E-Journal Universitas Bale Bandung
Not a member yet
1037 research outputs found
Sort by
PERAN TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN (TKSK) DALAM PENDAMPINGAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI DESA LAMAJANG KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan pangan yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulan, melalui mekanisme akun eloktronik dan penerima akan menerima ATM yang sudah terisi saldo untuk membeli bahan pangan di tempat atau di Elektronik Warung Gotong Royong (E-WARONG) yang telah bekerjasama dengan Bank BNI yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Nomor 245/PS.3/KPTS/X/2009 tentang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada tanggal 9 Oktober 2009. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang selanjutnya disingkat TKSK adalah seseorang yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh Kementrian Sosial dan/ atau dinas/ instansi sosial provinsi, dinans/instansi sosial kabupaten/kota selama jangka waktu tertentu untuk melaksanakan dan/atau membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai wilayah penugasan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan. Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung mempunyai TKSK yang berperan sebagai pendamping untuk membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Dengan menggunakan teori peranan J. Dwi Nsrwoko dengan 2 variabel pentingnya, serta metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif, ditemukan bahwa dalam peran yang diharapkan (Expected Roles), pendamping TKSK kurang optimal dalam hal pendampingan serta sosialisasi dengan masyarakat dan Keluarga Penerima Manfaat. Selebihnya dalam hal peran yang disesuaikan (Actual Roles), Pendamping TKSK kurang optimalnya koordinasi dan sinkronisasi dengan Ptensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PKSK) yaitu, sumber daya manusia kesejahteraan sosial dan berbagai pemangki kepentingan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di wilayah Kecamatan tempat penugasan.
 
KOORDINASI PEMERINTAH KECAMATAN DENGAN KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK KRIMINAL BEGAL DI KECAMATAN PAMENGPEUK KABUPATEN BANDUNG
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana koordinasi Pemerintah Kecamatan dengan Kepolisian Sektor dalam menanggulangi tindak Kriminal begal di Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koordinasi kepolisian dan faktor penyebab terjadinya tindak Kriminal begal di Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menjelaskan secara menyeluruh koordinasi Pemerintah Kecamatan dengan Kepolisian Sektor dalam menanggulangi tindak Kriminal begal di Kecamatan Pamengpeuk Kabupaten Bandung, melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif sesuai dengan menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan yang didukung oleh hasil wawancara dengan pendekatan teori yang dikemukakan oleh Harold Koontz dan Cyrill O’Donel bahwa koordinasi antar organisasi dapat dilihat melalui Rencana kerja, Pertemuan atau Rapat, Komunikasi, Pembagian Kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya koordinasi yang baik, lancar dan cukup efektif dalam menanggulangi aksi pembegalan di Kecamatan Pamengpeuk. Langkah-langkah penertiban berupa Himbauan, sosialisasi dan penindakan juga telah dilaksanakan dengan baik. Jika ini berjalan dengan konsisten maka aksi pembegalan di Kecamatan Pamengpeuk bukan tidak mungkin dapat diberantas.
