Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
    337 research outputs found

    Analisis Generalizabilitas Dua Facet Dalam Penilaian Internship Program Primary School Teaching College Timor-Leste

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengevaluasi reliabilitas penilaian dalam program magang di Teacher College Timor-Leste menggunakan Teori Generalisasi Dua Facet. Program magang berperan penting dalam melatih calon guru agar mampu menerapkan teori dalam praktik nyata. Desain penelitian menggunakan model i x r x p, di mana i adalah item penilaian, r penilai, dan p peserta. Data diperoleh dari 15 mahasiswa semester empat di lima sekolah, dinilai oleh dosen dan guru berdasarkan lima indikator: persiapan pengajaran, presentasi materi, kemampuan menjelaskan, kemampuan pedagogi, serta partisipasi gender dan kebutuhan khusus. Analisis dengan software EduG menghasilkan koefisien generalizabilitas relatif 0,59 dan absolut 0,57, menunjukkan reliabilitas moderat. Sumber utama variasi berasal dari interaksi peserta, penilai, dan kriteria (PRQ) sebesar 72,5%, sedangkan variasi dari peserta hanya 13,9%. Hasil optimasi menunjukkan bahwa menambah jumlah penilai dari dua menjadi tiga dan kriteria dari lima menjadi 25 dapat meningkatkan koefisien generalizabilitas relatif menjadi 0,88 dan absolut 0,86. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reliabilitas penilaian dapat ditingkatkan melalui penambahan penilai dan kriteria, serta pelatihan dan evaluasi berkala bagi penilai untuk menjaga konsistensi dan akurasi instrumen penilaian

    Reimagining Digital Citizenship through Artificial Intelligence in Elementary Social Studies Education: A Systematic Literature Review

    No full text
    Transformasi digital menuntut reimajinasi pendidikan kewarganegaraan melalui integrasi artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi kewarganegaraan digital, implementasi AI dalam pembelajaran IPS, serta tantangan dan peluang integrasinya. Metode systematic literature review (SLR) kualitatif digunakan dengan menganalisis 20 jurnal dari Google Scholar, ERIC, Scopus, dan Web of Science periode 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan kewarganegaraan digital bertransformasi menjadi kerangka komprehensif yang mengintegrasikan literasi AI, dimensi etis, teknologis, dan sosial. Implementasi AI melalui penulisan cerita digital, Intelligent Tutoring Systems, dan pembelajaran berbasis inkuiri terbukti meningkatkan hasil pembelajaran siswa hingga 26,2% dan literasi spasial 32-47%. Kerangka CIVIC, Model Konseptual Dewan Eropa, dan DigComp 2.2 menjadi panduan integrasi sistematis. Tantangan meliputi miskonsepsi guru, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses digital. Disarankan pengembangan pedoman kurikulum terintegrasi AI, program pengembangan profesional guru berkelanjutan, dan investasi infrastruktur teknologi untuk memastikan implementasi yang etis, demokratis, dan inklusif

    The Effectiveness Of Using Ice Breaking In Teaching Speaking At Students Of Junior High School

    No full text
    This study aims to determine the effect of using ice breaking method on speaking skills of SMP Negeri 5 Pontianak students in English learning. The research design used is Dependent sample t-test, while the research method is quantitative with ice breaking method as the independent variable (X), while teaching speaking as the dependent variable (Y). The participants in this study were all 30 students of SMP Negeri 5 Pontianak, 16 female students and 14 male students, the data in the study were collected using an instrument (oral test), then normality test, homogeneity test and descriptive statistics were used to evaluate the requirements of data analysis. While the dependent t test analysis was used to test the hypothesis using computer software assistance through the SPSS (Statistcal Package For the Scial Sciens) version 22 for windows program. Based on the research findings and discussion, the following conclusions can be drawn: There is an effect of using ice breaking method on students' speaking skill at SMP Ngeri 5 Pontianak. This is indicated by the t-test result, which is t count (-9.421) > t table (1.699) with a significance level of 0.05. This shows that there is a positive effect of using ice breaking method on speaking skills in English learning, this means Ha is accepted and Ho is rejected

    Hubungan Antara Kemampuan Penalaran Logis dan Penyelesaian Masalah Matematika Dasar pada Mahasiswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kemampuan penalaran logis mahasiswa dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah matematika dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang melibatkan 200 mahasiswa semester I hingga semester III di STKIP Modern Ngawi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui dua tes: tes penalaran logis dan tes penyelesaian masalah matematika dasar. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penalaran logis dan kemampuan pemecahan masalah matematika dasar (r = 0,72, p < 0,01). Selain itu, analisis varians (ANOVA) menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah antara kelompok mahasiswa dengan tingkat penalaran logis yang berbeda. Faktor-faktor lain, seperti sikap terhadap matematika dan pengalaman belajar sebelumnya, juga ditemukan mempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Pembelajaran berbasis masalah (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan penalaran logis mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan penalaran logis dalam pendidikan matematika dan memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pemahaman konsep matematika tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir logis. Penelitian ini juga memberikan saran untuk penelitian lanjutan yang dapat memperluas sampel dan mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemecahan masalah matematika

    Pengaruh Pendekatan TaRL dengan Model Three Minutes Review melalui Tutor Sebaya terhadap Perkembangan Kompetensi Siswa Kelas X PPLG 3 SMKN 8 Semarang

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi dan pembelajaran selaman kegiatan PPL 1 pada kelas X PPLG 3 memiliki karakter siswa dengan level kompetensi yang berbeda-beda. Hal tersebut terlihat saat pembelajaran terdapat jumlah siswa yang mencapai hasil di bawah indikator lebih banyak dibanding di atas indikator. Selain hal tersebut beberapa siswa dapat memahami materi dengan cepat, namun beberapa siswa mengalami kesulitan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendekatan TaRL dengan model pembelajaran Three Minutes Review melalui tutor sebaya dalam meningkatkan perkembangan kompetensi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian yaitu siswa kelas X PPLG 3 SMKN 8 Semarang dengan jumlah 36 siswa. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif komparatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar adalah 91,67%. Perkembangan peserta didik dari siklus I dan siklus II meningkat antara 7% sampai 40% dengan rata-rata peningkatan perkembangan kompetensi adalah 20,92% dan nilai ketuntasan meningkat 47,22% dari 44,44% menjadi 91,67%. Sehingga pendekatan TaRL dengan model Three Minutes Review melalui metode tutor sebaya dapat meningkatkan perkembangan kompetensi siswa

    Hubungan antara Penalaran Analogi dan Kemampuan Pemahaman Matematika Siswa MAN 2 Magetan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan penalaran analogi dengan pemahaman materi matematika pada siswa kelas XI MAN 2 Magetan. Penalaran analogi dipandang sebagai proses kognitif penting yang memungkinkan siswa mengaitkan pengetahuan lama dengan informasi baru secara struktural, sehingga dapat memperkuat pemahaman konseptual terhadap materi matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dengan melibatkan 38 siswa dari dua kelas yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan terdiri atas tes penalaran analogi dan tes pemahaman matematika yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan penalaran analogi dan pemahaman matematika, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,62 pada taraf signifikansi 5%, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan penalaran analogi, semakin tinggi pula pemahaman siswa terhadap materi matematika. Temuan ini sejalan dengan teori kognitif yang menempatkan analogi sebagai dasar berpikir tingkat tinggi, serta mendukung efektivitas strategi pembelajaran yang berbasis pada pemetaan konsep dan penggunaan analogi dalam pengajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan adaptif terhadap cara berpikir siswa, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan yang berfokus pada integrasi penalaran analogi dalam proses pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan

    Rekonstruksi Pendidikan Nasional Dalam Perspektif Kebijakan Merdeka Belajar

    No full text
    Pendidikan nasional di Indonesia memiliki dinamika yang sangat kompleks dalam menjawab kebutuhan zaman. Berbagai tantangan permasalahan yang semakin kompleks menjadikan sistem pendidikan mengalami penyesuaian melalui kebijakan. Kondisi tersebut mendorong adanya rekonstruksi melalui kebijakan merdeka belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai tawaran untuk transformasi pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini menganalisis kebijakan merdeka belajar dari segi regulasi, prinsip, program, dan implementasi dari aspek kurikulum, asessment nasional, penguatan peran guru dan sekolah penggerak, serta kampus merdeka di lingkup pendidikan tinggi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan merdeka belajar mengarahkan pendidikan yang maju serta adaptif terhadap teknologi dengan kondisi perkembangan zaman. Selain itu, masih banyak tantangan dan hambatan dalam implementasi nyata merdeka belajar di lapangan. Secara keseluruhan, kebijakan merdeka belajar sebagai strategi kemajuan pendidikan nasional yang masih perlu adanya evaluasi khususnya implementasi nyata di lapangan

    Tinjauan Teoritis Faktor Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Pembelajaran Literasi Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah di Indonesia

    No full text
    Pembelajaran literasi bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi siswa, khususnya dalam membaca dan memahami teks Arab yang menjadi basis ilmu keislaman. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan yang dipengaruhi berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi pembelajaran literasi bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan dari empat puluh artikel jurnal yang relevan, meliputi hasil penelitian tentang kesulitan membaca teks Arab, strategi guru, serta permasalahan umum pembelajaran bahasa Arab di MTs. Hasil sintesis menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang dominan meliputi rendahnya motivasi, keterbatasan kosakata, kemampuan linguistik yang lemah, serta rendahnya minat baca. Sementara itu, faktor ekstrinsik meliputi metode pembelajaran yang monoton, minimnya media pembelajaran interaktif, keterbatasan fasilitas, serta kurangnya dukungan lingkungan belajar. Kajian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih variatif, integrasi teknologi, serta penguatan budaya literasi di lingkungan MTs

    Hubungan Antara Minat Baca Dengan Keterampilan Menulis Teks Narasi Siswa SD Negeri 043 Muara Batang Angkola

    No full text
    Keterampilan menulis teks narasi adalah aspek penting untuk pengembangan kemampuan berbahasa yang tidak dapat terlepas dari kebiasaan membaca. Literasi merupakan suatu proses yang melibatkan kemampuan untuk dapat menerima serta mengungkapkan berbagai informasi bermakna melalui teks, baik lisan maupun tulisan. Salah satu jenis keterampilan menulis yang diajarkan sejak dini adalah menulis teks narasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca dengan keterampilan menulis teks narasi siswa SD Negeri 043 Muara Batang Angkola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas V (lima) dengan jumlah 13 orang, bersamaan dijadikan sebagai sampel menggunakan teknik total sampling, karena jumlah populasi yang kecil. Data dikumpulkan melalui angket minat baca dan melakukan tes menulis teks narasi. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 5%. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif dan signifikan antara minat baca dengan keterampilan menulis teks narasi, dengan nilai korelasi sebesar r = 0,721 dan p < 0,05, dengan temuan yang menunjukkan bahwa semakin tinggi minat baca siswa, maka semakin baik juga kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. Sehingga, diperlukan upaya untuk peningkatan minat baca siswa dalam pembelajaran sebagai bagian penting untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa secara menyeluruh

    Analisis Kesulitan Membaca Siswa Kelas I di UPTD SDN Tanjung Jati 2

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas I di UPTD SDN Tanjung Jati 2 serta upaya guru dalam mengatasinya. Latar belakang penelitian ini berawal dari temuan bahwa banyak siswa kelas I yang belum lancar membaca, belum mengenal huruf, sering tertukar dalam membedakan huruf, dan kesulitan menyusun suku kata menjadi kata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket, tes membaca, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan 21 siswa kelas I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 siswa yang belum membaca lancar dengan kesulitan berbeda-beda, seperti belum mengenal huruf abjad, sering lupa huruf, serta kesulitan mengeja dan membaca suku kata. Faktor penyebab utama berasal dari siswa yang kurang fokus dan lebih suka bermain, kurangnya dukungan dari orang tua, serta metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Upaya guru dalam mengatasi masalah tersebut dilakukan melalui pendekatan individual, penggunaan media cerita dongeng, serta pemberian les tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi lebih antusias dan termotivasi dalam meningkatkan kemampuan membacanya

    0

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Jendela Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