Jurnal Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Not a member yet
1267 research outputs found
Sort by
Keefektifan Penggunaan Strategi CT-RAS (Creative Thinking-Reading Activities) terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ngaglik
This research is aimed at investigating the different ability of comprehensive reading between students who have obtained CT-RAs strategy learning and those who do not have in the grade XI of SMA N 1 Ngaglik. Furthermore, it aims to find out the effectiveness of CT-RAs strategy in the learning of comprehensive reading of grade XI students of SMA N 1 Ngaglik. This research used quasi-experimental method with pretest-posttest control group design. Cluster random sampling was used to pick sample groups, i.e. XI IPS 3 as the control group and XI IPA 1 as the experiment group. The data was collected by using tests. The instrument of the research was validated by using content validity and construct validity. Content validity was applied to find out the feasibility of the instrument. Construct validity was done by consulting the instrument to an expert (expert judgment). The reliability of the instrument was calculated by using alpha in the iteman program, and 0,853 was obtained. The date was analyzed by using t-test with 5 % level of significance. The result of analysis requirement showed that the pretest and posttest scores were in normal and homogeneous distribution. According to the t-test analysis of the posttest data of comprehensive reading of control group and experiment group, t score 0f 7,729 was obtained with df = 66 and p = 0,000. The p value was smaller than the 5 % level of significance. This result showed that there was a significant difference between students from control group and those from experiment group. The result of t-test analysis of the control group was 0.258 with df = 31 and p = 0,798. The p value was greater than the 5 % level of significance (0.798 > 0.05). Meanwhile, the t-test result of the experiment group was 14.758 with df = 35 and p = 0.000. The p value was smaller than the 5 % level of significance (0.000 < 0.05). This result showed that CT-RAs strategy was effective to be used in the learning of comprehensive reading in the grade XI of SMA N 1 Ngaglik
Efektivitas Metode Bermain Peran dalam Meningkatkan Kemampuan Empati Anak Usia Dini
Penelitian diawali keprihatinan terhadap berkurangnya kepekaan nurani dan nilai moral seperti sikap sabar, tawakal,empati, menghargai dan jujur menjadi perilaku yang sulit ditemui.Berubah menjadi sikap arogan, egois, permisif dan nepotisme.PAUD berperan dalam tumbuh kembang anak, khususnya peningkatan kemampuan empati anak.Kemampuan empati mencakup kemampuan mendengarkan dengan baik, kemampuan menerima sudut pandang orang lain dan peka terhadap perasaan orang lain. Oleh karena itu, kemampuan empati menjadi bagian yang harus diperhatikan di sekolah-sekolah khususnya Pendidikan Anak Usia Dini. Banyak metode yang dapat digunakan untuk peningkatan kemampuan empati.Menggunakan metode bermain peran sebagai salah satu upaya peningkatan kemampuan empati anak. Selama bermain, anak memperhatikan cara temannya memberikan respon dan anakbelajar mengendalikan keinginan sendiri. Saat itulah anak dapat meningkatkan kemampuan empatinya dengan bantuan dan bimbingan dari guru
Peningkatan Keterampilan Dasar Sains melalui Metode Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) dengan Teknik Bermain Penelitian Tindakan di Kelas I-i RSD-Bi Al Azhar Syifa Budi Legenda Bekasi
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara penerapan metode penemuan terbimbing (guided discovery, untuk meningkatkan keterampilan dasar sains. Penelitian dilaksanakan di RSD-BI Al Azhar Syifa Budi Legenda Bekasi, dengan subjek penelitian siswa kelas 2 yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data melalui tes keterampilan dasar sains, dan non tes berupa hasil observasi pelaksanaan metode penemuan terbimbing (guided discovery) menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, wawancara, catatan lapangan, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan dasar sains siswa, khususnya tentang ciri-ciri dan perubahan wujud benda padat dan benda cair dengan menggunakan metode penemuan terbimbing (guided discovery) dengan teknik bermain. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes siswa pada siklus I yaitu 60% siswa yang tuntas, meningkat pada siklus II mencapai 95% siswa yang tuntas,dan peningkatan hasil nilai keterampilan dasar sains dari 69 % di siklus I meningkat menjadi 92% di siklus II. Aktivitas guru dan siswa sesuai dengan langkah-langkah metode ini mencapai 100% (mastery learning) pada akhir siklus II. Implikasi dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan metode penemuan terbimbing (guided discovery), membuat siswa antusias dan lebih aktif belajar sesuai dengan perkembangan usianya. Guru dapat mengembangkan metode ini secara inovatif sesuai kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran menjadi dinamis dan bermakna
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Sifat Asam dan Basa dengan Menggunakan Metode Praktikum
