Jurnal Jendela Pendidikan
Not a member yet
337 research outputs found
Sort by
Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Mahasiswa Pendidikan Matematika
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses dan pengembangan media pembelajaran yang dengan aplikasi Geogebra, 2) apakah kemampuan literasi numerasi mahasiswa yang menggunakan media pembelajaran dengan Geogebra lebih baik daripada keterampilan literasi numerasi mahasiswa yang menggunakan media pembelajaran yang ada (buku). Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D). Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap uji coba atau eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kualitas media pembelajaran berdasarkan kriteria validitas, praktikalitas dan efektivitas media pembelajaran. Penentuan produk akhir dilakukan dengan cara focus group discussion (FGD) antara peneliti dan praktisi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: 1) tahap pengembangan menyimpulkan diperoleh validitas dengan rata-rata 3,57 dari ahli media, 3,67 dari ahli materi; Kepraktisan telah melampaui kriteria di atas 75% dan keefektifan diperoleh rata-rata respon peserta didik sebesar 93,25%, 2) pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Geogebra lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi mahasiswa dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang sudah ada (buku)
Terapi EFT (Emotional Freedom Technique) Dalam Mengatasi Kecemasan Peserta Didik Menghadapi Ujian
Pada prinsipnya, ujian bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkah laku, baik potensial maupun aktual dan kecakapan baru yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Tetapi sering kali siswa menganggap ujian sebagai masalah besar sehingga timbul kecemasan ketika harus menghadapi ujian. Kecemasan tersebut disebabkan kurang rileksnya tubuh dan pikiran saat menghadapi suatu persoalan sehingga menjadi tegang seperti adanya persepsi yang kuat dalam diri siswa, di mana nilai ujian yang baik merupakan tanda kesuksesan belajar sedangkan nilai ujian yang rendah merupakan kegagalan dalam belajar. Adanya persepsi tersebut membuat siswa menganggap bahwa nilai satu-satunya indikator dalam melihat keberhasilan sehingga prestasi belajar siswa tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu upaya mencegah atau meminimalisir kecemasan siswa tersebut melalui emotional freedom technique. Prinsip kerja Emotional freedom technique, adalah menyelaraskan dan memperbaiki kembali sistem energi dalam tubuh yang tergangu, lewat stimulasi pada titik-titik energi tubuh yang disebut sebagai meridian dengan menggunakan tapping (ketukan ringan). Prosedur emotional freedom technique yaitu the set up (the set up words), the tune-in, the tapping, the nine gamut prosedure dan the tapping again
Pengaruh Mindful Learning terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika di MAN 2 Magetan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindful learning terhadap motivasi belajar dan hasil belajar matematika siswa di MAN 2 Magetan. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari 130 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data motivasi dan hasil belajar dianalisis menggunakan uji-t independen dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar matematika kelompok eksperimen dengan kontrol setelah penerapan mindful learning (t motivasi = 6,85, p < 0,001; t hasil belajar = 8,14, p < 0,001). Selain itu, terdapat hubungan positif kuat antara motivasi belajar dan hasil belajar matematika pada kelompok eksperimen (r = 0,76, p < 0,001). Kesimpulannya, mindful learning efektif meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Implikasi dari penelitian ini merekomendasikan penerapan mindful learning sebagai strategi pembelajaran matematika untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa
Efektivitas Media Augmented Reality (AR) Berbasis Kearifan Lokal terhadap Peningkatan Literasi Sosial Siswa Sekolah Dasar
Perkembangan teknologi Augmented Reality dalam pendidikan dasar membuka peluang integrasi kearifan lokal untuk meningkatkan literasi sosial siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media Augmented Reality berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan literasi sosial siswa sekolah dasar melalui tinjauan sistematis literatur. Metode Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020 digunakan untuk menganalisis 25 artikel dari database Google Scholar, Scopus, ERIC, Garuda, dan DOAJ periode 2019-2024. Analisis data menggunakan pendekatan campuran yang mengintegrasikan analisis deskriptif kuantitatif, analisis tematik kualitatif, dan visualisasi bibliometrik dengan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi meningkat signifikan pada tahun 2024 mencapai 68%, didominasi oleh konteks Indonesia dengan metodologi Research and Development model ADDIE. Media Augmented Reality berbasis kearifan lokal terbukti efektif meningkatkan keterampilan komunikasi mencapai 87,50%, kolaborasi 96%, dan apresiasi budaya lokal dengan skor 3,137 dari skala 4,0. Integrasi kearifan lokal menciptakan pembelajaran bermakna yang meningkatkan motivasi belajar 92% dan memfasilitasi pengembangan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Tantangan implementasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi dan kompetensi digital guru, sementara faktor pendukung mencakup validasi ahli tinggi dan desain user-friendly. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis tentang integrasi teknologi dan budaya dalam pendidikan serta rekomendasi praktis bagi pengembangan pembelajaran berbasis Augmented Reality di sekolah dasar Indonesia
Analisis Keefektifan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Pembelajaran Materi Fluida Statis
Pendidik yang hanya terfokus dengan menggunakan satu media pembelajaran saja yakni hanya berfokus pada penggunaan bahan ajar yang telah disediakan oleh pemerintah sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas terkesan kurang kreatif dan monoton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran model Problem Based Learning(PBL) berbantuan video pembelajaran materi fluida statis yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video pembelajaran materi fluida statis dinyatakan valid dan dapat digunakan dengan sedikit revisi, praktis dan efektif. Diperoleh nilai hasil belajar dari pretest dan posstest hasil presentase rata-rata N-gain sebesar 0,72909603 (N-gain ≥ 0.70) sehingga N-gain yang dihasilkan dalam kategori tinggi. Dan ketuntasan klasikal diperoleh 92,85%. Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video pembelajaran materi fluida statis yang telah dikembangkan berkualitas dan layak digunakan dalam pembelajaran
