Jurnal Studi Inovasi
Not a member yet
    85 research outputs found

    INNOVATION OF SIMPLE PYROLYSIS TECHNOLOGY TO PROCESS PLASTIC WASTE INTO FUEL OIL (KEROSENE)

    No full text
    Berdasarkan dari kegiatan masyarakat ternyata plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene) ini paling banyak dijumpai di lingkungan bahkan sering menjadi sebagai sumber pencemar lingkungan karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Biasanya plastik jenis LDPE ini terdapat pada kantong plastik (kresek), kantong plastik sampah, tas belanja hingga bungkus makanan. Alat ini bekerja sederhana yaitu plastik jenis LDPE dimasukkan pada tungku pembakaran untuk mendapatkan proses pemanasan dan penguapan. Setelah penguapan maka uap atau gas-gas akan naik menuju ke tabung penyulingan atau tabung pemurnian atau mengalami proses destilasi untuk pemisahan air dan gas-gas minyak. Setelah proses penyulingan masuk ke dalam tabung kondensor untuk proses kondensasi selama 1 sampai 1,15 jam. Plastik-plastik jenis LDPE ini jika dibakar akan berubah menjadi senyawa Propana atau golongan alkana yang memiliki 3 atom karbon. Propana ini juga merupakan komponen dari pembentukan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau Gas Petroleum Cair. Setelah terbentuk propana dari hasil pembakaran plastik maka gas-gas propana ini didinginkan. Dari hasil pendinginan atau proses kondensasi ini akan terbentuklah cairan berupa bahan bakar minyak. Sampah plastik jenis LDPE dapat dijadikan bahan bakar dalam bentuk minyak alternatif karena sampah plastik jenis LDPE ini apabila dibakar akan menghasilkan propana yang merupakan komponen dalam pembuatan gas LPG. Gas-gas pada propana sebagai unsur alkana ini mendapat perlakuan melalui proses kondensasi atau pendinginan sehingga gas-gas propana ini berubah menjadi cairan dalam bentuk minyak)Based on community activities, it turns out that LDPE (Low Density Polyethylene) is the most common type of plastic in the environment and is often used as a source of environmental pollution because it can disrupt the balance of the ecosystem. Usually this type of LDPE plastic is found in plastic bags (cresek), plastic trash bags, shopping bags to food wrappers. This tool works simply, namely the LDPE type plastic is put in the furnace to get the heating and evaporation process. After evaporation, the steam or gases will rise to the distillation tube or purification tube or undergo a distillation process to separate water and oil gases. After the distillation process enters the condenser tube for the condensation process for 1 to 1.15 hours. If this type of LDPE plastic is burned, it will turn into a Propane compound or an alkane group which has 3 carbon atoms. Propane is also a component of the formation of LPG (Liquefied Petroleum Gas) or Liquid Petroleum Gas. After propane is formed from the combustion of plastic, the propane gases are cooled. From the results of this cooling or condensation process, a liquid in the form of fuel oil will be formed. LDPE type plastic waste can be used as fuel in the form of alternative oil because this type of LDPE plastic waste when burned will produce propane which is a component in making LPG gas. The gases in propane as an alkane element are treated through a condensation or cooling process so that these propane gases turn into liquids in the form of oi

    Potensi Penggunaan Kecerdasan Buatan untuk Video Promosi Digital: Pendekatan Neuromarketing: POTENSI PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN UNTUK VIDEO PROMOSI DIGITAL: PENDEKATAN NEUROMMARKETING

    No full text
    Pemilihan media produksi iklan dan pemasaran produk mengalami perubahan akibat revolusi industri 4.0. Ponsel pintar, komputer, dan gadget telah menggeser pencarian informasi produk konsumen dari media cetak ke digital. Video promosi digital (DPV) memberikan informasi terbaik tentang produk. Pemasar dapat menggunakan pendengaran dan penglihatan untuk mengkomunikasikan detail produk. Namun, produksi DPV mahal dan memakan waktu, mulai dari pembuatan film, pengeditan, rendering, dan penyiaran. AI dapat memangkas biaya produksi DPV dan mempercepat proses kreatif. Perangkat lunak AI memproses skrip ke dalam komputer untuk menghasilkan DPV. DPV akan mensurvei, mewawancarai, dan memfokuskan kelompok beberapa responden sebelum mempublikasikannya. Disamping itu, neuromarketing dapat mengakses pikiran dan emosi bawah sadar konsumen. Tinjauan penelitian ini menyelidiki AI berbasis neuromarketing untuk DPV.Ad production and product marketing media selection have changed due to the industrial revolution 4.0. Smartphones, computers, and gadgets have shifted consumer product information searches from print to digital. Digital promotional video (DPV) informs products best. Marketers can use hearing and sight to communicate product details. DPV production is expensive and time-consuming, from filming, editing, rendering, and broadcasting. AI can cut DPV production costs and speed up the creative process. AI software processes scripts into computers to generate DPVs. DPV will survey, interview, and focus group multiple respondents before publishing it. Neuromarketing can access consumers' subconscious minds and emotions. This research review investigates neuromarketing-based AI for DP

    The Role of Social Enterprise as an Innovation for Poverty Alleviation in Indonesia

    No full text
    Social enterprise merupakan suatu inovasi di bidang bisnis yang ikut berperan dalam mengentaskan permasalahan kemiskinan. Artikel ini mengkaji mengenai peran social enterprise dalam mengatasi kompleksitas permasalahan kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan teori keberfungsian sosial sebagai kerangka analisis. Studi ini menemukan bahwa ada empat wajah kemiskinan di Indonesia yang cukup fundamental, yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi, eskalasi tingkat pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan, dan distribusi pendapatan yang tidak merata. Peneliti menganalisis bahwa social enterprise hadir sebagai pihak eksternal yang berperan membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan kemiskinan. Hal ini terlihat dari beberapa peran fungsionalnya, seperti melakukan pemberdayaan masyarakat, memberikan layanan jasa keuangan mikro, dan menyediakan pendidikan gratis.Social enterprise is an innovation in the field of business that plays a role in alleviating the problem of poverty. This article examines the role of social enterprise in overcoming the complexity of poverty problems in Indonesia. This study uses qualitative research methods with a literature study approach and social functioning theory as an analytical framework. This study found that there are four fundamental faces of poverty in Indonesia, namely high population growth, escalating unemployment rates, low levels of education, and unequal distribution of income. Researchers analyze that social enterprises exist as external parties whose role is to assist the government in overcoming poverty problems. This can be seen from several functional roles, such as conducting community empowerment, providing microfinance services, and providing free education.   Keywords: Social Enterprise, Poverty, Innovatio

    Politik Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai Inovasi di Desa Jelutung II Kecamatan Simpang Rimba Tahun 2020

    Full text link
    Abstract Renia, the politics of implementing the self-help housing stimulant assistance program (BSPS) in Jelutung II village, Simpang Rimba sub-district in 2020, was guided by Bustami Rahman and Sarpin. Implementation is an activity, action and action. However, implementation is not just an ordinary activity, but the implementation of planned activities to achieve a set goal. However, the implementation of a program cannot be realized easily. There are several factors that are taken into consideration for the success of the implementation. The more these factors are ignored, the more difficult it is to achieve the objectives of the policy. The purpose of this study was to determine the politics of implementing the self-help housing stimulant assistance program (BSPS) and to analyze the supporting and inhibiting factors for the implementation of the BSPS program in Jelutung II Village.             This study uses the policy implementation theory of Merilee S. Grindle as the basic foundation of the research. Regarding the concept of policy implementation, there are two major variables, namely, the first is the content of the policy which contains six other indicators, namely; the interests of the target group (target group), the types and benefits received by the target group, the degree of desired change, the location of a program, program implementation or implementers and resources. Then, based on the policy environment, there are three other indicators, namely: a) the power, interests, and strategies of the actors involved. b) characteristics of institutions and authorities c) compliance and responsiveness. The method used in this research is a descriptive qualitative method with primary data sources derived from unstructured interviews with 19 informants. The informants consisted of 2 village officials who were responsible for the service delivery division in the BSPS program in Jelutung II Village, 1 TFL BSPS Jelutung II villager, 9 recipients of the BSPS program and 9 non-recipients of the BSPS program.             The results of this study indicate that the implementation of the Self-Help Housing Stimulant Assistance (BSPS) program in Jelutung II Village, Simpang Jungle District has been implemented even though it has been less effective. Based on several policy implementation factors, according to Grindle, there are some that are less effective in implementing the BSPS program policy in Jelutung II Village. This can be seen from the time of determining the prospective recipients of assistance, there are still recipients who are not appropriate as well as delays in building goods and the limitations of the existing budget from the recipients. The supporting factor of the BSPS program in Jelutung II Village is the good quality of building materials. The inhibiting factors are weather, availability of builders and delays in building materials. Keywords: Policy, Implementation, BSPS, Jelutung II village.Implementasi merupakan suatu aktivitas, aksi dan tindakan. Namun, implementasi bukan hanya sekedar aktivitas biasa, melainkan pelaksanaan kegiatan yang terencana untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan. Akan tetapi implementasi suatu program tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Terdapat beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan untuk keberhasilan dari implementasi tersebut. Semakin banyak faktor-faktor tersebut diabaikan, maka semakin sulit untuk mencapai tujuan dari kebijakan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui politik implementasi program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dan menganalisis faktor pendukung serta penghambat implementasi program BSPS di Desa Jelutung II. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari Merilee S. Grindle sebagai landasan dasar penelitian. Terkait konsep implementasi kebijakan tersebut terdapat dua variabel besar yakni, yang pertama isi kebijakan yang terdapat enam indikator lainnya yaitu; kepentingan kelompok sasaran (target group), jenis dan manfaat yang diterima oleh target group, derajat perubahan yang diinginkan, letak sebuah program, pelaksanaan program atau implementor dan sumber daya. Kemudian yang kedua berdasarkan lingkungan kebijakan terdapat tiga indikator lainnya yaitu: a)  kekuasaan, kepentingan, dan strategi aktor yang terlibat. b) karakteristik lembaga dan penguasa c) kepatuhan dan daya tanggap. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer yang berasal dari wawancara tidak terstruktur dengan 19 informan. Para informan tersebut terdiri dari 2 perangkat desa bagian kasi pelayanan yang bertanggung jawab dalam program BSPS di Desa Jelutung II, 1 orang TFL BSPS Desa Jelutung II, 9 orang penerima program BSPS dan 9 orang non penerima program BSPS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Jelutung II Kecamatan Simpang Rimba sudah terimplementasi walaupun berjalan kurang efektif. Berdasarkan dari beberapa faktor-faktor implementasi kebijakan menurut Grindle terdapat beberapa yang kurang efektif dalam pelaksanaan kebijakan program BSPS di Desa Jelutung II. Hal tersebut terlihat dari pada saat penentuan calon penerima bantuan masih terdapat penerima yang kurang tepat serta adanya keterlambatan barang bangunan dan keterbatasan dari anggaran yang ada dari penerima bantuan. Faktor pendukung dari program BSPS di Desa Jelutung II yaitu, kualitas bahan bangunan yang bagus. Adapun faktor penghambatnya ialah cuaca, ketersedian tukang bangunan dan keterlambatan bahan bangunan.

    Indonesia Analisis SIG Berdasarkan Data Geologi dan Geospasial sebagai Inovasi Mitigasi Tanah Longsor Studi Kasus Daerah Wukirsari Imogiri: Indonesia

    No full text
    Indonesia is a country with a high level of landslides, one of which is the Imogiri area of ??Bantul, especially Wukirsari Village. The Wukirsari area is an area that has a morphology in the form of rolling hills and is traversed by the Opak Fault, causing the area to be prone to landslides that can cause physical losses and casualties. This condition is the background for conducting this research by observing the geological conditions, land use, rainfall, and slope in the area to carry out an innovation analysis based on a geographic information system that produces a map of the level of vulnerability to landslides in the research area. The research area has a hilly morphology that is steep to steep with constituent rocks in the form of pyroclastic rocks incorporated in the Semilir Formation and volcanic breccias incorporated in the Nglanggeran Formation and composed of latosol soil textured from clay to sand. The research area also found geological structures that developed in the form of faults and also rainfall conditions of more than 2000mm/year with land use dominated by forests and plantations. This research produces a map of low, medium, and high landslide susceptibility zones which are dominated by moderate vulnerability. The results of the study can be used as the main information in efforts to mitigate landslides in the Wukirsari, Imogiri, Bantul areas.Indonesia merupakan negara dengan tingkat bencana tanah longsor yang tinggi, salah satunya yaitu Daerah Imogiri Bantul terutama Desa Wukirsari. Daerah Wukirsari merupakan daerah yang memiliki morfologi berupa perbukitan yang curah dan dilalui oleh jalur Sesar Opak sehingga mengakibatkan daerah tersebut rawan bencana tanah longsor yang dapat menimbukan kerugian fisik maupun korban jiwa. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini dengan melakukan pengamatan kondisi geologi, tataguna lahan, curah hujan, dan kelerengan pada daerah tersebut untuk dilakukan analisis inovasi berbasis sistem informasi geografis yang menghasilkan peta tingkat kerentanan bencana tanah longsor pada daerah penelitian. Daerah penelitian memiliki morfologi perbukitan yang curam hingga terjal dengan batuan penyusun berupa batuan piroklastik yang tergabung dalam Formasi Semilir dan breksi vulkanik yang tergabung dalam Formasi Nglanggeran serta disusun oleh tanah latosol bertekstur lempung hingga pasir. Daerah penelitian juga dijumpai struktur geologi yang berkembang berupa patahan dan juga kondisi curah hujan lebih dari 2000mm/th dengan tataguna lahan didominasi oleh hutan dan perkebunan. Penelitian ini menghasilkan peta zona kerentanan tanah longsor rendah, sedang, dan tinggi yang didominasi oleh kerentanan yang sedang. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai infomasi utama dalam upaya mitigasi bencana tanah longsor pada daerah Wukirsari, Imogiri, Bantul

