E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
861 research outputs found
Sort by
Pelatihan Robotik untuk Meningkatkan Pembelajaran Steam di SD Muhammadiyah Beji, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta
The robotics training at SD Muhammadiyah Beji was conducted as an effort to optimize STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) education at the primary school level. This program aims to provide new learning experiences for students through the introduction of robotics and to assist teachers in enhancing their understanding and skills in implementing STEAM concepts. In this program, students are introduced to basic robot programming using block-based languages designed to make programming accessible and engaging. Additionally, the training involves teachers in utilizing robotic devices as innovative and interactive teaching tools. The results of the training show that students were highly enthusiastic and developed a greater interest in science and technology. On the other hand, teachers gained a better understanding of STEAM-based learning and how to integrate it into their curriculum. The program successfully created a model of teaching that can be adopted by other schools and provided a reference for innovative learning methods to boost student interest. It is hoped that this training will inspire students to aspire to become technology experts in the future
PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANKALTIMTARA KANTOR PUSAT SAMARINDA
This study aims to analyze the effect of motivation, discipline, compensation and work environment on employee performance at Bankaltimtara Samarinda head office. This study uses a quantitative approach, using primary data through questionnaires. Respondents in this study were Bankaltimtara employees at the Samarinda head office. The independent variables used in this research are motivation, discipline, compensation and work environment. While the dependent variable in this study is employee performance. In this study, the analytical tool used was multiple linear regression with the help of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) software Version 26.0
PENGARUH KONFORMITAS, IKLAN, DAN GAYA HIDUP TERHADAP MINAT BELI MELALUI E- COMMERCE PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
This study aims to determine the influence of conformity, advertising dan lifestyle on online buying interest through e-commerce to students majoring in accounting at the Samarinda State Polytechnic. This research uses a quantitative dan qualitative approach (mixed method), using primary data through questionnaires dan interview. The respondents in this study were 120 students of the Samarinda State Polytechnic. The Independent Variables used in this study are conformity, advertising, dan lifestyele. While the Dependent variable in this study is online buying nterest through e-commerce. In this study, the analysis tool used was multiple linear regression with the help of Statistikal Product dan Services Solutions (SPSS) software Version 22.T test showed that conformity variable is not influencing dan significant to online buying interest, advertising variable also not influencing dan not significance to online buying interest, but life style is influencing also singnificance to online buying interest . Futhermore, conformity, advertising, dan life style is simultaneously influencing dan significance to online buying interest. Quantitative data in this research is supported with qualitative data, respondents that has been interviewed opinied that conformity does not influencing online buying interest, advertising also doesn’t influencing online buying interest, but life style is influencing online buying interest. Dan confotmity, advertising,dan life style simultaneously influencing online buying interest.Kuantitative data that’s been supported with kualitatif data, furthermore enhance, broaden the kuantitative data with mentioning other factors that influencing online buying interest through e-commerce to students majoring in accounting at the Samarinda State Polythecnic.c
Analisis Dampak Penyelenggaraan Fifa World Cup U-17 Pada Sektor Pariwisata Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan event Piala Dunia U-17 FIFA tahun 2023 terhadap pariwisata Indonesia. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder yang dikumpulkan melalui dokumentasi. Dokumen yang digunakan yaitu studi literatur yang diperoleh secara digital meliputi buku, jurnal penelitian, sumber berita yang sahih, serta sumber-sumber digital lain yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Analisis data menggunakan Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 FIFA memberikan dampak positif dan signifikan bagi sektor pariwisata. Terdapat 4 (empat) sektor yang meningkat pendapatannya dengan adanya event tersebut yaitu sektor hotel, restoran, transportasi, dan UMKM
PEMANFAATAN BOTTOM ASH SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA PERKERASAN JALAN KAKU
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pemanfaatan bottom ash sebagai agregat halus dalam campuran beton. Lebih khusus, penelitian ini difokuskan untuk menentukan jumlah optimum bottom ash yang perlu ditambahkan kedalam campuran beton untuk mendapatkan nilai kuat tekan maksimum. Enam puluh empat benda uji beton berbentuk kubus (panjang 15 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm) disiapkan dengan berbagai variasi campuran bottom ash. Jumlah bottom ash yang ditambahkan dalam campuran adalah 0%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% dari berat agregat halus. Agregat kasar dan agregat halus berasal dari Palu. Ditemukan bahwa jumlah optimal bottom ash adalah 10% dari berat agregat halus. Kuat tekan beton tertinggi sebesar 301,73 kg/cm2, Penelitian ini juga menunjukkan bahwa workability beton akan meningkat dengan penambahan jumlah bottom ash dalam campuran beton
ANALISA PERBANDINGAN KEHILANGAN PRATEGANG GIRDER PCI DAN PCU PADA JEMBATAN MAHAKAM IV SISI SAMARINDA KOTA
Jenis girder yang berbeda akan mempengaruhi kehilangan prategang yang terjadi. Dimana girder yang ditinjau pada analisa perbandingan kehilangan prategang ialah PCI dan PCU girder dengan panjang bentang 31,8 m. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kehilangan prategang yang terjadi pada PCI dan PCU girder. Kehilangan prategang yang terjadi pada PCI dan PCU girder salah satunya dikarenakan proses pemberian gaya prategang. Proses pemberian gaya prategang pada penelitian ini menggunakan metode pascatarik yaitu pemberian gaya prategang dilakukan setelah beton selesai dicor. Pemberian gaya prategang pada girder dengan menggunakan metode pascatarik ini menyebabkan terjadinya beberapa kehilangan prategang pada girder yaitu Immediate Elastic Losses dan Time Dependent Losses. Untuk mengetahui besarnya kehilangan prategang yang terjadi pada girder PCI dan PCU maka dilakukan perhitungan pada masing-masing girder yang kemudian dibandingkan besarnya nilai kehilangan prategang yang didapat. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh besarnya kehilangan prategang yang terjadi pada girder PCI ialah 20,441 % sedangkan pada girder PCU ialah 17,935 %. Sehingga dengan mempertimbangkan antara nilai total kehilangan prategang, jumlah girder, tinggi girder, dan gaya guling yang terjadi pada girder PCI dan PCU, maka penggunaan PCU girder dinilai jauh lebih aman, ekonomis dan efisien
STUDI EKSPERIMENTAL FONDASI DANGKAL DENGAN BEBAN TARIK PADA TANAH PASIR
Investigasi pada gaya tarik ke atas fondasi dangkal telah diungkapkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara beban tarik ke atas dan perpindahannya adalah bentuk telapak dan kedalaman fondasi. Hasil uji di Laboratorium ditampilkan dalam studi ini yang dibandingkan dengan metode analisis dari teori yang telah ada. Penelitian dilakukan pada tanah pasir murni. Bentuk telapak yang digunakan adalah persegi dan lingkaran dengan diameter 30 cm. Rasio kedalaman terhadap diameter telapak adalah 0,33;0,67 dan 1. Hasil uji Laboratorium menunjukkan perbedaan hasil dengan Hasil analisis. Hasil pengujian tarik diperoleh kapasitas ultimit tarik dan diameter bidang runtuh di permukaan meningkat dengan bertambahnya kedalaman. Prisma tanah yang terangkat membentuk sudut kelongsoran yaitu q = ½f. Hasil pengujian tarik model fondasi dangkal dengan telapak persegi lebih besar 28,35% terhadap telapak lingkaran pada lebar (B) dan diameter (D) yang sama. Das dan Seeley (1975) menghasilkan nilai kapasitas ultimit tarik terbesar. Metode Bowles (1988) menghasilkan nilai terkecil. Metode Murray dan Geddes (1987) memiliki nilai yang mendekati hasil pengamatan
TINJAUAN JARINGAN DAN FUNGSI JALAN SEKUNDERBERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA SAMARINDA TAHUN 2014 - 2034
Jaringan jalan merupakan salah satu fasilitas penunjang bagi perkembangan suatu perkotaan. Permasalahan yang ada di Kota Samarinda terkait dengan jaringan jalan khususnya jaringan jalan sekunder yaitu apakah jaringan dan fungsi jalan sekunder yang ditetapkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kota Samarinda Tahun 2014-2034 masih sesuai dengan fungsi perkotaan Samarinda saat ini dan apakah sudah sesuai dengan peraturan tentang jalan (UU No.38 Tahun 2004, PP No.34 Tahun 2006 dan Permen PU No.03/PRT/M/2012). Oleh karena itu penetapan jaringan dan fungsi jalan sekunder yang terdapat pada RTRW
Kota Samarinda Tahun 2014-2034 perlu dilakukan tinjauan ulang. Metode yang digunakan dalam tinjauan adalah Pedoman (PdT-18-2004-B) tentang penentuan klasifikasi fungsi jalan di perkotaan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terdapat beberapa ruas jalan sebagai jaringan dan fungsi jalan sekunder yang sudah tidak sesuai dengan fungsi perkotaan Samarinda saat ini dan tidak sesuai dengan peraturan tentang jalan
KINERJA BAHAN STABILISASI GYPSUM TERHADAP KUAT TEKAN HANCUR PADA TANAH DASAR UNTUK JALAN
Tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah, oleh karena itu diperlukan stabilisasi terhadap tanah tersebut untuk meningkatkan daya dukungnya. Pada penelitian ini digunakan serbuk gypsum sebagai bahan stabilisasi yang biasa digunakan untuk meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sifat fisik tanah sebelum dan setelah ditambahkan serbuk gypsum pada tanah, pengaruh penambahan serbuk gypsum pada uji batas cair (LL) dan batas plastis (PL), dan menentukan persentasi optimum dari serbuk gypsum sebagai bahan stabilisasi. Pada penelitian ini tanah yang digunakan adalah tanah lempung yang dicampurkan atau distabilisasi dengan limbah serbuk gypsum. Persentase gypsum yang digunakan adalah 10%, 15%, 20% dari tanah lempung kemudian dilakukan pengujian pada umur campuran yaitu 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji berat volume tanah, uji berat jenis tanah, analisa butiran tanah, uji batas cair dan plastis, dan uji kuat tekan tanah.Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan uji batas cair dan batas plastis dengan bertambahnya persentasi serbuk gypsum maka pada campuran akan menurunkan kadar air tanah yang distabilisasi. Nilai kuat tekan tanah meningkat pada penambahan serbuk gypsum 10%, 15%, dan 20%
PEMODELAN PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN MENUJU KAMPUS MENGGUNAKAN KENDARAAN PRIBADI DAN KENDARAAN UMUM (POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui the of karakteristik mahasiswa pengguna kendaraan pribadi dan umum, serta membuat model pemilihan moda untuk perjalanan dari tempat tinggal menuju kampus. Survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada setiap jurusan secara cluster random sampling. Hasil survei dianalisis dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan urutan faktor pemilihan moda serta menguji sensitivitasnya.
Hasil analisis terhadap 156 responden memperlihatkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam memilih moda mobil pribadi adalah prestise, sepeda motor adalah kemudahan dan kendaraan umum adalah keamanan.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa POLNES memilih sepeda motor sebagai moda transportasi menuju ke kampus dengan pertimbangan kemudahan, kenyamanan dan waktu, sedangkan moda transportasi yang lain seperti mobil, kendaraan umum tidak menjadi pilihan utama moda transportasi. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya biaya, waktu tempuh dan keamanan