Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
    678 research outputs found

    Pemberitaan Pemain Naturalisasi Dalam Media dengan Analisis DNA Dan Visone

    Get PDF
    Sports mass media have recently been discussing the discourse on the naturalization of national team players. This discourse is a project initiated by PSSI (All Indonesia Football Association) and BTN (National Team Agency). The reason for doing this is to boost the national team's performance to achieve more in the international arena. This naturalization discourse has raised pros and cons in the eyes of national football lovers. This naturalization issue has been linked to media interest in reporting it. From this problem, the author has a question: how do the media in Indonesia frame the news of the Naturalization of Indonesian National Team Players in recent times? The study used qualitative research and media framing analysis techniques. Data collection was carried out by observation and observation of several media. As for the data analysis technique, this study used media framing analysis with the DNA and Visone applications to determine the media's bias in its reporting. The existence of these similarities makes a country's sovereignty that must be loved. Several specific media reports naturalized players with certain frames to lead readers to be pro or con. This study concluded that some media in Indonesia framed the news of naturalization positively because the increasing achievements of the national team can prove it. A small portion of the media viewed it negatively because it was difficult for local players to defend the Indonesian national team. Keywords: Naturalized player, Framing analysis, DNA and Vison

    Juridical Protection For Debitors From Execution Of Other Fidusion Garanties As Particular To Credit

    Get PDF
    Following the decision of the Constitutional Court No. 18/Law-XVII/2019, The execution of the security of the trust is no longer carried out unilaterally by the creditor by concluding unilaterally that there has been a breach of the promise on the trust security agreement. The ruling of the MK as a form of legal protection of the debtor's rights which are often neglected and deprived by the creditor by concluding unilaterally that debtor has been discharged. Thus, the execution of the security of the trust and the declaration of the debtor is no longer unilaterally carried out by the creditor, unless there is agreement between the creditor and the debtor, or there is a judgment of the court, which states that a debtor has lawfully committed an offence or a misconduct, so that the creditor or funding agency can enforce the security of the trust. The method of research used approach using the method of regulation of legislation linked to the formulation of the problem discussed in it. Next, the author uses a method of approach using a legislative approach. The benefits of this research are expected to add to the scientific expertise especially in the field of civil law in the execution of security trusts

    Evaluasi kerentanan rumah dengan Rapid Visual Screening (RVS) upaya mitigasi bencana gempa bumi di Kampung Badran Yogyakarta

    Get PDF
    Hasil kajian Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) BPBD DIY tahun 2021 disebutkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap berbagai ancaman bencana seperti gempa bumi (http://bpbd.jogjaprov.go.id). Gempa DI.Yogyakarta mengakibatkan korban jiwa lebih dari 6 ribu orang, 120 ribuan bangunan hancur, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai lebih dari 8 trilyun rupiah (Gempa bumi Yogyakarta 2006). Gempa bumi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia mengingatkan akan pentingnya mengetahui langkah yang tepat saat bencana terjadi. Agar selamat dari bencana ini, yang terpenting adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan sebelum bencana terjadi, saat harus melaksanakan evakuasi mandiri dan setelah kejadian bencana. Perlu dipahami akan pentingnya mitigasi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Mitigasi bencana gempa bumi terbagi menjadi tiga, yaitu sebelum bencana terjadi, saat bencana terjadi, dan sesudah bencana terjadi. Banyaknya korban pada bencana gempa bumi umumnya dikarenakan oleh terkena reruntuhan bangunan, perabotan, terjadinya kebakaran, dan longsor akibat gempa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum terjadinya bencana adalah memastikan bahwa sejauh mana kerentanan bangunan terhindar dari bencana gempa bumi. Apabila kerentanan bangunan dirasa kurang aman, penting untuk melakukan renovasi kondisi bangunan. Untuk mengetahui kondisi rumah tinggal diperlukan evaluasi terhadap kerentanan bangunan agar terhindar dari bahaya gempa bumi. Salah satu cara evaluasi kerentanan bangunan yaitu menggunakan metode Rapid Visual screening (RVS) yang merupakan metode monitoring secara cepat berdasarkan Federal Emergency Management Agency (FEMA P-154,2015) untuk mendata dan menganalisis suatu bangunan secara visual yang berpeluang terhadap bahaya gempa bumi (Sri Agustin, dkk, 2020). Hasil penelitian ini diharapkan sebagai langkah mitigasi bencana gempa bumi yaitu menghasilkan rekomendasi kepada masyarakat dan pihak lain terkait tindakan lanjutan yang harus dilakukan terhadap bangunan yang telah dievaluasi

