E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
    861 research outputs found

    PERHITUNGAN ULANG SALURAN DRAINASE JALAN D.I.PANJAITAN KOTA SAMARINDA - KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Secara topografi Kota Samarinda merupakan dataran rendah yang rawan terhadap banjir. Hal Tersebut terjadi hampir di sepanjang Jalan D.I.Panjaitan yang disebabkan berubahnya kawasan tampungan air menjadi perumahan dan kurang terawatnya saluran serta ukuran saluran yang tidak mampu menampung banjir. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode Rasional Modifikasi menunjukan besarnya debit banjir ulang 5 tahun pada outlet sebesar 3,42 m3 untuk saluran kanan jalan dan 12,44 m3/det untuk saluran kiri jalan. Sedangkan saluran tersebut pada kenyataannya hanya mampu menampung debit 2,7 m3/det dan 4,5 m3/det. Upaya yang perlu dilakukan adalah mendesain ulang dimensi saluran. Dimensi saluran rencana yang dapat menampung debit banjir rencana berbentuk persegi dengan bahan yang di pakai adalah pasangan batu dengan ukuran b = 2,1 m, H=1,3 m untuk saluran kanan jalan dan b=5,4 m, H=1,6 m untuk saluran kiri jalan

    PENGARUH PENAMBAHAN UNSATURATED POLYESTER RESIN TERHADAP MUTU BETON K-350

    Get PDF
    Beton merupakan material konstruksi yang umum digunakan di Indonesia, sehingga dibutuhkan sifat beton yang beraneka ragam. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dalam penelitian ini dibahas mengenai pembuatan beton yang kedap air dan memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dengan menggunakan zat aditif polimer berupaunsaturated polyester resin. Variasi zat tambah yang digunakan adalah 0,5%, 1% dan 1,5% terhadap berat semen. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata untuk kadar 0,5% adalah 20,600 Mpa, untuk kadar 1% sebesar 16,821 Mpa dan untuk kadar 1,5% sebesar 19,305 Mpa. Bila dibandingkan dengan beton normal dengan material dan metode pembuatan yang sama, maka terjadi peningkatan kuat tekan untuk kadar 0,5% sebesar 20,072% dan untuk kadar 1,5% sebesar 12,527%

    PENGARUH STYROFOAM DAN SEMEN PORTLAND KOMPOSIT PADA CAMPURAN ASPAL LAPIS PERMUKAAN (AC – WC) TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

    Get PDF
    Lapis Aspal Beton (LASTON) merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan raya yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang bergradasi menerus, dicampur, dihampar dan dipampatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Pada saat ini kebutuhan akan jalan raya semakin meningkat sehingga diperlukan kualitas perkerasan yang baik. Oleh sebab itu, penggunaan bahan tambah (additive) dan filler menjadi salah satu alternatif salah satunya penggunaan styrofoam sebagai bahan tambah dan filler semen yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas beton aspal. Pada penelitian ini yang ditinjau adalah karakteristik Marshall yang meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, Marshall Qountient. Variasi kadar styrofoam adalah 0%; 0.02%; 0.04%; 0.06%; dan 0.08%. Variasi kadar filler adalah 0%; 2.5%; 5%; 7.5%; dan 10 %. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Marshall diperoleh kadar aspal optimum (KAO) adalah 6.1%, kadar styrofoam optimum (KSO) adalah 0.0325 %, dan kadar filler optimum (KFO) adalah 7.45%

    KAJIAN EKSPERIMENTAL DINDING BATATON TERHADAP BEBAN LATERAL SIKLIK

    Get PDF
    Gempa yang belakangan ini sering terjadi di wilayah Indonesia banyak mengakibatkan kegagalan struktur, dimana persentase kerusakan terbesar adalah rumah-rumah sederhana berdinding bata atau batako. Rumah-rumah di Indonesia pada umumnya menggunakan bata dan batako sebagai bahan utama pembuatan dinding. Dalam pelaksanaanya seringkali kualitas strukturnya kurang memiliki kinerja yang memadai dalam menahan beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik berbagai macam dinding rumah tembokan. Untuk mengetahui karakteristik model kerusakan dinding yaitu meliputi hubungan beban-simpangan, pola retak, kekakuan dan daktilitas, maka dalam penelitian ini digunakan dinding dengan ukuran 3000x3000x140 mm yang meliputi dinding tanpa bukaan (Wall Without Opening, WTO) dan dinding dengan bukaan (Wall With Opening, WWO) yang terbuat dari bahan bataton. Metode pembebanan dilakukan dengan beban bolak-balik untuk memodelkan beban gempa yang mengacu pada standar ACI 374.1-05 (American Concrete Institute). Dari hasil penelitian, didapatkan Ppeak yang terjadi pada benda uji WTO sebesar 71,08 kN lebih besar 34,93 % dari benda uji WWO yaitu 46,25 kN. Simpangan yang terjadi pada saat Ppeak benda uji WTO sebesar 3,93 mm lebih kecil 30,69 % dari benda uji WWO yang memiliki simpangan sebesar 5,67 mm

    EVALUASI STRUKTUR JEMBATAN OVERPASS STA 11+460 SEGMEN 3 PADA RUAS JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA

    Get PDF
    Evaluasi struktur jembatan overpass dilakukan untuk memastikan kinerja dari struktur jembatan overpass yang sebenarnya terletak pada ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda segmen 3 STA 11+460. Evaluasi yang dimaksud berupa kajian kekuatan struktur pada pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan, terdiri dari PC-I girder, pilar, serta pondasi. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tegangan awal dan tegangan akhir yang terjadi pada PC-I girde, stabilitas guling dan geser pada pilar, kapasitas dukung pondasi tiang pancang jembatan overpass. Standar pembebanan pada struktur mengacu pada RSNI T-02-2005. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bagian girder tegangan kondisi akhir memiliki nilai -20700,54 kPa lebih kecil dari tegangan ijin -23094 kPa, pada bagian pilar safety factor yang terjadi lebih besar dari safety factor ijinnya, dan pondasi jembatan overpass beban yang terjadi lebih kecil dari beban ijinnya. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan jembatan overpass masih dalam batas aman dari segi strukturnya, sangat kokoh dan juga layak untuk digunakan

    Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Pada Proyek Pembangunan Apartemen Princeton Boutique Living Medan

    Get PDF
    Pondasi tiang disebut juga pondasi dalam dipergunakan untuk konstruksi beban berat. Sebelum melaksanakan suatu pembangunan konstruksi pertama dilaksanakan dan dikerjakan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah). Pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan srtuktur bawah, karena pondasi inilah yang memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Mayerhoff dan Metode Aoki De Alencar untuk tiang pancang tunggal dan untuk tiang kelompok atau group digunakan Metode Converse Labare dan Metode Los Angeles Group. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memperoleh kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang tunggal dan kapasitas efesiensi tiang pancang kelompok. Dari hasil perhitungan daya dukung tiang pancang tunggal,pada kedalaman 6,20 meter berdasarkan data sondir (CPT-2) dengan metode Aoki de Aleancer Qult= 506,082 ton dan metode Mayerhoff Qult= 1096,7392 ton, dari data SPT-BH1 menggunakan metode Mayerhoff Qult=177,81 ton. Hasil dari perhitungan efesiensi kelompok tiang didapat kapasitas kelompok ijin tiang yang paling efesien adalah 9671,603ton dengan menggunakan metode Converse Labarre.  Kesimpulan pondasi akan aman jika daya dukung pondasi lebih besar dari pada beban-beban yang bekerja pada bangunan Apartemen Princeton Boutique Livin

    Analisa Desain PC I Girder Pada Section Overpass STA 52+174 Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

    Get PDF
    Jembatan adalah suatu struktur yang berfungsi menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah, sungai, laut, jurang, drainase, jalan, dan sebagainya. Proyek Jalan Tol Balikpapan - Samarinda mengaplikasikan jembatan dengan sistem beton prategang. Sistem beton prategang diaplikasikan di struktur atas yaitu pada gelagar atau girder. Girder adalah bagian dari struktur atas yang berfungsi menyalurkan beban yang diterimanya menuju struktur bawah untuk selanjutnya diteruskan ke pondasi. Bentuk girder beton prategang memiliki banyak jenis diantaranya PC I Girder, PC U Girder, Box Girder dan Voided Slab dimana setiap bentuk memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa desain PC I girder yang digunakan pada jembatan di Section Overpass STA 52+174 Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Objek penelitian ini adalah PC I girder dengan panjang span 25,80 m dan 16,80 m. Dari hasil analisis diketahui tegangan yang terjadi akibat kombinasi pembebanan adalah aman dengan perilaku penampang beton prategang dikategorikan sebagai kelas U dengan asumsi perilaku penampang prategang utuh atau tidak retak. Namun dibeberapa kombinasi pembebanan diketahui terdapat perilaku penampang beton prategang yang dikategorikan sebagai kelas C (f > 1,0√f’c) dengan asumsi perilaku penampang prategang retak dan kelas T (0,62√f’c < f < 1,0√f’c) dengan asumsi perilaku penampang prategang peralihan antara utuh dan retak. Bila penampang prategang merupakan kelas C dan kelas T, maka dibutuhkan tulangan tarik non prategang pada daerah lentur terjadinya retak untuk mengakomodir tegangan tarik yang terjad

    PENGARUH PENGGUNAAN PENDINGIN UDARA, AIR DROMUS DAN OLI PADA PROSES HEAT TREATMENT BAJA KS 16 TERHADAP KEKUATAN TARIK: The Effect of Use of Air Cooling, Dromus Water and Oil in The Heat Treatment Process of KS 16 Steel on Tensile Strength

    Get PDF
    The nature of the steel itself can be formed easily. One of them is the heat treatment process which can shape (change) the properties of steel from easily broken to stronger and more ductile or can also change the properties of steel from soft to very hard. Steel is a mixture of iron (Fe) and carbon (C ), where the element carbon (C) is the basic ingredient. Apart from the elements Fe and C, steel also contains other mixed elements such as sulfur (S), phosphorus (P), silicon (Si) and manganese (Mn) which are limited in quantity. Carbon steel is divided into three types, namely: low carbon steel (< 0.30% C), medium carbon steel (0.30% < C < 0.70%), high carbon steel (0.70% < C < 1, 40%). Meanwhile, alloy steel consists of low alloy steel and high alloy steel. Test Material Without Heating Maximum load of test material (F max) = 50.5 KN, Fracture load of test material (F fracture) 33.5 KN, Melting load of test material (F yield) 38 KN. The average tensile strength results were obtained with (MPU) = 622.08 N/mm², (MPD) = 617 N/mm² and (MPO) = 558.39 N/mm². When compared between the three cooling media, (MPU) has a greater tensile strength value &nbsp

    Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Perusahaan Sub Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar di BEI Menggunakan Du Pont System

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan pada perusahaan sub sektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2021 dengan menggunakan teknik analisis Du Pont System. Analisis Du Pont System bertujuan untuk memperlihatkan NPM, TATO, ROI dan EM yang saling berkaitan untuk menen-tukan kinerja ROE. Sampel penelitian ini adalah PT Kino Indonesia, Tbk; PT Martina Berto, Tbk; PT Mandom Indonesia, Tbk dan PT Unilever Indonesia, Tbk. Keempat perusahaan ini dipilih karena memiliki fokus produksi pada produk kosmetik. Hasil penelitian menunjukkan keempat perusahaan tersebut memiliki nilai NPM, TATO, ROI dan EM yang berfluktuasi cenderung menurun selama periode penelitian yang menyebabkan nilai ROE ikut menurun. Penurunan ini menggam­barkan kinerja keuangan perusahaan kurang baik dikarenakan perusahaan kurang mampu dalam mengefisienkan beban dan mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki untuk dijadikan penjualan dan laba bersih. Hasil perbandingan kinerja menunjukkan bahwa PT Unilever Indonesia, Tbk memiliki kinerja yang paling baik, PT Kino Indonesia, Tbk dan PT Mandom Indonesia, Tbk memi-liki kinerja cukup baik serta PT Martina Berto, Tbk memiliki kinerja yang paling rendah di antara keempat perusahaa

    Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Kepercayaan dan Kepuasan terhadap Loyalitas Konsumen Maxim di Kota Samarinda

    Get PDF
    This study aims to determine the Effect of Service Quality, Price, Trust and Satisfaction on Maxim Customer Loyalty in Samarinda City. This study used a quantitative approach, using primary data through questionnaires. The respondents in this study were Maxim users in Samarinda City with qualifications who had used Maxim transportation services. The independent variables used in this study were Service Quality, Price, Trust and Satisfaction. While the dependent variable in this study is Consumer Loyalty. In this study, the analysis tool used was multiple linear regression with the help of Statistical Product and Services Solutions (SPSS) software version 20. This study used multiple linear regression analysis with the equation. The results showed that service quality, price and satisfaction had a positive and significant effect on consumer loyalty. While trust has no effect and is not significant on consumer loyalty. Then it can be concluded that H1, H2 and H4 are accepted while for H3 are rejected. The results also showed that service quality, price, trust and satisfaction simultaneously have a positive and significant influence on the loyalty of Maxim customers in Samarinda City

    765

    full texts

    861

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E - Journal Politeknik Negeri Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