Integritas - Jurnal Teologi
Not a member yet
    56 research outputs found

    Kepemimpinan Pastoral Pemuda dalam Meneguhkan Pertumbuhan Gereja

    No full text
    The spiritual formation of a pastor or pastoral leadership is a gift and a callingfrom God to a leader. A leader/pastor can strengthen/guide young people intheir spiritual growth to full maturity. Spiritual guidance for young people isnot as easy as most people think, it is not just a weekly routine of attendingworship and the responsibility as a leader in a church institution is consideredcomplete. In the current context, people who live in cities with a thousand andone complex problems faced every day have their own challenges. Thechallenge for today's youth is technological change and advancement.Therefore, every young woman should get proper and correct guidance andmentoring in order to face this complex life. This complex life needs to betaken seriously by all parties, especially the church, so that young people arenot trapped in a life that ultimately leads them away from God.Peran Pembinaan rohani seorang gembala atau kepemimpinan pastoral adalahkarunia dan panggilan Allah bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin/gembala dapat meneguhkan/membimbing pemuda-pemudi dalampertumbuhan rohani mereka sampai pada tingkat kedewasaan penuh.Pembimbingan rohani bagi pemuda-pemudi tidaklah semudah yangdipikirkan kebanyakan orang, tidaklah sekadar rutinitas setiap minggumengikuti ibadah dan tanggung jawab sebagai pemimpin dalam lembagagereja dianggap selesai. Pada konteks kini, pemuda-pemudi yang hidup diperkotaan dengan seribu satu permasalahan kompleks yang dihadapi setiaphari memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut, bagi pemuda-pemudimasa kini adalah perubahan dan kemajuan teknologi yang dapatmempengaruhi mereka untuk tidak aktif bahkan jauh dari persekutuan dalamgereja. Oleh karena itu, setiap pemida-pemudi seyogyanya perlu memperolehpembimbingan, mendampingi, mengontrol dan mentoring, menjadikanmereka sahabat serta menempatkan mereka tepat dan benar guna menghadapikehidupan yang kompleks tersebut. Kehidupan yang kompleks perludiperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak, terutama pihakgereja, agar pemuda-pemudi tidak terjebak dalam kehidupan pergaulan bebasyang pada akhirnya menggiring mereka jauh dari Tuhan

    Kekuatan Aliansi Sebagai Dasar Ekskalasi Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:46-47

    No full text
    Pertumbuhan Gereja ada kalanya dialami sangat lambat di satu jemaat dan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya keengganan anggota jemaat terlibat dalam pelayanan ibadah. Untuk itu penulis menelita dan memaparkan mengapa seorang Kristen harus melayani dan pelayanan apa saja yang dapat dilakukan dalam ibadah gereja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk memahami konsep yang benar mengenai pentingnya keterlibatan anggota jemaat dalam pelayanan ibadah, dimana keterlibatan tersebut dapat menjadi kekuatan keberadaan gereja dan pertumbuhan gereja tersebut, maka penulis ingin melakukan sebuah penelitian untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan di atas. Untuk mendapatkan penjelasan yang lengkap maka penulis menggunakan metode penilitan kualitatif dan menggunakan studi literatur dari berbagai daftar Pustaka baik buku-buku maupun jurnal serta di dukung dengan ayat-ayat alkitab sehingga mendapat pemahaman yang lengkap. Melalui peneletian ini menghasikan langkah-langkah yang harus dilakukan seorang Kristen untuk terlibat dalam pelayanan ibadah seperti pelayanan doa, pelayanan firman, pelayanan musik dan lagu pujian. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kekuatan alisiansi sebagai dasar ekskalasi pertumbuhan gereja.Church growth is sometimes experienced very slowly in one congregation and this is due to several influencing factors including the reluctance of church members to be involved in worship services. For this reason, the author examines and explains why a Christian must serve and what services can be done in church worship. The purpose of this study is to understand the correct concept of the importance of the involvement of church members in worship services, where such involvement can be the strength of the existence of the church and the growth of the church. To get a complete explanation, the author uses qualitative research methods and uses literature studies from various bibliography lists, both books and journals and is supported by biblical verses so that they get a complete understanding. Through this research produce steps that must be taken by a Christian to be involved in worship services such as prayer services, word ministries, music services and hymns. It is hoped that this will increase the strength of the alliance as a basis for escalating church growth

