Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
678 research outputs found
Sort by
Redesain terminal tipe B kota Banda Aceh , dengan pendekatan green architecture
Terminal Tipe B Kota Banda Aceh saat ini terletak di daerah Leun g Bata, Banda Aceh, Aceh. Terminal ini memiliki rute trayek Aceh Timur – Aceh Tengah, sedangkan untuk trayek Aceh Barat – Aceh Selatan masih bergabung dengan Terminal Tipe A Kota Banda Aceh. Terminal ini dulunya merupakan terminal barang yang dialih fungsikan menjadi Terminal Tipe B. Terminal ini jika dilihat dari segi standar Terminal Tipe B pada umumnya yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan sangat jauh dari standar tersebut, baik dari segi luasan lahan maupun dari segi fasilitas yang dimiliki. Hal ini terjadi dikarenakan dari awal gedung ini didesain memang bukan untuk terminal penumpang sehingga banyak terdapat kekurangan. Rencana redesain ini ditujukan untuk mendesain ulang terminal Tipe Kota Banda Aceh agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan, karna umumnya di Indonesia pengguna moda transportasi darat dan menggunakan kendaraan umum masih menjadi pilihan yang paling banyak digunakan. Oleh sebab itu memperbaiki prasarana kota yang ada (terminal) demi kenyamanan pengguna merupakan hal penting yang harus dilakukan. Redesain terminal ini juga memasukkan konsep green architecture didalamnya sehingga desain akhir yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar kelayakan fungsi saja namun juga memenuhi standar bangunan hemat energi
Ketahanan sistem struktur bangunan terhadap angin studi kasus : Mbaru Niang di Desa Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, NTT
Wae Rebo merupakan salah satu desa di Kabupaten Manggarai yang berada di ketinggian 1200 mdpl. Desa ini memiliki bangunan tradisional berbentuk kerucut dengan ketinggian lima belas meter yang dinamakan mbaru niang. Letaknya yang berada di ketinggian akan berpengaruh pada bangunan terhadap angin dimana semakin tinggi suatu tempat maka semakin besar kecepatan anginnya. Namun hingga saat ini mbaru niang masih berdiri dengan fungsi yang sama sebagai tempat tinggal sejak puluhan tahun. Keterbatasan teknologi saat itu membuat masyarakat Wae Rebo menggunakkan teknologi yang sederhana dalam membangun mbaru niang. Hal ini menjadikan bahasan yang menarik untuk diteliti, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ketahanan sistem struktur rumah tradisional mbaru niang yang dibangun oleh masyarakat Wae Rebo terhadap angin. Dan kondisi tersebut menjadikan masalah terhadap konstruksi bangunan yang berada di ketinggian. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif rasionalistik dengan memperoleh data studi literatur dari berbagai jurnal, selain itu juga peneliti melakukan wawancara guna mencocokan data. Hasil dari penelitian ini ditemukan penggunaan sistem struktur bangunan di mbaru niang terhadap angin dapat dikatakan tepat guna, dimana bangunan ini juga memiliki struktur yang terpisah didalamnya. Serta adanya sistem struktur sendi dan jepit sehingga dapat meminimalkan goyangan dari terpaan angin, sistem tersebut diperkuat lagi dengan dengan teknik kunci dari sistem ikat yang membuat setiap sambungan lebih fleksibel
Pelatihan Manajemen Keuangan untuk Wirausaha Kecil Pada UMKM Kalipakem, Pundong, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kinerja usaha dengan peningkatan potensi masyarakat UMKM Kalipakem sehingga memiliki implikasi pada upaya penanggulangan kemiskinan. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat disertai pelatihan, dengan cara penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran para peserta, juga dilakukan demonstrasi untuk penyusunan laporan keuangan sederhana diikuti latihan bagi masing-masing peserta untuk membuat perencanaan kas dan mengelola keuangan. Peserta pelatihan yaitu ibu-ibu pelaku UMKM di Kalipakem, Pundong, Bantul sebanyak 18 peserta. Sebelum mengikuti latihan pencatatan dilakukan tidak rutin sehingga tedapat transaksi yang tidak masuk dalam laporan keuangan UMKM. Setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat peserta mampu untuk menyusun laporan keuangan sederhan
Strategi Memikat Dan Mempertahankan Pelanggan Melalui Digital Marketing Dan Aplikasi Keuangan Fintech Warung Jamu Tradisional Pada Era Pandemi Covid-19
