Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Efektivitas Media Pembelajaran Augmented Reality Assemblr Edu Pada Pembelajaran IPAS Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SD Kelas V
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektiv media berbasis augmented reality assemblr EDU pada pembelajaran IPAS terhadap berpikir kreatif siswa kelas V SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitaif dengan kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VA dan VB di SD IT Nurussalam yang berjumlah 40 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode kuantitaif dengan instrument pre-test dan post-test dapat diketahui bahwa kelas yang menggunakan media AR assemblr EDU dalam pembelajaran lebih tinggi berpikir kreatifnya dari pada kelas yang hanya menggunakan buku mata pelajaran dalam pembelajaran. Dengan demikian media augmented reality asssemblr EDU berpengaruh pada pembelajaran IPAS terhadap berpikir kreatif siswa kelas V SD IT Nurussalam
Implementasi Teknik Self Management Untuk Mengurangi Kecanduan Media Sosial Pada Siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh
Kecanduan media sosial telah menjadi hal mendesak karena mengurangi konsentrasi dan motivasi belajar siswa, termasuk siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh. Kecanduan media sosial menyebabkan siswa menjadi acuh dengan tanggung jawabnya sebagai pelajar yang baik, dan berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Penelitian bertujuan mengimplementasikan teknik self management untuk mengurangi kecanduan media sosial pada siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperiment. Instrumen pengumpulan data berupa angket kecanduan media sosial yang disusun menggunakan skala likert. Populasi penelitian berjumlah 30 siswa kelas XI 1 dan sampel berjumlah 6 siswa yang mengalami kecanduan media sosial tinggi yang terlihat dari hasil pretest. Hasil penelitian menunjukkan implementasi teknik self management melalui konseling kelompok efektif dalam mengurangi kecanduan media sosial pada siswa, dibuktikan melalui perbandingan skor pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05.,terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah teknik self mangement. Dapat disimpulkan bahwa implementasi teknik self management melalui konseling kelompok dapat mengurangi kecanduan media sosial pada siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh
Studi Naratif Penerapan Model Kooperatif Jigsaw melalui Media Puzzle untuk Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media puzzle sebagai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Perkembangan kognitif merupakan aspek penting dalam proses belajar anak, yang meliputi kemampuan berpikir, memahami lingkungan, mengingat, serta memecahkan masalah sederhana. Melalui pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media puzzle, anak didorong untuk belajar secara aktif, bekerja sama, dan berpikir kritis dalam memecahkan suatu permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif, yang dilaksanakan di PAUD Ar-Rahman, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan model Jigsaw dengan langkah-langkah yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, seperti pemilihan puzzle yang sesuai tema, pengenalan konsep bentuk, kegiatan diskusi kelompok, dan pemberian umpan balik positif. Penerapan teknik tersebut terbukti dapat menstimulasi kemampuan berpikir anak dalam mengenali bentuk, pola, dan hubungan antarbagian, sehingga meningkatkan perkembangan kognitif secara signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media puzzle sebagai alternatif pembelajaran yang kreatif dan interaktif untuk mendukung pertumbuhan kognitif anak usia dini
Implementasi Deep Learning sebagai Media Evaluasi Keterampilan Gerak Dasar Atletik dalam Pendidikan Jasmani
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Deep Learning sebagai alat evaluasi keterampilan gerak dasar atletik dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan 60 mahasiswa Pendidikan Jasmani yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sistem evaluasi dikembangkan menggunakan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) yang dilatih untuk mengenali tiga jenis gerak dasar atletik: lari, lompat, dan lempar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi pengenalan gerak sebesar 95,2%, precision sebesar 94,1%, dan recall sebesar 93,6%. Berdasarkan uji paired sample t-test, terdapat peningkatan signifikan pada nilai keterampilan mahasiswa kelompok eksperimen dari 73,1 menjadi 87,4 (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 72,8 menjadi 79,2. Tingkat kepuasan dosen terhadap sistem mencapai 90,7%, dengan kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa Deep Learning efektif digunakan sebagai media evaluasi yang objektif, efisien, dan akurat, serta menjadi inovasi dalam proses pembelajaran dan penilaian pendidikan jasmani
Tinjauan Teoritis Tentang Pemanfaatan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media audiovisual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian dilakukan dengan metode library research melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur dan hasil penelitian dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audiovisual memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar peserta didik. Penggunaan media ini memungkinkan guru menjelaskan konsep-konsep keagamaan yang bersifat abstrak seperti akidah, akhlak, dan sejarah Islam secara lebih konkret dan menarik. Selain meningkatkan pemahaman kognitif, media audiovisual juga membantu pembentukan karakter dan penghayatan nilai-nilai spiritual peserta didik melalui tayangan yang menggugah aspek emosional. Namun, efektivitas penerapannya bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan sarana, dan relevansi konten dengan nilai-nilai Islam. Diperlukan peningkatan kompetensi digital guru serta dukungan kelembagaan dalam penyediaan fasilitas dan pelatihan. Dengan demikian, media audiovisual dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan iman serta akhlak peserta didik