    Implikasi Faktor Pertumbuhan Rohani Keluarga Kristen Berdasarkan Efesus 5:22-6:4 Bagi Pembinaan Keluarga di Gereja

    No full text
    The implications of the spiritual growth factors for Christian families based on Ephesians 5: 22-6: 4 for family formation in the church. This writing uses a hermeneutic literature study to analyze the text of Ephesians 5: 22-6: 4. The author also includes a qualitative descriptive analysis, in order to describe the discussion related to the Christian family to find implications for the formation of the Christian family in the church. From the results of the research, the author's interview with 5 young family members, the wives obey the authority of the husband as the head of the family as many as 4 participants, the husband in loving his wife by providing services to the welfare of the wife both physically and spiritually there are 4 participants, the children describe the role His obedience, namely depending on the attitude of the two parents, there are 3 participants and the parents (husband and wife) carry out their role in educating children by being spiritual role models through attitudes and actions, there are 3 participants. As an implication for family formation in the church, namely, the wife in her role of submission and respect to the husband, as the husband has the role of head and loves the wife, as children have an attitude of obedience and respect to both parents and as parents (husband and wife) has the role of not arousing children's anger and educating children in God's teachings.Implikasi faktor pertumbuhan rohani keluarga Kristen berdasarkan Efesus 5:22-6:4 bagi pembinaan keluarga di gereja. Penulisan ini menggunakan studi literatur hermeneutik utuk menganalisis teks Efesus 5:22-6:4. Penulis juga  menyertakan analisis secara kualitatif deskriptif, guna menguraikan pembahasan yang berhubungan dengan keluarga Kristen untuk menemukan implikasi bagi pembinaan keluarga Kristen di gereja. Dari hasil penelitian, wawancara penulis  dengan 5 anggota keluarga muda ini, para istri mematuhi otoritas suami sebagai kepala keluarga sebanyak 4 partisipan, suami dalam mengasihi istri dengan memberikan pelayanan terhadap kesejahteraan kepada istri baik secara jasmani maupun rohani terdapat 4 partisipan, anak-anak menggambarkan peran ketaatannya yaitu bergantung sikap kedua orang tuanya terdapat 3 partisipan dan orang tua (suami istri) menjalankan perannya dalam mendidik anak dengan menjadi teladan rohani melalui sikap dan tindakan terdapat 3 partisipan. Sebagai implikasi bagi pembinaan keluarga di gereja yaitu, istri dalam perannya akan sikap tunduk dan hormat kepada suami, sebagai suami memiliki peran sebagai kepala dan mengasihi isteri, sebagai anak-anak memiliki sikap taat dan hormat kepada kedua orang tua dan sebagai orang tua (suami istri) memiliki peran untuk tidak membangkitkan amarah anak dan mendidik anak di dalam ajaran Tuhan

    Etika Keuangan Hamba Tuhan: Kajian Eksegetikal Terhadap 1 Timotius 6:3-10

    No full text
    Latar belakang penulisan artikel ini adalah persoalan yang timbul di dalam konteks kehidupan seorang hamba Tuhan dan lembaga pelayanan terkait dengan keuangan. Terdapat kasus-kasus hukum yang menyeret oknum hamba Tuhan dan organisasi gereja karena sengketa dan persoalan aset gereja. Artikel ini bertujuan untuk mendapatkan prinsip-prinsip etis berdasarkan kajian biblikal terkait kehidupan hamba Tuhan dan bagaimana dirinya berelasi dengan uang. Pertanyaan penelitian yang berusaha dijawab adalah: “Apa sajakkah prinsip-prinsip etis keuangan bagi seorang hamba Tuhan berdasarkan 1 Timotius 6:3-10? Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Untuk menggali dan memaparkan teks yang, penulis menerapkan metode eksegesis untuk kata-kata kunci yang ada di dalam teks yang ditentukan. Prinsip etika keuangan bagi seorang hamba Tuhan yang ditemukan adalah: tidak menjadikan keuntungan materi sebagai tujuan pelayanan, hidup dengan rasa cukup, mengembangkan pengendalian diri, menjauhkan diri dari materialisme.The background of this article was the financial problems that occurred in the context of a clergy's life and ministries institution. There were court cases of clergies and church organizations due to legal disputes and asset issues. This article aimed to get ethical principles from biblical research according to the minister's life and how they related to money matters. The research question tried to answer was, what are the economic ethics principles for the ministers based on 1 Timothy 6:3-10? Method applied in this research was qualitative descriptive with a literature study approach. The authors used the exegetical method for some keywords in the focused text to elaborate and explain the text. The finance ethical principles for the ministers found are: not making a material gain as a purpose of the ministries, living with contentment, developing self-control, warding off materialism

    Pengaruh Kompetensi Pemimpin Kristen Terhadap Efektivitas Pelayanan Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Pemimpin Kristen Bagi Efektivitas Pelayanan Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pemimpin yang sudah melayani di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat tetapi belum memiliki kompetensi sebagai pemimpin Kristen. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan subyek penelitian 60 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara eksperimen yang bertujuan meneliti hubungan sebab dan akibat. Data setiap variabel dianalisis mengunakan distribusi frekuensi skor data dan dilanjutkan dengan analisis uji Linieritas. Sebelum dianalisis regresi linier ganda dengan SPSS, dilakukan analisis uji Normalitas; Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data yang diperoleh berasal dari sampel yang berdistribusi normal. Hasil dari Penelitian ini membuktikan bahwa ternyata Pengaruh Kompetensi Pemimpin Kristen Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat berada pada aras tinggi cenderung sangat tinggi. Kompetensi pemimpin Kristen sangat kuat mengpengaruhi efektifitas pelayanan di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat.The purpose of this study was to determine the effect of Christian leader competence on the effectiveness of the ministry of the Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimanatan Barat. This research is motivated by the existence of leaders who have served in the Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat, but do not yet have the competence as Christian leaders. This study uses quantitative methods with 60 respondents as research subjects. The data collection technique was carried out using an experiment to examine the cause and effect relationship. The data for each variable were analyzed using the frequency distribution of the data scores and continued with linearity test analysis. Before analyzing multiple linear regression with SPSS, normality test analysis was performed; The normality test was conducted to test whether the data obtained came from samples that were normally distributed. The results of this study prove that it turns out that the influence of Christian Leaders' Competency in the Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat is at a high level and tends to be very high. The competence of Christian leaders strongly influences the effectiveness of services at the Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah Melawi Hilir Kalimantan Barat

    Analisis tentang Pengaruh Khotbah bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini

    No full text
    Analisis tentang Pengaruh Khotbah bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini. Pertumbuhan gereja adalah harapan bagi setiap orang Kristen khususnya bagi pemimpin dalam gereja. Pertumbuhan gereja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor dan salah satunya adalah khotbah. Meski demikian khotbah masih kurang mendapat sorotan sebagai salah satu faktor yang cukup mempengaruhi pertumbuhan gereja khususnya secara kuantitatif dibandingkan dengan faktor-faktor yang lebih gencar dilakukan padahal dalam kenyataannya dalam pertumbuhan gereja beberapa gereja yang cukup pesat khotbah sangat berpengaruh. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu sejauh man pengaruh khotbah bagi pertumbuhan gereja pada masa kini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan survey sebagai kekuatan dalam mengumpulkan data dilapangan. Adapun yang menjadi sampel penelitian adalah anggota jemaat yang berasal dari beberapa denominasi gereja. Analisis data dilakukan dengan prosedur statistik yaitu mendeskripsikan data hasil penelitian, melakukan uji persyaratan analisis dan pengujian terhadap hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara khotbah terhadap pertumbuhan gereja yaitu diangka 74,7%. Pengaruh paling dominan adalah pada pertumbuhan secara kualitatif.Analysis of the Effect of Preaching on the Growth of the Church Today. Church growth is a hope for every Christian, especially for leaders in the church. Church growth can be influenced by many factors and one of them is preaching. However, preaching still receives less attention as one of the factors that quite influence the growth of the church, especially quantitatively compared to the factors that are more intensively carried out when in reality, in the growth of churches, some churches are quite fast, preaching is very influential. This study aims to find out the extent of the influence of preaching on the growth of the church today. The research method used in this study is a quantitative research method with a survey as a strength in collecting data in the field. As for the sample of this research are church members who come from several church denominations. Data analysis was carried out by statistical procedures, namely describing research data, conducting analysis requirements testing and testing hypotheses. The results of this study indicate that there is a significant influence between sermons on church growth at   Analisis tentang Pengaruh Khotbah bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini. Pertumbuhan gereja adalah harapan bagi setiap orang Kristen khususnya bagi pemimpin dalam gereja. Pertumbuhan gereja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor dan salah satunya adalah khotbah. Meski demikian khotbah masih kurang mendapat sorotan sebagai salah satu faktor yang cukup mempengaruhi pertumbuhan gereja khususnya secara kuantitatif dibandingkan dengan faktor-faktor yang lebih gencar dilakukan padahal dalam kenyataannya dalam pertumbuhan gereja beberapa gereja yang cukup pesat khotbah sangat berpengaruh. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu sejauh man pengaruh khotbah bagi pertumbuhan gereja pada masa kini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan survey sebagai kekuatan dalam mengumpulkan data dilapangan. Adapun yang menjadi sampel penelitian adalah anggota jemaat yang berasal dari beberapa denominasi gereja. Analisis data dilakukan dengan prosedur statistik yaitu mendeskripsikan data hasil penelitian, melakukan uji persyaratan analisis dan pengujian terhadap hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara khotbah 74.7%. The most dominant influence is on growth qualitatively

