Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Student Centered Learning melalui Penerapan Project Based Learning berbasis Peta Konsep untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan student centered learning melalui penerapan model Project Based Learning berbasis peta konsep guna meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SDN Sunyaragi 1 Kota Cirebon. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart dalam dua siklus, dengan subjek 27 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi keterlibatan siswa, tes berpikir kritis, serta dokumentasi produk peta konsep. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterlibatan siswa dari 50% (pra-tindakan) menjadi 90% (siklus II). Kemampuan berpikir kritis juga meningkat, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari 63 menjadi 87. Penerapan Project Based Learning berbasis peta konsep terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan kemampuan berpikir kritis siswa, serta mendukung implementasi pembelajaran berbasis student centered learning yang kontekstual dan bermakna
Pengaruh Media PowerPoint Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 5 Pada Mata Pelajaran PKn di SDN 01 Bengkayang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media PowerPoint terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn di SDN 01 Bengkayang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu satu kelas eksperimen yang menggunakan media PowerPoint dalam pembelajaran dan satu kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar PKn yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t independen untuk menguji perbedaan rata-rata hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media PowerPoint dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan rata-rata skor posttest kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media PowerPoint memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn di SDN 01 Bengkayang. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pemanfaatan media visual seperti PowerPoint dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PKn di tingkat Sekolah Dasar
The Use Of E-Flash Card Assisted By Heyzine With Problem Based Learning Method To Improve English Vocabulary Of Third Grade Students At Sd N 5 Besakih
Vocabulary mastery is very importance in learning English especially for elementary school children. This studi aims to improve students English vocabulary especially about fruits with E-Flash Card assisted by Heyzine with Problem Based Learning method. The data collection instruments included tests (pretest, post-test I, and posttest II), observation, and documentation. Data analysis techniques were carried out quantitatively and qualitatively with learning achievement indicators of at least 80%. The results showed an increase in the average student score from 50.3 (pretest), to 60.30 (post-test I), and 71.53 (post-test II). Classical completeness also increased from 30.77% (pretest), to 76,92% (post-test I), and icreased again to 92.30% (post-test II). This increase shows that the Use Of E-Flash Card assisted by Heyzine with Problem Based Learning Method can improve students vocabulary and is effective to be applied to in teaching and learning activities
Korelasi Kegiatan Magang Industri dengan Minat Berwirausaha Siswa Sekolah Menegah Kejuruan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hasil belajar praktik kerja industri atau magang industri siswa SMK dengan minat berwirausaha. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMKN 2 Padang, sampel sebanyak 47 siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment (PPM). Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hasil belajar praktik kerja industri siswa dengan minat berwirausaha siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan magang industri yang diikuti secara langsung oleh siswa memberikan dampak yang baik terhadap tumbuh kembang minat berwirausaha siswa SMK
Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di SDN Maospati 01 Magetan
Pengamatan di SDN 01 Maospati masih terdapat siswa yang saat ini mulai merasa jenuh dengan cara mengajar guru yang konvensional. Mereka membutuhkan model pembelajaran yang lebih energik dan kreatif yang mampu membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan maka diperlukan karakter guru yang professional dalam mendidik dan memotivasi belajar siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur serta mengetahui pengaruh dari kreativitas Guru terhadap motivasi belajar Siswa di SDN 01 Maospati Magetan. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari kreativitas Guru terhadap motivasi belajar siswa di SDN 01 Maospati, namun dalam penilaian persepsi siswa pada kreativitas Guru dalam pembelajaran masih dalam kategori sedang pada rata-rata tiap aspek yang dinilai. Untuk hasil penilaian motivasi belajar dalam penelitian ini sangat ditunjang oleh kreativitas Guru sebagai faktor utama karena memiliki pengaruh positif dan signifikan
Efektivitas Teknik Penggabungan Kalimat dalam Meningkatkan Kefasihan Menulis dan Efikasi Diri Mahasiswa pada Mata Kuliah Menulis Dasar
