Jurnal Universitas Muhammadiyah Sukabumi
Not a member yet
1267 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TWT) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Di SMAN 1 Kuok
This research is motivated by the low mathematical communication skills of class X students of SMA Negeri 1 Kuok which can be seen in the learning outcomes of class X students of SMA Negeri 1 Kuok. This study aims to determine whether or not there is an influence of the Think Talk Write cooperative learning model on the mathematical communication skills of class X students of SMA Negeri 1 Kuok. This research is a quasi-experimental study, with a sample technique used simple random sampling. The population in this study were class X students of SMA Negeri 1 Kuok in the 2024/2025 Academic Year consisting of 2 classes. The samples in this study were class X.1 as the control class and class X.2 as the experimental class. The instruments used in this study were learning implementation sheets and mathematical communication ability test questions. The data analysis technique used was the Independent sample T-Test and the N-Gain test with the help of SPSS 25 software. The results of the Independent sample T-Test obtained sig. (2-tailed) <0.05, namely 0.000, so Ho was rejected and Ha was accepted and it can be concluded that there is an influence of the use of the Think Talk Write type cooperative learning model on mathematical communication skills and is also quite effective to use.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuok yang terlihat pada hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 kuok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh dari model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuok. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen, dengan teknik sample yang digunakan simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuok Tahun Pelajaran 2024/2025 yang terdiri dari 2 kelas. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X.1 sebagai kelas kontrol dan kelas X.2 menjadi kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlakasanaan pembelajaran dan soal tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Independent sample T-Test dengan bantuan software SPSS 25. Hasil uji Independent sample T-Test memperoleh sig.(2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write terhadap kemampuan komunikasi matematis dan juga cukup efektif digunakan
Analisis Berpikir Geometri Siswa SMA Ditinjau dari Motivasi Belajar dan Pembelajaran Berbasis Teknologi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan berpikir geometri siswa SMA berdasarkan teori van Hiele dengan mempertimbangkan aspek motivasi belajar dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pencapaian siswa dalam materi geometri yang ditunjukkan oleh hasil survei internasional seperti TIMSS serta pengamatan di lapangan yang menunjukkan kurangnya motivasi belajar dan minimnya penggunaan media berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 39 siswa kelas XI di salah satu SMA di Jawa Timur. Instrumen utama yang digunakan adalah Van Hiele Geometry Test (VHGT) serta wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum tergolong dalam tahapan berpikir geometri menurut teori van Hiele karena tidak mampu menjawab minimal 3 soal dalam satu level. Sebanyak 20 siswa tidak termasuk dalam tahap manapun (infit), 4 siswa berada pada tahap infit kondisi khusus, 13 siswa berada pada tahap visualisasi, dan hanya 2 siswa pada tahap analisis. Wawancara mengungkap bahwa rendahnya motivasi belajar, minimnya dukungan dari keluarga, serta terbatasnya penggunaan media teknologi menjadi faktor dominan yang memengaruhi hasil ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran geometri sangat bergantung pada pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap berpikir siswa dan penguatan motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Penggunaan media teknologi menjadi alternatif yang potensial untuk memfasilitasi visualisasi konsep-konsep geometri yang abstra
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENANGANI PERILAKU BULLYING DI SD MUHAMMADIYAH 32 MEDAN
