Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
678 research outputs found
Sort by
AKTIVITAS MENULIS FANFICTION DI WATTPAD SEBAGAI PRODUKTIVITAS DARI FANDOM EXO
The EXO, a South Korean boy group that is currently trending, has succeeded in building a large fan base with the fandom name EXO-L. This article explores the phenomenon of fandom creativity, especially the activity of writing fanfiction, as an expression of fans' love and dedication to their idols. In this article, the fanfiction “Manage your Manager (EXO FANFICTION)” on Wattpad is a popular example that achieved high rankings and is proof of the positive impact on fan identity. By utilizing the Fan Motivation Theory proposed by Wann, this article reveals the motivational factors that drive EXO-Ls to write fanfiction, such as eustress, escapism, aesthetic pleasure, entertainment, cultural connection, self-esteem, and even potential economic gain. The research method used is descriptive qualitative with data collection through literature study and observation of online reading media platforms, especially Wattpad. In addition to illustrating the productivity of fandom, this article highlights the positive benefits of fanfiction, including the development of writing talent and contribution to idol popularity. This article concludes that fanfiction, apart from being a form of creative expression, also acts as a promotional tool and introducing idols to a wider audience. The fanfiction phenomenon in EXO-L not only creates space for creativity, but also deepens and enriches the relationship between fans and their idols. This conclusion emphasizes the complexity and diversity of motivations behind fanfiction which ultimately makes a positive contribution to the dynamics and sustainability of EXO-L fandom.
Keywords: EXO, EXO-L, FanFiction, Wattpa
LITERASI DIGITAL PADA REMAJA DAN TANTANGANNYA
The digital era has brought several changes as a positive effect. However, the digital era brings many adverse effects at the same time, making it a new challenge in human life today. So, there is no choice but to command and direct the technique properly and correctly to achieve the most significant benefit. Therefore, digital literacy activities provide assistance and training, especially on healthy internet, hoaxes, and cyberbullying. This activity method is carried out in several stages, namely, the stage of expressing ideas, the group discussion stage, and reflective discussion. The results of this literacy activity positively impacted the participants, namely that each participant was able to group and understand the proper use of social media, the negative impacts of their use of social media, and how to overcome the impacts of using digital media.
Keywords: Healthy Internet Outreach, Hoax, Cyber Bullying
Revealing Media Neutrality : (Case Study of Reporting on The Revocation of Bharada Richard Eliezer’s Protection by LPSK)
Independence and neutrality are ideologies that must be applied in a news story. The media has rights and obligations to ensure these two ideologies match events. The media has also experienced convergence from several types of print news to transforming into digital media online. Reporting current issues, which is the media's function, is exciting to discuss. Here, the researcher analyzes the case of Richard Eliezer's revocation of protection by the LPSK, which was very hotly discussed by the public last March. This study uses qualitative methods and analysis (DNA) with application support dna-2.0-beta25, visone-2.15, and JavaSetup8u321. Researchers found that six media portals analyzed in the reporting of Richard Eliezer's revocation of protection by LPSK, namely Kompas TV, TV One, Metro TV, CNN, Republika, and Tribune, have different alignments. Three of the six media above tend to be neutral; two other portals are pro, and one is contra. In this way, each media has its alignment according to the interests of related parties, which have a background unknown to the public.
Keywords: Neutrality, Media, Revoking, Bharada E’s Protectio
Perwujudan Elemen Arsitektur Terhadap Aspek Kosmologis Rumah Adat Langkie Jiku Sorabi dan Sasadu
Rumah adat di Indonesia merupakan jejak perjalanan sejarah arsitektur Indonesia yang pada perwujudannya dipengaruhi oleh berbagai aspek dalam menyelaraskan kehidupan manusia dengan alam. Aspek lainnya seperti tradisi, kepercayaan dan politik, membentuk suatu pemahaman kosmologis dalam perwujudan rumah adat di setiap komunitas adat. Penelitian dilakukan pada rumah adat Langkie Jiku Sorabi di Tidore dan rumah adat Sasadu suku Sahu di halmahera Barat yang merupakan bagian dari arsitektur Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perwujudan arsitektur masing-masing rumah adat, melalui tinjauan elemen arsitektur dan kaitannya terhadap aspek kosmologis. Hasil pada penelitian mengemukakan mengenai kedua rumah adat memiliki perbedaan mendasar pada perwujudan elemen arsitektur, hal ini didasari pada representasi kosmologis yang juga berbeda antar kedua meliputi pengaruh tradisi, kepercayaan dan penggambaran tentang alam semesta. Dalam hal lainnya, ditemukan beberapa kesamaan pada masing-masing rumah adat, yaitu pada pemaknaan kosmologis dalam konsepsi vertikal bangunan rumah adat
