Journal of Widya Mataram University
Not a member yet
678 research outputs found
Sort by
Dromologi : Jebakan Teknologi Terhadap Budaya Konsumerisme dan Peningkatan Sampah Perkotaan
Technological advances have brought the relationship between producers and consumers closer, so that consumers can directly choose the goods needed through an e-commerce system complete with a marketplace that offers various types and models that are continuously innovated and promotions are offered continuously. These offers make consumers tempted to continue shopping for these goods. This behavior, in turn, has an impact on increasing the volume of waste due to the delivery of goods in packing cardboard, plastic and so on, besides that the goods purchased are not utilized so that they end up in the trash. This research was conducted using a qualitative research method with a retrospective case study approach. Data collection was carried out with open, in-depth interviews and triangulation, to strengthen the analysis, this research also used secondary data obtained from various sources. In addition, this research was also carried out by direct observation at several research locations and comparative studies to other regions to get recommendations for waste management techniques that can be used as a suitable model to reduce waste volume. The research shows that the occurrence of acceleration and speed (dromology) has led humans to live in a culture of consumerism. People will become "crazy" shoppers, even though the consumer goods they buy are not the goods they need but the goods are bought because they only want them. Including food consumption goods, which often end up in the trash, an increase in the volume of food consumption waste can also occur at the distributor level in the process of shipping from primary producers to secondary producers. To overcome the increasing volume of waste in urban areas, proper management and processing is needed by involving all actors.
Keywords: Acceleration; Speed; Consumerism Culture; Waste Management; Wast
Renewal of Director’s Criminal Liability for BUMN Losses Based on Business Judgment Rule
One of the problematic issues in existence of BUMN is the uncertainty in determining whether BUMN is a representation of the state or fully a business entity. This is due to the absence of an understanding of the BUMN's capital originating from separated state assets. This condition in turn has an impact on the uncertainty of the criminal responsibility of the directors if the BUMN suffers a loss associated with The Principle of State Losses and The Principle of Business Judgment Rule as one of the universal principles in company management. Based on this, there are two problems, namely: 1) What is the importance of The Business Judgment Rule Principle in the management of BUMN’s in Indonesia? 2) How is the criminal responsibility of the Board of Directors for the loss of BUMN related to the Business Judgment Rule Principle? This study is a normative juridical study conducted through a literature study using legal materials to produce an analytical description in order to answer the problems posed. The results of this study show that The Principle of Business Judgment Rule has an important position in ensuring the protection of directors who run the company based on Good Faith and Condor. The renewal of the board of directors' criminal liability for BUMN losses based on the Business Judgment Rule Principle has the direction (Ius Constituendum) of revising the BUMN Law in the form of reconceptualization and strengthening of The Principles of Good Faith and Good Will through the framework of good corporate governance
Is Human Security That Matters? An Analysis Of The Three-Year Report Of Jokowi's Administration On Human Security (HS) Perspective
In the third year of Jokowi's government, the focus remains on the continued economic transformation and the Indonesia-centric paradigm initially set in the first year. This study analyzes the three-year performance report of the Jokowi-JK government using the human security approach. The methodology involves a thorough review of reports and news on implementing equitable development. The study findings indicate that the Jokowi government has significantly prioritized development with a human security approach.
Keywords: Human security; Nawa Cita Agenda; Indonesia-centric; Regionalized Developmen
Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Minuman Kopi Di Kopi Wulung Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap minuman kopi di Kopi Wulung Yogyakarta ditinjau dari Indikator kualitas produk, Indikator kualitas pelayanan, Indikator harga produk dan Indikator promosi produk. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 300 konsumen di Kopi Wulung Yogyakarta. Sampel diperoleh dengan teknik simple random sampling sejumlah 75 konsumen. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Hasil uji validitas dari 39 butir pernyataan, diperoleh 37 butir soal valid dan 2 butir soal gugur. Hasil uji reliabilitas dinyatakan reliabilitas dimana nilai α = 0,763. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, mean, median, modus dan standar deviasi. Hasil penelitian secara keseluruhan tingkat kepuasan konsumen termasuk dalam kategori puas dengan frekuensi relatif 53,2%. Hasil pada setiap indikator sebagai berikut (1) indikator kualitas produk termasuk dalam kategori sangat puas dengan presentase 34,3%, (2) indikator kualitas pelayanan termasuk dalam kategori sangat puas dengan presentase 37,5%, (3) indikator harga produk termasuk dalam ketegori cukup puas dengan presentase 26,8%, (4) indikator promosi produk termasuk dalam kategori puas dengan presentase 35,9%
Kemampuan Mitigasi Kesehatan Omah Tradisional Limasap Wong Kalang desa Kalang, Desa Lumansari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal – Jawa Tengah: -
Anomali iklim El nino yang terjadi di Indonesia berdampak pada meningkatnya suhu lingkungan dalam jangka waktu yang lama. Peningkatan suhu lingkungan tersebut juga dirasakan oleh penduduk baik di perdesaan maupun perkotaan. Suhu lingkungan yang tinggi berdampak pada suhu ruang dalam hunian, baik hunian modern maupun hunian tradisional. Penelitian yang dilakukan pada permukiman tradisional yang berlokasi di di peri-peri kota Semarang berada di Kabupaten Kendal – Jawa Tengah. Desa Kalang wong Kalang yang masih tinggal di omah tradisional Limasap, dengan kondisi seperti seperti jaman leluhur dahulu. Desa tersebut merupakan warisan leluhur Kalang. omah Limasap merupakan omah tradisional Kalang yang memiliki makna filosofis bagi kehidupan wong Kalang. Pada jaman modern saat ini, masih ada kelompok masyarakat tradisional. Mereka dikenal sebagai wong Kalang yang masih mempertahankan tradisi Kalang. Penelitian ini secara khusus mengamati kondisi omah Limasap wong Kalang pada perubahan Iklim Elnino. Suhu lingkungan mencapai 38oC. Omah Limasap masih menggunakan dinding Blabak (papan kayu), Ghedek (anyaman bambu) sebagai penutup lantai tanah dan pembukaan (jendela dan pintu) yang mengikuti ukuran tradisional, serta ruang andangan (ruang dalam omah Limasap) yang tidak ada plafond. Dengan suhu luar lingkungan yang mencapai 38oC, namun suhu ruang dalam omah limasap masih rata-rata 36,5oC. Suhu tersebut masih dirasa tinggi karena penghuni merasakan ruang menjadi gerah dan kering, dengan kelembaban udara 33%. Pada keadaan tersebut, terjadi sepanjang Agustus hingga puncaknya pada bulan Oktober. Dengan kondisi demikian, berdampak pada kesehatan penghuni yang mulai merasakan Insfeksi Pernapasan Akut (ISPA). Kondisi ini merupakan dampak dari tanah yang beterbangan didalam rumah dan dihirup oleh penghuni. Pada pertengahan bulan November, hujan sudah mulai turun dan meningkatnya kelembaban udara hingga bulan Desember mencapai 80%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa omah Limasap yang masih menggunakan lantai tanah atau menggunakan ghedek, tidak mampu mitigasi ISPA pada musim kemarau. Sehingga diperlukan sosialisasi terhadap penggunaan penutup lantai yang keras dan tidak berdebu.
Kata kunci: Wong Kalang, Omah Limasap, Mitigasi Kesehata
Penguatan Hak Atas Pendidikan yang Layak Bagi Penyandang Disabilitas Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Sedayu Bantul DIY
Di Indonesia populasi anak penyandang disabilitas jumlanya terus bertambah, ada persoalan mendesak yang perlu mendapat perhatian serius menyangkut keadaan tumbuh kembang dan kelanjutan pendidikan anak-anak special itu. Indonesia telah meratifikasi Declaration on the Rights of Disabled Person (1975) yang kemudian diratifikasi dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2011. Selanjutnya hak hak penyandang disabilitas diatur pada UUD 1945, UU HAM, UU Penyandang Disabilitas, UU Perlindungan Anak, UU Sisdiknas dll. Dengan melihat pengaturan hak penyandang disabilitas dalam beberapa peraturan perundangan tersebut artinya pendidikan untuk anak penyandang disabilitas sudah diatur dalam undang-undang dan hak mereka memperoleh pendidikan adalah sama dengan orang non disabilitas. Anak-anak ini berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak dibeda-bedakan dengan anak normal lainnya. Menurut data yang peneliti kumpulkan dari berbagai sumber hal ini ternyata masih banyak anak penyandang disabilitas yang belum memperoleh akses untuk mendapatkan ha katas Pendidikan yang layak. Hasil dari kegiatan penyuluhan hukum yaitu saat diselenggarakan beberapa peserta dari pendamping PKH memberikan feedback yang sangat baik dengan mengajukan pertanyaan dan saling bertukar pengalaman terkait tugas mendampingi yang pernah dialaminya. Selain itu para penyandang disabilitas menjadi mendapat pengetahuan tentang hak hak mereka yang dijamin Undang Undang.
 
Peningkatan Kualitas Dan Keamanan Produk Tempe Menggunakan Pendekatan Six Sigma Dan Good Manufacturing Practice (GMP)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk tempe yang dilakukan di UMKM Jaya Tempe. Produk tempe yang dihasilkan di UMKM ini memiliki cacat produk yang berupa produk tempe yang berwarna hitam rasa asam pada tempe, tekstur tidak padat dan ukuran yang berbeda sehingga perlu diperbaiki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk tempe melalui penerapan pendekatan Six Sigma dan Good Manufacturing Practice (GMP). Penelitian ini mengadopsi metode Six Sigma untuk mengidentifikasi dan mengurangi variabilitas dalam proses produksi tempe, serta menerapkan prinsip-prinsip GMP untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu jumlah produksi dan jumlah produk Defect selama periode dua bulan dengan total jumlah produksi 15.603 dan jumlah Defect 3.769, dengan nilai tersebut didapatkan nilai rata-rata DPMO yaitu 60.000 dan nilai level sigma 3,05. Sehingga dilakukan perbaikan dengan menggunakan 5W1H untuk meminimalisir terjadinya produk Defect dari faktor manusia, material, metode, dan lingkungan. Good Manufacturing Practice (GMP) Terdapat 7 aspek yang sudah memenuhi standar pada penerapan GMP di UMKM Jaya Tempe. Tedapat 8 Aspek yang masih memenuhi standar tetapi masih harus diperbaiki pada penerapan GMP di UMKM Jaya Tempe. Tedapat 3 Aspek yang belum memenuhi standar dan harus diperbaiki pada penerapan GMP di UMKM Jaya Tempe.berikan
Analisis Beban Kerja Untuk Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Pada Departemen Packing Menggunakan Metode Full Time Equivalent (studi kasus pt adi satria abadi kalasan)
PT Adi Satria Abadi adalah perusahaan yang menghasilkan produk sarung tangan golf. Dalam proses produksinya karyawan harus bekerja secara optimal untuk menyelesaikan pekerjaanya, salah satu nya adalah proses pengemasan yang berada di departemen packing. Banyak nya aktivitas karyawan di luar stasiun kerja pengemasan untuk membantu karyawan di stasiun kerja needle inspect, begitu pun sebaliknya mengakibatkan tumpang tindih pekerjaan dan waktu yang terbuang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur beban kerja karyawan dan mengetahui kebutuhan tenaga kerja di departemen packing. Penelitian ini menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan permasalahan beban kerja di departemen packing dengan mengumpulkan data tentang aktivitas kerja dan waktu yang dihabiskan oleh setiap karyawan di setiap stasiun kerja. Berdasarkan hasil dari penelitian dengan metode Full Time Equivalent (FTE) diperoleh beban kerja pada stasiun kerja needle inspect yakni 1,66. Stasiun kerja inspeksi ekspor 0,90. Stasiun kerja pengemasan 7,47. Dan diperoleh jumlah kebutuhan tenaga kerja pada stasiun kerja needle inspect 2 orang, stasiun kerja inspeksi ekspor 1 orang, dan stasiun kerja pengemasan 8 orang
Optimizing Commenting Ethics on Social Media: “Efforts to Create a Positive Digital Environment"
As the use of social media platforms increases, unethical commenting often leads to conflict and creates a hostile atmosphere in cyberspace. Optimizing the ethics of commenting on social media is essential to creating a positive digital environment. This socialization activity aims to build a digital communication culture that is more civilized, respectful, and beneficial to all—creating a positive social media space where every comment is a reflection of wisdom and empathy as a user. The methods used are talk, games, and focus group discussions regarding the ethics of commenting on social media. This event was attended by 30 Dasawisma XVI mothers aged 30-40 years. This activity results in Dasawisma XVI mothers actively using social media to understand and continue to practice valuable things in their comments. This results from Mrs. Rini conveying messages and impressions as Chair of Dasawisma XVI. The Dasawisma XVI mothers can also properly sort through or use media and behave appropriately if there is a risk of encountering hoaxes or false news.
Keywords: Social Media, Ethics, Comment, Digital Environment, Communication Cultur
Pengaruh lingkungan kerja, system pengawasan, dan motivasi kerja terhadap kinerrja karyawan di Zunagawa Sparepart
This research aims to analyze the influence of the work environment, supervision system, and work motivation on employee performance at Zunagawa Spareparts. This type of research is quantitative descriptive. The population in this study were 30 employees at Zunagawa Spareparts Yogyakarta. All members of the population were used as respondents using the saturated sampling method. The type of data used in this research is quantitative data. Analysis and testing on the data is carried out in several stages. The first stage is validity and reliability, next is the classic assumption test, multiple linear analysis, then tests are carried out on the hypotheses (t and F tests) that have been formulated, finally analysis of the coefficient of determination (R2). The results of this research show that in part the work environment has a positive and significant effect on employee performance. The supervision system has a positive and significant effect on employee performance and work motivation has a positive and significant effect on employee performance. Simultaneously shows that the work environment, supervision system and work motivation have a positive and significant effect on the performance of Zunagawa Spareparts employees.