    Strategi Mempertahankan Perekonomian Keluarga Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Tengah Pandemi Covid-19 Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba: STRATEGY OF MAINTENING THE ECONOMY OF SMALL AND MEDIUM MICRO BUSINESS FAMILY IN THE CENTRAL OF THE COVID-19 PANDEMIC, KURAU BARAT VILLAGE, KOBA DISTRICT

    No full text
    This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach. The data sources of this research are primary data in the form of informants and secondary data in the form of documents and literature. The data analysis used is interactive analysis with three stages, namely data reduction, data modeling and drawing conclusions. The results showed that high trust between individuals can form strong social capital so that they are able to form social networks within a group. The social capital owned by the village of Kurau Barat with existing MSMEs is very much felt so that it provides effective results for the development of the businesses they manage. The role of social capital in each individual affects the capacity and quality within the village. Effective use of social capital can provide impetus for business development. Internal development of the "Getas and Ampiang" business group in increasing potential by using initial capital with own savings, innovating for their production, expanding marketing networks, and completing business facilities and infrastructure. In addition, facilitation from external parties, namely the Cooperatives Service and the Industry and Trade Office, has provided MSMEs access to sources of capital, conducted coaching and training, product promotion activities, expanded product marketing, and provided facilities and infrastructure. However, some entrepreneurs are constrained by rising prices of raw materials, limited raw materials, having problems with capital, lack of facilities and infrastructure.    Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer berupa informan dan data sekunder berupa dokumen dan literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan yang tinggi antar individu dapat membentuk modal sosial yang kuat sehingga mampu membentuk jaringan sosial di dalam suatu kelompok. Modal sosial yang dimiliki oleh desa Kurau Barat dengan UMKM yang ada sangat dirasakan keberadaannya sehingga memberikan hasil yang efektif terhadap pengembangan usaha yang mereka kelola, Peran modal sosial di dalam masing-masing individu mempengaruhi kapasitas dan kualitas di dalam desa tersebut. Modal sosial yang didayagunakan secara efektif dapat memberikan dorongan untuk pengembangan usaha. Pengembangan secara internal dari kelompok usaha “Getas dan Ampiang” dalam meningkatkan potensi dengan cara menggunakan modal awal dengan tabungan sendiri, melakukan inovasi untuk hasil produksinya, memperluas jaringan pemasaran, dan melengkapi sarana dan prasarana usahanya. Selain itu, fasilitasi dari pihak eksternal yaitu Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian dan perdagangan telah memberikan akses UMKM terhadap sumber-sumber permodalan, mengadakan pembinaan dan pelatihan, kegiatan promosi produk, memperluas pemasaran produk, serta menyediakan sarana dan prasarana. Namun beberapa pengusaha terkendala dengan meningkatnya harga bahan baku, keterbatasan bahan baku, memiliki permasalahan dalam permodalan, kurangnya sarana dan prasarana. &nbsp

    Aplikasi Manajemen Diri COPD sebagai Inovasi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Paru Obstruktif Kronis

    Full text link
    Chronic obstructive pulmonary disease is one of the main causes of morbidity and mortality that has an impact on public health problems. This will affect the quality of life COPD patients. The prevalence of COPD patients in the world in 2016 was reported as 251 million cases, of which 3.17 million died. Some of the symptoms experienced by COPD patients are shortness of breath, chronic cough (>2 weeks), cough with phlegm, breath accompanied by wheezing, and some non-specific symptoms are lethargy, weakness, insomnia, and depression. Quality of life is related to health status which reflects the impact of individual health on functional well-being. Identifying predictors for health-related quality of life can provide deep insights into treatment and care strategies. The data used in this study came from various literatures related to problems discussed. Pulmonary rehabilitation interventions are well known in the treatment of patients with COPD and are an effort to increase activity capacity and quality of life of COPD patients. TRAINER COPD is an mHealth (mobile health) design that is integrated into a smartphone the contains medical care for patients. The most commonly used mHealth application is the use of smartphones to provide education about health problems and how to prevent them for users.Penyakit paru obstruktif kronis merupakan pemicu utama morbiditas dan mortalitas yang berdampak pada masalah kesehatan masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi kualitas hidup pasien PPOK. Prevalensi penderita PPOK di dunia pada tahun 2016 dilaporkan sebanyak 251 juta kasus, dari jumlah tersebut terdapat 3,17 juta meninggal dunia. Beberapa gejala yang di alami pasien PPOK adalah sesak nafas, batuk kronis (>2 minggu), batuk berdahak, nafas disertai mengi, dan beberapa gejala non spesifik adalah lesu, lemas, susah tidur, dan depresi. Kualitas hidup berhubungan dengan status kesehatan yang mencerminkan dampak kesehatan individu pada kesejahteraan fungsional. Mengidentifikasi prediktor untuk kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang pengobatan dan strategi perawatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang berasal dari literatur-literatur dimana berkaitan dengan persoalan yang dibahas. Intervensi pulmonary rehabilitation dikenal baik dalam pengobatan pasien dengan PPOK dan merupakan upaya dalam meningkatkan kapasitas beraktivitas  dan kualitas hidup pasien PPOK. TRAINER COPD merupakan rancangan mHealth (mobile health) yang terintegrasi dalam ponsel pintar yang berisi perawatan medis bagi pasien. Aplikasi mHealth yang paling umum digunakan adalah penggunaan ponsel pintar untuk memberikan edukasi tentang masalah kesehatan dan cara pencegahannya bagi pengguna

    Inovasi SIBAMAS (Sistem Informasi Bantuan Masyarakat) sebagai Bentuk Bantuan Pemerintah kepaca Masyarakat Korban PHK dan Pelaku UMKM yang Terdampak Covid 19 di Kabupaten Tangerang

    No full text
    Penelitian ini adalah tentang inovasi digital sosial bernama SIBAMAS (Sistem Informasi Bantuan Masyarakat) sebagai bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat korban PHK dan pelaku UMKM dampak Covid-19 yang memerlukan bantuan modal. Kajian ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanggerang. Penelitian ini penting dan relevan karena melihat kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanggerang pada masa Covid-19. Selain itu, penelitian ini adalah bentuk upaya pemerintah daerah dalam menyejahterakan dan membangkitkan perekonomian khususnya para korban PHK dan pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 agar kembali stabil. Populasi dalam penelitian ini yaitu daerah yang telah melakukan kebijakan atau inovasi dalam bidang digital sosial. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah inovasi SIBAMAS (Sistem Informasi Bantuan Masyarakat). SIBAMAS (Sistem Aplikasi Bantuan Masyarakat) adalah sistem aplikasi berbasis Web. Fungsinya adalah sebagai sarana bagi para korban PHK dan pelaku UMKM agar bisa mendapat bantuan permodalan usaha. SIBAMAS Bekerjasama dengan Disdukcapil untuk menghindar duplikasi bantuan pada masyarakat. Manfaat dengan adanya SIBAMAS ini adalah membantu korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kabupaten Tangerang untuk menjadi Wirausaha Baru dengan Bantuan Permodalan dan membantu para pengusaha UMKM di Kabupaten Tangerang yang terdampak Covid-19 agar usahanya tetap berjalan

    Digitalisasi Sistem Informasi Pelayanan Perizinan dan Investasi di Provinsi Jawa Timur

