Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
    2469 research outputs found

    Interpreting Speech Acts in Political Context: A Political Discourse Analysis of Prabowo Subianto’s Speech On Public Unrest

    No full text
    This research explores how speech acts are used in Prabowo Subianto’s press conference on August 31, 2025, to respond to national protests and public unrest. The research aims to identify the types of speech acts expressed in the speech and to interpret how they contribute to the framework of political discourse. The study engaged a qualitative descriptive method using the transcript from the SekretariatPresiden YouTube channel as the main data source. The analysis applied Searle’s (1979) Speech Act Theory to categorize the utterances and Fairclough’s (2010) Political Discourse Theory to interpret their political and social implications. The findings expose that Prabowo’s speech indicates a strategic use of language to influence the public, build authority, and project political responsibility. The speech reflects a balance among assertive expressions of policy, directive attract for public cooperation, and declarative statements showing government action. Through this linguistic pattern, the study highlights how language works not only as communication but also as a performative act that strengthen legitimacy and leadership during a period of social pressure. In conclusion, the research emphasizes that political speeches are not simple statements but acts of power that shape public perception and trust. Future research may compare similar speeches from other object to further explore how language builds authority and manages crisis narratives in political contexts

    Negative Politeness Strategies used by Main Character “Moana II” Movie 2024

    No full text
    This qualitative study analyses the use of negative politeness strategies in the dialogue of the main characters, Moana and Maui in the "Moana 2" movie. The research aimed to identify the types, functions, and factors of negative politeness in movie. The study's data consisted of the main characters' dialogue, with a specific focus on negative politeness. To obtain the types of dominant politeness strategies produced by the main character in the film "Moana 2" and to describe the context of politeness strategies used by the main character in the film "Moana 2". The data of this study are the dialogues of the main characters in the film "Moana 2". This study employed a descriptive qualitative design, focusing solely on the main character. The analysis revealed 85 instances of negative politeness, categorized into five types: Indirect, Questions and Hedging, Give Respect, Apologize and Minimaze Imposition. The most prevalent strategy was to use Minimaze Imposition. This dominant finding is attributed to the cultural context of the film's Polynesian setting, where politeness, freedom and respect are highly valued. Ultimately, this study confirms that negative politeness plays a role in being used by the characters to build and maintain harmonious relationships in a culturally rich royal environment

    Analisis Psikologis Perilaku Tokoh Utama Mama dalam Novel Hendrick Karya Risa Saraswati (Kajian Psikologi Sastra Behaviorisme)

    No full text
    Sastra sering dianggap sebagai cermin kehidupan manusia karena tidak hanya menceritakan peristiwa, tetapi juga menggambarkan kondisi batin tokohnya. Melalui tokoh fiksi, pengarang bisa menghadirkan kisah yang dekat dengan pengalaman nyata manusia. Salah satunya terlihat dalam novel Hendrick karya Risa Saraswati, yang menampilkan tokoh Mama (Nina Konnings) sebagai sosok dengan trauma berulang akibat banyak kehilangan, hingga akhirnya jatuh dalam depresi dan perilaku yang merusak. Penelitian ini memakai pendekatan psikologi sastra dengan teori behaviorisme Skinner, terutama model Stimulus–Organisme–Respons (S–O–R), untuk mengkaji perubahan perilaku Mama. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan cara membaca secara mendalam, mencatat bagian penting, lalu menganalisis kutipan-kutipan yang relevan dari novel. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kehilangan yang dialami Mama memunculkan respons negatif, mulai dari sedih, marah, sampai putus asa. Kondisi kejiwaan yang rapuh dan minimnya dukungan dari orang sekitar membuat Mama tidak mampu bangkit dari lingkaran depresinya. Pada akhirnya, konflik batin yang ia alami berakhir dengan keputusan tragis untuk mengakhiri hidupnya. Penelitian ini memperlihatkan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman traumatis dan lingkungan sekitar, seperti yang dijelaskan dalam teori behaviorisme Skinner. Dari sisi teori, penelitian ini menambah wawasan kajian psikologi sastra, sedangkan dari sisi praktis, penelitian ini mengingatkan pentingnya dukungan emosional dan penanganan psikologis bagi siapa pun yang sedang menghadapi trauma. &nbsp