    Dialog Interfaith sebagai Jembatan Penginjilan: Studi Komparasi Paul F. Knitter dan Harold A. Netland

    No full text
    Pluralisme agama bukanlah sebuah hambatan bagi penginjilan dan juga dalam membangun kerjasama sosial antar umat beragama. Pemahaman kaum pluralisme agama yang mendaulat kerajaan Allah  (Paul F. Knitter) dengan mendistorsi finalitas Kristus sebagai model misi di era pluralisme agama justru dapat menimbulkan jurang dangkal dan sikap ambigu dalam membangun kerjasama antar umat beragama. Kerjasama sosial antar umat beragama secara prinsip semestinya dapat menjadi bingkai positif  tanpa mendistorsi keunikan dari keyakinan masing-masing agama yang ada. Dialog seharusnya dibangun berdasarkan keunikan masing-masing agama yang ada. Sehingga perbedaan menjadi warna tersendiri yang menambah khasanah keindahan sebuah kemajemukan.Melalui dialog, setiap orang terbuka dengan keyakinan agama lain dan menghargainya tanpa menghianti keyakinan agamanya sendiri (Harold A. Netland). Dialog menjadi menjadi salah satu alternatif dalam menjalankan misi Allah sebagai jembata penginjilan ditengah dunia yang beraga

    Implikasi Religiusitas dalam Alkitab Guna Membangun Kerukunan Umat Beragama Sebagai Tujuan Misi Kristen di Indonesia

    No full text
    This study aims to describe Christian attitude in maintaining the harmony of the Republic of Indonesia throught acts of love, as written in Romans 12:9-10. Love is the main commandment that every Christian should have in his life and this is the core of the teaching of Jesus Christ. Love is the calling of every Christian’s life. Through acts of love, every Christian can accept, love, and respect others, regardless of the differences that other people have, including the beliefs one has. This shows that harmony can be maintained and maintained in the Unitary State of the Republic of Indonesia, if every Christian applies acts of love in his life. The act of love in this study, the authors describe through qualitative-descriptive research with the literature study method. In addition, the author also uses the biblical hermeneutic method to find the meaning and form of acts of love that can care for and maintain the harmony of thr Republic of Indonesia based on Romans 12:9-10. Based on the analysis of the text Romans 12:9-10, the author finds that the acts of love that are focused on in this verse, to maintain the harmony of the Unitary State of the Republic of Indonesia are sincere love or love that does not pretend, love that does good, and love that precedes respect.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap Kristen dalam merawat kerukunan NKRI melalui tindakan kasih, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 12:9-10. Kasih menjadi perintah utama yang harus dimiliki oleh setiap orang Kristen dalam kehidupannya dan ini merupakan inti dari pengajaran Yesus Kristus. Kasih adalah panggilan hidup setiap orang Kristen. Melalui tindakan kasih, setiap orang Kristen dapat menerima, mengasihi, dan menghormati orang lain, tanpa melihat perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh orang lain termasuk keyakinan yang dimiliki seseorang. Hal inilah yang menunjukkan bahwa kerukunan dapat terawat dan terjaga dalam NKRI, jika setiap orang Kristen mengaplikasikan tindakan kasih dalam kehidupannya. Tindakan kasih dalam penelitian ini, penulis deskripsikan melalui penelitian kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka. Selain itu, penulis juga menggunakan metode hermeneutik Alkitab untuk menemukan makna dan bentuk tindakan kasih yang dapat merawat dan menjaga kerukunan NKRI berdasarkan Roma 12:9-10. Berdasarkan analisis teks Roma 12:9-10, penulis menemukan tindakan kasih yang difokuskan dalam ayat ini, untuk merawat kerukunan NKRI adalah kasih yang tulus atau kasih yang tidak pura-pura, kasih yang melakukan kebaikan, dan kasih yang saling mendahului memberi hormat

