Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Belajar Alkitab Melalui Animasi Superbook Bersama Anak Sekolah Minggu GMIM Galilea Kokoleh Dua
Ditengah perkembangan zaman yang begitu pesat banyak sekali hal baru yang harus menyesuaikan dengan zaman seperti belajar Firman Tuhan, dengan banyak metode yang digunakan untuk mengajarkan Firman Tuhan terlebih khusus kepada anak sekolah mingguseperti: bercerita, membuat ibadah kreatif, bahkan sampai dengan menonton animasi. Namun semua ini tidaklah terlepas dariapa yang telah diajarkan dalam Alkitab. Dalam lingkup sekolah minggu perlu adanya pembentukan pemahaman akan Alkitab (FirmanTuhan) dengan cara yang tepat sehingga anak sekolah minggu dapat memahami tentang firman itu sendiri. Dalam dunia anak-anak pada masa sekarang ini kebanyakan lebih gemar menonton dari pada membaca sehingga perlu adanya upaya agar ajaran FirmanTuhan dapat diminati oleh anak-anaklewat serial film cerita Alkitab Superbook dimana dapat menarik minat anak-anak untuk belajar FirmanTuhan terlebih khusus anak-anak sekolah minggu di jemaat GMIM Galilea Kokoleh Dua.
FirmanTuhan, Anak Sekolah Minggu, Superbook.
 
SIAPAKAH SAHABATKU?: Teladan Orang Samaria Dalam Lukas 10:27-35 untuk Menjaga Kesehatan Mental Dari Toxic Friendship
In the world of friendship, humans must have their own criteria to determine who is worthy of being their best friend. Building a friendship requires an introduction, sympathy and love. Not infrequently found in a friendship often occurs a conflict or problem. Starting from differences of opinion, selfishness, belittling each other, demeaning one another. When you are left in a difficult time, surely no one will feel fine, this will interfere with their mental health, and can even lead to depression. This article presents a portrait of the ideal love of a Samaritan for his neighbor even though there is no relationship whatsoever. The method used in this study is qualitative with a phenomenological approach and historical interpretation studies to explore the meaning of Luke 10:25-37. The results can be used as inspiration in establishing relationships to avoid unhealthy friendships or toxic friendships that disturb one's mentality. The author finds that the breakdown of friendship is due to low understanding and recognition of the meaning of love and friendship
MANAJEMEN KONFLIK BERDASARKAN KISAH PARA RASUL 15:35-41 DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI
Manajemen konflik merupakan suatu hal yang jarang diterapkan dalam kehidupan berorganisasi, termasuk dalam konteks Gereja. Manajemen konflik harus dipahami dan dimengerti secara benar, sehingga mampu mengatasi konflik-konflik yang terjadi dalam dunia pelayanan. Pada saat ini banyak Gereja mengalami kegagalan dalam menyelesaikan problema didalamnya karena kurangnya penerapan manajemen konflik dengan benar. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis Manajemen konflik berdasarkan Kisah Para Rasul 15:35-41, serta implikasinya bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif secara kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman bagi gereja akan pentingnya penerapan manajemen konflik dalam menangani kasus-kasus dalam pelayanan dengan berlandaskan pada Kisah Para Rasul 15:35-41, yaitu melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah, Tidak ada penghakiman dalam konflik, menyelesaikan masalah dengan kasih dan damai serta menyatakan visi Kristus
Strategi Penginjilan Rasul Paulus Dalam Kisah Para Rasul 17 Sebagai Refleksi Untuk Strategi Penginjilan Masa Kini
Strategi dalam misi hanyalah cara untuk memudahkan para penginjil dalam menyampaikan berita Injil. Penginjilan tanpa strategi ibarat membuat rumah tanpa desain. Oleh karena itu, dua hal ini yaitu penyerahan penuh kepada Roh Kudus dan strategi penginjilan sama-sama dibutuhkan dalam penginjilan. Kisah Para Rasul pasal 17 menceritakan pengalaman penginjilan rasul Paulus dengan strategi yang terkandung di dalamnya. Rumusan masalah artikel ini adalah bagaimana strategi misi rasul Paulus dalam pasal 17. Tujuan penulisan karya ilmiah ini juga untuk mengetahui strategi misi rasul Paulus dalam pasal 17. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. -metode penelitian deskriptif. Dari Kisah Para Rasul pasal 17, penulis menemukan bahwa ada tiga strategi penginjilan yang Paulus gunakan dan relevan untuk diterapkan saat ini:
