Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Profile of Student’ Concept Understanding of Data Centering and Distribution Measures: A Study on Basic Statistics Course
This study aims to describe the profile of students' concept understanding of data concentration and distribution measures in the Basic Statistics course. The main focus of the research covers students' understanding of the concepts of mean, median, mode, range, variance, and standard deviation. This study used a descriptive qualitative approach involving nine students in the fourth semester mathematics education study program at STKIP Modern Ngawi who had taken the material. Data collection was carried out through open description dianostic tests and semi-structured interviews. Data analysis was carried out using data reduction techniques, data presentation and conclusion drawing based on the Miles and Huberman model, as well as data triangulation to increase validity. The results showed that students in the high category were able to solve problems correctly and provide good conceptual explanations. Medium category students can solve problems procedurally but do not understand the meaning of the concept thoroughly, while low category students show misconceptions and conceptual errors that are quite dominant. These findings indicate the importance of a learning approach that emphasizes not only procedures, but also conceptual understanding and contextual linkages
Pengaruh Media Big Book Terhadap Kemampuan Membaca Kelas 1 MIS Alanshar Alak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat kemampuan membaca peserta didik yang masih rendah disebabkan karena kurang optimal dan bervariasinya guru menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Untuk dapat meningkatkan kemampuan anak untuk membaca maka perlu adanya menggunakan media pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran. Salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam membaca adalah dengan menggunakan media big book dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh penggunaan media big book terhadap kemampuan membaca peserta didik kelas I MIS Al-Anshar Alak. Jenis penelitian yang digunakan adalah adalah penelitian kuantitatif eksperimen. Instrumen dan teknik penelitian menggunakan lembar observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh tHitung = 5,92 dan tTable = 2,048 maka diperoleh tHitung > tTabel atau 9,86 > 2,048. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti ada pengaruh penggunaan media big book terhadap perkembangan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik kelas I MIS Al-Anshar Alak
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas VIII di SMPI Sinar Cendekia Tangerang Selatan
Penelitian ini bertujuan mengkaji kesulitan belajar Fisika pada siswa kelas VIII di SMPI Sinar Cendekia Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods). Data kuantitatif diperoleh dari nilai Penilaian Akhir Semester (PAS), sedangkan data kualitatif berasal dari wawancara dua guru IPA dan lima siswa. Hasil menunjukkan bahwa meskipun guru sudah menggunakan media digital dan metode bervariasi, siswa masih mengalami kesulitan, terutama pada materi abstrak seperti gaya, gerak, energi, suhu, dan kalor. Guru telah memberi bimbingan dan remedial, namun kendala tetap muncul, seperti rendahnya motivasi, kemampuan berpikir logis, dan kurangnya pengalaman praktik. Nilai PAS sebagian besar berada di rentang 58–74 dengan rata-rata 63, menunjukkan pemahaman sedang dan variasi antar siswa yang cukup besar. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang adaptif, media eksperimen yang menarik, serta pemahaman guru terhadap karakter siswa
Potret Pembentukan Karakter Spiritual Peserta Didik SDN Badean 2 Bondowoso
Pendidikan di sekolah dasar memiliki peran penting tidak hanya dalam penguasaan pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter spiritual peserta didik. Namun, kemerosotan moral dan krisis spiritualitas pada anak menjadi tantangan serius di tengah arus globalisasi yang menggeser nilai-nilai moral bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret pembentukan karakter spiritual peserta didik di SDN Badean 2 Bondowoso melalui kegiatan keagamaan yang menjadi budaya sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter spiritual dilakukan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti doa bersama, salat Dhuha dan Dzuhur berjamaah, serta program Imam Kecil yang melibatkan peserta didik secara aktif. Selain itu, hubungan yang harmonis antara guru, siswa, dan orang tua melalui komunikasi intensif turut mendukung terciptanya lingkungan religius yang konsisten. Kesimpulannya, budaya religius yang diterapkan di SDN Badean 2 Bondowoso berperan efektif dalam menanamkan nilai ketakwaan, disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan spiritual pada peserta didik sejak dini
Math Anxiety dalam Pembelajaran Matematika IPA
Matematika IPA merupakan mata kuliah yang dianggap sulit oleh mahasiswa karena harus mempelajari konsep matematika secara mendalam dan dikaitkan dengan permasalahan IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh math anxiety terhadap hasil belajar pada mata kuliah matematika IPA. Teknik pengumpulan data berupa angket skala math anxiety dan soal tes pada mata kuliah matematika IPA. Teknik analisis data menggunakan One Way ANOVA berbantuan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yaitu (1) terdapat pengaruh negatif math anxiety terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika IPA, (2) mahasiswa dengan tingkat math anxiety tinggi dan sedang memiliki hasil belajar yang lebih rendah dibanding-kan dengan mahasiswa dengan tingkat math anxiety rendah, (3) mahasiswa dengan tingkat math anxiety tinggi memiliki hasil belajar yang relatif sama dengan mahasiswa tingkat math anxiety sedang, Hal ini dikarenakan mahasiswa dengan tingkat math anxiety tinggi dan sedang cenderung tidak terlibat aktif dalam pembelajaran matematika dan kesulitan fokus pada proses berpikir logisnya, sehingga hasil belajar menurun. Dengan demikian, upaya menurunkan math anxiety menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika pada mahasiswa jurusan IPA. Lebih dari itu impactnya dapat meningkatkan hasil belajar pada mata kuliah matematika IPA