Penerapan Simbolisasi Noken dan Rumah Honai pada Disain Bentuk Arsitektur Pusat Budaya Noken Papua di Nabire
Noken merupakan kebudayaan asli Indonesia yang berkembang di pulau Papua dengan beragam ciri khasnya masing- masing. Noken Papua tidak sekedar beruwujud tas untuk fungsi wadah, namun lebih dari itu memiliki nilai filsafati tinggi yang mendasari kehidupan masyarakat Papua. Walaupun noken telah ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya dunia tak benda, namun bermunculan beragam permalasalahan yang sangat berpotensi mengaburkan, menghilangkan noken Papua dengan segala makna filsafatinya. Atas dasar itulah diperlukan kehadiran Pusat budaya noken Papua di Nabire untuk menjaga, pengembangan, pembinaan dan edukasi terhadap noken Papua di Nabire. Secara arsitektural disain bentuk bangunan Pusat Budaya Papua di Nabire berkonsep simbolisasi terhadap noken anggrek dan rumah honai. Hal tersebut dimaksudkan agar wujud Pusat Budaya Noken Papua di Nabire menjadi simbol yang menyiratkan bahwa di dalamnya terdapat aktivitas pelestarian dan pengembangan noken Papua. Untuk mencapai disain simbolisasi tersebut dipilih metode simbolisasi denotatif. Diharapkan kehadiran bangunan gedung Pusat Budaya Noken Papua di Nabire dengan segala aktivitasnya dapat melestarikan, mengembangkan noken Papua dan mampu memberikan edukasi kepada masyarkat Papua di Nabire tentang noken Papua sebagai karya bangsa dan identitas Nabire.
Kata kunci: Noken; Papua; konsep simbolisasi; Pusat Budaya Noke
Perancangan Mesin Perontok Padi Portabel Menggunakan Pendekatan Biomekanika
Mesin perontok padi yang berada di ekowisata Geopark Gunung Sewu Patuk Gunung Kidul sebagian besar masih menggunakan pedal tunggal tradisional yang terbuat dari sepeda atau becak yang tidak terpakai. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya cidera otot ypadaa petani setelah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi mesin perontok padi tradisional tersebut agar dapat mengurangi risiko terjadinya cidera otot, dapat meningkatkan produktivitas dan terlihat menarik oleh pengunjung. Metode penelitian menggunakan analisis biomekanika dari gaya-gaya yang dihasilkan oleh masing-masing segmen tubuh yang berpengaruh. Hasil penelitian terdapat koreksi desain mesin pada bentuk dan dimensi mesin antara lain; penambahan pedal, handle, sadel, setang dan roda fleksibel (yang dapat diatur ke atas dan ke bawah). Berdasarkan analisis fisiologis, energi yang dibutuhkan sebesar 2.633387 Kkal/menit dimana dapat dikategorikan beban ringan dan membutuhkan istirahat 5-6 menit. Sedangkan hasil analisis biomekanika pada mesin lama menunjukkan berat yang ditanggung oleh kaki penyangga oleh setiap segmen tubuh adalah 1902.719 N, sedangkan mesin hasil perbaikan memiliki beban lebih kecil yaitu 974.793 N. Gaya minimum yang terjadi pada setiap segmen adalah 288,907 N pada lengan dan bahu, 22,171 N pada bagian belakang, 254,541 N pada kaki mengayuh, dan 147,736 N pada pijakan kaki, sehingga dinyatakan bahwa itu lebih kecil dari standar NIOSH (1981) yang direkomendasikan sebesar 3400 N. Jadi, berdasarkan analisis antropometri, aspek ergonomis, dan biomekanik yang dikoreksi dari mesin perontok lebih baik dan lebih ergonomis daripada mesin lama. Dengan menggunakan desain mesin ini, masalah cedera otot dapat diatasi sehingga pekerjaan menjadi lebih aman, nyaman, sehat, efektif, dan efisien. Wisatawan dapat belajar lebih baik dan lebih banyak orang tertarik untuk mencobanya ketika musim panen tiba
Pegaruh Penambahan Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa) terhadap Karakteristik Sensoris, Fisik, dan Kimia Susu Bubuk
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimal minyak jintan hitam yang dapat ditambahkan dan pengaruhnya terhadap karakter sensoris, kimia dan fisik susu bubuk. Penelitian ini menggunakan 7 perlakuan, yaitu susu bubuk skim yang di tambah dengan minyak jintan hitam pada konsentrasi 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15%. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji sensoris (multiple comparison test dan uji hedonik), uji kimia (protein, lemak, kadar air, kadar abu, dan karbohidrat) dan uji fisik (wettability dan bulk density). Penambahan minyak jintan hitam berpengaruh terhadap karakter sensoris dan karakter kimia, namun tidak berpengaruh terhadap karakter fisik susu bubuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat kesukaan rasa, warna, aroma dan penerimaan keseluruhan susu bubuk dengan minyak jintan hitam menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi minyak jintan hitam yang ditambahkan. Konsentrasi optimal penambahan minyak jintan hitam adalah 2.5% dengan nilai gizi protein (37%), lemak (0.25%), kadar air (3.50%), kadar abu (4.73%) dan karbohidrat (54.52%). Nilai gizi tersebut sesuai kategori susu bubuk rendah lemak mengacu pada SNI 01-2970-1992 tentang susu bubuk (protein minimal 26%, lemak 1.5 hingga <26%, kadar abu maksimal 9%)
