Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Analisis Kesulitan Mahamahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ekonomi pada Materi Fungsi Permintaan dan Penawaran Ditinjau dari Kemampuan Koneksi Matematis
Kemampuan koneksi matematis adalah kemampuan mengaitkan konsep-konsep matematika baik antar konsep dalam matematika itu sendiri maupun mengaitkan konsep matematika dengan konsep dalam bidang lainnya. Namun, pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang memiliki kemampuan koneksi matematis rendah. Kemampuan koneksi matematis yang rendah cenderung mengakibatkan mahasiswa kesulitan dalam belajar matematika, sehingga mereka kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami mahasiswa dalam menyelesaikan saoal matematika ekonomi pada materi fungsi permintaan dan fungsi penawaran ditinjau dari kemampuan koneksi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Ekonomi semester IVB yang berjumlah 26 orang, Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas Nurul Jadid. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Soal tes berbentuk uraian sebanyak 2 soal untuk menentukan tingkat kemampuan koneksi matematis subjek. Sedangkan untuk wawancara dilakukan secara terstuktur berdasarkan pedoman yang telah dibuat, dengan tujuan untuk menemukan tingkat kesulitan subjek melalui data yang diperoleh dari jawaban-jawaban subjek pada saat tes tertulis. Data yang diperolah selanjutnya dianalisis berdasarkan alur analisis Milles dan Hubermen, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni pada subjek yang memiliki tingkat KMT cenderung tidak memiliki kesulitan dalam menyelesaikan soal. Pada tingkat KMS, subjek cenderung mengalami kesulitan pada penerapan prinsip dan menyelesaikan masalah verbal. Pada tingkat KMR, subjek cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yaitu pada pemahaman konsep, penerapan prinsip, dan masalah verbal
Efektifitas Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mengarahkan peserta didik memahami dan mengkritisi jejak sejarah peradaban Islam dan diharapkan mampu menanamkan kecintaan kepada Islam dan Rasululah SAW serta mengambil pelajaran dari sejarah tersebut. Untuk itu diperlukan pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yaitu pembelajaran yang berbasis masalah yang memungkinkan peserta didik untuk berpikir secara kritis. Penelitian ini, berupaya mendeskripsikan korelasi penggunan model pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran SKI. peneliti menggunakan data primer yaitu menggunakan data skor kemampuan berpikir kritis peserta didik yang menjadi sampel penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI MIPA Madrasah Aliyah (MA) Yapisa Cileunyi Bandung tahun pelajaran 20019/2020 yang diperoleh ketika mengajar mata pelajaran SKI di semester 1 sebelum menggunakan Model Pembelajaran PBL dan sesudahnya. Adapun metode yang digunakan yaitu metode evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tujuan suatu kegiatan telah tercapai serta menggunakan metode komparatif yaitu membandingkan dua variabel. Dalam pengolahan datanya peneliti menggunakan uji paired sample t test dengan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah menggunakan Model Pembelajaran PBL secara signifikan. Terdapat pula korelasi yang sangat kuat antara penggunaan Model Pembelajaran PBL dengan kemampuan berpikir kritis. Dapat dinyatakan juga bahwa Model Pembelajaran Problem Based Learning PBL efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran SKI
Penerapan Media Pembelajaran Articulate Storyline 3 dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia Pada Siswa Kelas X AKL 1 SMKN 1 Kandangan Tahun 2021/2022
Dunia Pendidikan mulai dahulu sampai abad ke-21 sekarang ini peranannya sangat penting dan strategis dalam pembangunan Nasional. Serta seiring arus globalisasi dan perkembangan yang pesat juga mempengaruhi pendidkan, tapi saat ini seluruh dunia apalagi Indonesia dirundung duka sejak masuknya virus covid-19 yang mengakibatkan dan menghambat proses pembelajaran pada kurun waktu ini. Faktor hal tersebut lah yang membuat dunia Pendidikan mulai berbenah lagi serta mengantisipasi pada pembelajaran, dan khususnya para guru-guru pun dituntut untuk mempunyai inovasi serta kreativitas agar proses mengajar tetap meningkat, antusias dan semangat dari peserta didik. Terutama pada mata pelajaran Sejarah Indonesia merupakan pelajaran yang sangat vital di setiap sekolah. Maka untuk itu, penulis akan mengembangan media pembelajaran articulate storyline 3 terhadap siswa/i SMA maupun SMK yang bertujuan meningkatkan hasil belajar dan melatih kemandirian peserta didik, serta tidak bosan saat melaksanakan pembelajaran di masa pandemi