    Perumpamaan Penabur Benih Sebagai Pendekatan Misi Lintas Budaya Berdasarkan Markus 4:1-20

    No full text
    Tugas terbesar orang percaya yaitu untuk memberitakan Injil. Karena itu berbagai macam pendekatan untuk memberitakan Injil, seperti menolong orang yang sedang mengalami bencana alam korban gempa, tsunami dan Virus Corona (Covid 19) dan juga memberitakan Injil sesuai dengan konteks penerima. Sehingga motivasi orang menjadi Kristen bukan karena percaya kepada Yesus. Melainkan karena sikap dan tidak orang yang melayaninya. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana perumpamaan penabur benih: sebagai pendekatan misi lintas budaya berdasarkan Markus 4:1-20? Tujuan penulisan artikel untuk menjelaskan perumpamaan penabur benih: sebagai pendekatan misi lintas budaya berdasarkan Markus 4:1-20. Dengan menggunakan metode studi literatur pustaka. Metode studi literatur pustaka yaitu mengumpulkan informasi bantuan dari buku-buku, jurnal dan lain-lain, yang mendukung sumber informasi untuk meneliti tentang perumpamaan penabur benih sebagai pendekatan misi lintas budaya. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: mencari posisi nyaman, menggunakan kesempatan dengan sebaik mungkin, memberi penegasan, memberi pemahaman yang baru, mengabarkan Injil dalam konteks budaya.The greatest duty of believers is to preach the gospel. Therefore, various approaches to preaching the gospel, such as helping people who are experiencing natural disasters victims of the earthquake, tsunami and Corona Virus (Covid 19) and also preaching the gospel in accordance with the context of the recipient. So that the motivation of people to become Christians is not because they believe in Jesus. But because of the attitude and not the people who serve it. The formulation of the problem of this research is how the parable of the seed sowing: as an cross-cultural mission approach based on Mark 4: 1-20? The purpose of writing articles is to explain the parable of the seed sower: as a cross-cultural mission approach based on Mark 4: 1-20. By using the literature study method. The literature study method is collecting support information from books, journals and others, which supports sources of information for researching about the parable of the seed sower as a cross-cultural mission approach. The results of this research are: finding a comfortable position, using the opportunity as well as possible, giving confirmation, giving a new understanding, preaching the gospel in a cultural context

    Berilah Aku Minum

    No full text
    Tuhan yang menciptakan perbedaan dan keberagaman. Itu sebabnya tidak dapat dihindari dan dielakkan di dalam persekutuan. Meskipun perbedaan dan keberagaman itu sangat berguna untuk saling melengkapi namun di sisi lain menjadi ancaman dan tantangan serta rintangan dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama terutama dalam mewujudkan rencana Tuhan untuk pemberitaan Injil. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang secara spesifik merujuk kepada studi eksegesis, melalui studi apparatus, analisis dan sintaksis, serta studi narasi interpretative terhadap teks Yohanes 4:7b. Dalam penelitian ini menekankan tentang sikap setiap orang percaya untuk merobohkan tembok pemisah dan membuka  diri untuk menerima keberadaan orang lain sehingga pemberitaan Injil dapat terwujud dan tercapai sesuai dengan kehendak Tuhan.God creates the differences and diversity. That is why it cannot be avoided. Even thought the differences and diversity are very useful to complement each other, on the other hand, it become the threats and challenges in building good relationships with others, especially in realizing God’s planning for conveying of the gospel. This research was developed using a qualitative approach that specifically refers to exegetical studies. Through apparatus studies, analysis and syntax, as well as interpretive narrative studies of the text of John 4:7b. this research emphasizes the attitude of the people of God to break down the separation and opening himself up to accept the existence of other so that the conveying of the gospel can be realized and achieved according to God’s wil

    0

    full texts

    56

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Integritas - Jurnal Teologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