Hubungan Pola Makan dan Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Tahun 2023
Menstruasi adalah proses keluarnya darah kotor dari vagina Perempuan yang merupakan siklus bulanan rutin. Ketidakteraturan haid (menstruasi) menjadi masalah utama bagi setiap remaja dan hal tersebut merupakan sumber kecemasan utama bagi mereka. Faktor yang dapat menyebabkan terganggunya siklus mesntruasi yakni stres dan pola makan yang tidak baik atau teratur. Ketidakteraturan siklus menstruasi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada remaja putri SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan populasi dan sampel sebanyak 61 responden, menggunakan total sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta didapatkan hasil yaitu dari 10 remaja putri 6 diantaranya mengatakan bahwa pola makan yang tidak teratur dan stres menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan siklus menstruasi (P = 0,014 < a 0,05) dan juga terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan siklus menstruasi (P = 0,004 < a 0,05) di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakart
Redesain Gedung Auditorium Sarsito Mangoenkusumo RRI Surakarta dengan Pendekatan Restorasi Cagar Budaya
Seni pertunjukan tradisional saat ini mulai terdesak oleh seni budaya modern yang lebih disukai oleh berbagai kalangan. Hal ini disebabkan kemasan seni pertunjukan modern lebih menarik jika dibandingkan dengan seni pertunjukan tradisional, sehingga sebagian masyarakat khususnya kaum muda lebih menyukai seni budaya modern. Seni pertunjukan tradisional merupakan peninggalan leluhur nenek moyang yang memiliki nilai-nilai kehidupan manusia. Selain itu, kemasan sebuah pertunjukan tradisional juga menarik untuk dilihat dan dihayati sebagai kesenian tradisional daerah. Gedung auditorium RRI Surakarta didirikan pada tahun 1958 dan merupakan fasilitas yang masih digunakan hingga sekarang. Gedung ini menjadi salah satu tempat pertunjukan kesenian yang ada di Surakarta dan telah mengalami beberapa kali renovasi namun kondisinya saat ini mengalami penurunan kualitas dari segi fungsi. Bangunan RRI Surakarta termasuk gedung cagar budaya sehingga upaya pelestarian aspek fisiknya harus mengacu pada UU RI Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kelestarian bangunan ini perlu mendapatkan perhatian lebih bagi pemerintah maupun pihak RRI sendiri. Upaya pelestarian ini sebaiknya diwujudkan dalam penyelenggaraan penataan ruang sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan penataan ruang harus memperhatikan berbagai aspek, termasuk nilai budaya yang terkandung dalam kawasan bersejarah. Dalam lingkup yang lebih mikro, upaya pelestarian perlu dilakukan terhadap bangunan gedung dan lingkungan yang ditetapkan sebagai cagar budaya, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif analitik yang menggunakan gambar lokasi untuk kemudian diketahui tingkat kelayakannya. Sehingga akan dihasilkan hasil desain yang mampu meangakomodasi kebutuhan pada era modern saat ini tanpa mengabaikan statusnya sebagai cagar budaya.
Kata Kunci: cagar budaya, redesain, auditorium, buday
Implementasi faktor manajemen tata kelola ekowisata sebagai strategi dalam mendorong kinerja ekowisata berkelanjutan
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi entreprenurial marketing, entrepreneurial orientation, entrepreneurial intention, leadership, value co-creation, smart tourism, dan sustainable tourism performance. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam digunakan dalam teknik pengumpulan data. Narasumber dalam penelitian ini adalah pengelola dari ekowisata yang berbasis ekowisata karst, bahari, hutan, pegunungan, dan flora-fauna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi enteprenurial marketing pengelola sudah menggunakan paket wisata untuk mendorong wisatawan datang berkunjung. Dari segi entrepreneurial orientation dan entrepreneurial intention, bahwa dampak dari ekowisata meningkatkan minat dan orientasi warga sekitar untuk membuat sebuah usaha. Dari segi kepemimpinan dan value co-creation, pemimpin lebih memiliki gaya empowerment atau penguatan bagi masyarakat, serta masyarakat pun mau berkolaborasi bersama sama untuk meningkatkan kualitas layanan. Smart tourism juga sudah dimplementasikan dengan baik dengan ekowisata sudah menggunakan teknologi untuk promosi, dan melakukan riset kepuasaan pengunjung untuk menjaga kinerja ekowisata yang berkelanjutan.