    Penyuluhan Hukum Tentang Peraturan dan Legalitas Dalam Pembuatan Desa Wisata

    Get PDF
    Globalization leads to a significant increase in the economy through the tourism sector,juridically in Indonesia tourism is regulated in Law No. 10 of 2009 concerning tourism. As acountry that has abundant and diverse natural and cultural wealth. Other completeness isneeded in the tourism business that utilizes nature as one of them agriculture then requiresenvironmental documents in the form of Environmental Management efforts Life andenvironmental monitoring efforts (UKLUPL) as one of the requirements in running abusiness, one form of nature tourism is very popular today is to form a tourist village.Considering the importance of awareness for the organizers of tourist villages, theCommunity Service Team conducted counseling on the Regulations for Making TouristVillages in the Tembi tourist village. The implementation of community service received fullsupport from the management of Tembi Tourism Village. The implementation of the servicewas divided into three stages, pre-activity, implementation, followed by evaluation. Thecommunity was enthusiastic and increased their understanding of the regulations for makingtourist villages

    Analysis of dominant factors in enhancing muslim tourist satisfaction at halal tourism destinations

    Get PDF
    This research examines the influence of halal tourism potential on Muslim tourist satisfaction at Torohudan Beach and Ngrenean Beach in Kanigoro Village. The study aims to identify the most dominant factors influencing tourist satisfaction, explicitly focusing on halal tourism destinations, accommodations, and travel services. A quantitative approach was employed, with data collected from 96 respondents using questionnaires. The data were analyzed using partial tests (t-tests) and Importance-Performance Analysis (IPA) to assess each variable's significance and prioritize improvement areas. The results indicate that all three components—halal destinations, accommodations, and travel agencies—significantly impact tourist satisfaction. Among these, halal accommodations emerged as the most dominant factor, highlighting the importance of providing halal-compliant facilities, such as halal-certified food and prayer spaces. The IPA identified halal tourism destinations and the availability of halal-certified dining options as key areas for improvement, as they were rated highly in importance but exhibited lower performance. The study suggests that improving these areas can substantially increase tourist satisfaction and enhance the competitiveness of these destinations. The findings have implications for local tourism managers, indicating where to focus efforts and resources to better cater to the needs of Muslim tourists and boost overall visitor satisfactio

    Arsitektur Reduksi sebagai Pendekatan Berkelanjutan dan Finansial pada Perancangan Unit Perumahan

    Get PDF
    Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat, namun penyediaannya masih kurang secara kuantitas dan sebagian secara kualitas kurang layak untuk dihuni. Pengembang perumahan masih menghadapi batasan yang kuat pada aspek pembiayaan pembangunan rumah, terutama bagi yang memiliki pasar masyarakat kalangan menengah ke bawah. Kualitas rumah kian menurun, padahal saat ini rumah menjadi lebih penting berperan terkait pengembangan berkelanjutan, kesehatan, dan mendukung produktivitas penghuninya, terutama semenjak masa dan pasca pandemi covid-19. Studi ini bertujuan untuk menemukan berbagai strategi yang dapat dilakukan dalam perencanaan rumah yang berfokus pada efisiensi namun tidak mengorbankan kebutuhan penghuni masa sekarang. Metode utama yang digunakan adalah studi kasus, diawali dengan kajian literatur, kemudian menganalisis tahap perencanaan rumah oleh pengembang perumahan secara nyata. Disimpulkan bahwa efisiensi terkait finansial dan keberlanjutan ekologis dapat dicapai menggunakan strategi kolaborasi disiplin komersial dalam tahap perancangan arsitektural, reduksi komponen fasad bangunan, sinergi antara tampilan bangunan dengan manajemen konstruksi, serta integrasi tiga arah antar komponen utama arsitektur

    Walkable City: Ketersediaan dan Kualitas Jalur Pejalan Kaki Di daerah Perkotaan

    Get PDF
    Perluasan area perkotaan menunjukkan gejala urban sprawl semakin tidak terkendali yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan ketergantungan terhadap kendaraan bermotor yang semakin tinggi. Hal ini sering ditemukan daerah perkotaan dengan penyalahgunaan fungsi fasilitas pejalan kaki sehingga akses yang sulit dan tidak terkoneksi dengan baik. Fenomena tersebut membuat pejalan kaki urung untuk memiliki tujuan dalam berjalan. Sebagai upaya dalam mengendalikan mobilisasi dengan berjalan kaki merupakan solusi dari konsep compact city. Mempunyai aksesibilitas bagi pejalan kaki dapat meningkatkan daya tarik kota yang menyediakan fasilitas bagi warganya untuk beraktifitas. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kualitas dan ketersediaan jalur pejalan kaki yang diinginkan oleh penggunanya. Menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner secara acak, teknik analisa data deskriptif kuantitatif yang memberikan penjelasan ketersediaan kualitas jalur pejalan kaki di kota Denpasar. Hasil penelitian ini Jalur pejalan kaki di empat Kecamatan Kota Denpasar yang diingginkan oleh penggunanya mempunyai kriteria Kepadatan lalu lintas sedang, Ukuran jalan sedang, dan ukuran pedestrian lebar. Ketersediaan kualitas jalur pejalan kaki merupakan salah satu pembangunan kota kompak sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan menyediakan fasilitas jalur pejalan kaki yang efisien

    Peran Alam Dalam Arsitektur Permukiman Tradisional Bali

    Get PDF
    Konsep permukiman Tradisonal Bali, memiliki aturan dan masih dipertahankan hingga saat ini. Bali sendiri memiliki dua tipe desa adat, yaitu desa adat Bali Aga dan desa adat Bali Daratan. Kedua desa tersebut sama-sama memegang perinsip Tri Hita Karana yaitu keseimbangan manusia dengan alam. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif pada dua desa adat untuk mengetahui sejauh mana peran alam dalam permukiman tersebut.  Hal yang dikaji adalah tata ruang, bangunan dan material serta tuang luar. Berdasarkan hal tersebut, kedua desa adat yaitu Desa Adat Tenganan dan Desa Adat Panglipuran, melibatkan alam dalam wujud permukiamannya. Diamana peran alam tersebut dapat meningkatkan kenayaman serta mencapai keseimbangan hidup

    A Stakeholder-Centric Exploration of Architectural Design Values and Decision-Making

    Get PDF
    This paper explores the intricate dynamics of architectural design, focusing on the delicate interplay between aesthetics and utility. Acknowledging the divergent priorities of architects, who often emphasize aesthetics, and the public, who prioritize utilitarian aspects, the study aims to navigate a balanced approach. The research is grounded in the recognition of individual stakeholder values as pivotal in shaping a comprehensive value system for optimal architectural service delivery. The overarching research question seeks to understand how architects can harmonize business and technical requirements to create designs that meet diverse stakeholder needs. Employing a qualitative research methodology, the study emphasizes the importance of recognizing, negotiating, and aligning values among stakeholders. By delving into the perspectives of architects, clients, and the broader public, the research seeks to establish a framework for decision-making that goes beyond subjective preferences. Additionally, the paper explores the quantification of benefits and the modeling of customer value as analytical tools in choosing between various system architectures. Findings reveal that a value-driven decision-making process, informed by data and inclusive of stakeholder perspectives, leads to architectures that not only satisfy aesthetic preferences but also serve practical, strategic, and societal objectives. The study contributes to a more nuanced understanding of the multifaceted nature of architectural design, emphasizing the importance of a holistic, stakeholder-centric, and data-informed approac

    Penentuan Reorder Point dan Safety Stock pada Consumable Material Berdasarkan Peramalan Menggunakan Artificial Neural Network

    Get PDF
    Ketersedian material guna mendukung kegiatan operasional sangatlah penting, salah satunya adalah kegiatan pemeliharaan pada PT. XYZ. Material-material consumable seperti oxygen, acetylene, elektroda las, dan lain-lain harus selalu tersedia demi menjaga keberlangsungan kegiatan pemeliharaan dan mencegah downtime yang lama. Namun dalam kenyataannya, sering kali material-material yang dibutuhkan mengalami stock out atau stok habis akibat tidak adanya penentuan nilai titik pemesanan kembali atau reorder point (ROP) dan stok pengaman atau safety stock (SS) berdasarkan peramalan permintaan. Material yang stock out akan menghambat pekerjaan pemeliharaan dan berpotensi membuat durasi downtime yang lebih lama. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan analisis untuk meramalkan kebutuhan jumlah material dengan menggunakan metode peramalan deret waktu yaitu, ANN (Artificial Neural Network). Peramalan dari arsitektur terbaik akan menentukan jumlah masing-masing reorder point dan safety stock dari masing-masing material. Hasil yang didapat adalah pada material acetylene menggunakan arsitektur 12-2-1 dengan MSE sebesar 74.79, MAPE sebesar 18.37%, ROP sebesar 39 pcs, dan safety stock sebesar 24 pcs. Kemudian pada material oxygen menggunakan arsitektur 12-4-1 dengan MSE sebesar 224.11, MAPE sebesar 16.51%, ROP sebesar 181 pcs, dan safety stock sebesar 115 pcs

    641

    full texts

    678

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Widya Mataram University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