Peran Mahasiswa Kampus Mengajar dalam Menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah
Kurangnya budaya positif di sekolah menjadi tantangan yang harus segera diatasi, salah satunya melalui program Kampus Mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mahasiswa Kampus Mengajar dalam menumbuhkan budaya positif di Sekolah. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah di SDN 30 Way Lima. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mahasiswa Kampus Mengajar mampu menumbuhkan budaya positif dalam aspek motivasi belajar, kepedulian sosial, kreativitas, ketekunan, disiplin, literasi, dan keterlibatan aktif peserta didik. Program ini relevan diterapkan di sekolah dengan iklim yang kurang inovatif, kurang motivasi belajar, kurangnya kesadaran lingkungan, serta kurangnya pemanfaatan teknologi
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Pembelajaran IPAS Tentang Cara Merawat Rumah di Kelas 1 SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPAS tentang cara merawat rumah di kelas 1 SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre-Experimential Design dengan pendekatan kuantitatif desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas 1A SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, homogenitas, dan linearitas untuk menguji hipotesis.. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan uji T terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPAS tentang cara merawat rumah di kelas 1 SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran IPAS tentang cara merawat rumah di kelas 1 SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Pencemaran Lingkungan Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas X di SMAN 2 Bolo
Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pencemaran lingkungan menjadi salah satu permasalahan utama dalam proses pembelajaran di kelas X SMAN 2 Bolo. Siswa cenderung pasif, kurang mampu mengaitkan materi pelajaran dengan realitas di lingkungan sekitarnya, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep abstrak yang disajikan secara teoritis. Pendekatan yang dapat mengatasi masalah ini adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dikembangkan berbasis pada kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model PBL berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas X yang dipilih secara purposif. Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Dalam pembelajaran, siswa diajak untuk mengeksplorasi masalah lingkungan yang nyata di sekitar mereka, seperti pengelolaan limbah rumah tangga, pencemaran sungai, serta praktik pelestarian alam yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 57,93 dan meningkat menjadi 81,73 pada posttest. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang dikaitkan dengan konteks budaya dan lingkungan lokal mampu meningkatkan relevansi pembelajaran serta memfasilitasi pemahaman siswa secara lebih mendalam dan bermakna
Penerapan Model Role Playing Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 02 Bengkayang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Role Playing untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN 02 Bengkayang. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilakukan melalui dua siklus, setiap siklus dilakukan dua pertemuan. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan lembar observasi. Angket minat belajar ada 4 indikator yang akan di lihat peneliti apakah meningkat atau tidak di siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa indikator perasaan senang 68% (tinggi),ketertarikan siswa 60% (cukup), perhatian siswa 58% (cukup), keterlibatan siswa 54% (cukup), pada siklus I masih belum sesuai dengan target keberhasilan karena ada beberapa indikator yang masih dalam kategori cukup. Setelah peneliti melakukan siklus II hasil penelitian pada semua indikator menunjukan peningkatan yang cukup besar seperti, indikator perasaan senang 80% (tinggi), ketertarikan siswa 74% (tinggi), perhatian siswa 70 (tinggi), dan keterlibatan siswa 66% (tinggi). Hal ini menunjukan bahwa pada setiap indikator siklus I dan siklus II mengalami peningkatan 16% untuk indikator perasaan senang, 14% ketertarikan siswa, 12% perhatian siswa, dan 12% keterlibatan siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Role Playing juga berperan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS yang dari kategori cukup hingga meningkat sampai kategori tinggi
Pengaruh Karakter Strength Apresiasi Keindahan terhadap Relasi Positif pada Mahasiswa Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi merupakan tempat di mana seseorang mampu menghayati kepelbagaian yang begitu beragam. Mahasiswa sebagai pembelajar mandiri dengan budaya, adat istiadat, dan latar belakang berbeda tersebut berkolaborasi bersama untuk menjadi pribadi yang unggul. Selain aspek kognitif, mereka dituntut berbudi pekerti dan memiliki nilai humaniora. Hal ini akan membantu mereka memiliki relasi positif yang berdasarkan riset sebelumnya, relasi positif mampu meningkatkan keseluruhan well-being. Adapun kesatuan dalam keberagaman atau unity-in-diversity merupakan prinsip dari keindahan secara filosofi dan riset. Artikel ini bertujuan melihat pengaruh dari apresiasi keindahan terhadap relasi positif. Studi ini mengambil data 190 partisipan mahasiswa usia 18-25 tahun dengan analisis regresi. Hasil penelitian menjelaskan kontribusi yang kuat dan signifikan apresiasi keindahan terhadap relasi positif. Dengan koefisien korelasi R sebesar .802 dan R2 sebesar .643 yang cukup tinggi pada model regresi. Saran untuk penelitian selanjutnya adanya intervensi penguatan traits apresiasi keindahan untuk memelihara relasi positif mahasiswa selama mereka belajar di perguruan tinggi