Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pop Up BUSUGI untuk Kelas III Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan media Pop Up BUSUGI untuk siswa kelas III Sekolah Dasar 2021/2022. Media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pada peserta didik yang ada disekolah dasar. Media pembelajaran ini digunakan disaat pandemi karena pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Penlitian ini adalah penilitian pemgembangan (reseach and development). Desain penelitian ini menggnakan model pengembangan media pembelajaran yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu model 4-D yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pendefinisian (define) tahap perencanaan (Desaign), tahap pengembangan (development). Alasan peneliti tidak melaksanakan tahap akhir pada model penilitian 4-D karena keterbatasan waktu dan biaya yang digunakan subjek penilitian terdapat 4 validator. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan memberikan lembar validasi kepada validator. Sedangkan instrumen pengumpulan data dengan memberikan perangkat pembelajaran dan lembar validasi untuk dinilai oleh validator. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, didapatkan pengembangan media pembelajaran yang sudah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Untuk kevalidan perangkat pembelajaran 88,8% penilaian dari validator. Sehingga media pembelajaran materi sumber energi ini sangat valid untuk digunakan saat pembelajaran berlangsung
The Syllabus Evaluation: Our Discovery Island 5–Student Book published by Pearson Education
The success of English language subject is hardly required because the prior of language learning is communication. However, the success itself is not only based on the teacher, method, curriculum but also the package such as syllabus and textbook for delivering materials. Syllabus and textbook refer to the content of what is to be taught and the skills to be mastered. Furthermore, both of them help teacher to provide the materials well and to be relevant into the present context. The goal of this paper is to analyze deeply the English language syllabus design in Our Discovery Island 5–student book published by Pearson Education that is used by the elementary students of grade V in Citra Indonesia school, Bintaro. This study belongs to descriptive qualitative study. The findings show that the syllabus design in this book used the linear format to display the contents which include scope, sequence, integration, articulation and balance. Meanwhile for the syllabus model, it used process model on subject center design
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Blended Learning Terhadap Literasi Sains Siswa di MTsN 1 Bengkulu Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL berbasis Blended Learning terhadap kemampuan literasi sains siswa pada mata pelajaran IPA. Peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen semu desain penelitian None quivalent (Pretest and Posttest) Control-Group Design. Objek penelitian siswa kelas IX MTsN 1 Bengkulu Selatan. Metode pengumpulan data yang digunakan tes literasi sains. Data literasi sain siswa dianalisis menggunakan uji ANCOVA. Rata-rata posttest literasi sains siswa kelas model PBL berbasis Blended Learning menunjukkan termasuk kategori literasi sains tinggi. PBL berbasis Blended Learning berpengaruh terhadap literasi sains siswa. Berdasarkan uji hipotesis model pembelajaran terhadap nilai posttest literasi sains siswa didapatkan nilai sig 0,00 < 0,05. N gain skor menunjukkan model PBL berbasis Blended Learning efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar Siswa Matematika MI Muhammadiyah I Payaman
Dalam proses pembelajaran Matematika, seringkali siswa kurang memahami materi yang diberikan. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, oleh karena itu guru harus memiliki strategi yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture terhadap Pemahaman siswa kelas IV MI Muhammadiyah 1 Payaman. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Muhammadiyah 1 Payaman dengan jumlah populasi 78 siswa. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh dengan sampel 39 siswa yang diambil dari kelas IV-A sebagai kelas control. Teknik analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh thitung = 5,62 dan nilai ttabel dengan dk = 76 dan taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 2,3337. Karena thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel) atau dapat dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikansi 5%, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture berpengaruh terhadap hasil belajar Siswa kelas empat MI Muhammadiyah 1 Payaman
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas IX MTs Negeri Kota Kupang
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberhasilan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn di kelas IX-E MTs Negeri Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dari hasil lembar observasi aktivitas dan nilai rata-rata menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat pada siklus I aktivitas belajar siswa sebesar 60,53% (cukup aktif) meningkat pada siklus II menjadi 85,53% (sangat aktif), hal ini tidak terlepas dari peningkatan aktivitas guru yang pada siklus I sebesar 71,43% (baik) dan meningkat pada siklus II menjadi 88,09% (sangat baik). Begitupun dengan peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari kriteria ketuntasan minimal baik secara individu maupun secara klasikal ≥75 dimana pada siklus I dari jumlah siswa 30 orang yang tuntas sebanyak 21 orang (74,45%), meningkat menjadi 30 orang (100%) pada siklus II. Peningkatan hasil belajar pun terlihat dari hasil nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I sebesar 75,17% dan pada siklus II sebesar 84%
Proyek Profil Pelajar Pancasila sebagai Penguatan Pendidikan Karakter pada Peserta Didik