    Konflik Kejiwaan Tokoh Angel Akibat Trauma Masa Lalu: Kajian Psikologi Sastra Dalam Novel Tears in Heaven

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konflik psikologis yang dialami tokoh Angel dalam novel “Tears in Heaven” karya Siti Umrotun dengan pendekatan psikologi sastra Sigmundd Freud. Tokoh Angel digambarkan menghadapi berbagai konflik internal yang berasal dari pengalaman traumatis yang dialaminya di masa lalu. Fokus utama penelitian ini pada dinamika kepribadian tokoh yang menghadapi tekanan emosional, serta usaha untuk menjaga stabilitas psikologis melalui mekanisme bawah sadar. Penelitian ini menerapkan pendekatan psikologi sastra Sigmundd Freud yang mencakup tiga aspek (id, ego, super ego). Metode yang diterapkan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, yaitu menganalisis teks novel menggunakan teori Sigmundd Freud. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengalaman traumatis yang dialami Angel menjadi penyebab utama ketidakseimbangan dalam struktur kepribadian, yang mengakibatkan tekanan psikologis dan konflik internal yang berkepanjangan. Kajian ini menawarkan wawasan lebih mendalam mengenai dampak trauma terhadap dinamika psikologis tokoh dalam karya sastra dan memperkaya sudut andang dalam kajian psikologi sastra

    Trauma Masa Kecil dan Keterpurukan Tokoh Utama Laki-Laki dalam Novel Marveluna Let’s Fly Together Karya Itakrn (Kajian Psikoanalisis Freud)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang bentuk trauma masa kecil, kesalahan berbicara dan tindakan, serta keinginan tersembunyi pada tokoh utama laki-laki dalam novel Marveluna karya Itakrn. Tokoh utama laki-laki, yang bernama Marvel Algara yang digambarkan sebagai anak kembar yang hidup di bawah tekanan dan didikan keras sang Ayah, yaitu Galvin yang memiliki sifat ambisi terhadap bisnis keluarga. Berbeda dengan kehidupan Adiknya, yaitu Marvin yang mendapatkan kebebasan dalam menjalani hidup, Marvel justru selalu dipaksa menanggung ekspetasi besar dan kerap kali mengalami kekerasan fisik dan psikis sejak kecil. Penelitian ini menggunakan teori Psikoanalisis Sigmund Freud, denan konsep Freudian Slips. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap permasalahan batin, trauma masa kecil, serta dorongan bawah sadar yang dialami oleh tokoh Marvel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis terhadap teks novel. Hasil penelitian ini menampilkan bahwa trauma masa kecil yang dialami oleh Marvel membentuk kepribadian yang tertutup, mudah marah, dan sering menekan emosi. Bentuk kesalahan berbicara dan tindakan mencerminkan tekanan bawah sadar yang muncul tanpa disadari, sedangkan bentuk keinginan tersembunyi menampilkan kerinduan akan kasih sayang ibu, penolakan terhadap tuntutan, serta mimpi dan harapan yang sesuai dengan keinginannya. Melalui analisis ini, maka ditemukan bahwa perilaku Marvel bukan sekedar pemberontakan, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap trauma luka batin pada masa kecil yang mendalam

    Penggunaan Wacana Kritis Norman Fairclough pada Pemberitaan Impor Sampah Plastik di Tempo.co Periode 2024–2025