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Make a Match untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Akuntansi
Penelitian ini diharapkan dapat membangun motivasi dan prestasi dalam mempelajari akuntansi dengan model pembelajaran strategi Make a Match yang bermanfaat. Eksplorasi ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek eksplorasi adalah siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Kandangan. Informasi penelitian diperoleh melalui dokumentasi, pertemuan dan persepsi awal. Hasil survei menunjukkan peningkatan tingkat motivasi dari Siklus I ke Siklus II yaitu 14,04%, sedangkan efek samping survei menghasilkan peningkatan sebesar 4,99%. Perluasan tersebut terjadi setelah pelaksanaan Pembelajaran Model Kooperatif Make a Match Siswa Kelas XI AKL SMK Negeri 1 Kandangan yang diselesaikan pada 2 siklus selama 4 kali pertemuan. Prestasi belajar juga meningkat setelah penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Make a Match. Pada Siklus I nilai normal pretest 25,37 sedangkan posttest normal 64,75 atau keluasan 39,38. Pada Siklus II nilai normal pretest 48,33 dan normal posttest 70,67 atau kelipatan 22,34. Dengan melakukan CAR, spesialis memperoleh informasi, kemudian, pada saat itu, analis mengaturnya sesuai dengan metodologi CAR, efek samping yang ditulis ilmuwan dalam hasil eksplorasi
Implementasi mobile learning berbasis android terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran instalasi tenaga listrik kelas XI-TIPTL di SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bidang yang mandapatkan pengaruh dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah bidang pendidikan. Smartphone memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. Android menjadi sistem operasi smartphone terbesar di dunia yang memiliki berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan mobile learning berbasis android untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Materi yang digunakan dalam mobile learning ini adalah materi sistem pembumian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quasi experiment berbentuk pre-test and post-test group dan bertempat di SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung. Objek penelitian yaitu kelas XI-TIPTL sebanyak 37 orang siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar aspek kognitif sebelum dan sesudah menggunakan mobile learning mengalami peningkatan dengan kriteria sedang. Pada ranah afektif, penilaian sikap dilihat dari prosedur pembelajaran menggunakan mobile learning didapatkan hasil capaian ranah afektif dengan kategori sangat baik. Pada ranah psikomotorik dilihat dari penilaian praktikum pemasangan sistem pebumian yang telah didukung menggunakan mobile learning dan jobsheet praktikum didapatkan hasil capaian ranah psikomotorik dengan kategori A. Berdasarkan hasil uji angket didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan pembelajaran dengan menggunakan mobile learning dapat diterima secara baik
Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Konsep Fisika yang Bersifat Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Model Inkuiri Terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada konsep fisika yang bersifat abstrak. Model inkuiri terbimbing adalah model pembelajaran yang melatih siswa untuk menemukan jawaban permasalahan atau pertanyaan sistematis, terstruktur pada konsep yang sudah ditentukan guru. Desain penelitian Pre eksperimen menggunakan pre-test dan post-test diujicobakan pada 30 siswa SMA, yang dibagi dalam dua kelompok. Model inkuiri terbimbing siswa diberikan tes kemampuan berpikir kritis dan setelah dilakukan proses pembelajaran diberikan tes yang sama. Pengolahan data, menggunakan paired t-test, n-gain, dan uji kesamaan dua rerata. Hasil analisis menunjukan bahwa ada peningkatan signifikan kemampuan perpikir kritis fisika siswa pada α=6%, rata-rata n-gain sebesar 0,71%, sehingga Model Inkuiri Terbimbing efektif melatih kemampuan berpikir kritis fisika siswa SMA