Bullying is a social behavior that often occurs in schools. Bullying can also involve students as a perpetrator and victim. Bullying behavior also has several negative impacts, both for the victim and for the perpetrator himself. If this act of bullying occurs in elementary school, then the role of a teacher is needed so that teachers are able to recognize, identify, and handle it. The purpose of this study is to find out how the role of SD Muhammadiyah 32 Medan teachers in overcoming students\u27 bullying behavior. This research approach uses a qualitative research approach, with case study methods, interviews, and questionnaire distribution. The results of this analysis show that the role of teachers towards bullying in students is as a person who guides or gives advice and direction and fosters students so that they can overcome cases or problems that occur regarding bullying in order to minimize bullying that occurs at school. Teachers must also be able to shape students\u27 personalities and build positive relationships with students, and teachers need to be aware of acts of violence committed by their students. For this reason, teachers play a very important role in overcoming bullying to students, so that bullying behavior does not continue until adolescence.Bullying is a social behavior that often occurs in schools. Bullying can also involve students as a perpetrator and victim. Bullying behavior also has several negative impacts, both for the victim and for the perpetrator himself. If this act of bullying occurs in elementary school, then the role of a teacher is needed so that teachers are able to recognize, identify, and handle it. The purpose of this study is to find out how the role of SD Muhammadiyah 32 Medan teachers in overcoming students\u27 bullying behavior. This research approach uses a qualitative research approach, with case study methods, interviews, and questionnaire distribution. The results of this analysis show that the role of teachers towards bullying in students is as a person who guides or gives advice and direction and fosters students so that they can overcome cases or problems that occur regarding bullying in order to minimize bullying that occurs at school. Teachers must also be able to shape students\u27 personalities and build positive relationships with students, and teachers need to be aware of acts of violence committed by their students. For this reason, teachers play a very important role in overcoming bullying to students, so that bullying behavior does not continue until adolescence
Optimalisasi Manajemen Sistem Informasi melalui Big Data Analytics untuk Keberhasilan Transformasi Digital
This study aims to analyze the influence of Big Data Analytics (BDA) and Management Information Systems (MIS) on Digital Transformation (DT) and Organizational Readiness (OR) in facing the digital era. Employing a quantitative approach using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data were collected from 30 organizations in Sukabumi City and Regency that have implemented or are in the process of implementing digital transformation. The results show that MIS has a significant and positive effect on both DT and OR, directly and indirectly through the mediation of digital transformation. In contrast, BDA does not exhibit a significant impact on either DT or OR, indicating that BDA implementation has yet to be strategically integrated within the organizations. Digital transformation is proven to be a significant mediator between MIS and OR but not between BDA and OR. The managerial implications highlight the importance of strengthening information systems, digital culture, and human resource capabilities in preparing organizations to face technological disruption. Theoretically, this study contributes to the development of a technology-based organizational readiness model and provides a foundation for more effective digital transformation strategies. Future research is recommended to expand the sectoral scope and include additional mediating or moderating variables for a more comprehensive understanding
Analisis SWOT Pengembangan Agroforestri di Kabupaten Garut
Penelitian ini melakukan analisis SWOT komprehensif terhadap pengembangan agroforestri di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal, yang memengaruhi keberlanjutan dan perluasan praktik agroforestri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data utama dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, diskusi kelompok terfokus, dan analisis data sekunder dari laporan pemerintah yang relevan. Temuan kunci menunjukkan kekuatan signifikan seperti pengetahuan ekologi lokal dan partisipasi masyarakat, di samping kelemahan seperti keterbatasan akses modal dan informasi pasar. Peluang yang teridentifikasi seperti kebijakan pemerintah yang mendukung dan peningkatan permintaan produk berkelanjutan, sementara dampak perubahan iklim dan fluktuasi harga menimbulkan ancaman yang patut diperhatikan. Analisis ini berpuncak pada perumusan rekomendasi strategis yang dirancang untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang, mengatasi kelemahan, dan menetralkan ancaman, sehingga mendorong sistem agroforestri yang lebih kuat dan berkelanjutan di Garut