Tujuan program ini adalah merumuskan strategi memikat dan mempertahankan pelanggan di warung jamu tradisional bu Hadi pada saat pandemi COVID-19. Membentuk seorang wirausahawan mandiri yang berbasis iptek, meningkatkan ketrampilan manajemen usaha bagi masyarakat industri rumahan pada khususnya minuman jamu tradisional di Yogyakarta dan menciptakan metode pelatihan kewirausahaan yang cocok bagi pengusaha jamu tradisional. Metode perekrutan peserta melalui seleksi hasil survey di beberapa warung jamu tradisional maupun penjual jamu gendong keliling di Yogyakarta. Adapun metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan pelaksanaan pelatihan Program Pelatihan ini adalah pembekalan melalui dua tahap antara pertama, pembekalan materi secara tutorial disertai diskusi, bermain peran di lokasi warung jamu tradisional bu Hadi oleh Pengusul, kedua praktek dipandu pengusul .Target dan luaran yang ingin dicapai dari program ini adalah menghasilkan seorang wirausahawan baru perempuan mandiri yang berbasis iptek di industri rumahan minuman jamu tradisional pada saat pandemic COVID-19. Adapun luaran dalam bentuk jasa dan produk minuman jamu tradisional
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Roti Bolu Dengan Metode Six Sigma Dan FMEA
UKM Bolu Ayu Albarokah merupakan UKM yang memproduksi roti bolu dengan rata- rata produksi 4000 pcs/hari, dimana sekitar 0,67 % mengalami cacat produk yaitu 0,19% cacat gosong, 0,04% cacat sobek dan 0,43% cacat lengket. Proses penyelesaian masalah kualitas produk menggunakan metode six sigma dan failure mode and effects analyze (FMEA). Tahapan six sigma terdiri dari define, measure, analyze, improve, control (DMAIC). Untuk FMEA digunakan pada tahap Improve. Level sigma produksi bolu UKM Bolu Ayu Albarokah sebesar 4,36, nilai tersebut masih jauh dari nilai 6 sigma karena masih adanya produk cacat dalam produksi roti bolu. UKM Bolu Ayu Albarokah perlu melakukan perbaikan untuk mengurangi cacat produk dalam proses produksi. Cacat yang memiliki effect paling dominan adalah cacat lengket dengan nilai RPN sebesar 112. Perbaikan yang dilakukan dalam mengurangi cacat lengket adalah menggunakan mesin oven yang otomatis dan dilengkapi timer, pasang alat set up ukuran api dengan skala nomor pada alat control api, menetapkan standar baku proses pendinginan roti, membuat alat khusus untuk proses pengolesan mentega pada cetakan, pengecekan perbandingan bahan baku, pengecekan mesin oven, sebelum memulai pengovenan, pengecekan mesin mixing, sebelum melakukan proses pencampuran bahan baku, pengecekan cetakan roti dan pengolesan mentega, sebelum menuangkan adonan ke cetakan dan meningkatkan ketelitian karyawan pada saat proses pencampuran bahan baku dan proses pengovenan
Perlindungan Konsumen Pangan Pada Negara Mayoritas Muslim Ditinjau dari Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Perkembangan teknologi pengolahan pangan khususnya pada makanan dan minuman yang begitu pesat membuat umat Islam perlu meningkatkan kewaspadaan dan menuntut kejelasan kehalalan setiap produk, demi ketenangan dalam mengkonsumsi dan mempergunakannya. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim perlunya juga pengaturan mengenai label non halal, agar masyarakat lebih mendapat kepastian informasi terkait haknya sebagai konsumen produk halal. Adapun cara yang digunakan untuk mengambil hasil penelitian normatif agar menjadi lebih faktual dalam penjelasannya, maka diperlukan pendekatan hukum yang dilakukan dalam setiap pembahasannya. Sehingga peneliti mengambil bahasan Rekonstruksi Penormaan Label Sertifikasi Makanan dalam Upaya Perlindungan Konsumen Pada Negara Mayoritas Musli
Rekonseptualisasi Perjanjian Jual Putus Terkait Klaim Pengarang Terhadap Pemberlakuan Klausula Non Use
Konsep peralihan kepemilikan hak cipta buku melalui Perjanjian jual Putus pada Sistem Hukum Hak Cipta Indonesia jelas belum memberikan ketentuan klausula Non Use. Secara substansi hukum, Para pihak dapat mengaturan peralihan Hak Cipta melalui Perjanjian Jual Putus yang disepakati dan ditandatangani para pihak. Namun dalam praktek, perjanjian yang telah dibuat sama sekali juga tidak mencantumkan klausula Non Use tersebut. Jika terjadi sengketa pelaksanaan perjanjian Jual Putus, dimana Pengarang melakukan klaim diberlakukannya klausula Non Use terhadap Penerbit yang mendiamkan manuskrip dalam keadaan semula, maka Pengadilan dapat menggunakan asas-asas perjanjian, kepantasan dan kebiasaan sebagaimana diatur dalam Pasal 1339 KUH Perdata Jo. Pasal 1601 KUH Perdata, sebelum lahir peraturan perundang-undangan khusus tentang Hukum Kontrak Hak Cipta Indonesia. Rekonseptualisasi Peralihan kepemilikan hak cipta buku melalui Perjanjian Jual Putus belum memberikan perlindungan hukum yang optimal bagi para pihak, maka secara yuridis dapat diusulkan rekonseptualisasi
