Jurnal Studi Inovasi
Not a member yet
    85 research outputs found

    Strategi Perubahan Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi COVID-19 Melalui Bidang Penyiaran

    Full text link
    The broadcasting sector is one way to encourage changes in people's behavior because the broadcasting sector has the power to influence the community so that people see that what is conveyed by the broadcasting sector is the truth. This paper is literal or literature (library research). The technique of collecting data and information is done by reviewing written sources. In encouraging changes in people's behavior during the broadcasting pandemic, activities such as: 1) Socializing the prevention of the corona virus based on local culture; 2) Make an appeal to the community using simple language; 3) Campaign by involving traditional leaders and other community leaders. In this paper, the author gives recommendations to the broadcasting sector, if you want to know the extent to which the final achievements related to the broadcasting sector in shaping people's behavior changes during the COVID-19 pandemic can be seen from three aspects, namely cognitive aspects, affective aspects and the three conative aspects.Indonesia berada di posisi kedua dengan tambahan kasus baru positif COVID-19 tertinggi di dunia. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kesadaran atau kepedulian masyarakat mengenai pandemi virus corona ini. Melihat hal tersebut, maka hendaknya pemerintah lebih mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku dalam hal penerapan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. Perubahan perilaku tersebut bertujuan agar kasus pertumbuhan COVID-19 dapat dicegah. Untuk mewujudkan perubahan perilaku  masyarakat, pemerintah dapat melibatkan berbagai bidang seperti penyiaran. Bidang penyiaran sebagai salah satu cara mendorong perubahan perilaku masyarakat karena bidang penyiaran memiliki kekuatan dalam mempengaruhi masyarakat sehingga masyarakat memandang bahwa apa  yang disampaikan oleh bidang penyiaran adalah sebuah kebenaran. Tulisan ini  bersifat kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara menelaah sumber-sumber tertulis. Dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat pada masa pandemi bidang penyiaran dapat membuat kegiatan  seperti : 1) Membuat sosialisasi pencegahan virus corona berbasis budaya lokal; 2) Melakukan himbauan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang sederhana; 3) Kampanye dengan melibatkan pemimpin adat dan tokoh masyarakat lainnya. Dalam tulisan ini penulis memberi rekomendasi kepada bidang penyiaran, apabila ingin mengetahui sejauh mana capaian akhir terkait bidang penyiaran  dalam membentuk perubahan perilaku masyarakat pada masa pandemi COVID-19 dapat dilihat dari tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan ketiga aspek konatif

    Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) sebagai Inovasi dalam Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016-2020

    Full text link
    ABSTRACT                                                                    Belasari,Evaluation of the City Without Slums (KOTAKU) Program in Reducing Community Poverty in Muntok District, West Bangka Regency 2016-2020 (Supervised by Bustami Rahman and Ranto) The City Without Slums Program (KOTAKU) is a program in handling slum areas both in villages and in cities in poverty alleviation. This program has the aim of increasing public access to infrastructure and basic services to improve livable areas. The number of slum areas in both urban and rural areas makes the government more observant in dealing with them. Like population growth, it can lead to the emergence of slum areas which are often seen as a problem for every region. To reduce these problems, one of the government's programs is the City Without Slums Program (KOTAKU). The purpose of this study was to determine the implementation process and the achievements that have been achieved by the City Without Slums Program (KOTAKU). The theory used in this research is the public policy theory of Charles O. Jones to analyze the evaluation of the City Without Slums Program (KOTAKU). According to Charles O. Jones, the evaluation of the program consists of three parts, namely political evaluation, organizational evaluation, and tangible evaluation. The method used in this research is descriptive qualitative method, the primary data source is interviews with 11 informants. The informants were from the head in charge of this program, the village head and the Lurah, the head of the LKM from the Tanjung and Air Putih villages as well as the last 3 people from the Tanjung village and 3 from the Air Putih village. The results of this study indicate that the evaluation in the two regions was quite successful. Judging from the process of implementing this program, to be precise in the two regions, there have been changes from slums to less slums. Furthermore, for the achievement of the two regions, infrastructure development has been built so that the surrounding community is helped by the Cities Without Slums (KOTAKU) Program, although it has not been fully realized from some of these aspects. With this, the evaluation of the City Without Slums Program (KOTAKU) in the two regions was quite successful. Keywords: Evaluation, City Without Slums Program (KOTAKU), Poverty Alleviation  Evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dalam Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016-2020 (Dibimbing oleh Bustami Rahman dan Ranto). Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah progam dalam penanganan kawasan kumuh baik di Desa maupun di kota dalam penanggulangan kemiskinan. Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar untuk meningkatkan kawasan yang layak huni. Banyaknya wilayah kumuh baik di perkotaan maupun di Desa membuat pemerintah lebih jeli lagi dalam menghadapinya. Seperti halnya Pertumbuhan penduduk bisa menimbulkan munculnya kawasan permukiman kumuh yang sering dilihat sebagai suatu permasalahan dari setiap Daerah. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satu program pemerintah adalah Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan dan pencapaian yang telah dicapai oleh Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Daerah yang dikatakan kumuh apabila mencakup tujuh aspek yaitu dilihat dari kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi parit-parit atau gorong-gorong (Drainase), kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan kondisi pengaman kebakaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan publik dari Charles O. Jones untuk menganalisis evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Menurut Charles O. Jones untuk melakukan evaluasi program terdiri dari tiga bagian yaitu evaluasi bersifat politisi, evaluasi bersifat organisasional dan evaluasi bersifat nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif deskriptif sumber data primernya adalah wawancara dengan 11 informan. Informan tersebut dari ketua penanggungjawab program ini, kepala Desa dan Lurah, Ketua LKM dari Kelurahan Tanjung dan Desa Air Putih maupun yang terakhir 3 masyarakat Keluarahan Tanjung dan 3 masyarakat Desa Air Putih. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa evaluasi di kedua Daerah tersebut cukup berhasil. Dilihat dari proses pelaksanaan program ini, tepatnya di kedua Daerah mengalami perubahan yang awalnya kumuh menjadi berkurang kekumuhannya. Selanjutnya untuk pencapaian sendiri kedua Daerah tersebut sudah dibangun pembangunan infrastruktur agar masyarakat sekitar terbantu dengan adanya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini, walaupun belum sepenuhnya terwujud dari beberapa aspek tersebut. Dengan hal ini untuk evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di kedua Daerah tersebut cukup berhasil

    Inovasi Kesehatan: Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian COVID-19 di RSUD Brebes (Analisis Data Rekam Medis Tahun 2020-2022)

    Full text link
    Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 is a new type of coronavirus that has never been previously identified in humans. WHO has designated COVID-19 as a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). The increase in the number of COVID-19 cases is happening quite quickly and has spread all around the world. RSUD Brebes is one of the COVID-19 Referral Hospitals in Brebes Regency. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of COVID-19 in the RSUD Brebes. Methods: This study uses an analytical survey research method, with a cross sectional survey design. The data obtained from the medical records of RSUD Brebes in 2020-2021. This study used a purposive sampling technique with the number of respondents analyzed was 566. The data was processed using the chi-square test. The results: showed that there was a significant relationship between history of contact with patients (p = 0.026), history of comorbid diabetes mellitus (p = 0.006), and history of comorbid cardiovascular disease (p = 0.004) with the incidence of COVID-19 in RSUD Brebes. Conclusions: health institutions need to be more active in health promotion regarding health protocols that related to COVID-19 and informing the public about comorbid diseases that can increase a person's risk of becoming infected with COVID-19.Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian COVID-19 di RSUD Brebes. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik, dengan rancangan survei cross sectional. Data yang diperoleh dari data sekunder rekam medis RSUD Brebes tahun 2020-2021. Jumlah responden yang dianalisis yaitu 566. Data diolah dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara Riwayat kontak dengan penderita (p=0,026), riwayat penyakit komorbid diabetes melitus (p=0,006), dan riwayat penyakit komorbid kardiovaskular (p=0,004) dengan kejadian COVID-19 di RSUD Brebes. Kesimpulan: bagi institusi kesehatan agar lebih giat dalam melakukan promosi kesehatan tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan terkait COVID-19 dan menginformasikan kepada masyarakat tentang penyakit komorbid yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena COVID-19

    Peran Modal Sosial Kelompok Tani pada Inovasi Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Padi di Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo

    Full text link
    The New Rice Planting Area Expansion Program (PATB) is a program from the government that was deliberately created due to the Covid-19 virus outbreak through SK (Decree) Number: 183/HK.310/C/8/2020. The purpose of the PATB rice program is to open new land for rice cultivation so that it is able to meet food needs during the Covid-19 virus. The targets of the PATB rice program are farmer groups. Social capital plays an important role in farmer groups in the implementation of the New Planting Area Expansion (PATB) program for rice. This study aims to determine the role of social capital in farmer groups in the implementation of the Rice New Planting Area Expansion (PATB) program in Polokarto Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study indicate that the components of social capital that develop in farmer groups in Polokarto Village, Polokarto District, Sukoharjo Regency include trust, social norms, social networks, leadership, mutual cooperation, and participation in networks. Social capital plays a role in the implementation of the New Rice Planting Area Expansion (PATB) program, forming social values such as trust, social norms, social networks, leadership, mutual cooperation, participation in networks so that the New Planting Area Expansion (PATB) program for rice is well implemented.   Keywords: Role, Social Capital, PATB ProgramProgram Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) padi merupakan program dari pemerintah yang sengaja dibuat karena adanya wabah virus Covid-19 melalui SK (Surat Keputusan) Nomor: 183/HK.310/C/8/2020. Tujuan dari program PATB padi yaitu membuka lahan baru untuk ditanami padi agar mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan saat adanya virus Covid-19. Sasaran dari program PATB padi ini adalah kelompok tani. Modal sosial berperan penting pada kelompok tani dalam pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial pada kelompok tani dalam pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) padi di Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komponen modal sosial yang berkembang pada kelompok tani di Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo meliputi kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial, kepemimpinan, gotong royong, dan partisipasi dalam jaringan. Modal sosial berperan dalam pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) padi, membentuk nilai-nilai sosial seperti kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial, kepemimpinan, gotong royong, partisipasi dalam jaringan, sehingga program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) padi terlaksana dengan baik.

    Perbaikan Kualitas Produk Melalui Proses Produksi pada Usaha Makanan Ringan Keripik Pisang “DANGKRIK” di Dusun Kulubanyu, Mojokerto

    Full text link
    Artikel ini dibentuk dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas produk demi keberlangsungan suatu usaha. Sejalan dengan program yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Program Holistik Bina Desa (PHBD) yang kemudian diajukannya judul dengan nama Akuntansi Bina Desa (AKUBISA). Salah satu kegiatan program PHBD AKUBISA yakni melakukan perbaikan kualitas produk makanan ringan “Dangkrik” Gedhang Kripik. Terjaganya kualitas produk “Dangkrik” dimulai dari perbaikan-perbaikan saat proses produksi yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi mitra. Tidak hanya meningkatkan jumlah produksi mitra, PHBD AKUBISA juga menetapkan standar-standar tertentu dalam proses pembuatan keripik sehingga dapat menambah awareness, kepercayaan, dan daya tarik calon konsumen “Dangkrik”

    Efektivitas Pencampuran Cangkang Telur dengan Cangkang Kerang Hijau dalam Pembuatan Biodesel sebagai Inovasi Energi Alternatif Ramah Lingkungan di Masa Depan

    Full text link
    Dilakukan penelitian tentang penambahan campuran cangkang telur dan cangkang kerang hijau pada proses pembuatan biodiesel. Biodiesel secara umum didefinisikan sebagai ester monoalkil dari minyak tanaman dan lemak hewan. Minyak yang berasal dari tumbuhan dan lemak hewan serta turunannya mempunyai kemungkinan sebagai pengganti bahan bakar diesel. Komponen utama dari garam anorganik pada cangkang telur ayam didominasi oleh kalsium karbonat (CaCO3 ) dengan kandungan hingga 98,5%, dengan kalsium fosfat dan magnesium karbonat yang masing-masing mengandung komposisi sekitar 0,7% (Nurjayanti,2012). Sedangkan cangkang kerang hijau sendiri mengandung 40% air, 21,9 % protein, 14,5 % lemak, 18,5 % karbohidrat, dan 4,3 % abu. Peneliti berinovasi umtuk menggabungkan kedua bahan katalis tersebut untuk menguji tingkat efektivitas pencampuran dua bahan tersebut dibandingkan dengan perbandingan katalis yang biasa digunakan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat ditarik simpulan efektivitas biodiesel yang dihasilkan lebih dengan rincian viskositas biodiesel sebesar 4,25 mm2/s, presentase kadar air sebesar 1% dengan tingkat  pelepasan kalor yang tinggi yaitu sebesar 9,660 kj/gr, dan laju pembakaran sebesar 0,017 gr/detik. Sehingga Hasil biodiesel dari bahan Limbah Industri yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap hitam seperti pada bahan bakar diesel. &nbsp

    Inovasi Rancangan Kursi Kemudi untuk Mengurangi Tingkat Fatigue pada Pengemudi ketika Proses Pengiriman pada Unit PT Iron Bird Logistics

    Full text link
    Fatigue is a natural mechanism of the body that shows the body needs rest time to recover stamina that had been used during work, it tends to occur during the transportation process because driving is a job that requires a high level of concentration by requiring fast and precise coordination between the eyes, hands, feet, and brain. Therefore driving is a very high-risk job to get tired. The most common accidents in PT Iron Bird Logistics were caused by high levels of fatigue. Even though the application of UU No. 22 of 2009 about traffic and road transportation which contains the application of rest hours has been implemented properly, it doesn’t change the fatigue as the highest accident factor during the delivery process, therefore the application of the Macro Ergonomic Analysis and Design (MEAD) method was applied to measure body parts that are painful when the driving process and provide ergonomic seat recommendations based on the anthropometric approach of the human body to reduce fatigue levels to reduce accidents and increase performance productivity. The usage of the MEAD method found some parts of the body that were suffering from pain. They are the part of the neck, shoulders, arms including fingers, back, and legs including thighs and knees. The results of the chair design recommendations based on the results of the questionnaire and anthropometric approach are shoulder height (72.18 cm), head height (18.84 cm), popliteal height (40.7 cm), hip width (44.23 cm), thigh thickness (16 cm), and head width (22.61 cm).Kelelahan merupakan suatu mekanisme alamiah tubuh yang menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk pemulihan kembali stamina yang telah terpakai selama bekerja, hal ini cenderung terjadi ketika proses transportasi dikarenakan pekerjaan mengemudi merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi dengan memerlukan koordinasi yang cepat dan tepat antara mata, tangan, kaki, dan otak, sehingga mengemudi merupakan suatu pekerjaan yang sangat berisiko tinggi mengalami kelelahan. Penyebab kecelakaan yang paling sering terjadi pada perusahaan PT Iron Bird Logistics adalah disebabkan tingginya tingkat kelelahan. Padahal penerapan UU No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang berisi tentang penerapan jam istirahat telah diterapkan dengan baik, akan tetapi penerapan peraturan tersebut tidak mengubah status kelelahan menjadi faktor kecelakaan paling tinggi ketika proses pengiriman, maka dari itu penerapan metode Macro Ergonomic Analysis and Design (MEAD) diaplikasikan untuk mengukur bagian tubuh yang terasa sakit ketika mengemudi kendaraan dan memberikan rekomendasi kursi ergonomis berdasarkan pendekatan antropometri tubuh manusia agar dapat mengurangi tingkat fatigue untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan produktivitas kinerja. Penggunaan metode MEAD menemukan beberapa bagian tubuh yang sakit yaitu bagian leher, bagian bahu, bagian lengan termasuk jari, bagian punggung, dan bagian kaki termasuk paha dan lutut. Hasil rekomendasi desain kursi yang diterapakan berdasarkan hasil kuesioner dan pendekatan antropometri yaitu: tinggi bahu (72,18 cm), tinggi kepala (18, 84 cm), tinggi popliteal (40,7 cm), lebar pinggul (44.23 cm), tebal paha (16 cm), dan lebar kepala (22.61 cm)

    Renal Rangers: Pendampingan Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Pendekatan Dukungan Keluarga sebagai Inovasi untuk Meningkatkan Efikasi Diri Pasien

    Full text link
    Chronic kidney disease is a disease suffered globally with an increasing prevalence. This can occur due to the lack of family knowledge in motivating patient to take proper fluid intake and diet. So that nurse efforts are needed ini increasing the  collaborative role of family to increase self-efficacy in patient. This study aims to find out how nurses improve the self-efficacy of chronic kidney disease throught a family support approach. This research uses the literature study method, which coome from various type of literature. The relevant references are sorted and analyzed descriptively and argumentatively and make ac conclusions according to research objectives. Based on literature review, samily support from both family members anda relatives can play a role in increasing patient cofidence in undergoing treatment. This support can be motivation or information. Education and information related to chronic kidney disease can be obtained through the RenalRanger, which is a teamof companions from the community. In addition to education, there is a home blood pressure monitoring training program for patients. Education was given using booklet media and participants were given a diet monitoring sheet. The sheet needs to be filled in independently with family assistance, by writing down fluid intake and output on a regular basis. As an evaluation of the patient achievement during the mentoring process. In the early stage, the patient will have a discussion with the facilitator regarding chronic kidney disease. Furthermore, the provision of knowledge to change the lifestyle so that patient self efficacy  can improve. The next sage the patient is askes to share information with family about the material that has been studied. This stage aims to increase the ablyty to maintain health and improve patient self-esteem.Gagal ginjal kronis merupakan penyakit global yang terus mengalami peningkatan prevalensi. Hal tersebut merupakan dapak dari kurangnya pengetahuan keluarga dalam memberikan motivasi pada pasien terutama dalam pemenuhan cairan dan diet yang sesuai. Peningkatan peran kolaboratif diperlukan antara perawat dan keluarga untuk meningkatkan efikasi diri pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara perawat dalam meningkatkan efikasi diri pasien ginjal kronik dengan pendekatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang berasal dari beragam jenis literatur. Literatur yang sesuai diurutkan dan dianalisis dengan pendekatan deskriptif argumentatif dan diambl kesimpulan berdasarakn tujuan penelitian. Berdasarkan kajian literatur, adanya dukungan dari keluarga dan relasi dapat mempengaruhi meningkatnya keyakinan pasien selama masa pengobatan. Pemberian motivasi maupun informasi merupakan bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada pasien. Informasi dan edukasi pada pasien gagal ginjal kronik dapat dilakukan dengan RenalRanger yakni kelompok pendampingan dari masyarakat. Program lain yang diberikan adalah home blood pressure monitoring, edukasi mengunakan booklet serta monitoring diet. Lembar diet harus diisi berdasarkan pendampingan dari keluarga yang meliputi output dan intake nutrisi berkala. Tahapan pendampingan meliputi diskusi bersama fasilitator, pemberian edukasi perubahan pola hidup. Berikutnya pasien diminta memberikan informasi yang telah didapat kpeda anggota keluarga yang lain. Tujuan dari tahapan tersebt merupakan upaya dalam menigkatkan efikasi diri serta kemampuan dalam menjaga kesehatan

    Strategi Implementasi Renovasi “Reaktor Biodigester Inovasi Portabel Pembangkit Listrik Biogas Berbahan Limbah Perikanan”: recycle energy

    No full text
    Energy needs are increasing, due to population growth reaching 200 million people,  Thus, an efficient and easy-to-implement alternative energy is needed, This research method is based on literature studies, data collection through secondary data based on previous research, The data is then analyzed as a preliminary design of the form and structure of the technology and uses the quadhelix method, The results obtained from the design of a protable biodigester using the dimensions of the biodigester reactor with a diameter of 4.81 m, a height of 3.49 m and a thickness of 4 mm, generate 0.6 MW electric power, Implementation strategy through a combination of academia, industry, community and government, implementation of "RENOVASI" product begins with Design and manufacture, collaboration with government and society, socialization, implementation, mentoring and evaluationKebutuhan energi semakin meningkat, diakibatkan pertumbuhan penduduk mencapai 200 juta jiwa, dengan demikian dibutuhkan alternatif energi yang effisen dan mudah diterapkan, metode penelitian ini berbasis studi litelatur, pengambilan data melalui data sekunder berdasarkan penelitian terdahulu, data kemudian dianalisis sebagai perancangan awal bentuk dan sturktur teknologi dan menggunakan metode quadhelix, didapatkan hasil Rancangan biodgister protable mengunakan dimensi dari reaktor biodigester berdiameter 4,81 m, tinggi 3,49 m dan tebal 4 mm, menghasilkan tenaga listirk  0,6 MW, Strategi implementasi melalui penggabungan antara akademisi, Industri, komuniti dan pemerintah, implementasi produk “RENOVASI” dimulai dengan Perancangan dan pembuatan, kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat, sosialisasi, implementasi, mentoring dan evaluas

    Inovasi Pembuatan Detergen Ramah Lingkungan dengan Penambahan Eco-enzyme dari Batang Pisang (Musa Paradisiaca)

    Full text link
    Limbah yang dihasilkan detergen sangat merusak lingkungan. Karena detergen merupakan hasil sampingan dari proses penyulingan minyak bumi yang diberi berbagai tambahan bahan kimia, seperti surfaktan (bahan pembersih), alkyl benzene (ABS) yang berfungsi sebagai penghasil busa, abrasif sebagai bahan penggosok, bahan pengurai senyawa organik, oksidan sebagai pemutih dan pengurai senyawa organik, enzim untuk mengurai protein, lemak atau karbohidrat untuk melembutkan bahan, larutan pengencer air, bahan anti karat dan yang lainnya. Berdasarkan penelitian lebih lanjut, diketahui ABS ternyata mempunyai efek buruk terhadap lingkungan, yaitu sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Sehingga sisa limbah detergen yang dihasilkan setiap hari oleh rumah tangga akan menjadi limbah berbahaya yang mengancam stabilitas lingkungan hidup. Limbah detergen yang dihasilkan rumah tangga akan bermuara pada sebuah tempat, seperti selokan ataupun kolam. Biasanya, eceng gondok akan tumbuh dengan populasi yang cukup besar pada ujung selokan. Detergen memiliki efek beracun dalam air, karena detergen akan menghancurkan lapisan eksternal lendir yang melindungi ikan dari bakteri dan parasit. Detergen juga dapat menyebabkan kerusakan pada insang. Untuk itu, dilakukan pembuatan detergen yang ramah lingkungan dengan menggunakan eco enzyme yang dibuat dari batang pisang. Eco enzyme sendiri adalah cairan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan. Pembuatan eco-enzym hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organik sayur mentah dan buah yang belum diolah. Dalam hal ini, sampah organik yang digunakan adalah limbah batang pisang. Eco enzyme yang sudah dibuat dari limbah batang pisang kemudian digunakan pada proses pembuatan detergen cair. Dalam hal ini, eco enzyme dapat menurunkan TSS, TDS dan surfaktan pada limbah detergen, sehingga detergen sendiri tidak akan mencemari perairan. Pada proses penggunaan nya pun, detergen dakan lebih efektif karena eco enzyme dapat menggantikan peran senyawa sulfat dan karbonat pada detergen biasa. Sehingga detergen yang dihasilkan pun tidak akan terasa panas di tangan. Dari hasil yang diperoleh, dilakukan analisis berupa pH, dampak cemaran TSS dan TDS pada buangan detergen serta analisis kandungan surfaktan. Dapat disimpulkan bahwa detergen yang diperoleh dengan penambahan eco enzyme dari batang pisang, bisa digunakan sebagai alternatif detergen organik yang lebih ramah terhadap lingkungan terutama lingkungan akuatik

    68

    full texts

    85

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Inovasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