E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
    861 research outputs found

    Implementasi Pariwisata Halal: Studi Terhadap Hotel Royal Homy Syariah di Yogyakarta

    Get PDF
    Pertumbuhan pariwisata syariah telah memicu pertumbuhan hotel di Indonesia. Sebagai negara yang mayoritas Muslim, permintaan akan hotel syariah mulai menggeliat, khususnya di Yogyakarta. Penelitian ini mencoba menganalisis implementasi hotel syariah pada Hotel Royal Homy Syariah di Yogyakarta. Metode yang dilakukan secara kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian ini adalah Hotel Royal Homy Syariah sudah menjalankan prinsip syariah dalam operasionalnya. Meski begitu pada sisi pengelolaan keuangan hotel ini masih belum sesuai dengan aturan DSN-MUI terkait dengan pedoman pariwisata halal

    Evaluasi Citra Destinasi dan Performa pada Website Resmi Pariwisata Indonesia dan Malaysia

    Get PDF
    Abstrak Berbagai destinasi mengelola situs web pariwisata resmi untuk mempromosikan citra destinasi mereka. Sebagai destinasi yang diharapkan dapat menghasilkan devisa dari bisnis pariwisata, Indonesia dan Malaysia memiliki situs resmi pariwisata untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan destinasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja website resmi pariwisata Indonesia dan Malaysia dalam konteks aspek visual destinasi yang ditampilkan melalui website dan selanjutnya membandingkan kinerja kedua situs web tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua situs web cenderung untuk memvisualisasikan citra destinasi yang serupa untuk target pasar mereka. Lebih jauh situs resmi pariwisata Indonesia ternyata berhasil memperoleh jumlah kunjungan dan pencarian organik yang lebih tinggi dari khalayak. Sebaliknya, situs web resmi pariwisata Malaysia berkinerja lebih baik dalam hal durasi kunjungan, jumlah halaman per kunjungan, dan bounce rate. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa situs web pariwisata resmi Indonesia cenderung menarik lebih banyak pengunjung asli yang mencari informasi spesifik dari situs web, namun mereka cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menjelajahi situs tersebut. Sebaliknya, meski memiliki jumlah kunjungan yang rendah, website resmi pariwisata Malaysia cenderung berkinerja lebih baik dalam mempertahankan pengunjungnya dalam hal waktu yang dihabiskan pengunjung untuk menelusuri situs web. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa situs web resmi pariwisata Indonesia berhasil mendapatkan kuantitas kunjungan yang baik tetapi cenderung mengabaikan kualitas pengalaman pengunjungnya. Sebaliknya, situs resmi pariwisata Malaysia cenderung memberikan kualitas pengalaman yang lebih tinggi bagi pengunjungnya. Selain itu, kesimpulan dan rekomendasi praktis lainnya juga dirumuskan

    AKULTURASI BUDAYA PADA INTERIOR ARSITEKTUR MASJID TUA AL-WAHHAB BONTANG: Akulturasi Budaya pada Interior Arsitektur Masjid Tua Al-Wahhab Bontang

    No full text
    Mosque architecture evolutively moves forward towards greater perfection in terms of its perfection as a building and as a means of implementing Islamic teachings from time to time. Al-Wahhab Old Mosque is an old mosque and one of the milestones of the founding of Bontang City, which was built inseparable from social values and has a uniqueness in its architecture and interior design. This research raises the issue of the form and style of the interior architecture of the Al-Wahhab Old Mosque by using interpretative qualitative methods, namely, parsing various cultural facts contained in the object of research. The results showed that the continuous development carried out on the interior architecture of the Al-Wahhab Old Mosque from 2001 AD until 2018 AD, the style of the mosque form has a mixture of two or more cultures that meet and influence each other (cultural acculturation), namely the ancient Javanese mosque (mihrab, liwan / prayer room, and portico), the style of pre-existing Hindu temple buildings (mosque entrances and windows), the style of ancient Kalimantan mosques (minarets or minarets), the style of traditional Banjar tribal houses in South Kalimantan (auxiliary building walls and gate column walls), the Jepara motif style (pulpit podium), and the Indian flow dome style (dome roof of the mosque gate)