Analisis Kompetensi Guru Pada Pelaksanaan Pembelajaran Abad 21 Di SDN 2 Brotonegaran
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui terkait kemampuan guru pada pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pembelajaran abad 21 di SDN 2 Brotonegaran. Pembelajaran abad 21 pada saat ini penting untuk dilaksanakan secara menyeluruh terhadap siswa, karena akan menjadikan siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Akan tetapi, kenyataannya terdapat beberapa guru yang belum memahami konsep pembelajaran abad 21 ataupun mengalami kendala terkait pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya pembelajaran yang dilakukan di SDN 2 Brotonegaran telah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada prinsip pembelajaran abad 21. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui metode tanya jawab, pengembangan materi, dan bimbingan sesuai minat dan bakat siswa. Guru juga melakukan pembelajaran kolaboratif dengan mengajarkan siswa untuk menghargai sesama dan membentuk siswa secara berkelompok disertai penugasan dan bimbingan. Selain itu, guru juga melaksanakan pembelajaran kontekstual dengan pengajaran yang menyesuaikan dengan RPP dan mengembangkan materi serta evaluasi. Guru juga melaksanakan pembelajaran yang terintegrasi dengan masyarakat dengan mengadakan pertemuan wali murid dan komite, mengikutsertakan masyarakat dalam beberapa kegiatan sekolah, serta menanamkan dan menerapkan serta memotivasi siswa tentang nilai-nilai sosial
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Ekosistem Kelas VII
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh video animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII di MTs Mamba’ul Hikmah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-test Post-test Control Group Design, yang melibatkan dua kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling di MTs Mamba’ul Hikmah. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol, dengan total sampel sebanyak 46 siswa dari populasi 69 siswa kelas VII di MTs Mamba’ul Hikmah. Data dikumpulkan menggunakan tes yang terdiri dari 10 soal esai untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data dilakukan menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor Pre-test kelas eksperimen adalah 81,86, sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata 77,33. Berdasarkan uji t, nilai t hitung untuk kelas eksperimen adalah 3,728, yang lebih besar dari t tabel sebesar 1,680. Sementara itu, t hitung untuk kelas kontrol adalah 3,632, yang juga lebih besar dari t tabel sebesar 1,680. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung video animasi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa
Pengaruh Metode Silaba Berbantuan Macromedia Flash Interaktif Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SD Negeri Banjaragung
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode silaba berbantuan macromedia flash interaktif terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 di SD Negeri Banjaragung tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan jenis penelitiannya Pre-Eksperimental Pretest and Posttest Design. Untuk subjek penelitian yang dipilih secara total sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri Banjaragung dengan jumlah siswa 12 anak. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data hasil unjuk kerja pretest dan posttest. Perbedaan skor rata-rata hasil unjuk kerja pretest dan posttest yaitu prestest 68,64 < posttest 82,5. Dalam uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas sedangkan analisis data memakai teknik statistic parametrik dengan paired sample t-test berbantuan SPSS statistics 29 dengan hasil yaitu sig. 0,001 kurang dari 0,05 diartikan bahwa terjadi perbedaan rata-rata keterampilan membaca permulaan siswa dari penilaian pretest ke posttest. Maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan keterampilan membaca permulaan terhadap metode silaba berbantuan macromedia flash interaktif
Peningkatan Kreativitas Pada Siswa Kelas IV Menggunakan Model Project Based Learning SDN Trangsan 01
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode IPAS dan menerapkan model Project Based Learning. Melibatkan 17 siswa kelas IV di SD Negeri Trangsan 01, penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh dari wawancara, observasi, serta kuesioner kepada guru dan siswa. Identifikasi masalah mencakup kurangnya kreativitas siswa, kurangnya keaktifan dalam menjawab pertanyaan, dan penggunaan referensi yang monoton. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menggunakan model Project Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kreativitas siswa dari pra-siklus (48%) hingga siklus pertama (64%) dan siklus kedua (81%). Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Project Based Learning efektif meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas IV di SD Negeri Trangsan 01
Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Matematika Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Pada Siswa Kelas 2 SD Negeri Ngadirejo 03
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Negeri Ngadirejo 03 yang berjumlah 31 siswa. penelitian yang di lakukan menggunakan penelitian tindakan kelas yang di lakukan dengan menggunakan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdapat tahapan yang di lakukan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes. Instrumen penelitian yang di lakukan menggunakan observasi secara langsung. Teknik analisis data menggunakan teknik kooperatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Peningkatan terlihat pada siklus I pada kategori “Tinggi” jumlah siswa 8 orang dengan presentase 25, 80%. Kategori “Sedang” jumlah siswa 18 orang dengan presentase 58,06%. Kategori “Rendah” jumlah siswa sebanyak 5 orang dengan presentase 16,12%. Kategori “Sangat Rendah” jumlah siswa sebanyak 0 dengan presentase 0,00%. hasil siklus II dengan beberapa perbaikan yang sudah di implementasikan model pembelajaran kooperatif Tipe Teams Tournament (TGT) memperoleh hasil pada kategori “Tinggi” jumlah siswa sebanyak 24 orang dengan presentase 77,41%. Kategori “Sedang” sebanyak 7 orang dengan jumlah presentase 22,58%. Kategori ‘Rendah” sebanyak 0 siswa yabg mana presentase 0,00%. Kategori “Sangat Rendah” jumlah siswa sebanyak 0 dengan presentase 0,00%. Tindakan pada siklus ke II ini mengalami peningkatan dari siklus ke I