Strategi dalam misi hanya satu cara untuk memudahkan penginjil menyampaikan berita Injil. Penginjilan tanpa strategi itu diibaratkan seperti membuat rumah tanpa ada desainnya. Karena itu, hal kedua ini, yaitu berserah penuh pada Roh Kudus dan strategi penginjilan sama-sama dibutuhkan dalam penginjilan. Kitab Kisah Para Rasul pasal 17 menceritakan pengalaman penginjilan rasul Paulus dengan strategi yang terkandung di dalamnya. Adapun rumusan dari masalah artikel ini adalah bagaimana strategi misi rasul Paulus dalam pasal 17Ada pun tujuan penulisan karya ilmiah ini iyalah untuk mengetahui strategi misi rasul Paulus dalam pasal 17. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Dari Kisah Para Rasul pasal 17
Penerapan Teologi Cinta Kristus Dan Pedagogi Cinta Johann Heinrich Pestalozzi Dalam Pendidikan Agama Kristen Anak
Abstrak
Pendidikan yang berpusat pada cinta sangat dibutuhkan anak karena banyak anak yang mengalami krisis cinta akibat mengalami kekerasan dari orang-orang di sekitarnya. Kurangnya cinta dalam pendidikan anak telah mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri, mudah putus asa, tidak memiliki daya juang, menjadi antisosial, dan sebagainya. Karena itu, pendidikan agama Kristen berperan besar dalam menanamkan pemahaman tentang cinta kristiani, membentuk karakter anak yang penuh cinta, serta mempraktikkan cinta dalam kehidupan. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pemikiran tentang penerapan teologi cinta Kristus dan pedagogi cinta Pestalozzi dalam pendidikan agama Kristen anak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah pendidikan agama Kristen anak berpusat pada cinta yang diterapkan berdasarkan teologi cinta Kristus dan pedagogi cinta Pestalozzi. Pendidik merupakan pribadi yang penuh cinta, tujuan dan materi pembelajaran memuat capaian dan bahasan tentang cinta kepada Allah, sesama, dan diri sendiri, metode pembelajaran bertujuan untuk mempromosikan cinta; dan evaluasi pembelajaran berfokus pada perkembangan sikap empati pada anak.
Kata kunci : Teologi Cinta, Pedagogi Cinta, Pendidikan Agama Kristen, Anak
Abstract
Love centered education is needed by children because many children experience crisis of love due to violence from the people around them. Lack of love in children education will result in lack of self-confidence, easily discouraged, not having power to fight, being antisocial, and so on. Therefore, Christian religious education plays major role in instilling understanding of Christian love, forming the character of children who are full of love, and practicing love in their life. Therefore, the purpose of this research is to give ideas about the application of the theology of Christ's love and the pedagogy of love from Pestalozzi in the Christian religious education of children. The research method uses qualitative methods with literature study approach. The result of this research is that Christian religious education for children is centered on love which is applied based on the theology of Christ's love and the pedagogy of love from Pestalozzi. The educator is a person who is full of love, the goals and learning materials contain the topics about love to God, others, and oneself, the learning method aims to promote love; and evaluation of learning focuses on the development of love character in children.
Keywords: Theology of Love, Pedagogy of Love, Christian Religious Education, Chil
PEMURIDAN SEORANG AYAH TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA
Artikel ini membicarakan pentingnya pemuridan dilakukan seorang ayah terhadap anak-anak dalam keluarga. Bagaimana kedudukan dan peranan ayah sebagai imam yang melaksanakan pemuridan kepada anak-anak dalam keluarga. Dalam artikel ini akan dibicarakan kualitas keluarga yang disebabkan oleh seorang ayah yang melakukan perannya yakni memuridkan anak-anak dalam keluarga. Tujuan dari artikel ini ialah: pertama, untuk mengingatkan para ayah agar mereka peduli terhadap pendidikan rohani anak-anak mereka yang dapat dimulai dari anak yang baru lahir hingga dewasa. Kedua, agar pendidikan rohani anak-anak dalam keluarga dilakukan secara merata baik kepada anak-anak. Seorang ayah bertanggung jawab untuk menjaga kualitas pendidikan rohani anak selama mereka masih berada di rumah. Ketiadaan pemuridan seorang ayah terhadap anak-anaknya akan mengakibatkan lemahnya keimaman dalam keluarga dan mudahnya meninggalkan imannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Di akhir pembahasan dikemukakan model pemuridan seorang ayah dalam keluarga sebagai usulan