Penelitian ini mengkaji efektivitas teknik penggabungan kalimat dalam meningkatkan kefasihan menulis dan efikasi diri mahasiswa dalam mata kuliah Menulis Dasar. Teknik penggabungan kalimat melibatkan integrasi dua atau lebih kalimat pendek dan terputus-putus menjadi kalimat yang lebih kompleks dan koheren, sehingga mendorong kematangan sintaksis dan kelancaran tulisan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan 10 mahasiswa tahun pertama program studi pendidikan bahasa Inggris. Kelompok eksperimen (5 mahasiswa) mendapatkan pembelajaran melalui tugas penggabungan kalimat, sedangkan kelompok kontrol (5 mahasiswa) diajar menggunakan metode penulisan konvensional berbasis latihan tata bahasa. Tes awal dan tes akhir digunakan untuk mengukur kefasihan menulis berdasarkan panjang kalimat, kompleksitas gramatikal, dan kohesi, sementara kuesioner efikasi diri digunakan untuk menilai tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam kemampuan menulis mereka. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kefasihan menulis dan skor efikasi diri kelompok eksperimen, yang mengindikasikan bahwa teknik penggabungan kalimat secara efektif dapat meningkatkan kinerja dan kepercayaan diri dalam menulis. Teknik ini direkomendasikan bagi pengampu mata kuliah Menulis Dasar sebagai strategi pembelajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis akademik sejak dini
Analisis Problematika Mahasiswa Non-Jurusan Bahasa Inggris dalam Mempelajari Materi States of Matter pada Mata Kuliah Bahasa Inggris untuk IPA
Mempelajari bahasa asing khususnya Bahasa Inggris memiliki tantangan tersendiri bagi mahasiswa jurusan non-English. Seperti mahasiswa program studi pendidikan IPA yang mempelajari materi states of matter pada mata kuliah Bahasa Inggris untuk IPA. Mereka dihadapkan pada situasi pembelajaran yang mengharuskan memahami materi IPA yang disajikan dalam Bahasa Inggris. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi permasalahan mahasiswa Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi dalam mempelajari materi states of matter di mata kuliah Bahasa Inggris untuk IPA. Penelitian ini melibatkan 21 mahasiswa prodi pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Wawancara dilakukan terhadap 4 mahasiswa untuk menggali informasi terkait permasalahan dalam mempelajari materi states of matter. Dokumentasi dilakukan dengan menganilisis dokumen terkait untuk mendukung data observasi dan wawancara. Analisis data penelitian dilakukan dengan mengadopsi model interaktif Miles, Saldana, dan Huberman yang meliputi data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika mahasiswa dalam mempelajari materi bahasa Inggris IPA adalah kurangnya penguasaan kosakata, kurangnya rasa percaya diri saat berbicara menggunakan bahasa Inggris, kesulitan menangkap makna, kurang maksimal dalam penggunaan media pembelajaran
Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Pecahan melalui Media Spinner Pecahan di Kelas IV SDN Pegambiran 2
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pecahan melalui penggunaan media Spinner Pecahan di kelas IV SDN Pegambiran 2. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar dari rata-rata 70,52 pada siklus I menjadi 88,00 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 76% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep pecahan setelah diterapkannya media pembelajaran yang interaktif. Media Spinner Pecahan juga terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penggunaan media spinner pecahan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan serta menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar
Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Penguatan Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas 5 SDN 1 Mlati
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning dalam penguatan pemahaman konsep IPAS pada siswa kelas 5 SDN 1 Mlati Kidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre Experimental Design dengan jenis One Group Pretest Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 yang berjumlah 7 orang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest (tes awal), posttest (tes akhir), dan observasi. Instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda sebanyak 15 butir dan LKPD berbasis PBL. Analisis data menggunakan uji statistik non parametric, yaitu Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa dari pretest sebesar 60,42 menjadi 79,42 pada posttest. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,028 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, model PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa kelas 5 SDN 1 Mlati Kidul
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode yang digunakan siswa menengah pertama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya memahami gaya belajar siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Ini terutama berlaku untuk mata pelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kewarganegaraan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain survei. Untuk mengumpulkan informasi, 38 siswa SMP Negeri 9 Kota Serang menerima kuesioner. Teori gaya belajar yang dikembangkan oleh Bobbi Deporter dan Mike Hernacki (2020) adalah dasar instrumen penelitian. Gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik dibahas dalam teori ini. Untuk menentukan gaya belajar yang dominan di kalangan siswa, penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan tes frekuensi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan gaya belajar visual dan auditorial, sedangkan sebagian kecil siswa cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik. Berdasarkan temuan ini, untuk meningkatkan pemahaman dan minat siswa terhadap materi pelajaran, pengajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan harus disesuaikan dengan gaya belajar yang dominan