Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Teologi dan Keadilan Sosial: Peran Gereja dalam Merespons Ketimpangan Global
Artikel ini menguraikan peran sentral Gereja dalam menanggapi ketidakadilan sosial yang terjadi secara global. Ketimpangan ini meliputi aspek ekonomi, sosial, dan politik, di mana distribusi sumber daya dan kesempatan tidak merata, menyebabkan marginalisasi bagi banyak individu. Teologi Kristen memandang keadilan sebagai prinsip esensial yang didasarkan pada kasih Allah terhadap semua manusia. Dari itu, Gereja dipanggil untuk menjalankan peran profetisnya dengan mengadvokasi keadilan bagi kaum tertindas dan memperjuangkan sistem sosial yang lebih adil. Pemikiran teologis dari tokoh-tokoh seperti Gustavo Gutiérrez, yang mengembangkan teologi pembebasan, menekankan bahwa Gereja harus terlibat aktif dalam memerangi ketidakadilan struktural. Selain itu, Reinhold Niebuhr dan John Stott menggarisbawahi tanggung jawab moral Gereja untuk berkontribusi pada perubahan sosial melalui aksi nyata dan advokasi kebijakan yang adil. Dengan demikian, Gereja bukan hanya lembaga spiritual, tetapi juga agen transformasi sosial yang memiliki komitmen untuk mewujudkan keadilan di tengah ketimpangan global
Perzinaan dalam Hukum Pidana di Indonesia: Tinjauan Kriminologi dan Teologi Publik terhadap Kebijakan Hukum Pidana tentang Perzinaan
Perzinaan dan kekerasan seksual merupakan isu kompleks yang memiliki implikasi moral, hukum, dan sosial yang signifikan. Dalam konteks ini, teologi publik dan kriminologi menawarkan perspektif yang saling melengkapi untuk memahami dan menangani masalah-masalah tersebut. Teologi publik memberikan kerangka untuk mengeksplorasi dimensi etis dan spiritual dari perzinaan, serta dampaknya terhadap hubungan sosial, sementara kriminologi meneliti penyebab, konsekuensi, dan respons sistem peradilan pidana terhadap kejahatan. Melalui pendekatan ini, tulisan ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara perzinaan dan hukum pidana di Indonesia, serta bagaimana pemahaman kekristenan dapat memberikan konstruksi teologis dalam merespons isu perzinaan dan kekerasan seksual. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan wawasan yang lebih mendalam tentang keadilan sosial dan ketidaksetaraan yang dihadapi masyarakat
Peran PAK Gereja terhadap Fenomena Toxic Masculinity pada Kalangan Laki-laki di Era Teknologi Digital
This research aims to show that toxic masculinity is a phenomenon that often occurs in men in the era of digital technology. Men are considered human beings who must be strong, tough, not cry easily and must not express emotions. However, in reality, men who do not behave like that will immediately be stigmatized by society and find it difficult to accept it. This article was written using a qualitative research method with a descriptive approach. Descriptive qualitative methods are used to collect data, analyze and evaluate through critical thinking from books, journal articles and the Bible related to the discussion. This method divides this research into three important points. First, the phenomenon of toxic masculinity among teenagers. Second, the Church's Christian religious education in the era of digital technology. Third, the role of church Christian religious education in the phenomenon of toxic masculinity among the younger generation in the era of digital technology. The results of this research are the value of respect for men related to toxic masculinity so that they are brave and free to express their emotions as well as the role of Christian Religious Education in church life to break the stigma about toxic masculinity. The conclusion is to convey a message about the role of Christian religious education by increasing good perspectives within the church regarding toxic masculinity
ANUGERAH SEBAGAI LANDASAN UTAMA DALAM TEOLOGI FORMASI SPIRITUALITAS KRISTEN DI ERA TANTANGAN KONTEMPORER
Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang muncul dalam diskursus teologi formasi spiritualitas Kristen melalui analisis literatur dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan content analysis. Fokus utama penelitian adalah pemahaman pertumbuhan rohani sebagai perjalanan menuju kedewasaan spiritual. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti mengeksplorasi peran kunci elemen-elemen seperti peristiwa kelahiran kembali, signifikansi Firman Allah, praktik disiplin rohani, dan pertumbuhan dalam konteks komunitas gereja, yang semuanya merupakan anugerah Allah saja. Melalui identifikasi, seleksi, dan analisis literatur yang relevan, khususnya buku-buku yang membahas formasi spiritualitas secara teologis, penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis untuk mengkategorikan dan menganalisis pola-pola makna terkait dengan teologi formasi spiritualitas Kristen. Temuan utama dari penelitian ini mengungkapkan aspek-aspek penting pertumbuhan rohani, seperti peran sentral Firman Allah, praktik disiplin rohani, dan pertumbuhan dalam konteks komunitas gereja. Lebih lanjut, temuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa pertumbuhan rohani bukan hanya sebuah konsep teologis, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari individu Kristen. Kesadaran diri dan hambatan-hambatan utama dalam pertumbuhan rohani menjadi fokus utama hasil penelitian ini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoretis terhadap diskursus teologi formasi spiritualitas Kristen, tetapi juga memberikan wawasan praktis yang dapat membimbing individu Kristen dalam perjalanan pertumbuhan rohani mereka, terutama pada era kontemporer yang penuh dengan tantangan
Implementasi Metode Montessori dalam Pembelajaran Musik Anak Usia Dini di IAIN Manado
Degradasinya peran pendidikan musik pada anak usia dini diakibatkan pengetahuan pendidik/guru anak usia dini yang tidak menguasai secara komprehensif tentang paradigma musik. Padahal pendidikan musik pada anak usia dini memiliki peran penting dalam pengembangan kognitif, emosional, dan sosial mereka. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam pembelajaran anak usia dini adalah metode Montessori. Artikel ini membahas implementasi metode Montessori dalam pembelajaran musik anak usia dini, dengan fokus pada prinsip-prinsip Montessori yang dapat diterapkan dalam konteks musik, manfaatnya, serta beberapa strategi praktis untuk menerapkannya.Pertanyaan yang diajukan oleh peneliti adalah bagaimana aktualisasi penerapan metode Montessori dalam pembelajaran musik anak usia dini. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Miles Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan peneliti menyimpulkan metode Montessorimemiliki dua poin penting. (1) memilih aktivitas musik yang diminati mereka. Dalam metode Montessori, penting untuk memberi kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi musik secara mandiri sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. (2) Guru dalam metode Montessori berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak dalam proses pembelajaran, bukan sebagai pemimpin yang memberikan instruksi langsung. Berikan dukungan saat anak mengeksplorasi alat musik dan biarkan mereka belajar dari pengalaman langsung
MEMBANGUN BUDAYA ANTI KORUPSI DI KALANGAN AKADEMISI: PERAN STRATEGIS MATA KULIAH PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
Pendidikan anti-korupsi di perguruan tinggi memainkan peran penting dalam membangun budaya anti-korupsi di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran strategis mata kuliah pendidikan anti-korupsi dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, termasuk jurnal dan artikel ilmiah mengenai pendidikan anti-korupsi di dunia akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian mata kuliah pendidikan anti-korupsi dalam kurikulum perguruan tinggi memberikan dampak positif terhadap kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Selain itu, metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis nilai-nilai moral terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang bahaya korupsi. Pembahasan lebih lanjut menyoroti pentingnya penguatan kurikulum, pelatihan dosen, serta kolaborasi antar lembaga pendidikan dalam memerangi korupsi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan anti-korupsi yang lebih efektif di perguruan tinggi, yang pada gilirannya dapat membantu menciptakan generasi muda yang bebas dari praktik korupsi
Digitalisasi Warta Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Hermon Asabri dengan Website HTML5
Peningkatan digitalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di lingkungan keagamaan. Penelitian ini membahas implementasi digitalisasi di Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Hermon Asabri, dengan fokus pada transformasi dari sistem konvensional menjadi penggunaan teknologi dalam menampilkan serangkaian kegiatan gereja (warta jemaat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan survei untuk mengumpulkan persepsi dan pengalaman dari anggota jemaat terkait digitalisasi warta. Temuan menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam menyebarkan informasi gerejawi telah menghasilkan peningkatan aksesibilitas, keterbukaan, dan keterlibatan anggota jemaat. Keterbukaan terhadap platform digital memungkinkan warta jemaat dapat disampaikan secara lebih efektif, responsif, dan tepat waktu. Namun, tantangan seperti kecukupan akses teknologi, keamanan informasi, dan adaptasi terhadap perubahan budaya juga muncul selama proses digitalisasi ini. Hasil dari penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran teknologi dalam menyebarkan informasi kegiatan keagamaan dan interaksi di dalam komunitas gereja. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya penyesuaian strategi komunikasi dalam mengadopsi teknologi yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jemaat di era digital
