Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Representasi Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama IT Az-Zuhra Islamic School Pekanbaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan representasi matematika siswa SMP IT Az-Zuhra Islamic School Pekanbaru. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan representasi matematika antara siswa yang diterapkan model problem based learning dan siswa yang diterapkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain non equivalent control group design. Peneliti berperan langsung sebagai guru dalam proses pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama IT Az-Zuhra Islamic School Pekanbaru tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 250 siswa dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.A sebagai kelas eksperimen yang diterapkan model problem based learning dan kelas VII.B sebagai kelas kontrol yang diterapkan pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini, pertemuan dilaksanakan selama enam kali, yaitu satu kali pertemuan pretest, empat kali pertemuan dengan menggunakan model problem based learning, dan satu pertemuan lagi dilaksanakan posttest. Untuk melihat hasil penelitian tersebut, digunakan uji Chi Kuadrat untuk menguji normalitas data, uji varian untuk melihat homogenitas data, kemudian digunakan rumus uji-t untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan representasi matematika siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai thitung sebesar 2,93 dan nilai ttabel pada taraf signifikan 5% sebesar 2, 01 maka thitung > ttabel atau 2,93 > 2, 01, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan kemampuan representasi matematika antara siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Selain itu, berdasarkan hasil posttest nilai rata-rata kelas eksperimen juga lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu kelas eksperimen memperoleh 72,81 dan kelas kontrol memperoleh 61,11. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model problem based learning memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan representasi matematika siswa
Pengaruh Media Interaktif Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas 4 SD
Untuk meningkatkan pengaruh media interaktif terhadap minat belajar siswa, maka guru membuat strategi pembelajaran yang melibatkan media interaktif di dalamnya. Media interaktif menjadi pedoman baru bagi guru saat ini untuk membantu siswa dan guru dalam memberikan dan menerima pelajaran. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang hasil dari penelitian ini bersumber pada 10 jurnal nasional. Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal nasional adalah bahwa media pembelajaran interaktif memiliki kesan positif dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar
Pengaruh Ice Breaking terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
Secara umum, Siswa sering merasa malas dalam belajar. Hal ini mengakibatkan rendahnya motivasi belajar. Motivasi belajar yang rendah dapat ditingkatkan guru melalui pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu caranya yaitu pemberian ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Peneliti hendak mengetahui pengaruh ice breaking terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar di Indonesia. Metode penelitian ini berupa systematic literature review menggunakan google scholar untuk mendapat literatur ilmiah. Rentang waktu literatur sejak tahun 2018 hingga 2022 yang berlokasi di sekolah dasar atau setara di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar di Indonesia. Ice breaking bisa meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar, tapi persentasenya berbeda di setiap jenjang kelas dan sekolah. Penelitian selanjutnya dapat mengetahui jenis ice breaking yang pengaruhnya paling besar terhadap peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar di Indonesia
Penerapan Pembelajaran Kooperatif TGT Melalui Media Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas II SDN Ngadirejo 4 Kartasura yang berjumlah 12 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus yaitu Siklus I dan Siklus II, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa dokumentasi dan tes. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskripsi kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa. hasil penelitian menunjukan peningkatan nilai rata-rata siswa yang awalnya 50,83 pada pra-siklus menjadi 70,83 di siklus I dan selanjutnya naik menjadi 89,17 di siklus II. Peningkatan ini terjadi karena model TGT mendorong siswa menjadi lebih antusias dan aktif selam proses pembelajaran, yang berkontribusi besar terhadap peningkatan hasil belajar mereka. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif TGT dengan dukungan media permainan ular tangga berhasil meningkatkan hasil belajar matematika
An Analysis Of Students Difficulties In Reading Comprehension At MTs Hidayatul Ulum Karang Anyar
Reading is taught to the eight grades students of junior high school. The aim of the research was to find out what is the most difficult aspect in reading comprehension faced by the eight grade students at MTs Hidayatul Ulum Karang Anyar. The design of this research is a descriptive research design. The population of the research was the ninth grade of MTs Hidayatul Ulum Karang Anyar from 1 classe, with the population were 13 students and the sample was from each class. So, the sample of the research was 13 students. The sample was selected by using simple random sampling technique. To get the data, the researcher gave questionnaire, interview and then analyzed the data by using descriptive statistic calculated by Ms. Excel program. After analyzing the data, the result showed that the most difficult aspect in reading comprehension was the fisth indicator. It is 'Students get difficulties in determine main idea' with percentage 78%
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Materi Bangun Datar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pangkur Tahun Ajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan prestasi belajar materi bangun datar siswa kelas VII SMP, menggunakan model PTK dengan prosedur meliputi, perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi, dilakukan sebanyak 3 siklus. Penentuan subyek penelitian berdasarkan daftar nilai, observasi dan pretest ketika pra siklus. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan metode tes berupa post test yang dilakukan setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran PBL mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Jumlah siswa yang tuntas yang semula 15 siswa pada siklus I meningkat menjadi 24 siswa pada siklus II sehingga ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan yang semula 55,56% pada siklus I meningkat menjadi 88,89% pada siklus II. Sedangkan prestasi belajar siswa materi bangun datar berdasarkan prosentase ketuntasan klasikal, pada siklus II telah tercapai dan melebihi target yaitu 75% dari jumlah siswa, tuntas mencapai KKM = 70
Implementasi Penilaian Autentik Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran IPA di SMPN 1 Ngawi
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi penilaian autentik Kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPA di SMPN 1 Ngawi. Metode yang digunakan berupa wawancara dan observasi dengan subjek penelitian guru mata pelajaran IPA. Adapun hasil penelitian mencakup 3 ranah, Penilaian autentik yang diterapkan di SMP guru masih mendapatkan kesulitan dalam melakukan penilaian, khususnya pada ranah afektif (sikap) sehingga guru harus mencari alternatif lain yang dapat mempermudah penilaian yang dilakukan oleh guru. Keterlaksanaan penilaian autentik yang dilakukan di SMP N 1 Ngawi sudah cukup berjalan dengan baik dan kedepannya dapat terlaksana lebih baik lagi sehingga tidak ada kendala untuk keterlaksanaan penilaian autentik
Efektivitas Metode Pembelajaran Sorogan Pada Pembelajaran Hidayatus Shibyan Santri Madrasah Diniyah Kelas 1 Nurul Jadid Blumbang Pragaan Daya Sumenep
Penelitian ini memiliki latar belakang masalah yaitu masih terdapat beberapa santri yang mengikuti pembelajaran kitab Hidayatus Shibyan dengan menggunakan metode sorogan namun masih belum maksimal dalam memahami isi kitabnya. bacaan kitabnya sudah baik namun tidak mengetahui kedudukan tajwid dalam Al-Qur’an. Padahal metode sorogan adalah metode yang efektif karena Ustadz/Kyai dapat berhadapan langsung berhadapan langsung dengan murid atau santri Melalui sorogan, perkembangan intelektual santri dapat di ketahui oleh Asatidz secara utuh dan dapat memberikan bimbingan penuh kejiawaan sehingga dapat memberi tekanan pengajaran kepada santri tertentu atas dasar observasi langsung terhadap tingkat kemampuan dasar dan kapasitas para santri. Dengan metode sorogan, pembelajaran santri untuk memahami kitab lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran sorogan pada pembelajaran hidayatus shibyan santri madrasah diniyah Nurul Jadid Blumbang Pragaan Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kualitatif, dengan responden kepala sekolah Madrasah Diniyah, Guru mata pelajaran dan santri. Dengan menggunakan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan metode pembelajaran sorogan dalam pembelajaran kitab hidayatus shibyan, dengan metode sorogan santri lebih fokus, karena santri akan berhadapan langsung dengan guru mata pelajarannya. Santri lebih faham atau mengerti akan pelajaran, karena setiap salah pengertian dalam pelajaran akan langsung difahamkan oleh guru mata pelajaran. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat strategi yang diterapkan guru madin dalam meningkatkan kemampuan pemahaman tajwid siswa adalah datang dari siswanya sendiri misalnya keaktifan siswa pada saat pembelajaran dilaksanakan sehingga mereka lebih disiplin mengikuti proses pembelajaran, begitu juga sebaliknya jika siswa kelelahan biasanya siswa pasif dalam proses pembelajaran
Analisis Permasalahan Dalam Melakukan Evaluasi Pembelajaran di Kelas I SD Negeri 15 Kelapa Kampit
Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan permasalahan yang terjadi saat melakukan evaluasi serta menemukan solusi dalam permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu melakukan wawancara dengan guru Sekolah Dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah guru di kelas I SD Negeri 15 Kelapa Kampit, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Hasil dari penelitian ini menemukan ada beberapa permasalahan yang terjadi saat melakukan evaluasi, diantaranya; kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan, pembelajaran jangka panjang sehingga tidak memungkinkan evaluasi berlangsung, serta guru berhalangan hadir saat akan dilakukan kegiatan evaluasi. Upaya yang ditemukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan guru menjelaskan kembali materi yang diajarkan dan melakukan kegiatan remedial
Analisis Manajemen Keuangan SDN Kandangan III Surabaya
Manajemen keuangan menjadi salah satu substansi dalam manajemen pendidikan yang turut menentukan keberhasilan dan jalannya kegiatan pendidikan di suatu lembaga sekolah. Kegiatan manajemen keuangan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pembukuan, pengawasan dan pertanggungjawaban. Undang-undang No. 20 tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa dalam mengelola dana pendidikan harus berdasarkan pada prinsip efisiensi, efektifitas, transparansi, keadilan dan akuntabilitas. Manajemen keuangan bertujuan untuk meningkatkan keefektifitasan, efisiensi, akuntabilitas dan transparansi untuk mencegah terjadinya penyelewengan dana pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses manajemen keuangan di sekolah SDN Kandangan III Surabaya, dengan melakukan perbandingan terhadap analisis hubungan antara teori dengan fakta di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDN Kandangan III Surabaya dalam melakukan pengelolaan keuangan telah mengikuti prinsip-prinsip manajemen keuangan dan sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku. Manajemen keuangan dilakukan secara sistematis dari tahap perencanaan hingga pengawasan. Penggunaan dana pendidikan didasarkan pada RKAS yang telah disepakati bersama