Jurnal Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Not a member yet
1267 research outputs found
Sort by
Kombinasi Sinar Inframerah, Cadexomer Iodine Powder, dan Zinc Cream Pada Diabetic Foot Ulcer (DFU): Sebuah Case Report
The management of Diabetic Foot Ulcer (DFU) infections has undergone many developments. Some of therapies used, namely infrared, cadexomer iodine, and zinc cream as single therapies that have been proven effective. However, the combinations of these therapy is not yet known whether it’s more effective or not than single or double therapy. It’s important to know the outcome of combination of these therapys on the wound healing process. This case report was applied to DM Type 2 patient with DFU score 47 from Bates-Jansen Wound Assessment Tool (BJWAT) and hyperglycemic condition (355 mg/dL). Wound treatment was carried out using the TIME Concept and applying 3M principles which were repeated in 4 home visits for 11 days. The result showed wound improvement as indicated by decrease in BJWAT score from 47 to 38. The improvement in this case was supported by the strength of each therapy which is combined in the wound healing process compared to single or double therapy. The client\u27s wound care has the potential to address bacterial colonization and prevent biofilm formation, maintain wound moisture, and autolysis of necrotic tissue in a faster time. However, there are several complicating factors of client’s wound healing process, namely hyperglycemia, non-adherence of insulin injection, infection, hypertension, and hyperurisemia. The combination of these three therapies was shown to wound healing in terms of wound depth, type and amount of necrotic tissue, peripheral edema, granulation, and epithelialization and accelerate wound repair compared to single or double combinations
Pengembangan E-Modul IPAS dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Kelas 4 Fase B Materi Sumber Daya Alam
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berupa E-Modul pada materi Sumber Daya Alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dan penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu 1) Analisis, 2) Perancangan, 3) Pengembangan, 4) Implementasi, dan 5) Evaluasi. Modul pembelajaran berupa E-Modul yang telah dikembangkan telah diuji melalui angket validasi media dengan rata-rata penilaiain sebesar 89% dikategorikan sangat layak, angket validasi materi dengan rata-rata penilaian sebasar 80% dikategorikan layak, angket validasi ahli Bahasa dengan rata-rata penilaian sebesar 80% dikategorikan layak, angket validasi respon pendidik dengan rata-rata 98% yang dinyatakan sangat layak, angket validasi respon peserta didik dengan rata-rata penilaian sebegsar 80% dikategorikan layak. Hal ini menunjukan media tersebut layak digunakan dalam proses pembelajaran.
 
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kemampuan Menulis Cerita Rakyat
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran menulis cerita rakyat pada siswa kelas X MAN 3 Sukabumi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari satu kelas yaitu kelas X G. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes, lembar observasi dan dokumentasi. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen. Berdasarkan hasil observasi awal dan melihat hasil pretest, dapat diketahui bahwa kemampuan menulis cerita rakyat siswa MAN 3 Sukabumi tidaklah bagus dan masuk pada kategori rendah. Setelah diberikan treatment berupa model pembelajaran Project Based Learning dan melakukan postest dapat terlihat adanya peningkatan nilai pada hasil postest siswa kelas X G. Berdasarkan hasil uji signifikasi, kemampuan siswa dalam menulis cerita rakyat mengalami peningkatan. Dapat dilihat perbedaan antara nilai pretest dan nilai posttest. Nilai rata-rata pada posttest 81.25 sedangkan nilai pretest 58,75. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t diketahui thitung 11,19 > ttabel 1,703. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa H0 ditolak karena thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning bepengaruh digunakan dalam pembelajaran menulis cerita rakyat siswa kelas X MAN 3
Level Berpikir Visual Pada Komunikasi Matematis Siswa
This study is motivated by the lack of previous researchers examining the level of visual thinking in students\u27 mathematical communication. This research aims to describe the level of visual thinking in students\u27 mathematical communication. The research method is literature research or literature review (literature review, literature research). Research activities were carried out in a structured way through the stages of data collection, data reduction, data display, discussion to conclusion. Technically, the research steps were carried out as follows: 1) the preparation stage, determining the fixed and dependent variables, determining the data to be analysed and selecting articles that are in accordance with the variables in the title, 2) the implementation stage, searching and collecting articles, taking the results of the articles obtained, and 3) the data analysis stage, this stage is used to determine the level of visual thinking and indicators of students\u27 mathematical communication which will be useful to determine the level of visual thinking of students\u27 mathematical communication. The results showed that there is a relationship between the level of visual thinking and students\u27 mathematical communication, so that the levels of visual thinking in mathematical communication are: Non Visual Level, Local Visual Level, and Global Visual Level.Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya peneliti-peneliti sebelumnya mengkaji level berpikir visual pada komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan level berpikir visual pada komunikasi matematis siswa. Metode penelitian adalah penelitian kepustakaan atau kajian literatur (literature review, literature research). Aktivitas penelitian dilakukan dengan cara terstruktur melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, pembahasan hingga kesimpulan. Secara teknis, langkah-langkah penelitian dilakukan hal-hal sebagai berikut: 1) tahap persiapan, penetapan variabel tetap dan terikat, menentukan data yang akan dianalisis dan memilih artikel yang sesuai dengan varibel-variabel yang ada pada judul, 2) tahap pelaksanaan, mencari dan mengumpulkan artikel, mengambil hasil dari artikel yang diperoleh, dan 3) tahap analisis data, tahap ini digunakan menetapkan level berfikir visual dan indikator komunikasi matematis siswa yang akan berguna untuk mengetahui level berfikir visual dari komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara level berpikir visual dengan komunikasi matematika siswa, sehingga level berpikir visual pada komunikasi matematis yaitu: Level Non Visual, Level Visual Lokal, dan Level Visual Global
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Berbantuan Media Atraktif Roda Pintar Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas IV SD
This study aims to determine whether there is a significant influence on the learning outcomes of fourth grade students of SDN 1 Benawa who learn using the talking sticker learning model assisted by attractive smart wheel learning media. This study uses an experimental method, namely the Quasi Experimental design method used nonequivalent control group design, This type of research is quantitative with a research sample consisting of 2 classes, namely the experimental class and the control class totaling 42 students. while the population is sampled using a total sampling technique, namely a sampling technique when all members of the population are used as samples. The sample in this study was class IV A as a control class with 22 students and IVB as an experimental class with 20 students. Data collection techniques were tests and documentation. The results of the data analysis calculation obtained an average value of the experimental class of 78.50 while the average value of the control class was 61.82, The results of the hypothesis test obtained a t count of 4.209 while the t table was .684 with a sig value of 0.000 so that Ho was rejected and Ha was accepted, it can be concluded that the talking stick learning model assisted by attractive smart wheel learning media has a significant effect on student learning outcomes in social studies material at SDN 1 Benawa
Penerapan Metode Proyek untuk Meningkatkan Keterampilan Proses IPAS Sekolah Dasar kelas V pada Kurikulum Merdeka: Penerapan Metode Proyek untuk Meningkatkan Keterampilan Proses IPAS Sekolah Dasar
This research aimed to describe the implementation of the project method and improve the science and social (IPAS) process skills for grade V elementary school in the merdeka curriculum using the project method. The subjects of this research were class V (centaurus) students at SD Muhammadiyah 18 Surabaya with a total of 28 students, consisting of 16 male students and 12 female students. This type of research used Classroom Action Research with 2 cycles. Data collection techniques were carried out using observation sheets. The results of applying the project method to students’ IPAS process skills in cycle I were less conducive and less enthusiastic in working on their group’s IPAS ass clipping because the tools and materials were incomplete. Meanwhile, in cycle II, the application of the project method to students’ IPAS process skills was very conducive and enthusiastic in working on their group’s IPAS ass clipping because the project tools and materials were complete. Data from observations of science process skills in cycle I showed that there were four groups of indicator achievement percentages of 80% with sufficient criteria, one group of indicator achievement percentages of 20% with insufficient criteria and in cycle II there was an increase in the percentage and criteria for achievement of IPAS process skill ability indicators, it was discovered that there is one group of indicator achievement percentage of 20% with Very Good criteria, four groups of indicator achievement percentage of 80% with criteria (Good). Based on the results of data analysis, it can be concluded that the application of the project method students is enthusiastic in working on clippings and improving their elementary school science and science process skills for class V (centaurus) in the Merdeka curriculum.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode proyek dan meningkatkan kemampuan keterampilan proses IPAS SD kelas V pada kurikulum merdeka dengan metode proyek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V (centaurus) SD Muhammadiyah 18 Surabaya dengan jumlah siswa 28 orang, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan lembar observasi. Hasil penerapan metode proyek pada keterampilan proses IPAS siswa pada siklus I, kurang kondusif dan tidak antusias dalam mengerjakan kliping IPAS kelompoknya karena alat dan bahan tidak lengkap. Sedangkan pada siklus II, penerapan metode proyek pada keterampilan proses IPAS siswa sangat kondusif dan antusias dalam mengerjakan kliping IPAS kelompoknya karena alat dan bahan proyek lengkap. Data hasil observasi keterampilan proses IPAS pada siklus I diketahui bahwa terdapat empat kelompok presentase ketercapaian indikator 80% dengan kriteria Cukup, satu kelompok presentase ketercapaian indikator 20% dengan kriteria Kurang dan pada siklus II mengalami peningkatan presentase dan kriteria ketercapaian indikator kemampuan keterampilan proses IPAS, diketahui bahwa terdapat satu kelompok presentase ketercapaian indikator 20% dengan kriteria Sangat Baik, empat kelompok presentase ketercapaian indikator 80% dengan kriteria (Baik). Berdasarkan hasil analisis data dapat simpulkan bahwa Penerapan metode proyek siswa antusias dalam mengerjakan kliping dan meningkatkan keterampilan proses IPAS SD kelas V (centaurus) pada kurikulum merdeka
Strategi Pengembangan Sawah: Studi Kasus dari Unit Manajemen Hutan di Paser Kalimantan Timur
Tujuan penelitian untuk mendapatkan strategi pengembangan sawah pada wilayah unit manajemen hutan Kabupaten Paser. Lokasi sawah ada yang berada di sekitar wilayah manajemen hutan, sehingga perlu disusun strategi yang tepat. Penempatan analisa SWOT berasa dikuadran I (agresif), menandakan situasi menguntungkan, mempunyai peluang, dan kekuatan yang dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini, merupakan kebijakan pertumbuhan agresif (Grow oriented strategy). Adapun strategi yang dilakukan antara lain; a). Peningkatan sumber daya petani dan kelompok tani melalui program pelatihan agar dapat mengoptimalkan potensi lahan, menerapkan mekanisasi pertanian dan sarana produksi yang tepat guna, b). Peningkatan kapasitas stakeholders melalui anggaran pemerintah, dan c). Penetapan LP2B di daerah sehingga baku lahan tetap tersedia, lahan hutan tetap terjaga dan pemanfaatan lahan hutan menjadi perhutanan sosial
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN TINDAK PIDANA CYBERBULLYING DI MEDIA SOSIAL PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KABUPATEN SUKABUMI
Dimasa pandemi covid-19 ini seluruh dunia membawa dampak besar membuat seluruh aktivitas belajar-mengajar yang sebelumnya dilakukan secara langsung harus diganti dengan penetapan teknologi dengan kata lain anak lebih sering mengakses gadget dan internet. Cyberbullying adalah tindakan penghinaan, kekerasan psikis atau intimidasi yang dilakukan seseorang atau kelompok atau instusi melalui dunia internet terhadap orang, kelompok atau instusi lainnya. Sebagai negara hukum Indonesia seharusnya memberikan perlindungan hukum kepada semua warga negara khususnya kepada anak, arena anak adalah sebagai aset negara kedepannya untuk meneruskan cita-cita luhur bagi kemajuan bangsa dan negara. Sebagaimana dalam pasal 59 undang-undang No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan hukum kepada anak salah satunya dari korban kekerasan fisik dan psikis.
Tujuan dari penelitian ini 1. Untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana cyberbullying di media sosial pada masa pandemic covid-19, 2. Untuk mengetahui apa saja hambatan dalam perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban cyberbullying, Metode yang digunakan dalam pendekatan masalah penelitian ini menggunakan yuridis normatif, penelitian ini bersifat kualitatif . Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori perlindungan hukum pidana, kebijakan hukum pidana,dan teori penegakan hukum pidana.
Hasil dari penelitian bahwa perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana cyberbullying dimedia sosial pada masa pademi covid-19 anak takut untuk melaporkan kejahatan-kejahatan yang dilakukan kepada korban, dan masih banyak pula aparat penegak hukum belum maksimal dalam menjalankan tugasnya begitupula,dan masih banyak pula hambatan-hambatan dalam melaksankan tugas yang dijalankannya.
Cyberbullying tidak dapat dihindari akan tetapi kita bisa mencegah ya dengan cara anak-anak harus diberitahu mengenai macam-macam cyberbullying dan memastikan bahwa cyberbullying itu tidak boleh dilakukan
Efektivitas Hukum Pemanggilan Secara Patut Kepada Tergugat Kasus Cerai Ghaib di Pengadilan Agama Sukabumi
Perkawinan yang abadi merupakan cita-cita setiap pasangan. Namun berbagai macam permasalahan kerap terjadi dalam bahtera rumah tangga yang akhirnya menuju ke arah perceraian. Kasus yang seringkali terjadi dalam masyarakat yaitu cerai ghaib. Ghaib yang dimaksud adalah salah satu pihak yang keberadaan atau alamatnya tidak jelas. Pemanggilan pihak tergugat dalam kasus cerai ghaib oleh Pengadilan Agama tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Walaupun pemanggilan sudah dilaksanakan sesuai prosedur sebagaimana yang telah tertuang Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Pasal 27 ayat (1), namun tergugat seringkali tidak hadir dalam persidangan. Fokus penelitian pada kasus ini adalah untuk melihat efektif atau tidaknya aturan dari pemanggilan ghaib oleh Pengadilan Agama. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu yuridis normatif dengan menggunakan teori efektivitas hukum dan teori perlindungan hukum. Berdasarkan hasil penelitian, pemanggilan ghaib yang tersampaikan kepada tergugat di Pengadilan Agama Sukabumi bahkan tidak menyentuh angka 1%. Maka dapat dikatakan efektivitas hukum dari Pasal 27 tersebut belum efektif
Pengembangan Traditional Game Congklak pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas 1
This research originates from the results of preliminary observations and interviews conducted with elementary school teachers at SDIT Al-Firdaus Semen. The learning process was found to be problematic, due to a lack of various teaching materials. The limited variety of media results in a lack of engagement among students, leading to boredom and distraction during arithmetic lessons. Students often stray off course, engaging in conversations with peers or immersing themselves in other activities in the classroom. To answer this problem, the traditional congklak game was introduced as a pedagogical tool to improve the numeracy skills of first grade students at SDIT Al-Firdaus Semen. Using the ADDIE research model, this study involved a total of 15 participants. The Research and Development method or commonly referred to as RnD is guided by the ADDIE model which consists of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The tools used in this process include material expert sheets, media experts, user experts (teachers), as well as pretest and posttest assessments. The purpose of this study was to improve the numeracy skills of first grade students at SDIT Al-Firdaus in addition and subtraction. The results showed that media experts rated the results of the assessment at 82.5% (very feasible), material experts at 90% (very feasible), and user experts (teachers) at 100% (very feasible). Together, these assessments show that the traditional congklak game media is very suitable for improving the arithmetic addition and subtraction skills of grade 1 SDIT Al-Firdaus students. Congklak Traditional Game Media not only improves students\u27 numeracy skills but also provides valuable data through pretest and posttest scores which are then calculated using N-Gain. The average N-Gain value obtained is 81.38%, indicating a high level of improvement. Based on this, it can be concluded that the use of Congklak Traditional Game media is highly recommended and effective in improving students\u27 numeracy skills.Penelitian ini berasal dari hasil observasi awal dan wawancara yang dilakukan dengan guru sekolah dasar di SDIT Al-Firdaus Semen. Proses pembelajaran ditemukan bermasalah, karena kekurangan berbagai bahan ajar. Keterbatasan variasi media menyebabkan kurangnya keterlibatan di antara siswa, yang menyebabkan kebosanan dan gangguan selama pelajaran aritmatika. Siswa sering menyimpang dari jalur, terlibat dalam percakapan dengan teman sebaya atau membenamkan diri dalam kegiatan lain di dalam kelas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diperkenalkan permainan tradisional congklak sebagai sarana pedagogis untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas I SDIT Al-Firdaus Semen. Menggunakan model penelitian ADDIE, penelitian ini melibatkan total 15 partisipan. Metode Research and Development atau biasa disebut dengan RnD berpedoman pada model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Alat yang digunakan dalam proses ini antara lain lembar ahli materi, ahli media, ahli pengguna (guru), serta penilaian pretest dan posttest. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas I SDIT Al-Firdaus pada bidang penjumlahan dan pengurangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli media menilai hasil penilaian sebesar 82,5% (sangat layak), ahli materi sebesar 90% (sangat layak), dan ahli pengguna (pengajar) sebesar 100% (sangat layak). Penilaian tersebut secara bersama-sama menunjukkan bahwa media permainan tradisional congklak sangat cocok untuk meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan dan pengurangan siswa kelas 1 SDIT Al-Firdaus. Media Permainan Tradisional Congklak tidak hanya meningkatkan kemampuan berhitung siswa tetapi juga memberikan data berharga melalui nilai pretest dan posttest yang kemudian dihitung dengan menggunakan N-Gain. Rata-rata nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 81,38%, menunjukkan tingkat peningkatan yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media Permainan Tradisional Congklak sangat dianjurkan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa