Jurnal Studi Inovasi
Not a member yet
85 research outputs found
Sort by
Analisis Inovasi Perencanaan Sebagai Strategi Tata Kelola yang Baik di Berbagai Provinsi
Inovasi menjadi kalimat sakral dalam kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa, baik di level mikro ekonomi (korporasi) hingga level makro ekonomi (negara). Khusus tentang inovasi telah ada landasan hukumnya dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bertajuk Inovasi Daerah, dari Pasal 386 hingga Pasal 390 UU 23/2014. Inovasi yang dimaksud dalam Pasal 386 adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis berbagai macam inovasi perencanaan yang dilakukan oleh berbagai Provinsi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualititatif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. (Tahir, 2018) Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yakni suatu bentuk penelitian yang bertujuan memberikan gambaran umum berbagai macam data yang dikumpul dari lapangan secara objektif. Populasi dalam penelitian ini adalah provinsi yang pernah melakukan inovasi perencanaan, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah inovasi yang dilakukan oleh Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan sebagai bentuk nyata untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inovasi yang dimaksud adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang berpedoman pada prinsip sebagai berikut: peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan, dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya tidak untuk kepentingan diri sendiri.Innovation is a sacred sentence in the progress and welfare of a nation, both at the microeconomic (corporate) level and the macroeconomic level (state). Especially regarding innovation, there is a legal basis in Law no. 23 of 2014 concerning Regional Government entitled Regional Innovation, from Article 386 to Article 390 of Law 23/2014. The innovations referred to in Article 386 are all forms of reform in the implementation of regional government. This study aims to be able to analyze various kinds of planning innovations carried out by various provinces in orderrealizing people's welfare.This research uses a qualitative approach. The data collection technique was done by triangulating inductive data analysis and the results of qualitative research emphasized meaning rather than generalization. (Tahir, 2018) This type of research is qualitative descriptive research, which is a form of research that aims to provide an overview of various kinds of data collected from the field objectively. The population in this study are provinces that have made planning innovations, while the samples in this study are innovations carried out by West Java, West Kalimantan, and South Sulawesi as a concrete form ofrealizing people's welfare.Innovation is the key to increasing economic growth, regional competitiveness, and improving people's welfare. The innovation in question is all forms of reform in the implementation of Regional Government based on the following principles: increased efficiency, improved effectiveness, improved service quality, no conflict of interest, oriented to public interest, carried out openly, fulfilling the values ??of propriety, and can accounted for the results not for self-interest
Peningkatan Kualitas Layanan Publik dengan Inovasi Peta
Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam terkait dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh ketiga kota di Indonesia, diantaranya yaitu Kota Sawahlunto dengan inovasi Satu Dalam Satu Peta Kota Sawahlunto, kota Balikpapan dengan inovasi Bernama Penggunaan Peta Dasar Dalam Upaya Penanganan Perumahan dan Permukinan Kumuh, dan juga pada Kota Kebumen dengan inovasi Aplikasi Peta Wisata Online Kebumen yang memanfaatkan media peta sebagai alat untuk mewujudkan inovasi atau perubahan kualitas layanan publik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu daerah yang telah melakukan inovasi dengan menggunakan peta sebagai ide untuk mewujudkan beragam perubahan yang berkualitas. Sedangkan, sampel dalam penelitian ini yaitu terdapat tiga kota, diantaranya adalah Kota Sawahlunto, Kota Balikpapan, dan Kota Kebumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan beragam inovasi yang dilakukan oleh keitga kota di Indonesia, yakni Kota Sawahluto, Kota Balikpapan, dan juga Kota Kebumen mencerminkan bahwa masyarakat sudah pandai dalam memanfaatkan perkembangan jaman untuk membuat aktivitas menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil dari adanya inovasi satu dalam satu peta Kota Sawahlunto adalah terbangunnya data berbasis sistem informasi geospasial. Sedangkan, hasil dari adanya inovasi Penggunaan Peta Dasar Dalam Upaya Penanganan Perumahan Dan Permukiman Kumuh Kota Balikpapan salahsatunya yaitu adanya data yang terintegrasi secara spasial dapat mengefektifkan analisa dalam perencananaan pembangunan yang dalam hal ini adalah dalam hal penanganan perumahan dan permukiman kumuh di Kota Balikpapan. Sedangkan, hasil inovasi dari adanya Aplikasi Peta Wisata Online Kebumen yaitu Teknik Penyajian peta didasari dari peta online Google Maps yang telah dimodifikasi dengan penambahan Database MySQL
Optimalisasi Potensi Lokal untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tanjung Gunung
