Jurnal Studi Inovasi
Not a member yet
85 research outputs found
Sort by
Jaminan Perlindungan Tenaga Kerja Home Industry dalam Perspektif Undang-Undang Cipta Kerja
Home industry di Indonesia bergerak di berbagai sektor usaha, namun usaha industri kecil dan menengah yang prospektif dan lebih menjanjikan adalah sektor yang bergerak di bidang busana dan sandang serta sektor usaha yang bergerak di bidang usaha kuliner atau makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap hak tenaga kerja home industry di Indonesia, bagaimana home industry tempe di Sumber Kabupaten Cirebon memenuhi hak-hak tenaga kerjanya, dan bagaimana perlindungan tenaga kerja home industry tempe di Sumber Kabupaten Cirebon ditinjau dengan Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi kemudian dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Adapun hasil dari penelitian ini: Para pekerja home industry sendiri terkadang tidak mengetahui atas hak mereka sebagai pekerja. Pada dasarnya setiap pekerja yang terdapat dalam home industry merupakan sama seperti pekerja atau buruh dalam pabrik ataupun pekerja lainnya, di mana memiliki hak sebagai pekerja sama tidak ada perbedaan atas hak yang diberikan oleh UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020. Para pekerja home industry rentan mendapatkan pelanggaran hak mereka sebagai pekerja yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha.Home industries in Indonesia operate in various sectors, but the most promising and lucrative small and medium-sized businesses are in the fashion and clothing sector, as well as the culinary or food industry sector. This research aims to examine the legal protection of labor rights in home industries in Indonesia, how the tempe home industry in Sumber, Cirebon Regency, fulfills the rights of its workers, and how the protection of labor rights in the tempe home industry in Sumber, Cirebon Regency, is reviewed under Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation. This research uses a qualitative descriptive approach with data collected through interviews, observations, and analyzed using descriptive analysis methods. The results of this research indicate that home industry workers sometimes do not know their rights as employees. In essence, every worker in the home industry is similar to workers in factories or other industries, where they have the same rights as employees, and there is no difference in the rights provided by Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation. Home industry workers are vulnerable to violations of their rights, which should be fulfilled by business operators
Illegal Access dalam Aktivitas Tambang Inkonvensional di Desa Baturusa Kabupaten Bangka
This research discusses illegal access to unconventional mining activities in Baturusa Village, Bangka Regency. Baturusa Village is a region characterized by its vast reserves of tin. Consequently, this has resulted in the proliferation of illegal tin mining operations. This leads to environmental issue, specifically the shallowing of rivers caused by sedimentation resulting from illegal tin mining and the creation of kolong after mining. Furthermore, the community’s reliance on tin resources to meet their economic needs has lad to an increase in illegal tin mining operation in Baturusa Village, causing significant environmental degradation, particularly in river ecosystems. Moreover, an established network facilitates illegal tin mining activities by providing miners with convenient access to engage in their operation. It means that actor networks are an inherent component of exploitative and extractive economic actions. Additionally, miners possess an access mechanism that facilitates the acquisition, maintenance, and preservation of resource access mechanism through processes, facilities, and tools. Apart from that, miners have an access mechanism that simplifies the acquisition, upkeep, and maintenance of resources. This mechanism encompasses many processes, facilities, and relationships involved in conducting tin mining activities. In the case, illegal tin mining activities in Baturusa Village are very difficult to control or stop. The objective of this study is to examine the access network and method used in unconventional mining operations in Baturusa Village, Merawang District, Bangka Regency. The research utilizes the theory of Access developed by Jesse Ribot and Nancy Lee Peluso. The research used a qualitative methodology. This research employed interviews, observation, and documentation for data collection.
Keywords: Illegal Mining, Illegal Access, Access NetworkPenelitian ini membahas mengenai akses ilegal dalam aktivitas tambang inkonvensional di Desa Baturusa Kabupaten Bangka. Desa Baturusa adalah wilayah yang memiliki potensi sumber daya timah yang cukup melimpah. Sehingga hal ini menyebabkan maraknya aktivitas pertambangan timah secara ilegal. Yang kemudian menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan, seperti sungai menjadi dangkal akibat sedimentasi yang terjadi karena penambangan timah ilegal dan terdapat adanya kolong pasca tambang. Selain itu, maraknya aktivitas pertambangan timah ilegal yang ada di Desa Baturusa disebabkan adanya ketergantungan masyarakat pada sumber daya timah dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, sehingga membawa dampak yang begitu besar terhadap kerusakan lingkungan, terutama pada ekosistem sungai. Lebih lanjut, dalam kegiatan pertambangan timah secara ilegal terdapat adanya jaringan akses yang memudahkan para penambang dalam melakukan kegiatan penambangan timah. Karena dalam sebuah kegiatan yang besifat eksploitasi serta bersinggungan dengan ekonomi ekstraktif, maka tidak dapat dipungkiri bahwa jaringan aktor akan selalu ada dalam kegiatan tersebut. Selain itu, terdapat adanya mekanisme akses yang diperoleh para penambang yang dapat memberikan kemudahan dalam mendapatkan, memelihara, dan mempertahankan akses terhadap sumber daya melalui mekanisme yang meliputi proses, sarana, dan hubungan dalam melakukan kegiatan penambangan timah. Sehingga dalam hal ini menyebabkan aktivitas pertambangan timah secara ilegal di Desa Baturusa sangat sulit untuk ditertibkan maupun dihentikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis jaringan akses dan mekanisme akses dalam aktivitas tambang inkonvensional di Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Akses dari Jesse Ribot dan Nancy Lee Peluso. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Kata Kunci: Tambang Ilegal, Akses Ilegal, Jaringan
Akse
Inovasi Pelayanan Publik Berbasis E-Government di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangka
This study attempts to analyze the implementation of public services innovation in Population and Civil Registry Office in Bangka District. Regarding to Executive Order Number 3 of 2003 on National Development Strategy of E-Governmentin Bangka District manage to improve the public services. However, there are complex problem of the implementation especially in population proposition. In the case moreover, citizen and civil service staff demand to be adapted. The occurring problem usually appeared is the unclear document of citizen. This study use theory of Innovation devotion by Everett M. Rogers, and use qualitative descriptive method. In the other hand, research data collecting use interview, observation, and documentation. The result of this study is to prove E-Governmentpolicy not completely gave the convenience to citizen, and also Population and Civil Registry Office in Bangka District is not ready to apply it. There are three digital innovations utilize by Population and Civil Registry Office in Bangka District, BANGMUDA (Bangka Mudah Dapat Akta), Gerbang Terindak and Matras Bangka. The implementation of E-Governmentpublic services innovation in Population and Civil Registry Office in Bangka District is not optimal. In fact, there are some points which influence the implementation of E-Governmentin Population and Civil Registry Office in Bangka District, regardless to the advantage or disadvantage, which are: first, creating the good government, second, reduce the corruption problem, third, the efficiency of time and space, fourth, there are numbers of citizen lack of technology and information, fifth, citizen ignorance, sixth, people culture, and seventh, internet problem. Penelitian ini membahas mengenai implementasi dari inovasi pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil) Kabupaten Bangka. Merespon INPRES N0. 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, Kabupaten Bangka terus meningkatkan inovasi pelayanan. Namun dalam implementasinya terdapat masalah yang cukup kompleks terkait masalah kependudukan. Dalam hal ini baik masyarakat maupun aparatur pegawai dituntut agar mampu beradaptasi dengan situasi seperti sekarang ini, adapun permasalahan yang kerap terjadi ialah banyaknya dokumen yang dilampirkan oleh masyarakat tidak jelas sehingga hal ini menjadi persoalan. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori Divusi Inovasi Everett M. Rogers, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dalam penelitian ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini yaitu E-Governmentdimaknai memberi kemudahan belum terbukti, Dukcapil Kabupaten Bangka belum siap sehingga E-Governmenttidak terkelola dengan baik. Terdapat tiga inovasi berbasis digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangka yakni, BANGMUDA (Bangka Mudah Dapat Akta), Gerbang Terindak dan Matras Bangka. Implementasi daripada inovasi pelayanan berbasis E-Governmentdi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil) Kabupaten Bangka masih belum optimal. Terdapat beberapa point yang mempengaruhi implementasi EGovernment di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil) Kabupaten Bangka, baik secara kekurangan maupun kelebihannya, diantaranya ialah: (1) terciptanya pemerintahan yang baik (2) Praktik korupsi berkurang, (3) Tercipta efisiensi skala ruang dan waktu. (4) Masih ada masyarakat yang belum memiliki perangkat teknologi dan informasi, (5) Ketidaktahuan masyarakat, (6) people culture dan (7) jariangan internet
Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Demokrasi Lokal (Studi tentang Demokrasi Lokal di Desa Kimak)
Peran dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kimak Kecamatan Merawang sangat diharapkan oleh masyarakat dalam upaya memperkuat demokrasi lokal di pedesaan. Di Desa Kimak masyarakat desa kurang menyadari dan kurang ikut serta berpartisipasi dalam demokrasi dan memajukan desanya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana peran BPD dalam Pembangunan Desa di Desa Kimak dan (2) Apakah faktor pendukung dan penghambat BPD dalam upaya memperkuat demokrasi lokal tingkat Desa di Desa Kimak. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan Desa di Desa Kimak dan untuk menganalisis faktor yang menjadi pendukung dan penghambat BPD dalam memperkuat Demokrasi di Desa Kimak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Kimak telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yaitu menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, dan melaksanakan pengawasan dengan baik. (2) Faktor pendukung BPD dalam pembangunan Desa kerjasama semua elemen masyarakat dan pemerintahan Desa. Kemudian faktor penghambat BPD dalam menjalankan perannya yakni secara internal dan eksternal. Secara internal diantaranya sarana dan prasarana, hambatan finansial, waktu yang terbatas. Sedangkan untuk faktor eksternalnya adalah partisipasi dari masyarakat yang kurang dan ketidakpahaman masyarakat terkait BPD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran yang telah dilaksanakan BPD selama ini sudah berjalan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku
Penerapan Pembelajaran Model Discovery Learning sebagai Inovasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa menggunakan model Discovery Learning dalam bentuk tercapainya tujuan pembelajaran pada materi Kesetimbangan Kimia dan Pergeseran Kesetimbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus dan dua pertemuan di tiap siklusnya. Aktivitas yang dilakukan di tiap siklus adalah perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interpretasi, analisis dan refleksi. Partisipan penelitian ini merupakan siswa kelas XII IPA 3 MAN 3 Kota Banjarmasin yang berjumlah 33 orang. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan hasil belajar pelajaran Kimia. Peningkatan hasil belajar tersebut bisa dilihat dari peningkatan nilai rata-rata Pretest dan Postest dari 66,7 menjadi 72,1. Di siklus 2 juga terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 78,5 menjadi 88,8. Dari perbandingan nilai rata-rata postest di siklus 1 dan 2, terdapat peningkatan hasil rata-rata yang sangat signifikan dengan jumlah 16,7 poin. Dengan begitu, model Discovery Learning bisa digunakan oleh guru dengan cara menyiapkan diri untuk pandai memotivasi, membimbing dan mengarahkan siswa dalam menyelesaikan pembelajaran.This study aimed to improve students' chemistry learning outcomes using the Discovery Learning model in the form of achieving learning objectives in the material of Chemical Equilibrium and Equilibrium Shifts. The research method used was Classroom Action Research (CAR) with two cycles and two meetings in each cycle. The activities carried out in each cycle were planning, action implementation, observation and interpretation, analysis and reflection. The participants in this study were 33 students of class XII IPA 3 MAN 3 Banjarmasin. From the results of this study, it can be concluded that the application of the Discovery Learning model was able to improve learning outcomes in Chemistry lessons. The increase in learning outcomes could be seen from the increase in the average pretest and posttest scores from 66,7 to 72,1. In cycle 2 there was also an increase in the average score from 78,5 to 88,8. From the comparison of the average posttest scores in cycles 1 and 2, there was a very significant increase in average results with a total of 16.7 points. That way, the Discovery Learning model can be used by teachers by preparing themselves to be good at motivating, guiding and directing students in completing learning
The Work of PKS Legislators at Pangkalpinang City’s Parliament in 2019-2024.