Rendahnya pemahaman siswa kelas VII tentang materi kimia diakibatkan oleh kondisi pembelajaran khususnya yang berkenaan dengan metode atau strategi pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari data daya serap siswa kelas VIIE di SMP 1 Kebonpedes pada materi sebelumnya yang telah diajarkan, menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa jauh dari yang diharapkan. Sekitar 70% siswa belum mencapai nilai KKM dan 30% siswa sudah mencapai KKM. Untuk mengoptimalkan pembelajaran ini perlu adanya kegiatan yang memanfaatkan berbagai metode, antara lain metode praktikum agar tujuan pembelajaran tercapai. Kegiatan praktikum memberikan peluang kepada siswa untuk memperdalam pemahaman terhadap materi yang diajarkan, mengembangkan ketrampilan kerja serta menumbuhkembangkan sikap ilmiah pada diri siswa khususnya pada materi kimia. Berdasarkan latar belakang penelitian, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi Asam dan Basa di kelas VII E SMPN 1 Kebonpedes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pembelajaran dengan metode praktikum dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII E SMPN 1 Kebonpedes pada materi Asam dan Basa, terbukti dengan hasil skor penilaian prestasi meningkat dari siklus I ke siklus II. Disamping itu pembelajaran ini ternyata dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa diukur dari keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan metode praktikum meningkat dari siklus I ke siklus II. Disarankan kepada guru agar menggunakan metode praktikum untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi , khususnya kepada guru yang memiliki karakteristik siswa dan materi sejenis
Aplikasi Model Pembelajaran Open Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Inquiry Peserta Didik
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan inquiry peserta didik Kelas VII B di SMP Negeri 15 Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, presensi, laporan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) dan lembar observasi. Analisis data meliputi data informasi tentang keadaan peserta didik sebagai subjek penelitian dilihat dari asfpek kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data secara deskriftif, hasil penelitian membuktikan bahwa adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar yang menunjukkan meningkatnya kemampuan inquiry dengan persentase ketuntasan prasiklus sebesar 10 %, siklus I 35% dan siklus II 77,5%. Secara keseluruhan respon peserta didik terhadap model pembelajaran open inquiry menunjukkan hasil positif dengan kriteria yang “kuat†dan “sangat kuatâ€. Hasil tersebut diiringi dengan adanya pengamatan dan penilaian observer terhadap perilaku peserta didik dan aktivitas pendidik, kemudian penilaian laporan Lembar Kerja Peserta Didik menunjukkan peningkatan positif. Berdasarkan hal tersebut, maka model pembelajaran open inqiry dapat meningkatkan kemampuan inquiry peserta didik kelas VII B di SMP Negeri 15 Kota Sukabumi
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Garis dan Sudut dengan Model Pembelajaran Kooperatif NHT (Penelitian Dilakukan pada Siswa Kelas VIIC Di SMPN 1 Kebonpedes)
Hasil belajar peserta didik kelas VII pada mata pelajaran matematika yang terjadi di SMP Negeri 1 Kebonpedes khususnya pada materi pokok garis dan sudut belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Aktivitas peserta didik dalam belajar di kelas juga masih cenderung kurang. Banyak peserta didik bekerja sendiri-sendiri, kurang memiliki keberanian untuk bertanya bila mengalami kesulitan dalam mempelajari materi pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMP Negeri 1 Kebonpedes pada materi pokok garis dan sudut, dan meningkatkan aktivitas peserta didik dalam belajar di kelas, dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together). Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Kebonpedes sebanyak 36 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Prosedur penelitian tindakan yang ditempuh merupakan suatu siklus yang mencakup 4 tahap, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pelaksanaan tindakan kelas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan 2 (dua) instrumen pada setiap siklus, yakni tes tertulis pada setiap akhir siklus, dan lembar pengamatan aktivitas peserta didik. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah (1) minimal 85% peserta didik dalam satu kelas memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 66, (2) rata-rata aktivitas peserta didik lebih dari atau sama dengan 70%. Dari penelitian, diperoleh bahwa hasil belajar peserta didik dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT meningkat dibandingkan sebelumnya. Rata-rata aktivitas peserta didik juga meningkat. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 66 mencapai 77,8% dengan rata-rata aktivitas peserta didik 72%. Pada siklus II peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 66 mencapai 88,9% dengan rata-rata aktivitas peserta didik 76,5%. Simpulan yang dapat ditarik adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pokok garis dan sudut juga meningkatkan aktivitas peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Kebonpedes tahun pelajaran 2014/2015
PELATIHAN BAHASA INGGRIS BAGI WARGA DESA CIWARU
Pelatihan bahasa Inggris bagi warga Desa Ciwaru bertujuan untuk mengembangkankan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris yang diarahkan kepada kepiawaian pesertanya melakukan berbicara dan menulis dalam Bahasa Inggris. Setiap peserta dilatih untuk berbicara dan menulis dengan menggunakan Bahasa Inggris. Metode yang digunakan yaitu penugasan dan latihan, dimana para peserta ditugaskan untuk berlatih berbicara bahasa Inggris mengenai percakapan dengan wisatawan asing dan menulis dalam Bahasa Inggris. Pelatihan Bahasa Inggris ditekankan pada kemampuan peserta menyatakan ide dengan kata-kata, atau kemampuan mengingat suatu konsep, atau prinsip tertentu dan menyatakan kembali dengan kata-kata yang terangkai dalam sebuah kalimat