Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Pengembangan Model Game-Based Learning Berbantuan Quizizz AI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPS Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Game-Based Learning (GBL) berbantuan Quizizz Artificial Intelligence (QAI) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan tes, sedangkan analisis dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Model yang dikembangkan mengintegrasikan unsur gamifikasi dan kecerdasan buatan ke dalam delapan tahap pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang adaptif dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model GBL berbantuan QAI mampu meningkatkan motivasi belajar IPS siswa secara signifikan. Fitur kecerdasan buatan pada Quizizz memungkinkan penyesuaian tingkat kesulitan soal secara otomatis, memberikan umpan balik secara real-time, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru dan siswa memberikan respons positif, menilai model ini lebih menarik dan efektif dibandingkan metode konvensional. Model ini juga berpotensi direplikasi pada mata pelajaran lain guna mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar
Analisis Kesalahan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Membuat Kalimat Pada Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam membuat kalimat; (2) faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam membuat kalimat siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Sorong; dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesalahan penggunaan berbahasa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan analisis isi dengan sampel hasil membuat kalimat serta observasi siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Sorong. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bentuk kesalahan berbahasa yang ditemukan dalam membuat kalimat siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Sorong kesalahan penyusunan kalimat. Kedua, faktor penyebab kesalahan berbahasa dalam membuat kalimat siswa disebabkan oleh empat faktor, antara lain: penguasaan kaidah kebahasaan siswa kurang; ketidaktelitian dalam menulis; kurangnya motivasi menulis; dan kurangnya kosakata siswa. Ketiga, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesalahan berbahasa dalam membuat kalimat siswa, antara lain: melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses, meningkatkan penguasaan kaidah bahasa siswa dengan membaca, dan memperbanyak latihan menulis
Profil Berpikir Metaforis Mahasiswa Calon Guru Matematika
Penelitian bertujuan mendapatkan gambaran lebih dalam tentang proses berpikir metaforis dalam penalaran pada materi bentuk aljabar. Sampel penelitian adalah maahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Diambil masing-masing dua responden dari kategori Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi dan sedang menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan tes, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh kemudian direduksi, disajikan, dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) semua responden menggunakan prinsip keseimbangan dalam timbangan untuk menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan materi bentuk aljabar; b) responden dengan IPK tinggi cenderung mampu menggunakan metafora-metafora untuk menyelesaikan permasalahan bentuk aljabar; c) responden dengan IPK sedang cenderung ragu-ragu ketika menggunakan metafora-metafora dalam dalam menyelesaikan masalah; d) semua responden terbiasa menggunakan penyederhanaan bentuk aljabar dan baru pertama kali menyelesaikan permasalahan menggunakan metafora
Pengembangan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Melalui Bantuan Alat Peraga Roda Integral
Tujuan penulisan artikel ini untuk mengembangkan pembelajaran STAD dengan bantuan alat peraga Roda Integral. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review untuk mendapatkan rumusan masalah. Selain itu, tinjauan pustaka digunakan untuk pengumpulan data, pembahasan, kesimpulan dan proposal. Hasil studi pustaka mengungkapkan Prosedur pembelajaran STAD menggunakan media roda Integral. Artinya, 1) tahap penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan media roda integral. 2) Fase membagi kelompok dengan peserta yang heterogen terjadi setelah materi disampaikan. 3) Kegiatan presentasi kelompok dan pendidik mengamati setiap kelompok. 4) Tahap evaluasi hasil belajar, dengan bantuan media roda integral. 5) Setelah evaluasi selesai, kelompok terbaik akan diberikan penghargaan. Pembelajaran STAD dengan media pembelajaran bertujuan untuk menjadikan alternatif pembelajaran lebih beragam, kreatif dan inovatif
Pengembangan Media Komik Berbasis Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup Untuk Peserta Didik Kelas 5 SD
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media komik materi cerita di UPT SDN 45 Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitia : n ini adalah model pengembangan RnD (Research and Development) analisis kebutuhan, rancangan pembuatan media, pengumpulan objek rancangan media, desain media, pembuatan media, validasi ahli, perbaikan desain, penilaian produk. Subjek dalam penelitian ini adalah validator hali materi yakni guru kelas 5 UPT SDN 45 Gresik dan validator ahli media yakni Amin Syifa’, S.Kom. Dikarenakan adanya wabah pandemi COVID-19, dan sekolah belum dibuka, maka peneliti hanya membatasi penelitiannya melalui validator saja. Media pembelajaran komik berbasis upaya pelestarian lingkungan telah melalui serangkaian validasi ahli materi dan validasi ahli media, hasil akhir dari validasi kevalidan media memperoleh skor rata-rata sebesar 87,75 dengan kategori sangat valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media komik berbasis upaya pelestarian lingkungan dapat digunakan dalam proses pembelajaran
Kepraktisan Media Pembelajaran Berbasis Komik Pada Materi Kalor di SMP Negeri 1 Tapa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepraktisan dari media pembelajaran berbasis komik. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tapa dan diujicobakan di kelas VII-6. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model penembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thigarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu: pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis komik sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan memperoleh rata-rata persntase keterlaksanaan pembelajaran adalah 98,13% dengan kategori sangat baik serta respon peserta didik memperoleh rata-rata persentae 90,17%. Dengan kriteria sangat baik dan respon dari guru memperoleh presentase 84,95% denan kategori baik
Kriteria Penuntut Ilmu (Studi Komparasi Menurut Syekh Al-Zarnuji Dalam Kitab Ta’limal-Mutaallim Dan Imam Al-Nawawi Ad-Damasqy Dalam Kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalah Al-Qur'an)
Maraknya kasus amoral dikalangan pemuda sebagai penuntut ilmu sangat memprihatikan, hal ini disebabkan karena hilangnya beberapa komponen yang seharusnya dimiliki oleh seorang penuntut ilmu. Dalam hal ini, dengan menelaah ulang kitab-kitab klasik dan mengambil i‘tibar dari kehidupan salafus soleh diharapkan dapat mengembalikan mutu anak zaman sekarang sebagai penuntut ilmu. Peneliti dalam penelitian ini melakukan perbandingan antara 2 kitab klasik dengan fokus permasalahan yaitu: 1) Bagaiamana kriteria penunntut ilmu menurut Syekh Al-Zarnuji dalam karyanya Ta’limal-Mutaallim. 2) Bagaiamana kriteria penunntut ilmu menurut Imam Al-Nawawi ad-Damasqy dalam kitabnya at-Tibyan Fi Adabi Hamalah Al-Qur’an. 3) Apa persamaan dan perbedaan kriteria penuntut ilmu menurut Syekh Al-Zarnuji dalam karyanya Ta’limal- Mutaallim dan menurut Imam Al-Nawawi ad-Damasqy dalam kitabnya at- Tibyan Fi Adabi Hamalah Al-Qur’an. Pendekatan penelitian ini adalah kepustakaan (Library research) jenis penelitian yang digunakan ialah analisis deskriptif, yang bertujuan mendapatkan gambaran yang utuh dan jelas tentang masalah yang peneliti kaji yaitu tentang kriteria penuntut ilmu menurut Syekh al-Zarnuji dalam kitab Ta’limal- Mutaallim dan Imam An-Nawawi Ad-Damasqy dalam kitabnya At-Tibyan Fi Adabi Hamalah Al-Qur'an. Hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa kriteria penuntut ilmu secara umum terbagi menjadi dua aspek yaitu: aspek internal dan aspek eksternal. Secara internal adalah hal-hal atau faktor yang berhubungan dengan pribadi atau personal si penuntut ilmu seperti kesiapan mental dan pembentukan akhlaq. Dan aspek ekstenal adalah hal-hal atau faktor yang berhubungan dengan di luar diri penuntut ilmu seperti dalam pemilihan guru, ilmu, waktu, teman dan lingkungan belajar
Kajian Literatur: Faktor dan Solusi untuk Mengatasi Rendahnya Literasi Matematis Siswa
Literasi masih menjadi topik yang hangat dalam dunia Pendidikan, terutama di Indonesia. Melihat pentingnya kemampuan literasi, maka siswa-siswa Indonesia harus memiliki kemampuan ini. namun pada kenyataan dilapangan literasi matematika di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Sehingga dalam artikel ini akan membahas tentang apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya literasi matematis siswa dan solusi apa yang dapat dilakukan para peneliti dalam mengatasi rendahnya literasi matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Dengan jumlah data yang dianalisis dalam penelitian ini sebanyak 15 artikel
Analysis Of The Cognitive Level Of Competency Test Questions In Junior High School Mathematics Textbooks Based On The Revised Bloom Taxonomy
Cognitive ability is one of the substantial things in learning mathematics so that textbooks which act as the main source of learning should encourage the development of students' cognitive abilities and learning goals. The aim of this research is to describe the results of the cognitive level analysis of junior high school mathematics textbooks for class VII semester I based on the revised Bloom's Taxonomy and numeracy. The type of research used is descriptive research. Data was collected by recording and coding the contents of the book which focused on example questions, Let's Practice questions and Competency Test questions. The data analysis technique uses descriptive statistics. The results of the research show that there are several existing literature studies that the cognitive level analysis of competency test questions in mathematics books must be revised so that students can understand the mechanism of questions according to the reading material regarding the contents of the book. The questions contained in textbooks do not contain a good proportion between each cognitive level, and there are still few numeracy questions involving personal, social or scientific contexts
Kompetensi Evaluator Dalam Pelaksanaan Evaluasi Program Pendidikan
Evaluasi dilakukan supaya mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan suatu program berjalan dan untuk melihat perkembangan program yang terlaksana. Dalam hal evaluasi program pendidikan ini, seorang evaluator tentunya harus memiliki kompetensi yang menjadi dasar dalam pelaksanaan tugasnya. Maka dari itu tujuan dari penulisan artikel ini ialah untuk mengeksplorasi bagaimana kompetensi evaluator program pedidikan dalam pelaksanaan evaluasi program pendidikan. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu dengan metode riset kualitatif, yaitu menekankan analisanya pada data deskriptif berupa kata-kata tertulis yang diamati. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran evaluator program ialah sebagai penanggung jawab atas sebuah program, mulai saat merencanakan sampai pada hasil evaluasi program. Kompetensi evaluator program dalam melakukan evaluasi program pendidikan terdiri dari empat kompetensi, yaitu: 1) kompetensi manajemen, yaitu kompetensi dimana seorang evaluator mampu untuk mengatur dan mengelola program, agar dapat dievaluasi dengan efektif dan efisien, 2) kompetensi teknis, yaitu evaluator melakukan tahapan-tahapan evaluasi dengan baik mulai dari perencanaan sampai penyelesaian, 3) kompetensi konseptual, yaitu evaluator mampu untuk menganalisis sebuah program dan mencari alternatif pemecahan masalah sebuah program pendidikan, 4) kompetensi bidang ilmu, yaitu dimana evaluator memiliki kemampuan dan keterampilah yang memadai dalam mengevaluasi sebuah program pendidikan