Kiprah dalam parlemen menjadi bagian penting yang tidak luput dari penglihatan partai politik. Kader sebagai utusan dari partai politik yang menduduki kursi parlemen diharapkan mampu berkiprah dalam perealisasian aspirasi masyarakat, sehingga penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi lebih dinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis kiprah legislator PKS di parlemen Kota Pangkalpinang; dan, 2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi kiprah legislator PKS di parlemen Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan di Parlemen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kota Pangkalpinang pada 2022 dengan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dari Ketua, Pengurus, dan Kader dari Partai Keadlian Sejahtera Kota Pangkalpinang yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Partai Keadilan Sejahtera melakukan pengoptimalan kiprah legislator melalui fraksi di DPRD Kota Pangkalpinang dengan melakukan penguatan fungsi di parlemen melalui peningkatan kuantitas dan kualitas kader di pemerintahan yang dibuktikan dengan peningkatan perolehan kursi dari 2 kursi pada 2014 sampai 2019 menjadi 3 kursi pada 2019-2024; dan, 2) Partai Keadilan Sejahtera melakukan berbagai strategi untuk merealisasikan aspirasi yang menjadi faktor berpengaruh terhadap kiprah, antara lain proses penyampaian detail aspirasi yang menyakinkan pada rapat paripurna, negosiasi terhadap beberapa partai dengan menggunakan hubungan timbal-balik, dan evaluasi internal secara berkala. Namun, realisasi aspirasi ini menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan anggaran dan kepentingan politik dengan orang tertentu.
Gait in parliament is an important part that does not escape from the sight of political parties’s eyes. Cadres as representation from political parties occupying seats in parliament are expected to be able in taking part of realizing people’s aspirations, so the administration of regional government becomes more dynamic. The aim of this research were: 1) Analyzing the progress of PKS legislators in Pangkalpinang City’s parliament; and, 2) Analyzing the influencing factors of progress from PKS legislator in Pangkalpinang City’s parliament. This research was conducted at Prosperous Justice Party (PJP) Parliament, Pangkalpinang City in 2022 using qualitative method through descriptive approach. This research used primary data and secondary data from the chairperson, management, and cadres of Prosperous Justice Party collected through observation, interview, and documentation. The result of this research showed that: 1) Prosperous Justice Party optimizing legislator’s work through the faction in DPRD of Pangkalpinang City by strengthening the function in parliament through quantity and quality increasing of cadres in government as evidenced by the increase in seat acquisition from 2 seats in 2014 until 2019 to 3 seats in 2019 until 2024; and, 2) Prosperous Justice Party employs various strategies to realizing aspirations, which are influential factors in gait, including the process of conveying convincing details of aspirations at plenary meetings, negotiating several parties using reciprocal relationships, and periodic internal evaluation. However, the realization of this aspirations faces several obstacle, including budget constraints, and political interest with certain people.
