Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Evaluasi Ulangan Harian Menggunakan Model Context, Input, Process, Product (CIPP) pada Mata Pelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas Se-Provinsi Gorontalo
Ulangan harian merupakan tes yang diberikan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan untuk memberikan balikan bagi penyempurnaan proses belajar mengajar serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan sehingga hasil belajar mengajar menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi ulangan harian pada mata pelajaran fisika di SMAN se-Provinsi Gorontalo dengan pendekatan model CIPP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah evaluatif. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan penggunaan angket yang berisi pertanyaan mengenai pelaksanaan evaluasi ulangan harian yang dilakukan oleh guru fisika yang ada di Provinsi Gorontalo masuk pada kategori sangat baik atau berada di atas 81%
Analisis Profiling Dan Gaya Belajar Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Bojongsari
Penelitian ini dilatarbelakangi peserta didik kelas V SD Negeri 2 Bojongsari masih rendahnya memahami profiling dan gaya belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil peserta didik kelas V dan gaya belajar peserta didik kelas V SD Negeri 2 Bojongsari dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 2 Bojongsari, Kecamatan Kembaran, sebanyak 15 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi profiling dan angket gaya belajar. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Temuan dalam penelitian ini setiap indikator profiling peserta didik mendapatkan hasil yang menunjukkan perkembangan positif, peserta didik sudah baik mengenal profilingnya dan indikator gaya belajar peserta didik mendapatkan kecenderungan gaya belajar peserta didik kelas V adalah gaya belajar visual. Hasil penelitian menjelaskan bahwa peserta didik kelas V telah mengetahui profiling dengan baik, guru kelas menjalankan perannya untuk selalu memberikan bimbingan dan arahan agar karakteristik peserta didik kelas V berkembang baik. Gaya belajar peserta didik kelas V SD Negeri 2 Bojongsari menunjukkan bahwa gaya belajar visual mendapatkan presentase 95% dengan jumlah 12 peserta didik, gaya belajar auditori mendapatkan presentase 76% dengan jumlah 2 peserta didik, dan gaya belajar kinestik mendapatkan presentase 68% dengan jumlah 1 peserta didik
The Effectiveness Of Wordwall Game As Media To Teach Students English Vocabulary Mastery Of Eighth Grade
This study evaluates the effectiveness of Wordwall Media as a game-based learning tool for teaching English vocabulary mastery to eighth-grade students at MTS Al Hadari An-Nawawi. Using a quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design, the research involved 30 female students. The results indicate a significant improvement in vocabulary mastery, with an average pretest score of 56.43 and a posttest score of 74.67. Statistical analysis revealed a T-Count value (-11.345) that was greater than the T-Table value (1.699), indicating a statistically significant difference. The null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (H1) was accepted, demonstrating a significant difference following the intervention. In conclusion, the use of Wordwall Media as a game-based learning method produced positive results in English vocabulary mastery for students. This research supports the use of game technology as an innovative educational method that provides a more dynamic and interactive learning experience, motivating students to be more engaged in the learning process
Kajian Perkembangan Kognitif Dan Psikologi Anak Pada Tingkat Sekolah Dasar Kelas Rendah
Proses perkembangan kognitif pada anak mencakup kemampuan berpikir, memproses informasi, dan menyelesaikan masalah yang berkembang seiring waktu. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam pengembangan kurikulum yang lebih baik dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode penilaian kualitatif dipilih atas pertimbangan situasi yang kompleks sedemikian rupa dan data diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.. Berdasarkan teori-teori seperti Piaget dan konsep-konsep penting dalam psikologi perkembangan, penelitian menemukan tahap-tahap perkembangan kognitif dari kelas 1 hingga kelas 3. Penekanan pada pentingnya pemahaman yang dalam terhadap perkembangan anak dalam konteks pendidikan anak sekolah dasar kelas rendah. Guru dan pendidik perlu memahami perbedaan individual dalam perkembangan anak-anak mereka untuk merancang strategi pengajaran yang efektif. Adapun aspek sosial dan emosional, abstrak ini menyoroti bagaimana anak-anak pada usia ini mulai mengembangkan hubungan sosial dan kemampuan untuk mengatur ekspresi emosi mereka secara sosial diterima. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah meningkatkan pendidikan anak usia sekolah dasar dengan memperhatikan karakteristik individu mereka, memungkinkan pendidik untuk memberikan dukungan yang lebih baik dan efektif selama proses pembelajaran mereka
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Siswa Kelas VIII Di SMP Pesantren Temulus Ngawi Ditinjau Dari Gaya Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa kelas VIII SMP Pesantren Temulus Ngawi dalam menyelesaikan soal cerita materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel ditinjau dari gaya belajar beserta faktor-faktor penyebab kesalahannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan meliputi angket gaya belajar, tes soal cerita matematika, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII D SMP Pesantren Temulus dengan 29 siswa. Dari 29 siswa diambil 6 siswa sebagai subjek penelitian diantaranya 2 siswa dari gaya belajar visual, 2 siswa dari gaya belajar auditorial dan 2 siswa dari gaya belajar kinestetik, masing-masing terdiri dari 1 siswa gaya belajar tinggi dan 1 siswa gaya belajar rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual cenderung melakukan kesalahan dalam transformasi masalah. Siswa dengan gaya belajar auditorial cenderung melakukan kesalahan dalam transformasi masalah, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Siswa dengan gaya belajar kinestetik cenderung melakukan kesalahan dalam memahami masalah, transformasi masalah, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir
Analisis Model Pembelajaran Kelas Rangkap dalam Penerapan Pembelajaran Untuk Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah dan 3 orang guru SDN 1 Gajah Muktik. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode intraktif (Intractive Model of Analysis) yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Simpulan dari Penelitian yaitu pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap di SDN 1 Gajah Muktik membantu siswa dalam memahami pembelajaran di sekolah dasar
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII Pada Materi Teorema Pythagoras Berdasarkan Self-Efficacy
Self-efficacy merupakan faktor penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran, khususnya dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII pada materi Teorema Pythagoras berdasarkan tingkat self-efficacy. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di SMP Negeri 3 Paron dengan subjek 6 siswa, terdiri atas dua siswa dengan self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui angket, tes, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan NVIVO 12. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Siswa dengan self-efficacy tinggi memenuhi semua indikator pemecahan masalah secara sistematis; (2) Siswa dengan self-efficacy sedang memahami masalah tetapi kurang teliti dalam perencanaan, pelaksanaan, dan kesimpulan; (3) Siswa dengan self-efficacy rendah mengalami kesulitan di semua tahap pemecahan masalah. Guru disarankan menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat self-efficacy siswa, memberikan bimbingan tambahan pada siswa dengan self-efficacy sedang dan rendah, serta mempertimbangkan karakteristik individu dalam penelitian lanjutan
The The Effectiveness of IBL and PBL Models in Terms of Self-Confidence and Students’ Metacognitive Ability
This study aims to describe and compare the effectiveness of the IBL and PBL models in terms of students' self-confidence and metacognitive abilities. The research is carried out at SMA Negeri 1 Sewon class XI with the application material of algebraic function derivatives. The type of research used is an experiment with a quantitative approach, and the design used is quasi-experimental. The results showed that both IBL and PBL were effective the terms of self-confidence and metacognitive ability. Based on the comparison of learning models on self-confidence, there is no difference between the two models of the metacognitive ability of the PBL model is better than the IB
Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Game Online Pada Remaja di Kota Bekasi
Game online merupakan sebuah hiburan yang mudah di dapatkan dan dilakukan jika dibandingkan dengan hiburan lainnya. Game online adalah permainan yang dapat dimainkan oleh banyak orang pada waktu bersamaan melalui jaringan internet, bermain game online selain memberikan individunya kesenangan, game online pun dapat menimbulkan masalah potensial seperti kecanduan. Banyak dikalangan remaja yang mengalami kecanduan game online, sehingga berdampak pada beberapa aspek kehidupan, seperti aspek kesehatan, aspek psikologis, aspek akademik, aspek sosial dan aspek keuangan. Subjek yang digunakan pada penelitian ini merupakan remaja SMA/SMK, berusia 16-18 tahun, berdomisili di Kota Bekasi. Hasil uji kategorisasi didapatkan bahwa kebanyakan siswa mngalami kecanduan game online dan tidak bisa mengontrol dirinya dalam bermain game online
Hakikat Filsafat Pendidikan Karakter Dalam Membentuk Kepribadian Muslim dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Kontemporer
Artikel ini mendialogkan pendidikan karakter dalam membentukan kepribadian muslim yang kemudian direlevansikan dengan proses mewujudkan nilai-nilai karakter pada ranah pendidikan islam kontemporer. Seperti diketahui bersama fakta dilapangan menunjukkan jika pendidikan hari ini masih menemui problem dalam mendidik karakter. Terbentuknya karakter yang luhur merupakan salah satu cita-cita dan tujuan dari pendidikan. Mirisnya perkembangan zaman semakin menjauhkan pendidikan dari cita-citanya menghasilkan karakter yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui penelusuran data pustaka yang terdapat dalam buku kemudian dilengkapi dengan sumber pustaka lain artikel ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan artikel ini. Artikel ini menyimpulkan peran dari hakikat filsafat dalam menjalankan pendidikan karakter dalam hal ini dilakukan dengan cara Moral acting, knowing, feeling dan loving, dan moral modelling. Pendidikan karakter tersebut kemudian direlevansikan dengan pendidikan kontemporer antara lain dalam hal Integrasi nilai-nilai islam, pendidikan moral dan etika, pendidikan integritas dan nilai kejujuran serta pendidikan toleransi. Dari kesimpulan tersebut artikel ini berimplikasi pada satuan pendidikan nasional harus memandang aspek filosofis dalam mengembangkan pendidikan karakter