Potensi lokal merupakan segala sesuatu sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di suatu desa yang bisa dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Potensi lokal sanagat berperan penting dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Tanjung Gunung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang upaya-upaya optimalisasi potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta untuk mendeskripsikan faktor yang mendorong dan menghambat upaya optimalisasi potensi lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori tentang tahapan pemberdayaan dari M. Ayub Padangaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif Deskriptif. Hasil dari penelitian ini ditemukan beberapa upaya yang dilakukan dalam optimalisasi potensi lokal di Desa Tanjung Gunung yaitu dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat (tahap penyadaran), memberikan pelatihan kepada masyarakat (tahap pengkapasitasan) dan masyarakat sendiri yang sudah memiliki kemampuan membuat panganan lokal yang dalam hal ini disebut sebagai tahap pendayaan oleh Ayub. Faktor yang mendorong adalah adanya motivasi dari pihak yang memberikan pelatihan khususnya tim pelaksana kegiatan atau TPK pemberdayaan masyarakat Desa Tanjung Gunung, adanya kesadaran dari individu masyarakat dalam mengolah potensi lokal yang dimiliki dan ekonomi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah ketersediaan bahan baku, cuaca serta teknologi yang masih tradisional
Pemberdayaan Masyarakat Inovatif dalam Mendukung Kemajuan Daerah Perkotaan
The development of the world today has been moving so fast, technology has made the boundaries between information and human needs closer. This speed and accuracy is also needed in the process of government and citizen interaction, but unfortunately the high mobility of citizens is not matched by the accuracy and speed of the government in terms of services, especially services to the public. This study aims to analyze innovation as a way to empower people to play an active role in the progress of urban areas. This research uses a descriptive qualitative method that describes an objective state or certain event based on visible facts or as it should be, which is then accompanied by general conclusions based on these historical facts. The population in this study are cities that have made innovations in their regions, while the samples in this study are innovations carried out by Bontang City, Palembang City and Makassar City which aim to empower the community to play an active role in helping realize the progress of their region. The results of this research prove that innovation is the transformation of knowledge into new products, processes and services, the act of using something new. Where innovation is the successful exploitation of a new idea or in other words is the mobilization of knowledge, technological skills and experience to create new products, processes and services. Palembang City and Makassar City which aim to empower the community to play an active role in helping to realize the progress of their regions. The results of this research prove that innovation is the transformation of knowledge into new products, processes and services, the act of using something new. Where innovation is the successful exploitation of a new idea or in other words is the mobilization of knowledge, technological skills and experience to create new products, processes and services. Palembang City and Makassar City which aim to empower the community to play an active role in helping to realize the progress of their regions. The results of this research prove that innovation is the transformation of knowledge into new products, processes and services, the act of using something new. Where innovation is the successful exploitation of a new idea or in other words is the mobilization of knowledge, technological skills and experience to create new products, processes and services.Perkembangan dunia dewasa ini telah berjaan begitu cepat, teknologi telah membuat batasan antar informasi dan kebutuhan manusia semakin dekat. Kecepatan dan ketepatan ini juga dibutuhkan dalam proses interaksi pemerintah dan warga Negara, namun sayangnya mobilitas warga Negara yang tinggi tidak diimbangi dengan ketepatan dan juga kecepatan pemerintah dalam hal pelayanan khususnya pelayanan kepada publik. penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis inovasi sebagai cara memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam kemajuan daerah perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melukiskan suatu keadaan objektif atau peristiwa tertentu berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya yang kemudian diiringi dengan upaya pengambilan kesimpulan umum berdasarkan fakta-fakta historis tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah kota yang telah melakukan inovasi di daerahnya, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah inovasi yang dilakukan oleh Kota Bontang, Kota Palembang, dan Kota Makassar yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam membantu mewujudkan kemajuan daerahnya. Hasil dari penelitian ini terbukti bahwasanya Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru, tindakan menggunakan sesuatu yang baru. Dimana inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru atau dengan kata lain merupakan mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru
Analisis Fenomena Tren Green Lifestyle pada Mahasiswa Universitas Bangka Belitung
Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Tren Green Lifestyle Pada Mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi tren green lifestyle pada mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara lansung dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini guna menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori ekosentrisme (deep ecology) dari Arne Naess yaitu dalam tiga nilai antara lain nilai normatif, nilai kebijakan, dan nilai gaya hidup. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fenomena ini berkembang dan diketahui oleh mahasiswa lewat media sosial yang kemudian didukung oleh situasi lingkungan yang sedang menghadapi pandemi covid-19, kemudian didorong oleh beberapa faktor seperti tren gaya hidup dan juga lingkungan sosial yang akhirnya menciptkan kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa di Universitas Bangka Belitung dalam bentuk gaya hidup ramah lingkungan. Kemunculan tren ini akhirnya memberikan cara baru dalam perubahan di diri individu untuk lebih sadar terhadap kelestarian lingkungan. Gaya hidup yang dikemas lebih ramah lingkungan dan juga memberikan inovasi baru untuk mengurangi timbunan sampah industri