Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Model CTL Berbasis Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Teks Prosedur di SMP Darul Falah Bandar Lampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dikombinasikan dengan metode demonstrasi dalam pengajaran teks prosedur di SMP Darul Falah Bandar Lampung. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui tahapan pengumpulan, pengelompokan, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model CTL berbasis demonstrasi secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis siswa. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 58,75% pada pra siklus, menjadi 75,88% pada Siklus I, dan mencapai 85,84% pada Siklus II, sehingga terdapat peningkatan sebesar 27,10% dari kondisi awal. Temuan ini menunjukkan bahwa model CTL berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran teks prosedur dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses belajar
Analisis Penerapan Hidden Curriculum dalam Mewujudkan Kebhinekaan Global di Sekolah Dasar
Hidden curriculum dapat menjadi fondasi penting dalam mendidik generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan pemahaman yang mendalam tentang keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas perspektif tentang hidden curriculum sebagai instrumen penting dalam mendidik siswa dengan nilai-nilai kebhinekaan global, tidak hanya melalui keterlibatan guru tetapi juga melalui lingkungan sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 12 Karanggondang, Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas VI, guru agama dan siswa kelas VI yang berjumlah 15 siswa. Perayaan hari besar agama Islam dan Kristen serta pembiasaan membaca Asmaul Husna dan menyanyikan lagu rohani menjadi langkah efektif dalam menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Hubungan yang kuat antara siswa dan guru serta dukungan orang tua merupakan faktor pendukung utama, sementara keterbatasan kegiatan ekstrakurikuler menjadi hambatan dalam pelaksanaan hidden curriculum
Learning Trajectory Peserta Didik Pada Materi Kubus Ditinjau Dari Kemampuan Matematis Dan Gaya Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Learning Trajectory peserta didik pada proses pembelajaran materi kubus dengan meninjau pada kemampuan matematis dan gaya belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes angket gaya belajar, tes tulis learning trajectory dan wawancara. Hasil penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis learning trajectory peserta didik dengan kemampuan matematis tinggi,sedang, dan rendah serta karakteristik gaya belajar peserta didik audio, visual dan kinestetik. Terdapat keberagaman learning trajectory pada peserta didik dalam memahami materi kubus, dimana Hypothetical Learning Trajectory yang disusun peneliti sebagai alur pemahaman materi kubus. Peserta didik dengan kemampuan matematis tinggi telah mampu memahami materi kubus sebagaimana hasil wawancara memperkuat jawaban hasil tes. Subjek yang memiliki kemampuan matematis sedang telah mampu memahami sebagian materi kubus. Subjek dengan kemampuan matematis rendah belum sesuai dengan capaian Hypothetical learning trajectory yang disusun peneliti karena belum memahami materi penunjang kubus. Selanjutnya peserta didik yang bergaya belajar audio memahami materi kubus ketika benar-benar memperhatikan guru menjelaskan, Subjek yang bergaya belajar visual, menunjukkan pemahaman jika subjek dibantu dengan gambar materi yang jelas. Selain itu subjek dengan gaya belajar kinestetik akan mempelajari hal-hal yang konkrit
Evaluasi Kebijakan Pemerintah Dalam Mendorong Sekolah Inklusif Di Era Kurikulum Merdeka
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendorong penerapan pendidikan inklusif di era Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kebijakan dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai dokumen resmi, jurnal ilmiah, serta laporan implementasi kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mengenai pendidikan inklusif memiliki landasan hukum yang kuat, seperti Permendiknas No. 70 Tahun 2009 dan kebijakan Merdeka Belajar. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta pemahaman guru terhadap konsep pendidikan inklusif. Meski demikian, terdapat dampak positif berupa meningkatnya akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya inklusi pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru, penyediaan fasilitas ramah disabilitas, serta peningkatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat agar tujuan pendidikan inklusif dapat tercapai secara optimal
Implementasi Media Toserbaku Dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Bilangan Cacah Kelas III SDN Tanjung Jati 2
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III di SDN Tanjung Jati 2 tentang konsep bilangan bulat hingga 10.000. Fokus utama penelitian adalah mengembangkan keterampilan membaca, menulis, mengurutkan, dan membandingkan bilangan cacah tersebut dalam pelajaran matematika. Salah satu tujuan penting adalah meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, sehingga dapat mengurangi kejenuhan dan persepsi bahwa materi tersebut sulit. Untuk mencapai hal ini, penelitian menggunakan media "Toserbaku" sebagai alat pembelajaran. Metode yang dipilih adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang membantu menggambarkan bagaimana media diterapkan dan pengaruhnya terhadap pemahaman, interaksi, serta pengalaman belajar siswa secara keseluruhan terkait angka-angka besar. Penelitian ini dilakukan di UPTD SDN Tanjung Jati 2, melibatkan semua 15 siswa kelas III, meskipun selama pengumpulan data, 5 siswa tidak hadir. Guru juga dilibatkan untuk memberikan wawasan tentang proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media "Toserbaku" efektif meningkatkan pembelajaran matematika dengan menciptakan suasana kelas yang lebih menarik dan menyenangkan
Pengembangan Modul Pembelajaran Digital Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI di SMAS Muhammadiyah 1 Pontianak
Masalah dalam penelitian ini adalah media pembelajaran yang digunakan di sekolah berupa buku LKS dan modul pembelajaran berupa cetakan sehingga siswa belum memiliki pegangan buku sendiri yaitu modul pembelajaran Geografi elektronik untuk belajar mandiri dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul pembelajaran digital pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI DI SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Metode yang digunakan yatu Research and Development (RnD) atau penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evalution). Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu pengembangan modul pembelajaran digital menggunakan model pengembangan ADDIE. Kelayakan ahli media diperoleh skor yaitu 4,6 termasuk dalam kategori Sangat Layak, sedangkan untuk ahli materi diperoleh skor 4,05 dengan katagori kategori layak. Sedangkan untuk respon siswa diperoleh skor 3,28 termasuk dalam kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis android layak digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran
Analisis Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Membentuk Karakter Siswa Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Di Sekolah Dasar
Profil pelajar pancasila adalah gambaran profil lulusan yang mencerminkan karakter dan kompetensi yang diharapkan, sekaligus memperkuat nilai-nilai luhur pancasila bagi peserta didik. Pembelajaran akidah akhlak tidak lepas dari pembentukan karakter maka tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan penguatan profil pelajar pancasila dalam membentuk karakter siswa pada pembelajaran akidah akhlak. Penelitian ini berbasis kajian literatur, mencakup rangkuman tertulis yang diambil dari jurnal, buku, serta dokumen lain yang menguraikan teori dan menyediakan informasi mengenai peristiwa masa lalu dan kini, yang diorganisir berdasarkan topik dan kebutuhan dokumen. Hasil Penelitian ini menjelaskan bahwa pembentukan karakter siswa dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan, serta diperkuat melalui profil pelajar pancasila yang menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika. Enam karakter utama dalam profil pelajar pancasila menjadi landasan penting, terutama dalam kaitannya dengan mata pelajaran akidah akhlak yang mengajarkan nilai-nilai agama dan akhlak Islami. Guru berperan sentral dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui contoh, disiplin, dan kegiatan pembelajaran, sehingga menghasilkan generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap tantangan zaman
Dari Teman ke Tindakan: Hubungan antara Konformitas Teman Sebaya dengan Agresivitas Verbal Remaja SMP X Kota Samarinda
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan fenomena agresivitas verbal yang terjadi di kalangan remaja. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, bermaksud mengidentifikasi hubungan antara konformitas teman sebaya dan agresivitas verbal remaja. Subjek penelitian terdiri dari 100 remaja yang bersekolah di SMP X kota Samarinda, berusia antara 13 hingga 16 tahun, yang diambil melalui teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan model skala likert yaitu skala agresivitas verbal, dan skala konformitas teman sebaya. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert, yang mencakup skala agresivitas verbal dan skala konformitas teman sebaya. Analisis statistik memakai metode korelasi product moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,641 dan p = 0,000 p < 0,05 (signifikan), artinya terdapat korelasi yang kuat antar konformitas teman sebaya dan agresivitas verbal di kalangan remaja SMP X Kota Samarinda
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Ajar Hypercontent Berbasis PjBL pada Materi Sistem Indra Manusia di SMA Kabupaten Magelang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan modul ajar pada mata pelajaran Biologi SMA di kabupaten Magelang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi. Responden dari penelitian ini adalah para guru mata pelajaran Biologi dan Siswa SMA kelas XI yang berada di kabupaten Magelang. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh fakta bawa bahwa 1) masih minimnya referensi pengembangan modul ajar Biologi kelas XI, termasuk materi Sistem Indra Manusia, sehingga dibutuhkan modul ajar yang relevan, 2) diperlukan modul ajar yang menerapkan PjBL sebagaimana tuntutan Kurikulum Merdeka, dan 3) diperlukan pengembangan modul ajar yang mengintegrasikan format hypercontent untuk menyesuaikan dengan karakteristik siswa tergolong generasi Z. Dengan demikian, disimpulkan bahwa perlu adanya pengembangan Modul Ajar PjBL Hypercontent pada materi Sistem Indra Manusia bagi siswa kelas XI SMA
Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa dengan Menggunakan Metode SAS Berbantuan Media Kartu Huruf pada Siswa Kelas III SDN 01 Sebetung Menyala
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III di SDN 01 Sebetung Menyala melalui penerapan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) yang didukung oleh media kartu huruf. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 13 Februari 2025. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan yang jelas dalam kemampuan membaca siswa, dengan nilai rata-rata yang naik dari 35,4 (pra tindakan) menjadi 52,5 pada siklus pertama, dan meningkat lagi menjadi 73,6 pada siklus kedua. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga menunjukkan kenaikan yang signifikan, dari 33% menjadi 58%, dan akhirnya mencapai 81%. Tidak hanya itu, terjadi pula peningkatan dalam aktivitas belajar siswa serta kinerja guru, dengan persentase masing-masing meningkat dari 62,5% menjadi 87,5% untuk siswa, dan dari 67,5% menjadi 93,7% untuk guru. Keberhasilan ini terkait erat dengan perbaikan yang dilakukan pada siklus kedua, termasuk pengelolaan kelas yang lebih efisien, penggunaan media kartu huruf yang lebih maksimal, serta pendekatan individual kepada siswa yang mengalami kesulitan. Secara keseluruhan, penerapan metode SAS dengan bantuan media kartu huruf terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran