Jurnal Studi Inovasi
Not a member yet
85 research outputs found
Sort by
Strategi Analisis Faktor-faktor Penurunan Prestasi Belajar Matematika dengan Pendekatan Data Mining
Learning interest refers to the inclination of the student to acquire knowledge and skills in a particular subject. One of the determinants of the success of the learning process is learning interest. Students who have a high interest in learning will achieve good learning outcomes. There are two main factors in determining learning interest; internal and external factors. Preliminary investigations at SMP 3 Sungguminasa revealed that the learning outcomes of students in mathematics degraded from 2019 to 2021, therefore it is necessary to research the problem further. The data mining approach can be utilized to extract important and relevant information from students' data to determine what factors affect the degradation in learning mathematics. The data population in this study were 1093 students of SMPN 3 Sungguminasa. The authors took 15% from the population as a representative sample. The research variables consist of internal factors (attention, curiosity, hobbies, intelligence, learning styles, psychological health), and external factors (school aspects, family aspects, and community aspects). Based on the proposed approach, the authors identified that the main factor causing the degradation of student interest in learning is external factors, i.e. school facilities. School facilities such as the proper media/teaching tools will determine the success of the mathematics teaching and learning process. Factors such as student hobbies, teacher discipline, home atmosphere, and economic conditions are the other influencing factors of students' interest in learning mathematics at SMP 3 Sungguminasa.Minat belajar mengacu pada kecenderungan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mata pelajaran tertentu. Salah satu penentu keberhasilan proses pembelajaran adalah minat belajar. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi akan mencapai hasil belajar yang baik. Ada dua faktor utama dalam menentukan minat belajar; faktor internal dan eksternal. Investigasi awal di SMP 3 Sungguminasa mengungkapkan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami penurunan dari tahun 2019 ke tahun 2021, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut. Pendekatan data mining dapat dimanfaatkan untuk mengekstrak informasi penting dan relevan dari data siswa untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penurunan dalam pembelajaran matematika. Populasi data dalam penelitian ini adalah 1093 siswa SMPN 3 Sungguminasa. Penulis mengambil 15% dari total populasi sebagai sampel yang representatif. Variabel penelitian terdiri dari faktor internal (perhatian, rasa ingin tahu, hobi, kecerdasan, gaya belajar, kesehatan psikologis), dan faktor eksternal (aspek sekolah, aspek keluarga, dan aspek masyarakat). Berdasarkan pendekatan yang diusulkan, penulis mengidentifikasi bahwa faktor utama penyebab penurunan minat belajar siswa adalah faktor eksternal, yaitu fasilitas sekolah. Fasilitas sekolah seperti media/alat pengajaran yang tepat akan menentukan keberhasilan proses belajar mengajar matematika. Faktor-faktor seperti hobi, disiplin guru, suasana rumah, dan kondisi ekonomi merupakan faktor lain yang mempengaruhi minat belajar matematika siswa SMPN 3 Sungguminasa
Optimalisasi Good Governance dengan Program “SI JINGGO" dalam Sistem Pemerintahan Daeraah di Kota Probolinggo
Every time people always demands quality public services from bureaucratic administrators, even though the provision of services is still not satisfying the community because often the services provided tend to be complicated or convoluted, take a long time, and the large number of fees charged so that the services provided seem impressed. inefficient and effective in service delivery. Related to the problems mentioned above, public services are an option for the strategic sector in order to realize good governance. Good Governance is all efforts in realizing a good government. Therefore, the Progobolinggo City Government made an innovation in the form of the Si Jinggo application (Good Governance Information Network Information System). Si Jinggo is an innovation in the form of a website-based program application that can be used to generate reports and data periodically from sub-districts or sub-districts throughout Probolinggo City which can be monitored online. From the Si Jinggo program, it is hoped that various problems such as those in sub-districts and urban villages are less aware that the data they provide is important for the regional development planning process, the lack of community data needed by Technical OPD such as population demographics and other community data, access to village data which is found on the website of the Ministry of Home Affairs is difficult to obtain and use by local governments, and the frequent occurrence of repeated requests for data in sub-districts and sub-districts can be resolved. With the Si Jinggo program, the Probolinggo City Government hopes to realize good governance optimally.Setiap waktu masyarakat selalu memberikan tuntutan terhadap pelayanan publik yang berkualitas dari penyelenggara birokrasi, meskipun pemberian pelayanan masih belum memuaskan masyarakat dikarenakan seringkali pelayanan yang diberikan cenderung rumit atau berbelit-belit, membutuhkan waktu yang cukup lama, dan banyaknya biaya pungutan sehingga mengakibatkan pelayanan yang diberikan terkesan tidak efisian dan efektif dalam pemberian pelayanan. Terkait dengan masalah yang telah disebutkan tadi pelayanan publik merupakan pilihan untuk sektor strategis guna mewujudkan good governance. Good Governance merupakan segala upaya dalam mewujudkan suatu pemerintahan yang baik. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Progobolinggo membuat inovasi berupa aplikasi Si Jinggo (Sistem Informasi Jaringan Informasi Good Governance). Si Jinggo adalah inovasi berbentuk aplikasi program yang berbasis website yang dapat digunakan untuk menghasilkan laporan dan data secara berkala dari kelurahan atau kecamatan se Kota Probolinggo yang dapat dipantau secara online. Dari program Si Jinggo diharapkan bebagai permasalahan seperti yang terdapat di kecamatan maupun kelurahan yang kurang menyadari bahwa data yang mereka berikan adalah penting bagi proses perencanaan pembangunan daerah, minimnya keberadaan data kemasyarakatan yang dibutuhkan oleh OPD Teknis seperti demografi penduduk dan data kemasyarakatan lainnya, akses data kelurahan yang terdapat pada website Kementrian Dalam Negeri sulit untuk didapatkan dan dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah, serta seringnya terjadi permintaan data yang berulang pada Kecamatan dan Kelurahan dapat teratasi. Dengan adanya program Si Jinggo Pemerintah Kota Probolinggo berharap dapat mewujudkan good governance secara optimal
Pemanfaatan Wattpad sebagai Inovasi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi bagi Materi Menulis Cerita Pendek di SMP Negeri 1 Padamara
Learning short stories is one of the materials taught in Indonesian lessons. Short stories material often has obstacles such as the number of students who feel less interested in reading or writing short stories. This is the background for the author to examine the use of Wattpad as a technology and information-based learning media that students use to find short stories reading materials and short stories writing media. The purpose of this research was to find out how effective technology and information-based learning methods are in teaching short story material through Wattpad media. The research subjects were students of class IX SMP Negeri 1 Padamara and the object was the skill of reading short stories by using the Wattpad media. The data collection technique used is the interview method conducted on the Indonesian State 1 Padamara teacher. Based on the research results, it is known that the use of wattpad as a medium can improve learning outcomes. Students become more interested in honing skills and reading through Wattpad media. In addition, Wattpad also provides an interesting learning experience for students.
Pembelajaran cerpen merupakan salah satu materi yang diajarkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Materi cerpen seringkali memiliki kendala seperti banyaknya siswa yang merasa kurang tertarik membaca atau menulis cerpen. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk meneliti penggunaan wattpad sebagai media pembelajaran berbasis teknologi dan informasi yang digunakan siswa untuk mencari bahan bacaan cerpen dan media menulis cerpen. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk untuk mengetahui bagaimana efektivitas metode pembelajaran berbasis teknologi dan informasi dalam pengajaran materi cerpen melalui media Wattpad. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Padamara dan objeknya adalah keterampilan membaca cerpen dengan memanfaatkan media wattpad. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialalah metode wawancara yang dilakukan pada guru Bahasa Indonesia Negeri 1 Padamara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan wattpad sebagai media dapat meningkatkan hasil belajar. Siswa menjadi lebih tertarik mengasah keterampilan dan mebaca melalaui media wattpad. Selain itu wattpad juga memberi pengalaman belajar yang menarik bagi siswa.
 
Strategi Implementasi Face Recognition sebagai Inovasi dalam Meningkatkan Akurasi Verifikasi Peserta Seleksi ASN
Governance towards good governance by applying the principles of bureaucratic reform. Bureaucratic reform is implemented in every sector, both as a form of service and implementation of the bureaucracy. Bureaucratic reform is also implemented to improve the quality of ASN. As in the procurement of CASN formation 2021. The government applies Face Recognition technology. This research focuses on implementing the technology in the form of bureaucratic reform. This research uses qualitative methods with an orientation to the latest case studies. Research with case studies is research on the latest phenomena and is examined in detail with a certain point of view. Research with qualitative methods focuses on data input related to understanding the material, mechanism, process of the phenomenon. So that it can be seen the mechanism for the application of face recognition technology in the procurement of CASN 2021 and is associated with the form of bureaucratic reform. In particular, the principles of efficient, effective, and fair bureaucratic reform. The orientation of CASN procurement is not only on quantity but quality to get ASN who are smart, capable, and of high quality, free of fraud and free of KKN.Tata kelola pemerintah menuju pemerintahan yang baik dengan menerapkan prinsip reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi diterapkan disetiap sektor, baik sebagai bentuk pelayanan dan pelaksanaan birokrasi. Reformasi birokrasi juga diterapkan untuk peningkatan kualitas ASN. Seperti pada pengadaan CASN formasi 2021. Pemerintah menerapkan teknologi Face Recognation. Riset ini berfokus pada penyelenggaraan teknologi tersebut dengan bentuk reformasi birokrasi. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan orientasi pada studi kasus terbaru. Riset dengan studi kasus merupakan riset pada fenomena terbaru dan ditelaah secara detail dengan sudut pandang tertentu. Riset dengan metode kualitatif berfokus pada input data terkait pemahaman materi, mekanisme, proses pada fenomena tersebut. Sehingga dapat diketahui mekanisme penerapan teknologi face recognation pada pengadaan CASN 2021 dan dikaitkan dengan bentuk reformasi birokrasi. Khususnya prinsip reformasi birokrasi yang efesien, efektif, dan keadilan. Orientasi pengadaan CASN tidak hanya pada kuantitas tapi kualitas untuk mendapat ASN yang cerdas, memiliki kemampuan, dan berkualitas tinggi bebas tindakan kecurangan dan bebas KKN. Tata kelola pemerintah menuju pemerintahan yang baik dengan menerapkan prinsip reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi diterapkan disetiap sektor, baik sebagai bentuk pelayanan dan pelaksanaan birokrasi. Reformasi birokrasi juga diterapkan untuk peningkatan kualitas ASN. Seperti pada pengadaan CASN formasi 2021. Pemerintah menerapkan teknologi Face Recognation. Riset ini berfokus pada penyelenggaraan teknologi tersebut dengan bentuk reformasi birokrasi. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan orientasi pada studi kasus terbaru. Riset dengan studi kasus merupakan riset pada fenomena terbaru dan ditelaah secara detail dengan sudut pandang tertentu. Riset dengan metode kualitatif berfokus pada input data terkait pemahaman materi, mekanisme, proses pada fenomena tersebut. Sehingga dapat diketahui mekanisme penerapan teknologi face recognation pada pengadaan CASN 2021 dan dikaitkan dengan bentuk reformasi birokrasi. Khususnya prinsip reformasi birokrasi yang efesien, efektif, dan keadilan. Orientasi pengadaan CASN tidak hanya pada kuantitas tapi kualitas untuk mendapat ASN yang cerdas, memiliki kemampuan, dan berkualitas tinggi bebas tindakan kecurangan dan bebas KKN
Persepsi Petani terhadap Program Kambojanisasi dalam Upaya Pengendalian Hama Terpadu Padi Ramah Lingkungan di Desa Jaten Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar: Introduction, Research Methods, Results and Discussion, Conclusions, Reference List
Perception determines how a person makes decisions. In the world of agriculture, the perception of farmers is the basis where a program can be implemented properly. The implementation of the Kambojanisasi program is influenced by the perception of the farmers themselves. This study aims to describe the factors forming the perception of farmers on the Kambojanisasi program, examine the level of farmers' perceptions of the Kambojanisasi program, and examine the relationship between the perception-forming factors and the level of farmers' perceptions of the Kambojanisasi program. The basic research method used is quantitative with survey techniques. The research location was chosen by purposive method in Jaten Village, Jaten District, Karanganyar Regency. Sampling using proportional random sampling technique and respondents were taken as many as 50 farmers. Data analysis used rank matcher correlation test (rs) with SPSS Statistics 25.0 program. The results showed that: (1) perception-forming factors, namely age, formal education, non-formal education, experience, land area, social environment and economic environment (2) perception of convenience dominated the level of farmers' perceptions of the Kambojanisasiization program in Jaten Village, namely in the category good. (3) There is a very significant relationship between the factors of age, formal education and experience with farmers' perceptions of the Kambojanisasi program, while non-formal education factors, land area, social environment and economic environment are not significantly related to farmers' perceptions of the Kambojanisasi program in Jaten Village.Persepsi menentukan bagaimana seseorang mengambil keputusan. Di dunia pertanian persepsi petani adalah hal dasar dimana suatu program dapat dilaksanakan dengan baik. Penerapan program kambojanisasi salah satunya dipengaruhi oleh persepsi dari petani itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pembentuk persepsi petani terhadap program kambojanisasi, mengkaji tingkat persepsi petani terhadap program kambojanisasi, dan mengkaji hubungan antara faktor pembentuk persepsi dengan tingkat persepsi petani terhadap program kambojanisasi. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive di Desa Jaten Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling dan responden di ambil sebanyak 50 petani. Analisis data menggunakan uji korelasi ranks pearman () dengan program SPSS Statistics 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) faktor pembentuk persepsi yaitu umur, pendidikan formal, pendidikan non formal, pengalaman, luas lahan, lingkungan sosial dan lingkungan ekonomi (2) persepsi kemudahan mendominasi tingkat persepsi petani terhadap program kambojanisasi di Desa Jaten yaitu berada pada kategori baik. (3) Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor umur, pendidikan formal dan pengalaman dengan persepsi petani terhadap program kambojanisasi, sedangkan faktor pendidikan non formal, luas lahan, lingkungan sosial dan lingkungan ekonomi tidak berhubungan signifikan dengan persepsi petani terhadap program kambojanisasi di Desa Jate
Studi Literatur Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa terhadap Inovasi Pemanfaatan Char Gasifikasi Batubara sebagai Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Coal reserves in Indonesia are estimated at around 26 billion tons and will still be primary energy until 2050. This makes the use of green coal and clean energy an urgent homework. One of the uses of coal is coal gasification. From the results of coal gasification, a by-product is obtained, namely char. In this char characterization, it is found that char has an increase in fixed carbon and GCV values as well as a significant decrease in sulfur content. This makes char potentially a raw material for environmentally friendly solid fuels (briquettes). The addition of biomass in the form of coconut shell charcoal is expected to increase the calorific value and allow ignition from low temperatures which can then save the time and energy needed for briquetting ignition and maintain the combustion rate. Therefore, as an initial study, it is necessary to study literature from previous studies as the basis for the initial hypothesis of the addition of coconut shell charcoal in the manufacture of briquettes with the main raw material of char from coal gasificationCadangan batubara di Indonesia diperkirakan sekitar 26 miliar ton dan masih akan menjadi energi primer sampai dengan tahun 2050, hal ini membuat pemanfaatan batubara menjadi energi bersih menjadi pekerjaan yang mendesak. Salah satu pemanfaatan batubara tersebut adalah dengan gasifikasi batubara. Dari hasil gasifikasi batubara, didapatkan suatu produk samping yaitu char. Dalam karakterisasi char ini didapatkan bahwa char mengalami peningkatan nilai fixed carbon dan GCV serta penurunan kadar sulfur yang signifikan. Hal ini, menjadikan char berpotensi menjadi bahan baku bahan bakar padat yang ramah lingkungan (briket). Penambahan biomassa berupa arang tempurung kelapa diharapkan dapat meningkatkan nilai kalor dan memungkinkan terjadinya penyalaan dari suhu rendah yang kemudian bisa menghemat waktu dan energi yang dibutuhkan untuk penyulutan briket, serta mempertahankan laju pembakaran. Karena itu sebagai studi awal, diperlukan studi kepustakaan dari penelitian sebelumnya sebagai dasar hipotesa awal dari penambahan arang tempurung kelapa dalam pembuatan briket dengan bahan baku utama char hasil gasifikasi batubar
Inovasi Sosial Kebersihan : Studi Tentang Pendidikan Hidup Sehat di Komunitas Petojo Binatu RT 02 RW 08 Jakarta Pusat
Fokus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku sosial yang terjadi pada komunitas Petojo Binatu I RT 02 RW 08. Perubahan sosial terjadi sejak hadirnya program–program kebersihan yang diprakarsai oleh lembaga asing yaitu USAID (United States Agency for International Developments) yang dibantu oleh lembaga lokal seperti Mercy Corps. Pada awalnya, kawasan Petojo Binatu lebih dikenal sebagai salah satu wilayah kumuh atau slump area di Jakarta. Akan tetapi, sejak bergulirnya program kebersihan yaitu MCK Plus pada tahun 2007, kini wilayah Petojo Binatu berubah menjadi kawasan percontohan
Kajian Analisis Batasan Etnik Suku Baduy Dalam terhadap Wisatawan di Kampung Cibeo
This study aims to examine and determine the ethnic boundaries applied by the Baduy Dalam community when receiving tourists visiting their area. The method used in this research is descriptive qualitative with the culture of the Baduy people as the basis in this paper. Collecting data through observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis approach qualitatively . The results of this study are that the Baduy Dalam community has ethnic restrictions on tourists, namely: (1) visitors are required to bring gambir, (2) foreign nationals / people outside the Indonesian region may not step on the Baduy Dalam area, (3) visitors may not use technology in the Baduy Dalam area, (4) visitors are not allowed to use shampoo, soap, or toothpaste, (5) visitors are not allowed to document the Inner Baduy tribal area, (6) visitors are allowed to smoke, but the Inner Baduy community is not, (7) swimming rules in the Baduy Dalam area. lakes, at certain hours, (8) are not allowed to ask the Baduy Dalam community to take pictures of visitors, (9) tourists are only allowed to stay for one night, (10) the Inner and Outer Baduy people are distinguished by appearance. This ethnic boundary is an attempt by the Baduy people to maintain their identity and existence amidst tourism activities and negative cultural flows brought by tourists. The scope of this research is in Cibeo Baduy Dalam , Kanekes Village, Banten.Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengetahui batasan-batasan etnik yang diterapkan masyarakat Baduy Dalam saat menerima wisatawan yang berkunjung ke wilayah mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan berfokus kepada kebudayaan masyarakat Baduy sebagai basis dalam tulisan ini. Pengumpulan data melalui observasi , wawancara, dokumentasi serta studi pustaka . Analisis data pendekatan secara kualitatif . Adapun hasil penelitian ini yaitu masyarakat Baduy Dalam memiliki batasan etnik terhadap wisatawan yaitu : (1) pengunjung diwajibkan membawa gambir, (2) pengunjung warga negara asing / masyarakat luar daerah Indonesia tidak boleh menginjak daerah Baduy Dalam, (3) pengunjung tidak boleh menggunakan teknologi di daerah Baduy Dalam, (4) pengunjung tidak boleh menggunakan shampoo, sabun, atau odol, (5) pegunjung tidak boleh mendokumentasikan daerah suku Baduy Dalam, (6) pengunjung diperbolehkan merokok, tapi masyarakat Baduy Dalam tidak, (7) aturan berenang di danau, pada jam-jam tertentu, (8) tidak boleh menyuruh masyarakat Baduy Dalam mengambil gambar pengunjung, (9) wisatawan hanya diperbolehkan menginap dalam jangka waktu satu malam, (10) masyarakat Baduy Dalam dan Luar dibedakan dari penampilan. Batasan etnik ini merupakan upaya masyarakat Baduy menjaga identitas dan eksistensi mereka ditengah kegiatan wisata dan arus budaya negatif yang di bawa wisatawan. Lingkup penelitian ini di kampung Cibeo Baduy Dalam, Desa Kanekes, Banten
Membongkar Ulang Inovasi Digital: Telaah Kritis Aplikasi PeduliLindungi dalam Perspektif Social Construction of Technology (SCOT)