Transformasi Desa Maju Melalui Inovasi Kerupuk Kangkung: Integrasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dalam Konsep Sustainable Living
Inovasi pengolahan kangkung menjadi kerupuk merupakan langkah strategis yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dengan prinsip keberlanjutan. Desa ini memiliki potensi besar dalam produksi kangkung, namun belum dimanfaatkan optimal untuk menciptakan produk bernilai tambah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani kangkung, sekaligus mendukung keberlanjutan hidup dengan memanfaatkan sumber daya secara bijak dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan kerupuk kangkung dengan metode partisipatif dan pendekatan pemberdayaan. Tahapan kegiatan meliputi penyampaian teori, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi. Selain itu, peserta dibekali keterampilan manajemen usaha dan pemasaran untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah kangkung menjadi kerupuk serta pemahaman tentang manajemen usaha. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi produk lokal dan prinsip keberlanjutan. Dengan pengembangan merek produk, desain kemasan yang menarik, dan promosi efektif, kerupuk kangkung berpotensi menjadi produk unggulan Desa yang mendukung transformasi ekonomi Desa Kalasey Satu secara berkelanjutan
Gereja Yang Bermisi Bagi Kaum Perempuan di Era Post Modern
The postmodern era presents challenges as well as opportunities for the church in carrying out relevant missions, especially for women. This article aims to explore how the church can become an agent of social transformation that is inclusive and responsive to women's needs amidst the dynamics of postmodern culture. This research uses qualitative methods with a theological approach and social analysis, including literature study. The main results of the research show that churches that implement a holistic approach, such as empowering theological education, community-based service programs, and social justice advocacy, are able to increase gender awareness and women's participation in church life and wider society. The main conclusion confirms that a church with a mission for women not only fulfills the call of faith, but also becomes a witness to God's love and justice in an ever-changing world. The Church needs to continue to adapt its mission strategy to remain relevant and impactful in facing the challenges of the postmodern er
Implementasi Meyers-Briggs Type Indicator (MBTI) Dalam Menentukan Pemusik, Pemimpin Pujian Dan Penyanyi Di Gereja IFGF Tobelo, Maluku Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang implementasi Meyers-Briggs Type Indicator (MBTI) dalam menentukan peran pemusik, pemimpin pujian, dan penyanyi di lingkungan gereja, khususnya di Gereja IFGF Tobelo, Maluku Utara. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami bagaimana preferensi psikologis seseorang dapat dikaitkan dengan peran tertentu dalam konteks pelayanan musik gereja. Studi ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan pemberian kuesioner MBTI kepada anggota jemaat, khususnya mereka yang terlibat dalam pelayanan musik. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk memahami bagaimana tipe kepribadian MBTI dapat memiliki korelasi dengan kualitas musikal, gaya kepemimpinan, dan jenis pelayanan di lingkungan gereja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara tipe-tipe kepribadian MBTI dengan peran musikal dan pelayanan di gereja. Misalnya, individu dengan tipe tertentu cenderung lebih cocok sebagai pemimpin pujian yang ekstravert dan berenergi, sementara tipe yang lain mungkin lebih cocok sebagai pemain musik yang fokus pada detail dan penyelarasan harmonis. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu gereja dalam penempatan anggota pelayanan musik sesuai dengan kecenderungan psikologis mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas dan keharmonisan pelayanan musik dalam kehidupan gerej