 
UPAYA PEMULIHAN PARIWISATA PASCA PANDEMI COVID-19 DI DESA ALAMENDAH KECAMATAN RANCABALI KABUPATEN BANDUNG
Virus COVID-19 yang tengah menjadi permasalahan kesehatan global untuk saat ini menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap semua sektor kehidupan diseluruh dunia. Mulai dari sektor ekonomi, sektor pendidikan, termasuk sektor pariwisata dan sebagainya. Industri pariwisata adalah salah satu sektor yang terdampak karena adanya wabah corona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari adanya pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata di Desa Alamendah, untuk mengetahui tantangan terbesar yang dilakukan masyarakat untuk menghindari virus corona dalam sektor pariwisata dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah untuk pemulihan sector pariwisata. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam sektor pariwisata Desa Alamendah mengalami terjadinya penurunan akibat adanya penutupan sektor pariwisata setelah diberlakukannya PPKM. Berdampak pada sektor ekonomi masyarakat maupapun pelaku usaha wisata yang ada di Kabupaten Bandung dan Desa Alamendah dan juga berdampak pada terhentinya operasional hotel, rumah makan, bahkan sampai ke objek wisata. Upaya yang dilakukan untuk pemulihan sektor wisata adalah tindakan-tindakan yang dilakukan sebagai bentuk upaya dalam rangka pemulihan sektor pariwisata yaitu dengan cara menerapkan strategi dan instrumen kebijakan dengan cara berdialog dengan pelaku usaha guna mencari jalan keluar yang akan ditempuh. Dan juga pembuatan instrumen SOP untuk PPKM di destinasi wisata, objek wisata, dan lain sebagainya. Juga menerapkan protokol kesehatan dengan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability)
PENGARUH HOME INDUTRI SABLON TERHADAP PENDAPATAN EKONOMI KARYAWAN DI DESA KATAPANG KECAMATAN KATAPANG KABUPATEN BANDUNG
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai Strategi Pengaruh home industry sablon Di Desa katapang Kecamatan katapang Kabupaten Bandung. Keberadaan home industri sablon dah berlangsung sejak lama, bahkan sudah ada lima tahun lalu. Di kalangan masyarakat. Proses pembuatan home industry sablon yaitu dengan mengunakan tenaga manusia masayarakat sekitar serta alat peroduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui teknik angket, dan dokumentasi dengan subjek penelitian adalah kariyawan/masyarakat di Desa Katapang Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung.Hasil penelitian menunjukan bahwa ketergantungan antara home industri sablon satu sama lain dengan masyarakat keterkaitan. berjumlah 50 responden. Analisi yang digunakan adalah uji validitas Pearson Product Moment. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kariyawan (X), sedangkan variabel dependennya adalah pendapatan (Y). Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang dilakukan yaitu variabel kariyawan(X) berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan(Y). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan veriabel independen kariyawan, sedangkan data dependen pendapatan home industri sablon di desa katapang kecamatan katapang kabupaten bandung Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket. Penelitian ini merupakan penelitian ke beberapa anggota kariyawan home industri sablon yaitu sebanyak 50 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) ada hubungan korelasi sebesar 0,592 dan nilai signifikasi sebesar 0,001 data pengaruh kariyawan berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan untuk dianalisi yaitu thitung > ttabel atau 2,039 > 0,679. Adapun pengaruh home industri sablon terhadap pendapatan kariyawan mempunyai nilai positif sebesar. Hal ini berarti H1 diterima. 2) Kendala yang dihadapi home industri sablon masih sulit untuk diatasi baik dari segi permasalahan pemanfaatan teknologi, dan pemasaran digital
PELAKSANAAN PEMBINAAN PEGAWAI OLEH CAMAT SEBAGAI SALAH SATU UPAYA DALAM MENCAPAI KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN CANGKUANG KABUPATEN BANDUNG
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masalah masih adanya kinerja pegawai yang belum optimal. Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : Bagaimana pelaksanaan pembinaan pegawai yang dilakukan oleh Camat, hambatan-hambatan apa yang dihadapi serta upaya-upaya apa yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Hipotesis yang penulis ajukan adalah "Jika pembinaan pegawai yang dilakukan oleh Camat berdasarkan pada usaha pembinaan kepegawaian, maka kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung akan tercapai". Penulis memakai Metode deskriptif analisis dengan penarikan sample sebanyak 27 orang responden. Sedan gkan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan penyebaran angket. Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan pembinaan pegawai yang dilakukan oleh Camat sebagai salah satu upaya dalam mencapai kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung yang berdasarkan teknik-teknik pembinaan dan kepemimpinan belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal, sehingga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun hambatan pelaksanaan pembinaan pegawai bersifat internal seperti volume pekerjaan Camat yang terlalu padat, terbatasnya dana dan fasilitas kerja yang dianggap kurang memadai. Sedangkan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan yaitu melalui pendelegasian sebagian tugas dan wewenang, mengembangkan kemampuan pegawai serta lebih memperhatikan fasilitas-fasilitas kerja agar lebih memadai. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan teruji kebenarannya
PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA CIHEULANG KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dan mendeskripsikan pengelolaan Alokasi Dana Desa untuk bidang pemberdayaan masyarakat di Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung; menganalisis dan mendeskripsikan faktor penghambat dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa untuk bidang pemberdayaan masyarakat di Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung; dan menganalisis dan mendeskripsikan faktor pendukung/upaya dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa untuk bidang pemberdayaan masyarakat di Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pemberdayaan masyarakat Desa Ciheulang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung sudah sesuai dengan peruntukannya; Perencanaan ADD di Desa Ciheulang dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat melalui musyawarah rencana pembangunan desa; Pengorganisasian ADD di Desa Ciheulang dilakukan dengan membentuk Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) yang melibatkan berbagai unsur masyarakat; Pengawasan dalam pelaksanaan ADD di Desa Ciheulang dilakukan dengan pengawasan secara fungsional, pengawasan secara melekat, dan pengawasan secara struktural; Faktor penghambat dalam pengelolaan ADD dalam pemberdayaan masyarakat yaitu sumberdaya manusia terutama masih rendahnya SDM penduduk desa menjadi penghambat utama pengelolaan ADD karena pada proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban, oleh karena itu dibutuhkan SDM yang mumpuni dalam proses pengelolaan ADD; Faktor pendukung dalam pengelolaan ADD dalam pemberdayaan masyarakat yaitu, tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung pengelolaan ADD khususnya dalam proses perencanaan, budaya gotong-royong masyarakat merupakan potensi desa dalam pengelolaan ADD dalam pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan secara fungsional dari Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan dapat meningkatkan kedisiplinan pemerintah desa dalam pengelolaan AD
KERAGAAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA AKIBAT PERLAKUAN PUPUK ANORGANIK
Potato plants are one of the supporting commodities for the food diversification program because they have a high protein content. In addition, the potato plant is a strategic commodity in the supply of foodstuffs to support food. The need for potatoes is increasing, due to population growth and increasing public awareness of nutrition and the widespread use of potato production for various foodstuffs, foodstuffs. The aim of this research is to effect of NPK dosage fertilizer (15:15:15) on growth and yield. potato (Solanum tuberosum L.) Granola variety and to get the NPK dosege fertilizer (15:15:15) which is the NPK dosege fertilizer (15:15: 15) which is obtained and the yield of potato (Solanum tuberosum L.) granola variety. The experiment was conducted in Sukamenak Village RT 007 RW 018 Pangalengan Village, Pangalengan District, Bandung Regency, West Java Province. With an altitude of 1,400 meters above sea level (m asl). Rainfall 2,844 mm/year including type C2 rainfall based on Oldeman's classification (1979). Andisol soil type with a pH of 6.8. The experiment was carried from September until December 2021. The research method used was a randomized block design (RBD) consisting of six treatments and four replications. NPK fertilizer dosage (15:15:15) treatments are as follows: A (0 kg/ha), B (800 kg/ha), C (900 kg/ha), D (1000 kg/ha), E (1100 kg/ha) and F (1200 kg/ha). The results showed that giving a dosege 800 kg/ha of NPK fertilizer (15:15:15) had a better effect on plant height, number of leaves and tuber weight per plot
IMPLEMENTASI PENERBITAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BANDUNG BARAT