Inovasi aplikasi digital berkembang pesat tatkala pandemi Covid-19 mulai terjadi pada tahun 2020. Beragam platform digital, salah satunya PeduliLindungi, dibentuk sebagai bentuk adaptasi terhadap pandemi serta langkah penanggulangan persebaran virus Covid-19. Studi ini berfokus kepada telaah kritis terhadap aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu inovasi yang tumbuh berkembang pada masa pandemi Covid-19. Dengan menggunakan framework bernama Social Construction of Technology (SCOT), studi ini menemukan bahwa platform aplikasi PeduliLindungi tumbuh berkembang seiring dengan pertemuan pengetahuan serta interaksi sosial diantara manusia. Dengan kata lain, aplikasi PeduliLindungi bukan platform yang dibentuk sebagai respon krisis pandemi Covid-19. Justru sebaliknya, aktivitas manusia yang melahirkan aplikasi PeduliLindungi. Lebih jauh, studi ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah historiografi dengan pendekatan konstruktivis. Adapun data dalam penelitian ini memanfaatkan beberapa berita, dokumen, jurnal yang berkaitan dengan platform aplikasi PeduliLindungi.Inovasi aplikasi digital berkembang pesat tatkala pandemi Covid-19 mulai terjadi pada tahun 2020. Beragam platform digital, salah satunya PeduliLindungi, dibentuk sebagai bentuk adaptasi terhadap pandemi serta langkah penanggulangan persebaran virus Covid-19. Studi ini berfokus kepada telaah kritis terhadap aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu inovasi yang tumbuh berkembang pada masa pandemi Covid-19. Dengan menggunakan framework bernama Social Construction of Technology (SCOT), studi ini menemukan bahwa platform aplikasi PeduliLindungi tumbuh berkembang seiring dengan pertemuan pengetahuan serta interaksi sosial diantara manusia. Dengan kata lain, aplikasi PeduliLindungi bukan platform yang dibentuk sebagai respon krisis pandemi Covid-19. Justru sebaliknya, aktivitas manusia yang melahirkan aplikasi PeduliLindungi. Lebih jauh, studi ini menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah historiografi dengan pendekatan konstruktivis. Adapun data dalam penelitian ini memanfaatkan beberapa berita, dokumen, jurnal yang berkaitan dengan platform aplikasi PeduliLindungi
Strategi Pengimplementasian Konsep Kampung Tematik sebagai Wujud Masyarakat untuk Mengentaskan Desa 3T (Studi kasus: Kampung Tematik Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo)
The thematic village as an effort to preserve the Arts and Culture of the area in Kademangan ravine, is the title of this writing. Against the background of the condition of the community that has artistic and cultural potential but has not been nurtured to the maximum that has encouraged this writing. The method used is direct observation to the location of the Kademangan hamlet and direct interviews with people who know the existence of arts and culture in the Blimbing Gorge. From this study, it was found that the formation of thematic villages was needed as an effort to preserve the art and culture of the community. Especially in the Kademangan hamlet, the establishment of thematic arts and culture villages is very useful for the continuity of the arts and culture that exist in the community, especially the art of kuda lumping, kethoprak and calligraphy. So far, the three have already been in the community but have not been fully developed so that their existence is feared that they will gradually disappear if we do not preserve them. The formation of thematic villages is very important to support the preservation of Arts and Culture as well as being able to increase community income.
Kampung tematik sebagai upaya melestarikan Seni dan Budaya daerah di Kelurahan Kademangan, merupakan judul dari penulisan ini. Dilatar belakangi dengan keadaan masyarakat yang memiliki potensi seni dan budaya tapi belum dibina secara maksimal yang mendorong penulisan ini. Metode yang digunakan adalah observasi langsung ke lokasi Kelurahan Kademangan dan wawancara langsung kepada masyarakat yang tahu keberadaan kesenian dan budaya yang ada di Kelurahan Kademangan. Dari penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pembentukan kampung tematik sangat diperlukan sebagai upaya melestarikan seni dan budaya masyarakat. Terutama di Kelurahan Kademangan ini, pembentukan kampung tematik Seni dan Budaya sangat bermanfaat sekali bagi keberlangsungan seni dan budaya yang ada di masyarakat, terutama seni kuda lumping, kethoprak dan kaligrafi. Selama ini ketiganya sudah ada dalam masyarakat akan tetapi belum dibina secara maksimal sehingga keberadaanya dikuatirkan lambat laun akan hilang jika tidak kita lestarikan. Pembentukan kampung tematik menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang pelestraian Seni dan Budaya disamping juga bisa menambah pendapatan masyarakat.