Keywords: Government, Legislator’s Work, Parliament, and Factor
Inovasi Sosial : Tipologi Ekonomi Politik Berbasis Etnis pada Masyarakat di Kelurahan Sungai Selan Bangka Tengah
The background of this research is that the economy of the Sungai Selan community can be categorized as quite good and has progressed from previous years. In this case, the economic progress of the Sungai Selan community itself is supported by various types of livelihoods and the abundance of natural resource potential. The first source of livelihood for the people of Sungai Selan, who incidentally are farmers and fishermen, they also work as traders, as carpenters, and many other jobs. The aims of this research are: (1) to find out the typology of ethnic-based political economy; (2) to find out what factors money causes the formation of the political economy typology. This research uses qualitative methods because it is done naturally. Where the qualitative method is carried out based on data collection techniques, inductive data analysis and is carried out through data collection with participant observation to find out this phenomenon. This study was analyzed using the Need For Achievement theory (need for achievement) put forward by David McClelland and a rational choice put forward by James Coleman. and nature, interest factors, and origin factors. There are several policy innovations that the researcher presents.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perekonomian masyarakat Sungai Selan dapat di katagorikan cukup baik dan sudah mengalami kemajuan dari tahun- tahun sebelumnya. Dalam hal ini, kemajuan perekonomian masyarakat Sungai Selan sendiri didukung oleh berbagai macam jenis mata pencaharian serta melimpahnya potensi sumber daya alam. Sumber pertama mata pencaharian masyarakat Sungai Selan yang notabenenya sebagai petani dan nelayan, mereka juga bekerja sebagai pedagang, menjadi tukang, dan masih banyak lagi pekerjaan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui tipologi ekonomi politik berbasis etnis ; (2) untuk mengetahui faktor-faktor apa saja uang menyebabkan pembentukkan tipologi ekonomi politik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dilakukan secara alamiah. Dimana pada metode kualitatif dilakukan berdasarkan teknik pengumpulan data, analisis data yang bersifat induktif serta dilakukan melalui pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena tersebut.. Studi ini dianalisis menggunakan teori Need For Achievement (kebutuhan akan prestasi) yang di kemukakan oleh David McClelland dan teori pilihan rasional di kemukakan oleh James Coleman. Hasil temuan penelitian ini adalah di Kelurahan Sungai Selan masih terdapat berabagai macam etnis dan beragam jenis mata pencaharian, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pembentukkan ekonomi politik di Kelurahan Sungai Selan seperti, faktor kondisi geografis, faktor lingkungan dan alam, faktor kepentingan, dan faktor daerah asal. Terdapat juga beberapa inovasi kebijakan yang peneliti sajikan
Ekonomi Politik Hijau: Studi Kasus pada Upaya Pengembangan UMKM Berbasis Alam di Kabupaten Siak: Indonesia
Konsep pembangunan berkelanjutan menjadi rujukan model pembangunan dewasa ini. Model pembangunan seperti ini berdampak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penjagaan kelestarian lingkungan. Kabupaten Siak menjadi salah satu kabupaten yang menjalankan inovasi solusi berbasis alam sebagai kebijakan ekonomi politik daerahnya dengan menerbitkan kebijakan daerah yang mendukung implementasi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan analisis kualitatif. Implementasi konsep solusi berbasis alam ini memberikan dampak positif kepada masyarakat dan pelaku UMKM, yang menjadi lebih sadar terhadap pelestarian lingkungan dalam menjalankan praktik usaha dan bisnisnya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Siak.Sustainable development has become a key component of today's development model. In addition to empowering communities economically, this development model contributes to environmental sustainability. As part of its regional economic policy, Siak District implements nature-based solution innovation by issuing regional policies that support its implementation. This study utilizes a descriptive method based on qualitative analysis. As a result of the implementation of this nature-based solution concept, the community and MSMEs in Siak Regency have become more aware of the need to conserve the environment in conducting business and conducting business practices in order to achieve sustainable development.
THE INFLUENCE OF PRODUCT QUALITY, PRODUCT DIVERSITY, AND PRICE ON REPURCHASE INTENTION AT THE HOLLAND BAKERY STORE, BANDAR LAMPUNG.