Peningkatan pelayanan publik didaerah terutama di Kabupaten Bandung Barat dilakukan dengan inovasi manajemen dalam rangka menanggulangi lemahnya pelayanan aparatur pemerintah. Salah satu usaha konkrit adalah membentuk Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) sebagai lembaga yang memegang peranan dan fungsi strategis di bidang penyelenggaraan pelayanan perizinan terpadu Kabupaten Bandung Barat. Dalam penerbitan Izin Mendirikan Bangunan BPMPPT Kabupaten Bandung Barat bekerjasama dengan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya dan Pemerintah Kecamatan se-Kabupaten Bandung Barat dalam hal melaksanakan pengawasan/pengendalian, pengoreksian gambar/konstruksi bangunan serta menetapkan besarnya Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui Implementasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada BPMPPT Kabupaten Bandung Barat; 2) Untuk mengetahui kendala-kendala dalam Implementasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada BPMPPT Kabupaten Bandung Barat; 3) Untuk mengetahui upaya-upaya dalam mengatasi kendala dalam Implementasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada BPMPPT Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Teknik Pengumpulan Data terdiri dari : 1) Data Primer mencakup wawancara dan Observasi ; 2) Data Sekunder mencakup : 1) Penelitian Kepustakaan dan Dokumentasi. Teknik Analisa Data yang digunakan adalah analisa data kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan diselenggarakan sesusai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Faktor yang menjadi kendala adalah : 1) Kurangnya Pegawai teknis Lapangan; 2) Lambatnya proses penyelesaian IMB secara teknis di lapangan; 3) Belum Optimalnya Kemampuan kerja pegawai; 4) Kondisi ruang tunggu yang kurang bersih; 5) Sering terjadinya miis koordinasi dengan SKPD terkait; 6) Sosialiasi yang kurang efektif kepada masyarakat. Upaya BPMPPT dalam mengatasi hambatan adalah : 1) Penambahan jumlah pegawai teknis lapangan; 2) Mengadakan Rapat setiap minggunya; 3) Pengadaan pegawai teknis dengan melibatkan pegawai yang membidangi IMB di Kecamatan; 4) Mengadakan Rakor dengan SKPD terkait secara rutin; 5) Sistem Pelayanan Jemput Bola
IMPLEMENTASI WEBSITE SEBAGAI MEDIA MEMBUAT TEMPLATE KONFIGURASI PERANGKAT JARINGANTELEKOMUNIKASI DI PT ICON+
Penelitian yang dilaksanakan di perusahaan PT ICON+ adalah memahami bidang pekerjaan yang di kerjakan dilapangan pada suatu projek jaringan serta mencoba mengembangkan website untuk membuat suatu template konfigurasi perangkat yang digunakan dalam mengaktifkan suatu service layanan jaringan. Website tersebut merupakan sebuah sistem untuk mempermudah pekerjaan teknisi lapangan dalam melakukan konfigurasi sebuah perangkat seperti switch yang dialokasikan dalam memenuhi suatu projek. Fitur yang ada dalam sistem tersebut hanya untuk membuat suatu template konfigurasi yang nantinya dibuat sesuai dengan kebutuhan layanan service dari service layanan pelanggan. Selama pengembangan website, metodologi yang digunakan adalah Tahap pertama ekspolarsi ruang lingkup pekerjaan sehingga, tahap kedua memahami tahapan pekerjaan dalam mengkonfigurasi perangkat switch. Tahap terakhir adalah membangun sebuah website. Pada akhir penelitian telah berhasil membangun website yang dilengkapi dengan dokumentasi, Presentasi hasil akhir juga telah dilakukan untuk pihak perusahaan
PENGEMBANGAN LAHAN HUTAN POHON PINUS MENJADI WANA WISATA ALAM CILEWEUNG DI DESA TRIBAKTIMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
Keparawisataan merupakan bagian interal dari pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, dan berkelanjutan, dan tanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian mutu lingkungan hidup, serta kepentingan nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengembangan sektor wana wisata dan faktor-faktor yang mempengaruhi di kembangkannya wana wisata, keadaaan morfologi, keasrian wilayah, sarana prasarana wisata dan pengelolaan wisata. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang melibatkan penduduk Desa Tribaktimulya kecamatan pangalengan sebagai responden dengan sempel 92 responden. Hipotesis dalam penelitian ini adalah faktor yang mendukung pengembangan wana wisata tetap eksis karena di dukung oleh faktor keasrian wilayah yang tetap terjaga kelestariaannya. Masyarakat memanfaatkan wana wisata memperkenalkan daerah dan pendapatan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian di lihat dari morfologi wilayah Desa tribaktimulya merupakan pengunungan dan perbukitan dengan kondisi hutan dalam keadaan baik, jenis pohonnya pinus dan hutan. Keadaan hutan yang baik mendukung adanya kelestarian hutan yaitu kondisi keadaan tanah Vulkanis dan Andosol dengan tekstrur debu dan liat. Cara untuk memelihara dan melestarikan hutan adalah dengan tidak menebang pohon, melakukan penghijauan dan menjaga lingkungan. Faktor yang mendukung adanya wana wisata pohon pinus tetap eksis adalah hutan tetap terjaga, peran pemerintah dan masyarakat melakukan upaya untuk melestarikan hutan pinus tersebut dengan tidak menebang pohon, melakukan penghijauan dan lain-lai