    Full text link
    Penelitian ini adalah tentang digitalisasi sistem informasi pelayanan perizinan dan investasi di Provinsi Jawa Timur melalui inovasi Roadshow Perizinan dan Informasi Investasi Jawa Timur (INI JATIM). Inovasi Roadshow Perizinan merupakan pengembangan pelayanan perizinan berusaha dari Jatim Online Single Submission (JOSS). Roadshow Perizinan adalah pelayanan ditempat yang dilakukan dengan berkeliling di wilayah Kabupaten atau Kota di Jawa Timur untuk pemohon yang melakukan perizinan berusaha sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor pelayanan. Inovasi Informasi Investasi Jawa Timur (INI JATIM) merupakan dashboard sistem informasi interaktif yang menyajikan secara lengkap dan detail tentang informasi Potensi, Peluang Investasi Jawa Timur beserta daya dukungnya. Aplikasi ini juga menerapkan kebijakan untuk mempromosikan potensi dari berbagai sektor secara berkelanjutan guna menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan potensi daerah dan produk lokal di Provinsi Jawa Timur. Adapun pengambilan data dengan teknik literature review. Literature review atau tinjauan literatur adalah pemeriksaan sistematis literatur ilmiah kritis dalam menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis temuan penelitian, teori, dan praktik. Literature review memberikan gambaran mengenai perkembangan suatu topik tertentu. Hasil inovasi Roadshow Perizinan adalah tersedia aplikasi perizinan yang lebih sederhana dan mempermudah proses perizinan yang ada. Perizinan berusaha yang sebelumnya harus dilakukan secara tatap muka, diubah menjadi sepenuhnya dilakukan secara online. Dengan adanya inovasi tersebut pemohon dapat terlayani dengan baik dan potensi untuk melakukan praktek pungutan liar juga dapat ditekan. Hasil inovasi Informasi Investasi Jawa Timur (INI JATIM) adalah tersedia aplikasi pelayanan sistem informasi investasi yang menyajikan secara lengkap dan detail tentang informasi potensi, peluang investasi di Jawa Timur serta menjadi etalase promosi dalam menawarkan proyek-proyek peluang investasi kepada penanam modal asing maupun penanam modal dalam negeri. Aplikasi ini menerapkan kebijakan untuk mempromosikan potensi dari berbagai sektor secara berkelanjutan guna menciptakan lapangan kerja dan mempromosikan potensi daerah dan produk lokal di Provinsi Jawa Timur

    Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Inovasi Madu Kelulut di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur

    Full text link
    The Effect of Marketing Mix on the Purchase Decision of Kelulut Honey in Manggar District, East Belitung Regency (Supervised by Evahelda and Rati Purwasih). Honey kelulut is the result of honey from bees Trigona sp. Kelulut honey is easy to cultivate. This is because the kelulut honey bee does not have a sting (stingless bee) so it is safe to be cultivated around homes, plantations and the use of vacant land. Every consumer has a different pattern of consumption behavior. Therefore, as a producer, in order to be able to sell products that are marketed to buyers, it is necessary to approach consumers and their behavior. It is very important for producers to know the effect of product marketing mix, price, distribution, promotion on consumer purchasing decisions, especially in the competition for kelulut honey products. The aims of this study were: (1) to describe the marketing mix of kelulut honey in Manggar sub-district, East Belitung regency, (2) to analyze consumer purchasing decisions for kelulut honey in Manggar sub-district, East Belitung regency. sampling. The sample in the study was 100 respondents. The results showed that the characteristics of the respondents included age, gender, education level and occupation. The marketing mix in Manggar District, East Belitung Regency has been categorized as good. The decision-making process for buying kelulut honey goes through five stages, namely, need recognition, information search, alternative evaluation, purchasing action, and product consumption.Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Madu Kelulut Di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur (Dibimbing oleh Evahelda dan Rati Purwasih). Madu kelulut merupakan hasil madu dari lebah Trigona sp. Madu kelulut mudah untuk dibudidayakan. Hal ini dikarenakan lebah madu kelulut yang tidak memiliki sengat (Stingless bee) sehingga aman untuk dibudidayakan di sekitaran lingkungan rumah, perkebunan dan pemanfaatan lahan kosong.  Setiap konsumen memiliki pola perilaku konsumsi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebagai produsen supaya dapat menjual produk yang dipasarkan sampai ke pembeli perlu melakukan pendekatan terhadap konsumen dan perilakunya. Sangat penting bagi produsen untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran produk, harga, distribusi, promosi terhadap keputusan pembelian konsumen terutama dalam persaingan produk madu kelulut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan bauran pemasaran madu kelulut di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur, (2) Menganalisis pengambilan keputusan pembelian madu kelulut oleh konsumen di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur, Penelitian dilakukan di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Bauran pemasaran di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur telah dikategorikan baik. Proses pengambilan keputusan pembelian madu kelulut melalui lima tahapan yaitu, pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, tindakan pembelian, dan pengkonsumsian produk

    68

    full texts

    85

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Inovasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