    STUDI EKPLORASI UNSUR IDENTITAS SAMARINDA UNTUK PENGEMBANGAN DESAIN KEMASAN KUE : STUDI KASUS: PENGEMBANGAN KEMASAN BISKUIT GABIN SAMARINDA

    No full text
    Biskuit Gabin merupakan jajanan khas Samarinda yang biasa dijadikan oleh-oleh. Desain kemasan biskuit gabin yang juga merupakan salah satu jenis kue tradisional tidak banyak berubah sejak pertama kali diluncurkan. Sehingga desain kemasan perlu dikembangkan sesuai perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya. Dari hasil tugas yang diberikan kepada 75 siswa, terpilihlah desain akhir untuk digunakan sebagai kemasan produk. Dalam penelitian ini menggunakan. Metode Proses Perancangan Struktur Pengemasan, pengemasan biskuit gabin berkembang melalui beberapa tahapan, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan berbagai aplikasi komputer untuk dikembangkan seperti. Hasil dari proyek ini adalah prototipe kemasan biskuit gabin yang dilengkapi dengan grafik yang menampilkan ikon-ikon daerah terkait menampilkan identitas daerah.

    Analisis Potensi Desa Wisata Pematang Johar dengan ADO-ODTWA: Analisis Potensi Desa Wisata Pematang Johar dengan ADO-ODTWA

    No full text
    Desa Wisata Sawah Pematang Johar merupakan salah satu destinasi pariwisata yang menawarkan pengalaman alam pedesaan yang autentik. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengidentifikasi dan memahami potensi wisata di Desa Pematang Johar. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatf, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan Pedoman Analisis Wilayah Kerja Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dengan teknik scoring. Hasilnya menunjukkan rekapitulasi penilaian ODTWA di Desa Pematang Johar yang mencakup pada unsur kriteria yaitu yaitu daya tarik, Kearifan lokal, aksesibilitas, kondisi lingkungan sosial ekonomi, Pengelolaandan Pelayanan ,akomodasi, sarana dan prasarana penunjang Kebersihan, Higienitas, Keamanan Dan Lingkungan, Pemasaran dan Carrying Capacity dengan keseluruhan yaitu dengan indeks kelayakan 78,4% dengan total skor 1.614 maka termasuk klasifikasi tinggi sehingga berpotensial untuk dikembangkan. Akan tetapi variable kriteria Akomodasi, Pemasaran, dan Carrying Capacity kurang berpotensi untuk dikembangkan dalam suatu objek wisata khususnya di Desa Pematang Johar sedangkan untuk variabel yang lainnya berpotensi untuk dikembangkan

    ANALISIS KORELASI KAYU LAMINA AKASIA MANGIUM TERHADAP KEKUATAN TEKAN

    Get PDF
    Kayu lamina merupakan alternatif mengatasi keterbatasan dimensi bahan dasar yang tersedia. Dengan mempersiapkan papan-papan sambung dan melakukan penyusunan serta perekatan pada kedua permukaan sehingga mendapatkan dimensi kayu sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi nilai kekuatan tekan maksimum antara kayu utuh dengan kayu lamina lapis dua dan lapis tiga. Penelitian ini menggunakan kayu Akasia Mangium (Acacia Mangium Willd) termasuk kayu dengan kerapatan kelas kekuatan II. Kayu Lamina dengan ukuran panjang 4 cm, lebar 4 cm, tinggi 6 cm dibagi menjadi lapis dua tebal 2 cm, 2 cm dan lapis tiga 1 cm, 2 cm, 1cm. Digunakan perekat sintetis, berat labur perekat 200-220 gr/m2 pada kedua permukaan. Prosedur pengujian dilakukan di laboratoriun berdasarkan ASTM D413-05 (2005) Methods of Testing Small Clear Specimen of Timber. Alat pengujian menggunakan Universal Testing Machine merk AMSLER made in Western Germany dengan kapasitas 100 kN. Hasil penelitian kadar air 9,723 % - 12 % kurang dari 14 %, Kerapatan 0,7662 gr/cm3, Kekuatan tekan kayu utuh antara 488,48 kg/cm2 - 609,01 kg/cm2, kayu lapis dua antara 610,02 kg/cm2 – 618,82 kg/cm2, dan kayu lapis tiga antara 433,33 kg/cm2 – 444,85 kg/cm2. Ketiganya masuk dalam kekuatan berdasarkan tekannya masuk di kelas kekuatan II (425 kg/cm2 – 650 kg/cm2). Nilai hasil Analisis Korelasi : korelasi Spearman’s rho nilai kayu utuh dengan kayu lapis dua mempunyai hubungan yang positip dan tingkat kepercayaan mencapai 99 %, hubungan kedua variabel adalah signifikan (sig. 0,000 < 0,001) ; korelasi parsial kayu lapis dua dengan balok lapis tiga mempunyai hubungan yang positip dan tingkat kepercayaan mencapai 99 %, hubungan kedua variabel adalah signifikan (sig. 0,000 < 0,001)

    PERENCANAAN KUAT TEKAN BETON RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL LEBAK CILONG DAN ABU SEKAM PADI

    Get PDF
    Penggunaan agregat kasar Palu di Kalimantan Timur khususnya di Samarinda sudah sering terlambat penerimaannya oleh karena itu peneliti menggati agregat kasar dengan mengunakan material yang berasal dari Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara wis Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur , kemudian penggantian sebagian semen menggunakan abu sekam padi karena material tersebut sering dianggap limbah dari penggilingan padi. Sekam padi di Indonesia yang dihasilkan selama ini melimpah, sayangnya material tersebut umumnya hanya digunakan untuk bahan bakar pembakaran batu bata merah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi campuran beton acuan dengan kuat tekan  fc’ 30 MPa menggunakan agregat kasar Palu, agregat halus Palu, dan semen sebagai bahan pengikat, membandingkan kuat tekan beton menggunakan agregat kasar  Palu dan agregat kasar Lebak Cilong pada komposisi yang sama, jika kuat tekan agregat kasar Lebak Cilong tidak tercapai maka merubah komposisi agregat kasar Lebak Cilong hingga mendapatkan kuat tekan  mencapai fc’ ≥ 30 MPa, menambahkan abu sekam padi pada campuran beton untuk mengetahui persentase optimal abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton.penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan Jurusan Teknik Sipil dengan bahan agregat kasar Palu, agregat kasar Lebak Cilong dan Abu Sekam Padi dengan pengujian sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil uji menunjukkan bahwa beton dengan komposisi agregat kasar Palu mendapatkan kuat tekan fc’ 47,16 MPa, penggantian agregat kasar Palu dengan agregat kasar Lebak Cilong tidak dapat menghasilkan mutu beton fc’ 30 MPa namun dengan mengganti komposisi pada agregat kasar Lebak Cilong dapat mencapai mutu beton fc’ 30,35 MPa, penambahan abu sekam padi 5% - 25% tidak dapat meningkatkan kuat tekan beton, kuat tekan beton tertinggi terjadi pada persentase abu sekam 5% dan hanya mendapatkan kuat tekan fc’ 28,66 MPa sedangkan beton normal tanpa abu sekam padi kuat tekan yang diperoleh fc’ 30,35 MPa

    PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG KULIAH JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA (POLNES) KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk mendapatkan hasil penulangan pada Gedung Kuliah Jurusan Teknik Sipil dan mendapatkan hasil kapasitas dukung tiang pancang dengan menggunakan data Cone Penetration Test (CPT). Perhitungan struktur beton dimulai dengan menghitung pembebanan lalu di input kedalam SAP 2000 versi 14 dan didapatkan gaya-gaya dalam berupa momen (M), gaya lintang (D) dan gaya normal (N). Kemudian hasil analisa gaya dihitung menggunakan metode SNI- 2847-2013 dan mengacu pada PPIUG 1983. Pada perhitungan struktur gedung Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Samarinda diperoleh perhitungan kapasitas dukung tiang pancang tunggal sebesar 46926,84 kg, kapasitas dukung kelompok tiang pancang sebesar 187707,38 kg, tulangan pelat 2 arah (kode B 3,60m x 4,50m) dengan Ø10–100 mm tulangan lapangan arah x, Ø10–125mm tulangan lapangan arah y, Ø10–100 mm tulangan tumpuan arah x, dan Ø10–125 mm tulangan tumpuan arah y. Pada balok (250 x 400) diperoleh 2D19 tulangan tumpuan, 2D19 tulangan lapangan, Ø10–100 tulangan geser tumpuan, dan Ø10–200 tulangan geser lapangan. Selanjutnya pada kolom (400 x 400) diperoleh 8D19 dengan tulangan geser tumpuan Ø10–100 mm dan tulangan geser lapangan Ø10–200 mm