Persepsi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Tentang Kemacetan di Kota Malang
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui persepsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang tentang kemacetan lalu lintas di Kota Malang. Kota Malang dipilih menjadi lokasi penelitian karena Kota Malang selama ini dikenal sebagai Kota Pendidikan di Jawa Timur, salah satunya karena banyaknya Perguruan Tinggi yang ada di Kota Malang. Universitas Muhammadiyah Malang dipilih karena beberapa pertimbangan, di antaranya adalah karena lokasi kampus yang terletak di lokasi yang memang saat ini dikenal dengan daerah yang paling sering terjadi kemacetan. Jumlah mahasiswa yang sangat besar, menjadikan Kota Malang sangat sesuai untuk mendapatkan data terkait persepsi mahasiswa tentang kemacetan, terutama kemacetan yang terjadi di Kota Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dengan tujuan bisa mengungkap pengalaman dan pengetahuan subjek penelitian terkait dengan kemacetan yang dari sana bisa didapatkan persepsi mahasiswa tentang kemacetan. Subjek penelitian dipilih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang selama ini terdampak oleh kemacetan lalu-lintas Kota Malang, yaitu mereka yang berdomisili di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu yang kesehariannya harus melakukan perjalanan pulang dan pergi (commuter) dan melewati titik-titik kemacetan di jalanan Kota Malang. Hasil dari penelitian ini adalah kemacetan dianggap sebagai permasalahan yang perlu diatasi, tetapi mahasiswa merasa bahwa mereka tidaklah menjadi pihak yang harus terlibat dalam menyelesaikan masalah kemacetan. hal tersebut bisa dilihat dari mahasiswa masih tetap menggunakan kendaraan pribadi meskipun mereka tahu bahwa salah satu penyebab dari kemacetan adalah tingginya angka penggunaan kendaraan pribadi
Dampak Pariwisata Bukit Mangunan Terhadap Status Sosial-Ekonomi Masyarakat
Penelitian ini berlokasi di tempat Pariwisata Bukit Mangunan. Alasan penelitian ini dilakukan adalah karena peneliti melihat kehadiran Pariwisata Bukit Mangunan telah membawa perubahan terhadap masyarakat di sekitar lokasi wisata. Perubahan yang terlihat antara lain adalah perubahan pada status sosial masyarakat. Antara lain terhadap tingkat ekonomi, tingkat pendidikan dan aspekaspek lain. Dengan penelitian ini, penelitian ingin mendiskripsikan dengan lebih jelas dan valid seperti apa proses perubahan itu terjadi dan aspek apa saja yang berubah dari keberadaan Pariwisata Bukit Mangunan ini terhadap masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif Kualitatif. Pengambilan data dilakukan secara acak dari unsur Snow Ball. Metode ini dipilih karena pelaku Wisata di daerah Pariwisata Bukit Mangunan memiliki 16 lokasi titik Wisata dan dipilih 8 lokasi sebagai tempat penelitian. Hasil yang diperoleh pada perubahan status sosial ekonomi terjadi perubahan yang cukup berdampak. Untuk dampak positif yang ditingkatkan oleh Pariwisata Bukit Mangunan dari penelitian ini masih terus dalam proses peningkatan yang diinginkan oleh masyarakat. Pengelolaan Pariwisata Bukit Mangunan dilakukan oleh Pokdarwis, yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata. Dengan adanya kegiatan pariwisata tersebut membuka peluang usaha bagi masyarakat untuk meningkatkan status sosial ekonomi mereka. Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, menjadikan Pariwisata Bukit Mangunan salah satu tujuan wisata yang banyak dinikmati saat ini. Kata Kunci: Pariwisata Bukit Mangunan, dampak positif, perubahan status sosial ekonomi
Interrelasi Masyarakat Lokal dengan Cagar Budaya
Bangunan Cagar Budaya yang ada di Kawasan Cagar Budaya didiami dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tempat tinggal, kegiatan ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan secara turun temurun mereka tinggal di sana tersebut, hal inilah yang membuat sikap, pemaknaan dan ikatan yang sangat kuat antara masyarakat dengan peninggal sejarah yang mereka tempati. Masyarakat memandang bahwa tinggal di sekitar Kawasan Cagar Budaya akan prinsif xtata xurip, xtata xkrama, dan xtata xlaku mereka dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk menjaga kelestarian budaya di sekitar Kawasan tersebut, munculah mitos yang mempengaruhi perilaku masyarakat agar bersikap jujur dan menjaga peninggalan sejarah dan budaya. Namun sikap, pemaknaan dan pandangan masyarakat yang tinggal di Kawasan Malioboro, Ndalem Kraton dan Krapyak sangat berbeda terhap Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Cagar Buday