Media Tunnel Book Berseri Berbasis Festival Pasar Bandeng untuk Kelas IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media tunnel book berseri berbasis festival pasar bandeng untuk pembelajaran menulis cerita narasi kelas IV SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D, akan tetapi peneliti hanya melakukan 3 tahap saja yaitu, Pendefinisian (Define),Perancangan (Design),dan Pengembangan (Develop). Pada tahap pengembangan (Develop), pengembangan media tunnel book berseri berbasis festival pasar bandeng tidak diaplikasikan kepada peserta didik karena adanya aturan pemerintah untuk menerapkan Physical Distancing sehingga sekolah diliburkan. Maka, langkah-langkah pengembangan media ini yaitu melakukan validasi dan revisi. Hasil pengembangan media ini memenuhi standart kevalidan dari para validator. Nilai akhir dari validasi media sebesar sebesar 85,6% dan masuk dalam kriteria “cukup valid”. Nilai akhir dari hasil validasi materi sebesar 90,6% dan memenuhi kriteria sangat valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Media Tunnel Book Berseri Berbasis Festival Pasar Bandeng Untuk Pembelajaran Menulis Cerita Narasi Kelas IV SD dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Pengaruh Penggunaan Media Flipchart Terhadap Hasil Belajar Menulis Surat Resmi Siswa Kelas V di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flipchart terhadap hasil belajar menulis surat dinas siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Babat Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes prestasi berupa pilihan ganda dan uraian. Untuk menguji hipotesis ini digunakan rumus statistik uji-t sampel. Penelitian dilakukan terhadap sampel siswa kelas V yang berjumlah 25 orang. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap hasil belajar menulis media flipchart kelas V SD Muhammadiyah 1 Babat Lamongan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa lebih besar dari atau 8,69 > 2,064 pada taraf signifikansi 5%, maka ditolak dan diterima
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Digital Bagi Guru Agar Tercipta Kegiatan Pembelajaran yang Efektif dan Siswa Aktif
Masifnya digitalisasi membuka inovasi dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan. Menikmati manfaat teknologi menjadi daya tarik dan asah kreativitas siswa maupun pendidik dalam proses pembelajaran yang interaktif. Namun, tidak dapat dipungkiri ada pula tantangan era digital terhadap pendidikan, sehingga muncul hambatan-hambatan dalam mendukung efektivitas pembelajaran. Penelitian ini merupakan kategori penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru sebagai upaya terlaksananya pembelajaran yang aktif dengan media pembelajaran berbasis digital. Hasil penelitian merekomendasikan sebuah media pembelajaran informal sebagai kontribusi terlaksananya digitalisasi pembelajaran siswa yang aktif dan inovatif. Berdasar pada objek penelitiannya, artikel ini membahas proses keberlangsungan pembelajaran bahasa Arab serta apa-apa yang dibutuhkan guru dan siswa dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran itu sendiri
Pelatihan dan Pendampingan Mengaplikasikan TIK Untuk Meningkatkan Kompetensi Mengajar Melalui Supervisi Akademik
Peningkatan kompetensi guru dalam proses pembelajaran melalui supervisi akademik rutin dilakukan kepala sekolah, namun masih dianggap menghakimi para guru. Oleh sebab itu supervisi dilakukan dengan teknik pelatihan dan pendampingan, agar guru lebih nyaman dan terbantu dalam meningkatkan kompetensi mengajar menggunakan media tekhnologi komunikasi informasi. Metode yang diaplikasikan menggunakan penelitian tindakan sekolah (PTS) terhadap 13 guru mata pelajaran di SMP Negeri 3 Cibarusah. Hasil setelah tindakan menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan TIK melalui Supervisi Akademik sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui Rubrik Penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Siklus 1 mencapai nilai 72,23, berada pada katagori baik, dan pada siklus kedua meningkat menjadi 82,08, berada pada katagori sangat baik, (2) aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua lebih baik dibandingkan pada siklus satu. Penilaian melalui Rubrik Penilaian Aktivitas Guru pada siklus satu mencapai nilai 77,00 tergolong cukup, sedangkan pada siklus kedua meningkat menjadi 80,38 tergolong baik. Secara umum dari siklus I ke siklus II menunjukan adanya peningkatan kompetensi mengajar menggunakan TIK sesuai dengan RPP sebesar 13,63 %