisis Manajemen Konflik Paulus Dalam Rekonsiliasi Filemon dan Onesimus
Konflik interpesonal yang tersurat dalam surat Paulus ke pada Filemon, dengan jelas memperlihatkan hubungan Filemon dan Onesimus yang sedang tidak baik. Onesimus sebagai budak di rumah Filemon telah melarikan diri dan mencuri sebagian harta tuannya. Paulus mengambil tanggung jawab untuk merekonsilasi hubungan ke duanya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan pendekatan manajemen konflik Rasul Paulus guna mendamaikan Filemon dan Onesimus yang sedang konflik. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan memperhatikan sumber- sumber teks Alkitabiah dan sumber sumber literatur terbaru. Temuan dari manajemen Paulus dalam penelitian ini dengan menggunakan dua (2) pola yakni pertama: Paulus mendorong Filemon untuk mengimplementasikan kasihnya kepada Onesimus dengan pertimbangan Kasih kepada Kristus, reputasi nama besar Filemon, dan hubungan personal Paulus dan Filemon sebagai anak dan orang tua (rohani); Kedua, melalui Pendekatan Komunikasi yang meliputi komunikasi Paulus kepada Tuhan melalui doa dan permohonan, komunikasi pastoral untuk Onesimus, dan komunikasi bersifat persuasif kepada Filemo
“Mengapa Tuhan Aku Harus Mengalami ini?” Analisa Psikologis-Teologis Makna Kehidupan Dibalik Memori Trauma Auto-Biografi Masterpiece of Love
In the era of 4.0 entering the era of 5.0 human life in the context of the covid-19 pandemic requires auto-biography and biography writing that motivates, exemplifies, and inspires readers to work. This paper offers these needs; through an analysis of psychological aspects and analysis of theological aspects in Monika Petra's auto-biography entitled masterpiece of love. This auto-biographical book talks about the traumatic memory of Monika Petra's life experiences and testimonies from childhood to adulthood. In this case, Monika Petra is a person with a third-grade microtia, or in other words, Born as a person who is considered by the social model to be disabled or disabled. But surprisingly, Monika Petra can find the meaning of life behind the traumatic memory of past experiences, so that she can develop her potential as a writer of books, novels, short stories, and teachers, even specifically testifying to those who work in her life. From the psychological aspect, the author uses the theoretical approach of Viktor Frankl (1905-1997) about finding the meaning of life; and from the theological aspect, the author uses a theoretical approach used by Binsar J. Pakh pahan on the theology of memory of Flora A. Kashkegian. McClendon's suggestion for writing/writing auto-biography, biography, and life experience as a means of theology, is the entrance for writers to analyze (theological and psychological), and reflect on the work of Monika Petra in the era of 4.0 entering the era of 5.0, specifically for people with microtia in the context in Indonesia
MAKNA PEMBEBASAN : SEBUAH REFLEKSI PEMBEBASAN BERDASARKAN KITAB ESTER
Umat Yahudi sangat menderita dan tertekan akibat undang-undang yang telah dikeluarkan Haman meliputi seluruh negeri Persia. Penderitaan di sini adalah sebuah kata majemuk yang memperlihatkan baik kondisi fisik maupun batin umat Yahudi. Mereka adalah bangsa tawanan, masyarakat kelas dua yang tidak punya kekuatan untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Mereka pasrah seutuhnya pada tindakan dan karya Allah bagi kehidupan mereka. perjuangan pembebasan Ester dapat dimaknai bukan sekedar pembebasan bangsa Yahudi dari pemusnahan, tetapi juga merupakan pengangkatan hak-hak kaum tertindas, masyarakat kelas dua, bangsa yang lemah dan tak berdaya. Pembebasan itu juga bermakna sebagai kelepasan bagi kaum perempuan untuk mampu mengeluarkan hak suaranya, permohonannya didengar dan dihargai. Untuk memahami teks ini maka penulis menggunakan metode hermeneutik sosio-historis lalu akan dikaji secara teologis makna pembebasan yang terdapat dalam kitab Ester, sebab pembebasan dalam kitab Ester memiliki makna yang luas dan kompleks, yang pada akhirnya mengarah pada kebebasan yang bertanggung jawab. Pembebasan dalam Kitab Ester menginspirasi dua prinsip yang paling mendasar yang perlu dikembangkan gereja masa kini. Pertama, pengakuan atas perlu atau mendesaknya pembebasan dari setiap jenis penindasan, baik politik, ekonomi, sosial, seksual, rasial, maupun agamawi. Kedua, penegasan bahwa teologi harus tumbuh dari komunitaskomunitas basis Kristen, bukan dipaksakan dari “ata
Komunikasi Dalam Kepemimpinan Kristen
Communication in leadership is something that is very important and fundamental because communication is a means for leaders to convey ideas for progress and success. This article examines how liberating and transformative communication should be for Christian leadership. Christian leadership upholds Christian values according to what is written in the Bible. The method used in this article is a descriptive qualitative method with a literature study approach. This approach is used to explore and describe the nature of communication and the nature of Christian leadership. From this, a conclusion will be drawn on how the nature of communication in Christian leadership is transformative and liberating. A Christian leader must have good communication skills because it is related to his duty to influence, guide, direct, encourage members to carry out certain activities in order to achieve the goals that have been set and achieve effectiveness in leadership, planning, controlling, and coordination. The results of the study indicate that there are three important things in the communication of a transformative and liberating Christian leader, namely humanistic communication, good-relationship communication and communication that does not self-glorify. The conclusion of the study is that Christian leader communication should bring motivation, not intimidation. It is this motivation that moves everyone to work so that the common goals that have been set can be achieved
Filsafat dan Estetika Menurut Arthur Schopenhauer
Aesthetics is a branch of philosophy, which specifically discusses beauty and taste, how they can be formed, and how they can be enjoyed. Beauty is not only about things that can be seen, but also about things that can be heard. Depending on the assessment objectively and subjectively. Music also has aesthetic value. It depends on what theory is used to judge the beauty of the music. This research uses descriptive-qualitative with a literature approach. In this case, it is not only about aesthetics, but also literature on music, and philosophers who discuss aesthetic philosophy
Bentuk Dan Kreativitas Kesenian Drumblek Gempar Pancuran Salatiga
Kesenian drumblek merupakan kesenian yang muncul dan bermula di kota Salatiga, dan salah satu drumblek yang menjadi ikon dari kesenian drumblek dan pelopor berdirinya kesenian drumblek adalah kesenian drumblek Gempar yang berasal dari desa Pancuran Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk musik dan kreativitas kesenian drumblek Gempar dalam mengaransemen sebuah lagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, sedangkan teknik analisa datanya menggunakan tahap pengumpulan, reduksi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu secara umum melodi sering menggunakan not ½ ketuk, sedangkan ritme lagu-lagu yang diaransemen adalah dangdut, salsa, dan Rock and Roll, menggunakan tangga nada minor, bentuk lagu menggunakan bentuk lagu satu bagian dan bentuk lagu dua bagian. Kreativitas kesenian drumblek Gempar terdiri dari empat tahapan yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, iluminasi, dan verifikasi atau tahap pengujian
Proses Kreatif Musik Yangere di Sanggar Seni Dabiloha
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permainan musik yangere serta proses kreatif permainan musik yangere di Sanggar Seni Dabiloha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Gura, Kecamatan Tobelo, di Sanggar Seni Dabiloha pada tahun 2022. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa; (1) Pola permainan musik yangere dilakukan secara spontanitas oleh masing-masing pemain, menyesuaikan dengan lagu atau karya yang dibawakan sehingga pola notasi dan ritme yang dibawakan tergantung dengan konsep lagu yang dibawakan. (2) Proses kreatif permainan musik yangere di sanggar seni dabiloha dapat dilihat dari konsep yang dibawakan pada saat penampilan, komposisi karya dan kostum yang digunakan