Artikel ini bertujuan untuk memahami proyek profil pelajar Pancasila sebagai penguatan pendidikan karakter pada peserta didik. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengumpulkan data dan sumber data yang relevan untuk penelitian ini. Karakter siswa Indonesia menjadi fokus penelitian ini. Menurut temuan penelitian ini, kurikulum mandiri paling efektif dalam mengembangkan karakter siswanya melalui pengembangan profil siswa Pancasila. Siswa Pancasila terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek sebagai bagian dari pengembangan profil mereka. Profil pelajar Pancasila diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang menunjukkan karakteristik dan kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan dan dapat dicapai, serta memantapkan nilai-nilai luhur. Dengan demikian, diharapkan ke depan, peserta didik menjadi masyarakat dengan nilai-nilai karakter yang sejalan dengan nilai-nilai karakter yang tertanam dalam setiap sila Pancasila
Implementasi Pengembangan Keberagamaan Peserta Didik Sekolah Menengah Atas (SMA)
Keberagamaan dalam konteks pendidikan agama Islam ada yang bersifat vertikal dan ada yang bersifat horizontal. Penciptaan suasana keberagamaan yang bersifat vertikal dapat diwujudkan dalam kegiatan beribadah. Sedangkan penciptaan suasana keberagamaan yang bersifat horizontal lebih mendudukkan sekolah sebagai institusi sosial, yang jika dilihat dari struktur hubungan antara manusianya dapat diklasifikasikan. Bentuk usaha yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan sikap keberagamaan peserta didik adalah dengan melaksanakan kegiatan keislaman. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kajian pustaka. Adapun metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori teori yang relevan dengan masalah – masalah penelitian. Instrumen yang diguanakan adalah deskriftif analisis. Berdasarkan temuan analisis dari kajian pustaka, maka penulis akan mengkaji dalam tulisan ini dalam bentuk artikel dengan pembahasan secara rinci tentang Implementasi Pengembangan Keberagamaan Peserta Didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Implementasi keberagamaan peserta didik SMA adalah usaha yang dilaksanakan secara sistematsi berupa bimbingan, pemberian informasi, pengawasan dan juga pengendalian untuk peningkatan kualitas peserta didik, khususnya dalam hal keagamaan dalam menciptakan sikap mental dan pengembangan potensi yang positif sehingga keberagamaan yang baik pada diri peserta didik
Hubungan Hasil Belajar Matematika Dengan Hasil Belajar Faraidh Dalam Pembelajaran Fiqih Mawaris
Eksistensi ilmu faraidh semakin berkurang dengan minimnya pengamalan hukum faraidh dalam penyelesaian warisan. Hal ini disebabkan karena kurangnya edukasi dan perhatian tentang ilmu faraidh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara hasil belajar matematika dengan hasil belajar materi faraidh, serta bagaimana hubungan hasil belajar matematika dengan hasil belajar materi faraidh dalam pembelajaran fiqih mawaris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, korelasi dan regresi. Adapun subjek penelitian adalah santri kelas XII Pesantren Mandiri Kumala Lestari. Data penelitian termasuk data sekunder yang diperoleh dari nilai akhir semester. Hasil output memperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,001 lebih kecil dari 0,05 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Perolehan koefisien korelasi 0,588 dengan interpretasi sedang dan searah. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sedang dan searah antara hasil belajar matematika dan hasil belajar faraidh, semakin meningkatnya hasil belajar matematika maka akan memperkuat hasil belajar faraidh
Uji T Berpasangan (Paired T-Test) Terhadap Pengaruh Perbedaan Jumlah Jam Terapi Applied Behaviour Analisys (ABA) Pada Siswa Berkebutuhan Khusus Autisme
Terapi Applied Behaviour Analysis (ABA) adalah salah satu metode terapi autisme yang banyak dilaksanakan di sekolah yang melenggarakan pendidikan inklusi salah satunya adalah SD Alam Banyu Belik Purwokerto. Terapi ABA yang dijalankan di lembaga pendidikan tersebut masih banyak kekurangan salah satunya adalah keterbatasan terapis untuk melakukan terapi ABA. Karena keterbatasan terapis tersebut, jam terapi yang diberikan belum sesuai dengan terapi ABA pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan nilai antara anak didik yang mengikuti program terapi ABA selama 1,5 jam per hari dengan anak didik yang mengikuti program terapi ABA selama 8 jam per hari di SD Alam Banyu Belik Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan subjek tunggal. Subjek tunggal adalah seorang siswa inklusi di SD Alam Banyu Belik yang terletak di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan namun tidak signifikan antara nilai sebelum dan sesudah diterapkannya terapi ABA dijalankan selama 1,5 jam per hari dengan terapi ABA yang dijalankan selama 8 jam per hari atau dengan kata lain terapi ABA yang dijalankan di SD Alam Banyu Belik selama 1,5 jam terbilang masih dalam koridor yang baik
Pengembangan Media Pohon Interaksi Rainbowsalt Untuk Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran pohon interaksi untuk materi interaksi sosial kelas V sekolah dasar di UPT Negeri 39 Gresik. Proses pengembangan ini menggunakan model 4D Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu, tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), tahap penyebarluasan (disseminate). Namun pada penelitian ini peneliti memodifikasi hingga tahap pengembangan (develop), dikarenakan keterbatasan waktu, biaya, dan adanya pandemic Covid-19. Subjek pada penelitian ini adalah validator ahli media yaitu Bapak M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd dan Bapak Syaiful Huda, S.Pd., M.Si serta validator ahli materi yaitu Bapak Drs. Sumarjono Kepala SekoIah UPT Negeri 39 Gresik dan Ibu Sulis Poniwati, S.Pd Guru wali kelas V UPT Negeri 39 Gresik dan peserta didik kelas V UPT Negeri 39 Gresik. Teknik pengumpulan data dan instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, dan lembar angket peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data validator dari ahli media dan ahli materi yang dilakukan, menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran pohon interaksi untuk materi interaksi sosial ini memenuhi kevalidan yang telah ditentukan. Hasil dari validator ahli media dan ahli materi memperoleh skor yaitu 91 dengan dikategorikan valid, lalu untuk lembar angket peserta didik mendapatkan skor yaitu 88,33 yang artinya efektif dengan dikategorikan sangat setuju. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pohon interaksi ini dapat disajikan dalam proses pembelajaran