    PERHITUNGAN SALURAN DRAINASE AIR HUJAN KAWASAN LEMBUSWANA KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Kota Samarinda secara geografis terletak di dataran rendah dan memiliki banyak sungai membuat Kota Samarinda rentan terhadap banjir, salah satunya banjir yang terjadi di kawasan Lembuswana yang merupakan wilayah padat penduduk dan dikhawatirkan kedepannya drainase di jalan tersebut tidak mampu menampung limpasan air. Oleh karena itu harus dilakukan pembenahan pada sistem drainasenya. Perencanaan drainase menggunakan data curah hujan 27 tahun terakhir, menganalisa curah hujan menggunakan distribusi Log Person Type III dan distribusi E. J. Gumbel yang diuji kesesuaian menggunakan metode Chi Square dan Smirnov-Kolgomorov, dilanjutkan menghitung debit banjir rancangan dengan menggunakan metode rasional modifikasi. Untuk dimensi saluran hanya dilakukan pendimensian ulang pada saluran 1 memiliki lebar b sebesar 1,00 m dan tinggi H sebesar 0,70 m, saluran 4 kiri lebar b sebesar 1,60 m dan tinggi H sebesar 0,80 m, saluran 4 kanan lebar b sebesar 3,00 m dan tinggi H sebesar 1,00 m dan saluran 5 kanan lebar b sebesar 3,00 m dan tinggi H sebesar 0,70 m

    PERBANDINGAN BIAYA ANTARA DINDING PENAHAN TANAH DAN PILE SLAB STA 6+525 s/d STA 6+650 PADA RUAS JALAN TOL SAMARINDA-BALIKPAPAN SEGMEN 2

    Get PDF
    Penanganan dalam mengatasi kelongsoran tanah timbunan lapisan jalan pada proyek pembangunan ruas jalan tol Samarinda-Balikpapan STA 06+525 s/d STA 06+650 segmen 2 ialah dengan membangun konstruksi pile slab. Namun, banyak alternatif lain yang dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan dinding penahan tanah. Perhitungan ini bertujuan untuk dapat merencanakan dinding penahan tanah dan membandingkan biaya antara dinding penahan tanah dan pile slab yang telah dibangun. Perhitungan dinding penahan tanah meliputi, stabilitas lereng menggunakan metode irisan Fellenius (1927), koefisien tekanan tanah lateral dengan mempertimbangkan pengaruh gempa berdasarkan RSNI2833;2013, daya dukung tanah menggunakan teori Vessic (1975), kapasitas dukung tiang pancang menggunakan teori Briaud et al (1985), penulangan menggunakan SNI03-2847-2002 dan HSPK tahun 2017 wilayah Kota Balikpapan. Angka keamanan bidang longsor paling kritis 1,6 dengan tinggi 4,5m dari muka tanah, maka direncanakan DPT tipe kantilever dengan dimensi H = 5 m, B = 3,5 m. Didapatkan nilai FKgeser= 1,94; FKguling= 2,93; FKDDT= 0,80. Digunakan spunpilep restressed untuk menambah daya dukung tanah dengan diameter = 50 cm, panjang = 14 m. Bahan material dinding penahan tanah yang digunakan adalah beton bertulang dengan tulangan momen D19 mm dan tulangan bagi D16 mm. Hasil total biaya pekerjaan menunjukkan pada konstruksi dinding penahan tanah membutuhkan biaya Rp. 9.004.620.000,00 sedangkan total biaya pekerjaan pada konstruksi pile slab membutuhkan biaya Rp. 6.673.618.000,00. Biaya yang efisien ditunjukkan pada konstruksi pile slab

    765

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