Interferensi Budaya Asing Terhadap Perilaku Mahasiswa Di lingkungan Universitas Kaltara
Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, munculah globalisasi. Globalisasi merupakan sebuah proses meghadirkan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dari setiap individu tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi juga dapat disebut dengan proses integrasi yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Globalisasi tidak semata berdampak positif, tetapi ada pula dampak negatif. Globalisasi menggeser nilai-nilai Nasionalisme dan kebudayaan yang telah ada di Indonesia. Globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang budaya, contohnya memudarkan budaya asli suatu daerah dan menurunkan rasa Nasionalisme serta Patriotsime dan juga menghilangkan sifat kekeluargaan serta gotong royong. Kebudayaan Asing yang masuk akibat globalisasi ke Indonesia telah mengubah perilaku dan kebudayaan Nasional
Pendidikan Pancasila Di Era Society 5.0: Pembelajaran, Tantangan Dan Peluang
Pendidikan Pancasila mengalami perubahan di era society 5.0, yakni pembelajaran yang diberikan oleh tenaga pengajar dalam proses pembelajaran. Maka dari itu diperlukan pengkajian mengenai Pendidikan Pancasila di era society 5.0 dari sudut pandang pembelajaran, tantangan dan pelaung yang dihadapi masa akan datang dan memberikan pembelajaran mengenai nilai-nilai Pancasila yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tantangan dan peluang dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian dan pembahasan mengenai pembelajaran Pendidikan Pancasila di era society 5.0 yakni masih perlu dilakukan pendekatan yang sistematis, efisien dan efektif dalam penggunaan teknologi digital dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dihadapi pada era society 5.0. Tantangan yang dihadapi pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di era society 5.0 yaitu penggunaan handphone, gadget, pengaruh negative globalisasi, pengaruh ideologi luar, dan cara pandang dunia. Sedangkan peluang yang didapat pada Pendidikan Pancasila di era society 5.0 yaitu Penggunaan digital yang memanusiakan manusia dan kebermanfaatan digital dapat mempermudah literasi dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila di era society 5.0
Penerapan Metode Peer Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pembagian pada Siswa Kelas II
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pembagian melalui penerapan metode peer teaching pada siswa kelas II SD 1 Bakalan Krapyak. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa, di mana dari 23 siswa hanya 30% yang mencapai nilai di atas KKTP (≥75), dengan rata-rata kelas sebesar 65 pada pra-siklus. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas II sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 73 dengan ketuntasan belajar sebesar 57%. Setelah perbaikan strategi di siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 84 dan ketuntasan belajar mencapai 78%. Selain itu, tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada kategori D dan E. Peningkatan ini juga disertai dengan perubahan positif dalam aktivitas belajar siswa, seperti meningkatnya keaktifan, kerja sama, dan kepercayaan diri. Dengan demikian, penerapan metode peer teaching terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pembagian. Metode ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan kolaboratif
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Tri Hita Karana Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SD Negeri 3 Batuan Tahun Pembelajaran 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri berbasis nilai-nilai Tri Hita Karana terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SD Negeri 3 Batuan. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan bentuk one group pre-test-post-test. Sampel penelitian berjumlah 22 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa tes esai kemampuan berpikir kritis yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor post-test dibandingkan pre-test. Model pembelajaran inkuiri yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Tri Hita Karana terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan ini juga mendukung penguatan karakter melalui nilai spiritual, sosial, dan ekologis yang relevan dengan konteks budaya lokal
Hubungan Mindset dan Kecerdasan Emosional pada Mahasiswa Aktif di Kota Gorontalo
Asesmen literasi PISA tahun 2022 mengemukakan 68% siswa di Indonesia menganggap kreativitas mereka tidak dapat berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini berarti, siswa cenderung melihat kemampuan diri dengan fixed mindset atau keyakinan bahwa kemampuan diri tidaklah dapat diubah. Hal ini dapat membuat mereka kesulitan di saat menghadapi tantangan kedepan ketika mereka menjadi mahasiswa. Di kota Gorontalo sendiri, skor IPM memperlihatkan peningkatan dari tahun 2012 hingga 2024. Namun, masih berada dibawah rata-rata skor nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindset dan kecerdasan emosional pada mahasiswa aktif di kota Gorontalo. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian adalah 63 mahasiswa aktif di kota Gorontalo usia 17-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara mindset dan kecerdasan emosional dengan koefisien korelasi sebesar 0.390** dan nilai signifikansi (p) < 0.005. Individu dengan growth mindset memiliki kemampuan lebih baik dalam mengelola tantangan dan kegagalan. Mahasiswa dengan growth mindset juga cenderung lebih terbuka terhadap feedback, melihat tantangan sebagai peluang pembelajaran, dan memiliki self-regulation yang lebih baik sebagai komponen kunci emotional intelligence. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan desain pelatihan untuk meningkatkan growth mindset melalui peningkatan kecerdasan emosional dan melihat berbagai variabel lainnya yang menguatkan hubungan antar variabel