Hubungan Motivasi Belajar dengan Kesalahan Mahasiswa dalam Mengerjakan Soal Statistika Pendidikan Menurut Teori Newman
Motivasi belajar mahasiswa mempengaruhi hasil prestasi belajar, dimana hasil prestasi belajar berdasarkan kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis hubungan motivasi belajar dengan kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa pada mata kuliah Statistika Pendidikan berdasarkan teori Newman. Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan penelitian deskriptif kualitatif – kuantitatif digunakan pada penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Statistik Pendidikan yang berjumlah 17 mahasiswa. Hasil penelitian, yaitu 1. Mahasiswa terbagi dalam tiga kriteria motivasi belajar, yaitu cukup baik, baik dan sangat baik; 2. Adanya hubungan yang cukup kuat antara hasil prestasi belajar dan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Statistika Pendidikan dengan nilai koefisien korelasinya yaitu 0,567; 3. Kriteria motivasi belajar mahasiswa yang banyak melakukan kesalahan masuk pada kriteria cukup baik sebanyak 47.06% masuk kategori tinggi. Sedangkan kesalahan yang paling sedikit dilakukan adalah mahasiswa dengan kriteria motivasi belajar sangat baik sebanyak 15.69% atau kategori rendah. 4. Untuk kesalahan yang paling banyak dilakukan untuk semua kriteria motivasi belajar adalah kesalahan proses (proces skill) masuk kategori cukup tinggi. Sedangkan aspek kesalahan yang paling sedikit dilakukan oleh ketiga kriteria motivasi belajar adalah kesalahan penulisan jawaban akhir (endcoding) masuk kategori sangat rendahABSTRAK: Motivasi belajar mahasiswa mempengaruhi hasil prestasi belajar, dimana hasil prestasi belajar berdasarkan kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengnalisis hubungan motivasi belajar dengan kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa pada mata kuliah Statistika Pendidikan berdasarkan teori Newman. Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan penelitian deskriptif kualitatif – kuantitatif digunakan pada penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Statistik Pendidikan yang berjumlah 17 mahasiswa. Hasil penelitian, yaitu 1. Mahasiswa terbagi dalam tiga kriteria motivasi belajar, yaitu cukup baik, baik dan sangat baik; 2. Adanya hubungan yang cukup kuat antara hasil prestasi belajar dan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Statistika Pendidikan dengan nilai koefisien korelasinya yaitu 0,567; 3. Kriteria motivasi belajar mahasiswa yang banyak melakukan kesalahan masuk pada kriteria cukup baik sebanyak 47.06% masuk kategori tinggi. Sedangkan kesalahan yang paling sedikit dilakukan adalah mahasiswa dengan kriteria motivasi belajar sangat baik sebanyak 15.69% atau kategori rendah. 4. Untuk kesalahan yang paling banyak dilakukan untuk semua kriteria motivasi belajar adalah kesalahan proses (proces skill) masuk kategori cukup tinggi. Sedangkan aspek kesalahan yang paling sedikit dilakukan oleh ketiga kriteria motivasi belajar adalah kesalahan penulisan jawaban akhir (endcoding) masuk kategori sangat rendah
Identifikasi Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa SMP
At this time, computational thinking ability is very important because it can help humans in achieving success in the world of work and society is getting bigger. This preliminary study aims to identify and explore the computational thinking skills of junior high school students and the factors that influence them. The research method used was mixed methods by giving 3 description questions on linear function material that can measure computational thinking ability to 35 class IX students in one of the junior high schools in Sukabumi. The results showed that the highest score achieved by students was 91.67 while the lowest score was 16.67. The average score was 58.33 with 20 students above average and 15 students below average. The median test score was 58.33 with the modes being 44.44 and 61.11. After analyzing each student\u27s answer, it was found that the computational thinking ability of junior high school students was at a low level. The test results stated that students were only capable of the problem decomposition and algorithm stages, not yet to the stages of pattern recognition and abstraction. Students tend to perform calculations directly after breaking down the problem into smaller parts and writing down sequential steps to solve the problem. This shows that mathematics learning in schools today is still lacking in directing students to computational thinking skills.Pada masa ini, kemampuan berpikir komputasi sangat penting karena dapat membantu manusia dalam meraih kesuksesan di dunia kerja maupun bermasyarakat semakin besar. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi kemampuan berpikir komputasi siswa SMP serta faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memberikan 3 soal uraian materi fungsi linear yang dapat mengukur kemampuan berpikir komputasi kepada siswa kelas IX berjumlah 35 orang di salah satu SMP di Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 91,67 sedangkan nilai terendahnya yaitu 16,67. Rata-rata nilai yang diperoleh adalah 58,33 dengan jumlah siswa di atas rata-rata sebanyak 20 orang dan siswa dengan nilai di bawah rata-rata sebanyak 15 orang. Median nilai tes yaitu 58,33 dengan modusnya adalah 44,44 dan 61,11. Setelah menganalisis setiap jawaban siswa, ditemukan bahwa siswa masih kurang mampu dalam pengelan pola dan abstraksi. Siswa cenderung melakukan perhitungan secara langsung setelah memecah masalah menjadi bagian-bagian lebih kecil serta menuliskan langkah-langkah berurutan untuk menyelesaikan masalah. Hasil tes yang telah dilaksanakan mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir komputasi siswa SMP di sekolah tersebut masih rendah. Guru matematika di sekolah memberikan penjelasan bahwa pembelajaran matematika di sekolah sudah lama menggunakan model Problem Based Learning (PBL) namun belum sampai pada tahapan yang dapat mengantarkan siswa kemampuan berpikir komputasi
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa SMP Ditinjau Dari Kecemasan Matematika
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi numerasi siswa SMP ditinjau dari kecemasan matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Sagaranten yang diambil sebanyak 9 orang menggunakan teknik purposive sampling yang mewakili setiap kategori kecemasan matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian, subjek dengan kategori kecemasan rendah belum mampu menyelesaikan indikator pertama (kemampuan menggunakan berbagai angka dan symbol terkait dengan operasi pada bentuk aljabar), indikator kedua (kemampuan menganalisis informasi dari grafik, tabel, diagram dan bagan) dan indikator ketiga (kemampuan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan). Subjek dengan kategori kecemasan sedang mampu menyelesaikan indikator ketiga saja (kemampuan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil Keputusan). Subjek dengan kategori kecemasan tinggi belum mampu menyelesaikan indikator pertama (kemampuan menggunakan berbagai angka dan symbol terkait dengan operasi pada bentuk aljabar), indikator kedua (kemampuan menganalisis informasi dari grafik, tabel, diagram dan bagan) dan indikator ketiga (kemampuan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan)
Aplikasi Psikotes Untuk Penilaian Kepribadian Siswa Menengah Atas Berbasis Website Menggunakan Metode Scrum
Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform online untuk tes psikologi guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam penilaian kepribadian siswa. Platform ini memungkinkan siswa mengikuti tes psikologi dengan mudah, serta menghasilkan laporan hasil tes yang langsung dapat diakses oleh pihak terkait. Pengenbangan platform dilakukan dengan menggunakan metode Scrum. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti seluruh tahapan metode Scrum, meliputi sprint planning, sprint, daily scrum, sprint review, dan sprint restrospective. Setelah menyelesaikan sprint, hasil dari penelitian ini berhasil menghasilkan suatu sistem informasi yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan fungsional. Selain itu berdasarkan hasil pengujian fungsionalitas menggunakan metode Black-Box testing secara manual dapat memmenuhi fungsionalitas sangat baik
Pengaruh Modal Kerja Dan Likuiditas Terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Pertamina (Persero), Tbk
This study aims to determine the “effect of working capital and liquidity on the financial performance of PT. Pertamina (Persero), Tbk from 2014 to 2023. Financial performance metrics include return on equity (ROE), current ratio (CR), and Working Capital Turnover (WCTO). CR measures liquidity, while WCTO measures working capital. To apply this quantitative technique, multiple linear regression analysis is used. The results showed that WCTO and CR had no significant effect on” ROE, either alone or in combination. A very small coefficient of determination (only 1% for working capital and liquidity) indicates that such factors do not significantly affect the financial success of the business. At PT. Pertamina (Persero), Tbk, the results showed that variables other than these two have a greater impact on ROE. This study suggests that companies should improve the efficiency of working capital management and optimal use of current assets in order to increase profitability