Pola Asuh Orang Tua dalam Menumbuhkan Spiritualitas Anak di Jemaat GMIM Imanuel Taratara
The purpose of this study was to examine the parenting pattern of parents in growing children's spirituality in the GMIM Imanuel Taratara Congregation, analyze the factors that influence parenting patterns in growing children's spirituality in the GMIM Imanuel Taratara Congregation and describes the efforts made to overcome obstacles in parenting patterns in growing children's spirituality in the GMIM Imanuel Taratara Congregation. The researcher used a descriptive qualitative research method which was carried out at the GMIM Imanuel Taratara Congregation. From the results of data exposure, findings and discussion, it is necessary for parents to understand the importance of parenting in fostering children's spirituality so that they can direct children to be able to grow spirituality well
Pola Kepemimpinan Paulus Di Korintus Sebagai Refleksi Gereja Masa Kini
Gereja adalah tubuh Kristus yang terdiri dari orang-orang menyatakan iman mereka dalam Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka. Orang-orang percaya ini menempatkan terutama kehidupan mereka di dalam komunitas yang dinamakan Gereja, sebuah organisme yang memiliki struktur organisasi. Bagaimana Gereja menjalani kehidupan sehari-hari dan menerapkan prilaku sebagai orang Kristen sangatlah penting. Sebagai sebuah komunitas, yang seperti sebuah organisasi, Gereja Allah maka mereka harus memiliki karakter dan kualitas Allah. Gereja Korintus adalah sebuah contoh bagi gereja masa kini. Gereja ini memiliki kompleksitas dan perilaku yang mirip dengan situasi pergumulan dan perilaku anggota-anggota gereja sekarang ini. Sangat mengagumkan bahwa para pemimpin gereja sekarang memiliki masalah-masalah yang sama dengan Paulus saat berada di Korintus. Paulus telah memberikan arahan dan teladan bagi gereja-gereja masa kini untuk menjadi pemimpin Kristen yang rohani, Surat 1 dan 2 Korintus menjadi panduan bagi semua pemimpin Kristen untuk menggembalakan domba-domba Allah dengan penuh perhatian dan kasih, sama seperti Allah kepada kita, Paulus kepada jemaat Korintus, untuk mencari solusi dari beragam permasalahan-permasalahan dan pergumulan-pergumulan di dalam pelayanan masa kini.
 
Pesantren Kristen Dengan Pelatihan Baca Gali Alkitab (BGA) di SMA Negeri 2 Sipora-Mentawai
Pesantren kilat secara umum diberlakukan bagi siswa SMA/sederajat di Sumatera Barat, yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Siswa Kristen juga mengikutinya dengan gaya Kristen, yakni pengajar dari pemuka agama Kristen yang tentu merujuk dari ajaran dalam Alkitab. Penelitian ini bertujuan mengukur keberhasilan kegiatan pelatihan Baca Gali Alkitab (BGA) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sipora, April 2022.Dengan harapan pada tataran hingga menuntut komitmen siswa untuk memahami pesan Alkitab,dan mematuhi orang tua, rajin beribadah ke gereja dan menyukseskan kegiatan rohani Kristen di sekolahnya. Pembinaan rohani Kristen diberikan sesuai jadwal dengan dukungan dari Scripture Union Indonesia. Hasilnya dirasakan pihak Sekolah setelah kegiatan dilaksanakan. Anak-anak tidak lagi dipaksa untuk masuk dalam ruang ibadah Kristen, demikian pun di Gereja diperoleh informasi adanya perubahan yang semakin baik tiap-tiap minggu. Pelatihan BGA menjadi satu pelatihan yang patut dipertimbangkan agar secara tetap masuk dalam jadwal pesantren kilat di SMA/Sederajat di Sumbar, ataupun Sekolah-Sekolah Lanjutan di Indonesia untuk pertumbuhan rohani yang segar, kuat dan sigap.
 
MAKNA NATAL DALAM PERSPEKTIF TEOLOGIS DAN IMPLEMENTASINYA BAGI KEHIDUPAN ORANG KRISTEN MASA KINI
Title of this article is “The Meaning of Christmas in Theological Perspective and Its Implementation in the Life of Christians Today” aims to describe the meaning of Christmas from theological perspective and its application in the lives of Christians now. This article used qualitative method with literature study approach. Data in this article were collected from various source, books and journal. The result of this research is that Christians should interpret Christmas not only as a tradition or celebration, but a celebration that should lead people to understand that Christmas is a commemoration of the birth of Jesus and it is He who is awaited by the world as a bringer of peace and that should be implemented in the life of Christians today. Based on the results of this article, hoped that Christians will be share peace in their lives