Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Menggunakan Media Cerita Bergambar Siswa Kelas III SDI Nurbasma Kabupaten Malaka
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring menggunakan media cerita bergambar siswa kelas III SDI Nurbasma Kabupaten Malaka. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan sebagai berikut : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDI Nurbasma Kabupaten Malaka yang berjumlah 15 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik tes, observasi dan dokumentasi. Data ini dianalisis dengan menggunakan Teknik analisis data secara kuantitatif. Hasil penelitian tes siklus I terdapat 4 peserta didik (27%) yang tuntas sedangkan 11 peserta didik (73%) lainnya belum tuntas. Pada siklus II sebanyak 12 peserta didik (80%) yang tuntas dan 3 peserta didik (20) belum tuntas. Peningkatan keterampilan membaca nyaring dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor aspek ketepatan, lafal, intonasi kelancaran dan kejelasan suara. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring menggunakan media cerita bergambar siswa kelas III SDI Nurbsama Kabupaten Malaka
Hubungan Pengggunaan Media Pembelajaran dan Minat Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDS AMKUR Bengkayang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media pembelajaran dan minat belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDS AMKUR Bengkayang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson Product Moment, dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar, dengan koefisien korelasi 0,274 dan signifikansi 0,015 (< 0,05); (2) tidak terdapat hubungan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar, dengan koefisien korelasi 0,079 dan signifikansi 0,488 (> 0,05); dan (3) secara simultan, penggunaan media pembelajaran dan minat belajar berkontribusi sebesar 6,3% terhadap hasil belajar, namun kontribusi tersebut tidak signifikan (signifikansi 0,083 > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia dan dapat menjadi rujukan untuk memperbaiki strategi pembelajaran di sekolah
Pengaruh Hubungan Emosional Guru dan Siswa terhadap Minat Belajar PAI di SMP Islam Al-Kautsar Bogor
Pendidikan Agama Islam adalah usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa dalam mengamalkan ajaran agama Islam di kehidupan kesehariannya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membangun hubungan emosional dengan siswa, sehingga meningkatkan minat belajar dan membangkitkan motivasi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran PAI keseluruhan. Berdasarkan temuan awal yang peneliti temukan di SMP Islam Al-Kautsar, masih terdapat siswa yang canggung atau segan untuk berinteraksi dengan guru. Guru cukup kesulitan mengetahui dan memahami kondisi siswa secara personal. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Hubungan Emosional Guru dan Siswa terhadap Minat Belajar PAI di SMP Islam Al-Kautsar Bogor. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah field research (penelitian lapangan). Metode pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik Analisis Statistik Deskriptif, Uji Normalitas dan Uji Linearitas, serta Analisis Statistik Inferensial. Berdasarkan output hasil uji hipotesis, diketahui nilai signifikansi (Sig,) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil juga tercermin pada nilai dari R. Square pada Model Summary sebesar 0,566. Nilai ini menunjukkan bahwa pengaruh Hubungan Emosional terhadap Minat Belajar PAI adalah sebesar 56,6% sedangkan 43,4% Minat Belajar dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti
Pengembangan Media Pembelajaran Analisis Real berbasis Mobile learning
Kemajuan teknologi mendorong perubahan sistem perkuliahan tidak cukup dengan tatap muka dikelas. Perkuliahan asinkronous atau sistem e-learning menghadirkan tantangan tersendiri untuk menyediakan bahan ajar yang relevan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar analisis real berbasis mobile learning yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model 3D yang mencakup tahap define, design, dan develop. Penelitian ini dilakukan di program studi pendidikan matematika FKIP Unversitas Peradaban pada tahun akademik 2024/2025 dengan subjek penelitian berjumlah 12 mahasiswa. Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa bahan ajar analisis real berbasis mobile learning yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif. Validitas bahan ajar terlihat dari rata-rata tingkat validitas sebesar 91% dengan kriteria sangat valid. Praktikalitas bahan ajar terlihat dari tingkat praktikalitas menurut dosen dan mahasiswa berturut-turut adalah 92,5% dan 91% dengan kriteria sangat praktis. Sementara efektifitas bahan ajar terlihat dari 100% mahasiswa yang menggunakan bahan ajar dapat mencapai ambang batas nilai 70. Selain itu, efektifitas juga terlihat dari perbedaan rata-rata nilai mahasiswa yang menggunakan bahan ajar dengan yang tidak menggunakan. Hal ini dipertegas hasil uji t dengan SPSS yang menunjukkan nilai thitung = 2,092 > ttabel = 1,997 dan nilai sig. (2-tailed) = 0,040 < α = 0,05
Penggunaan Media Paprik untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Meminjam Siswa Kelas II SD
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi operasi hitung pengurangan meminjam melalui media papan pengurangan interaktif (Paprik). Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas model Kemmis & Mc. Taggart. Data penelitian ini dikumpulkan melalui hasil tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN Pegambiran 2 yang berjumlah 30 siswa, yakni 11 orang Perempuan dan 19 orang laki-laki. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media Paprik dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi operasi hitung pengurangan meminjam bagi siswa kelas II SDN Pegambiran 2 Kota Cirebon. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan dari pra siklus, siklus I, II, dan III. Pada pra siklus rata-rata nilai diperoleh 45, meningkat pada siklus I dan II menjadi 68, pada siklus III diperoleh nilai rata-rata 70. Jumlah peserta didik yang mencapai ketuntasan pada pra siklus sebanyak 5 orang atau sebesar 16%, pada siklus I meningkat menjadi 16 orang atau sebesar 53%, pada siklus II meningkat lagi menjadi 18 orang atau sebesar 60%, begitupun pada siklus III meningkat menjadi 20 orang atau sebesar 66%