Semakin tingginya tingkat persaingan dalam bisnis di bidang kuliner di Bandar Lampung dan seiring berkembangya gaya hidup masyarakat pada pola makananya membuat permintaan masyarakat terhadap produk bakery semakin meningkat, para pelaku bisnis bakery perlu memperhatikan pentingnya kualitas produk yang dijual, dan memberikan beberapa keberagaman produk (Variasi Produk) yang beragam serta melakukan penetapan harga yang tepat, agar dapat menciptakan niat beli ulang pada pelanggan setelah membeli produk pada toko tersebut. Diantara toko bakery di Bandar Lampung yaitu Holland Bakery. Menurut data TBI toko roti, toko Holland Bakery menempati posisi ke 2 dan mengalami penurunan pada tahun 2022, toko Holland Bakery juga belum bisa menempati pemuncak pasar di pasar persaingan toko roti lokal di Bandar Lampung. Dilakukanya penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel kualitas produk, keberagaman produk dan harga sebagai variabel bebas terhadap variabel niat beli ulang sebagai variabel terikat pada toko Holland Bakery di Bandar Lampung. Penulis menerapkan metode survey dengan cara membagikan kuesioner terhadap 100 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan teknik yang bertujuan untuk cara mendapatkan sampel menggunakan parameter yang sesuai ditentukan oleh peneliti. Kaidah analisis yang diterapakan untuk menentukan hasil pada penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, tahap Analisa dengan metode analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F lalu koefesiensi determinasi (R2). Hasil dalam penelitian ini menjelasakan bahwasanya variabel kualitas produk, keberagaman produk, dan harga berpengaruh signifikan secara parisal dan simultan terhadap variabel niat beli ulang konsumen.The higher the level of competition in the culinary business in Bandar Lampung and the development of people's lifestyles in terms of food patterns, the demand for bakery products is increasing. ) that are diverse and do the right pricing, in order to create repurchase intentions for customers after buying products at the store. One of the bakery shops in Bandar Lampung is Holland Bakery. According to TBI bakery data, the Holland Bakery shop occupies the 2nd position and will experience a decline in 2022. The Holland Bakery shop also has not been able to occupy the top of the market in the competitive market for local bakeries in Bandar Lampung. The purpose of this study was to examine the effect of product quality, product diversity and price as independent variables on repurchase intention as the dependent variable at the Holland Bakery shop in Bandar Lampung. The author applies a survey method by distributing questionnaires to 100 respondents. The sample in this study used a purposive sampling technique which is a technique that aims to obtain a sample using the appropriate parameters determined by the researcher. The analysis principles applied to determine the results in this study were validity test, reliability test, analysis stage using multiple linear regression analysis method, and hypothesis testing using t test and F test then the coefficient of determination (R2). The results in this study explain that the variables of product quality, product diversity, and price have a partial and simultaneous significant effect on the variable of consumer repurchase intention
Interactive Learning Management Using Micrometer Calibration Youtube Video Tutorials
Di era perkembangan digital yang semakin maju seperti sekarang, berbagai pengembangan pembelajaran dapat dengan mudah kita dapatkan di media sosial seperti youtube. Banyak manfaat informasi yang dapat kita peroleh, sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan untuk menambah referensi peningkatan pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan seorang guru produktif sudah seharusnya direncanakan dengan sebaik-baiknya, banyak ide-ide atau kreativitas harus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan materi yang diambil yaitu manajemen pembelajaran interaktif menggunakan video tutorial youtube kalibrasi mikrometer. Peneliti berusaha membuat suasana kegiatan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan dengan sebuah media video tutorial youtube kalibrasi mikrometer di ruangan bengkel pembelajaran praktik Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 8 Puworejo. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mencapai peningkatan pembelajaran menjadi lebih efektif, karena siswa dapat melihat langsung gambaran proses kerja praktik, sambal berdiskusi sehingga target waktu pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Harapan lain adalah karena kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif, maka kualitas pengetahuan siswa diharapkan menjadi maksimal.in the era of increasingly advanced digital development as it is now, we can easily get various learning developments on social media such as YouTube. There are many benefits of information that we can get, according to the needs we want to add references to increase learning. Learning that is carried out by a productive teacher should be planned as well as possible, lots of ideas or creativity must be developed to improve the quality of learning activities. In accordance with the material taken, namely interactive learning management using a micrometer calibration YouTube tutorial video. Researchers are trying to make the atmosphere of learning activities more interesting and fun with a micrometer calibration youtube video tutorial video in the workshop room for practicing Motorcycle Engineering at SMK Negeri 8 Puworejo. The purpose of this research activity is to achieve an increase in learning to be more effective, because students can see directly an overview of the practical work process, while discussing so that the target learning time can be achieved properly. Another hope is that because learning activities become more effective, the quality of students' knowledge is expected to be maximized.