OJS STKIP PGRI Situbondo
Not a member yet
1029 research outputs found
Sort by
KLASIFIKASI SERANGAN DISTRIBUTED DENIAL OF SERVICE MENGGUNAKAN ENSEMBLE STACKING
Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) merupakan jenis serangan siber yang bertujuan untuk membuat layanan atau sumber daya jaringan tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah dengan membanjiri lalu lintas jaringan secara masif. Pola serangan DDoS yang semakin kompleks dan bervariasi menuntut adanya sistem deteksi yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif terhadap berbagai jenis serangan. Sebagian besar penelitian sebelumnya masih terbatas pada klasifikasi biner sehingga kurang efektif dalam menghadapi tantangan klasifikasi serangan yang lebih beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Intrusion Detection System (IDS) berbasis machine learning dengan pendekatan ensemble learning untuk klasifikasi multiclass serangan DDoS. Model ini dibangun menggunakan pendekatan stacking, dengan K-Nearest Neighbors, Decision Tree, Naive Bayes, dan Support Vector Machine sebagai base learners, serta Logistic Regression sebagai meta learner. Dataset CIC-DDoS2019 digunakan sebagai sumber data untuk proses pelatihan dan pengujian model. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model ensemble stacking memberikan kinerja terbaik dengan accuracy sebesar 78,8%, F1-score sebesar 78,4%, dan nilai AUC tertinggi sebesar 0,982. Dengan demikian, pendekatan ensemble learning terbukti mampu meningkatkan kinerja dan keakuratan sistem deteksi serangan DDoS dalam skenario klasifikasi multiclass dibandingkan model individual
FT SMART ENVIRONMENTAL HEALTH MONITORING SYSTEM BERBASIS IOT UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN MASYARAKAT
Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, di Kabupaten Tegal masih ditemukan berbagai permasalahan seperti tingginya angka kematian ibu, bayi, dan prevalensi stunting yang berpotensi diperparah oleh kondisi lingkungan yang kurang sehat. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kesehatan lingkungan berbasis IoT menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22 (untuk suhu dan kelembaban) serta MQ-135 (untuk kualitas udara). Data yang diperoleh dikirim ke platform cloud ThingSpeak untuk ditampilkan dalam bentuk grafik pemantauan digital. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan pengujian sensor terhadap alat ukur pembanding untuk mengetahui tingkat akurasi sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai galat rata-rata pengukuran suhu adalah 2–4%, kelembaban 3–5%, dan kualitas udara sekitar 4%. Nilai tersebut masih dalam batas toleransi akurasi sensor, sehingga sistem mampu bekerja dengan baik dalam memantau kondisi lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan berbasis IoT ini dapat menjadi solusi inovatif yang aplikatif dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran serta literasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan. Pengembangan lanjutan disarankan untuk menambah parameter lingkungan lain serta integrasi notifikasi otomatis agar lebih responsif terhadap perubahan kondisi lingkunga
PENDAMPINGAN BRANDING DAN PACKAGING UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM KELURAHAN KARYAMULYA CIREBON
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in driving economic growth and creating employment opportunities at the local level. However, many MSMEs still face various challenges, particularly in branding and packaging, which are not optimally developed, leading to low competitiveness in an increasingly competitive market. This study aims to provide assistance in branding strategies and packaging design to MSMEs in Karyamulya Subdistrict, Cirebon, to enhance product appeal and expand market reach. The methodology used in this study consists of several stages: identifying problems through surveys and interviews with MSME actors, analyzing branding and packaging needs, and conducting intensive training and mentoring in designing more attractive packaging that aligns with product characteristics. Furthermore, an evaluation was carried out to measure the effectiveness of the assistance by assessing changes in consumer perception and the potential increase in sales after implementing improved branding and packaging strategies. The results of this assistance program indicate an increased understanding among MSME actors regarding the importance of brand identity and packaging as key factors in building customer loyalty and attracting a broader market segment. Additionally, more professional and innovative packaging designs have proven to enhance the visual appeal of products, increasing market penetration opportunities both offline and online. Implementing stronger branding strategies also helps MSMEs establish clearer differentiation amid intensifying industry competition. In conclusion, branding and packaging assistance has positively impacted MSMEs in Karyamulya Subdistrict, Cirebon, by enhancing their competitiveness in the market. It is hoped that similar programs can be replicated in other regions as a solution to support the growth and sustainability of MSMEs in Indonesia
Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja Siswa SMK Tata Boga di SMKN 1 Praya Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Aspek yang dipelajari selama mengikuti praktik kerja industri (2) Bagaimana Pengalaman praktik kerja industri SMKN 1 Praya Barat (3) Bagaimana Kesiapan kerja siswa lulusan SMKN 1 Praya Barat(4) Pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII program keahlian tata boga SMKN 1 Praya Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan ex post facto. Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Praya Barat di Lombok Tengah pada program keahlian Tata Boga kelas XII. Populasi siswa berjumlah 30 siswa.. Teknik pengambilan sampel menggunakan non Probability sampling sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data melalui angket(kuisioner) yang telah diuji validasi isi oleh validator ahli, validitas konstruk, serta reliabelitas menggunakan rumus Alpha Croanbach. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi sederhana dengan taraf signifikansi 5% diuji menggunakan IBM SPPS versi 28.0 Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Aspek yang dipelajari selama praktik kerja industri yaitu pengalaman persiapan, pengolahan dan penyajian. Pengalaman yang dipelajari cooking, pastry bakery dan service (2) Pengalaman praktik kerja industri termasuk katagori cukup 60%, pengalaman praktik kerja 3 bulan 66,7%, 6 bulan 74,5%, berdasarkan tempat di hotel bintang 3 yaitu 74,1%, hotel bintang 4 yaitu 82,9% Pengalaman praktik kerja industri di departemen cooking 70,7% pastry and bakery 73,5% dan service 77,8% (3) kesiapan kerja siswa termasuk katagori baik 66,7%, kesiapan kerja berdasarkan lama prakerin 3 bulan 50,0%, 6 bulan 81,6% kesiapan kerja berdasarkan tempat di hotel bintang 3 yaitu 100%, hotel bintang 4 yaitu 82,9% hotel bintang 5 yaitu 50%. Kesiapan kerja terhadap bidang cooking 55,1% pastry and bakery 70,6% dan pada service 77,8% (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja yaitu 0,000 < 0,05 adapun besaran efektif pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja dengan kontribusi 40,3% dan sebesar 59,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ditelit
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN PJOK DI MTSN KECAMATAN KUTA BLANG KABUPATEN BIREUEN
Pengelolaan sarana dan prasarana memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pengadaan, pemeliharaan, penggunaan, Penghapusan dan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, Khususnya di MTsN 9 dan MTsN 11 Bireuen. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah peralatan, lapangan yang tersedia dan juga untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengaadan,penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan yang ada di sekolah MTsN 9 dan MTsN 11 Bireuen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian terkait pengelolaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran PJOK di MTsN 9 dan MTsN 11 menunjukkan bahwa : aspek pengadaan, pemeliharaan, penggunaan, dan pemanfaatan yang di lakukan di MTsN 9 Bireuen berjalan dengan baik, hal ini di buktikan dengan hasil wawancara yang telah di lakukan yang mana pihak sekolah melakukan perawatan secara berkala terhadap sarana dan prasarana, melakukan inventaris terhadap sarana dan prasarana yang di miliki, mengajukan pengadaan terhadap sarana dan prasarana yang di butuhkan pihak sekolah khusunya peralatan olahraga. Sedangkan di MTsN 11 Bireuen masih membutuhkan perhatian khusus di sebabkan oleh keterbatasannya anggaran sehingga berdampak pada minimnya sarana dan prasarana di sekolah, selain itu terbatasnya lahan sekolah membuat pengaadaan sarana dan prasarana di sekolah ini menjadi terhambat
OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) DALAM KOMPETENSI TEKNIS
Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) memainkan peran strategis dalam mendukung kegiatan operasional pendidikan di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan peran serta fungsi TAS dalam penguasaan kompetensi teknis guna meningkatkan kualitas layanan administrasi di SMAN 1 Pabuaran, Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi teknis TAS melalui pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), manajemen dokumen, dan pengelolaan data berbasis digital mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan administrasi sekolah. Selain itu, kemampuan teknis yang baik memungkinkan TAS untuk mendukung implementasi sistem informasi manajemen sekolah secara optimal, termasuk dalam aspek pengarsipan digital, pengelolaan data siswa, dan penyusunan laporan administrasi. Hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dan sumber daya pelatihan. Namun, solusi berupa pelatihan daring dan alokasi anggaran khusus untuk pengembangan kompetensi TAS memberikan hasil yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran TAS dapat mendukung pencapaian mutu pendidikan yang lebih baik sesuai dengan standar pendidikan nasional
PEMBUATAN KONEKTOR PADA BANGUNAN SIPIL YANG DIBANGUN DENGAN METODE SPLITTING HOUSE
Civil buildings are structures built to meet human needs in infrastructure and the environment. This includes bridges, buildings, and more. The method used is the Splitting House method which is a term where the entire building or assembly components are manufactured off-site and assembled on-site from separate panel modules. The Splitting House method is used to overcome the relatively large dimensions of the 3DCP machine so that handling the machine to the work area becomes impractical. This method requires connectors to connect separate panels. The connector consists of a Connector L (275,25 mm x 138 mm x 2 mm) and a Connection Plate (140 mm x 140 mm x 2 mm). This connector can safely support the load, has a compressive voltage of 0.0195 Mpa and a clearance voltage of 122.5 Mpa. Weld potency reaches 18.03 (). The bolt joints have a shear capacity of 7.2 kN, bearing resistance of 5.1 kN, and tensile resistance of 8.7 kN. The manufacture of the connector takes 12.9 hours and costs Rp. 1.104.257,60
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI FISIKA PADA MATERI ELASTISITAS ZAT PADAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai miskonsepsi yang terjadi pada siswa terkait materi elastisitas zat padat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di MA Plus Nurul Islam Sekarbela pada 31 siswa jurusan IPA. Data penelitian diperoleh menggunakan tes diagnostik berupa certainty of response index (CRI) sebanyak 30 soal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara desktriptif dan dibandingkan dengan berbagai sumber penelitian relevan lainnya. Berdasarkan proses analisis tersebut diperoleh bahwa ditemukan berbagai miskonsepsi pada diri siswa disemua sub materi elastisitas zat padat dengan rata-rata nilai persentase miskonsepsi sebesar 8%. Miskonsepsi tertinggi ditemukan pada sub materi Hukum Hooke dengan nilai 19%, sedangkan sub materi terendah ditemukan pada sub materi regangan sebesar 2%
STUDENTS' PERCEPTION OF THE ROLE OF YOUTUBE VIDEOS AS A LEARNING SOURCE FOR IMPROVING THEIR VOCABULARY SKILLS IN SENIOR HIGH SCHOOL
The selection of appropriate learning media can enhance students' academic performance. YouTube, as the largest video-sharing platform in the world, can serve as an effective alternative learning medium. This research aims to explore students' perceptions of using YouTube as a learning resource to improve English vocabulary skills. Students often feel bored with monotonous teaching methods, making audiovisual media an appealing solution. The study was conducted at a high school in Rogojampi with eleventh-grade students, employing a qualitative descriptive method. Data were collected through questionnaires and interviews to facilitate analysis. The results indicate that students responded positively to the use of YouTube in English learning, particularly in vocabulary enhancement. Students felt more interested and motivated due to the varied and visually engaging educational videos, and they recommended YouTube as a medium for learning English
PENGARUH MANAJEMEN KURIKULUM DAN KINERJA GURU TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
The quality of education is influenced by various factors, including policies, curriculum, and school conditions, with student learning outcomes serving as the primary indicator of success. This study aims to analyze the influence of curriculum management and teacher performance on student learning outcomes at SMA Istiqomah Muhammadiyah and SMA Plus Melati Samarinda.The research method used is a quantitative approach with a survey technique, involving 78 respondents. Data analysis was conducted using simple linear regression, t-test, multiple linear regression, and simultaneous F-test. The results showed that curriculum management contributed 35.7% at SMA Istiqomah Muhammadiyah and 50.1% at SMA Plus Melati, while teacher performance contributed 29.6% and 28.6%, respectively. Overall, these two variables influenced student learning outcomes by 40% at SMA Istiqomah Muhammadiyah and 51.1% at SMA Plus Melati. These findings affirm that curriculum management and teacher performance play a significant role in improving the quality of learning. However, additional supporting factors are still needed to achieve more optimal results.