Analisis Literasi Keberlanjutan Peserta Didik Fase E SMA Negeri 2 Padang pada Materi Keanekaragaman Hayati
Literasi keberlanjutan menjadi salah satu keterampilan penting abad ke-21, khususnya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Literasi keberlanjutan merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa soal tes literasi keberlanjutan. Data dianalisis untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami, menganalisis, dan mengambil keputusan terkait isu keberlanjutan pada keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi keberlanjutan peserta didik fase E di SMA Negeri 2 Padang pada materi keanekaragaman hayati melalui tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir. Penelitian dilakukan pada peserta didik Fase E sebanyak 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tingkat literasi keberlanjutan peserta didik Fase E SMA Negeri 2 Padang sebesar 51,11 dengan kategori sangat rendah. Skor masing-masing aspek literasi keberlanjutan yaitu aspek pengetahuan 56,69 (rendah), aspek keterampilan memiliki skor 48,02 (sangat rendah) dan aspek pola pikir 42,44 (sangat rendah)
Analisis Kemampuan Pemahaman Isi Puisi Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman isi puisi melalui pendekatan keterampilan proses pada pelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Responden penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 46 Gresik yang terdiri dari 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman isi puisi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman isi puisi siswa meningkat setelah diberikan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses. Terdapat peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman makna kata, pemahaman makna kalimat, pemahaman makna paragraf, serta pemahaman makna keseluruhan puisi. Oleh karena itu, pendekatan keterampilan proses dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman isi puisi pada pelajaran Bahasa Indonesia
Peningkatan Pembelajaran Berbasis Face to Face dan Keramahtamahan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus dalam Sekolah non inklusi (Studi Kasus di kelas III MI Rifa'iyah Limpung)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis face to face dan sikap keramahtamahan terhadap peningkatan hasil belajar siswa berkebutuhan khusus di kelas III MI Rifa’iyah Limpung, sebuah sekolah non inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka yang didukung dengan sikap keramahtamahan guru dan lingkungan sekolah mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan memotivasi siswa berkebutuhan khusus untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Akibatnya, terjadi peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya interaksi langsung dan lingkungan yang ramah dalam mendukung keberhasilan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus di sekolah non inklusi. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan guru dalam strategi pembelajaran inklusif dan pengembangan lingkungan sekolah yang ramah bagi semua siswa
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Magnet dengan Menggunakan Media Pembelajaran Diorama Dikelas V SDN Pegambiran 2
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi magnet dengan menggunakan media pembelajaran diorama. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan model spiral C. Kemmis & Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Pegambiran 2 yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes. Instrumen penelitian dengan menggunakan butir soal. Teknik analisis data yaitu secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rerata dan ketuntasan nilai hasil belajar IPAS materi magnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada pra-siklus, rata-rata hasil belajar yaitu sebesar 59,20 termasuk kategori cukup dan presentase ketuntasan belajar sebesar 48%. Pada siklus 1, rata-rata hasil belajar peserta didik 77,00 termasuk kategori baik dan presentase ketuntasan belajar sebesar 70%. Siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan tindakan dan perlu dilakukan perbaikan. Peneliti melakukan refleksi dan lebih memanfaatkan media diorama dalam proses pembelajaran. Pada siklus II rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 84,50 termasuk dalam kategori sangat baik dan persentase ketuntasan belajar 100%. Dengan demikian, penggunaan media diorama dapat meningkatkan hasil belajar IPAS materi magnet pada peserta didik kelas V
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas III SD Berbantuan Pot Penjumlahan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penggunaan media pot penjumlahan dan model pembelajaran STAD dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan One Groupe Pretest-Posttest Design. Populasi dan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD 6 Getassrabi sebanyak 15 siswa. Data yang menggunakan Teknik tes berupa soal essay. Data dianalisis menggunakan statistic uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebesar 16,14 yang terlihat pada nilai rata-rata posttest sebesar 77,47 lebih baik dari nilai rata-rata pretest sebelumnya yaitu 61,33. Selain itu hasil uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan dengan hasil sebesar 43,14 berada pada kategori sedang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pot ppenjumlahan dan model STAD efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SD kelas III SD 6 Getassrabi