    No full text
    Isu impor sampah plastik di Indonesia masih menjadi sumber kekhawatiran publik, karena menyangkut kebijakan pemerintah, kepentingan industri, dan dampak lingkungan. Pandangan publik mengenai isu tersebut sangat dipengaruhi oleh media, apakah akan condong pada legalitas kebijakan pemerintah atau justru menekankan dampak ekologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough untuk menganalisis bagaimana impor sampah plastik digambarkan dalam liputan Tempo.co periode 2024-2025. Data penelitian dipilih secara sengaja dari Tempo.co, kemudian dianalisis menggunakan tiga dimensi Fairclough, yakni: praktik sosial (makro), praktik wacana (meso), dan teks (mikro). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co menggunakan bahasa seperti “penghentian impor” dan “komitmen lingkungan,” yang menonjolkan legitimasi kebijakan pemerintah, tetapi juga memberikan ruang kritik bagi LSM dan aktivis. Representasi aktor menunjukkan kekuasaan pemerintah sebagai pengambil keputusan, sementara masyarakat dan kelompok lingkungan lebih sering digambarkan sebagai kelompok pemberi tekanan eksternal. Pada tingkat praktik sosial, menggambarkan konflik ideologis antara kepentingan politik transisi pemerintahan Jokowi–Prabowo dan wacana keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa media tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi wacana yang berdampak pada kesadaran masyarakat untuk memahami isu lingkungan

    Representasi Identitas Sendang Sebagai Tempat Keramat Untuk Pelestarian Alam Pada Cerpen Ikan-ikan Dalam Sendang : Kajian Ekologis Lawrence Buell

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi tempat keramat sebagai ekspresi etika ekologis dalam cerpen “Ikan-Ikan dalam Sendang” karya Kuntowijoyo. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepercayaan tradisional terhadap tempat keramat merepresentasikan kearifan lokal yang berperan dalam pelestarian lingkungan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori ekokritik Lawrence Buell dalam buku The Environmental Imagination (1995). Data penelitian berupa kutipan teks yang mencerminkan relasi manusia dan alam, khususnya melalui penggambaran sendang sebagai ruang sakral. Analisis dilakukan dengan menelusuri penerapan empat kriteria ekologis Buell, yaitu peran aktif alam nonmanusia, nilai non-antroposentris, tanggung jawab moral manusia terhadap lingkungan, dan pandangan alam sebagai proses dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sendang berfungsi bukan sekadar latar, melainkan entitas moral dan spiritual yang memengaruhi perilaku manusia. Cerita ini menggambarkan etika ekologis berbasis budaya lokal, di mana mitos dan tabu berperan sebagai mekanisme sosial untuk menjaga alam. Pelanggaran terhadap nilai kesakralan menyebabkan krisis ekologis dan spiritual, menandakan bahwa degradasi moral manusia berbanding lurus dengan kerusakan lingkungan. Penelitian ini menawarkan pembacaan baru terhadap karya Kuntowijoyo melalui perspektif ekokritik Buell dengan menekankan kesadaran ekologis dan kearifan lokal. Kajian ini memperluas wacana ekokritik sastra Indonesia dengan menunjukkan bahwa tempat keramat dapat menjadi simbol etika lingkungan sekaligus media literer yang menumbuhkan imajinasi ekologis pembaca

    MH Thamrin: Tokoh Asal Betawi yang menjadi Nama Jalan Protokol di Jakarta Pusat

    No full text
    Setiap wilayah pasti memiliki sejarahnya masing-masing. Baik dari sejarah wilayahnya saja maupun perjuangan para tokoh yang mempunyai peran penting dalam peristiwa tertentu. Hal ini dapat terlihat dari berbagai bukti sejarah yang masih tersimpan hingga saat ini. Bukti sejarah biasanya berupa bangunan, tugu, patung, manuskrip dan lain sebagainya. Salah satu bukti sejarah yaitu adanya pemberian nama jalan yang didapat dari nama tokoh tertentu, seperti nama jalan MH Thamrin di Jakarta Pusat ini disematkan sebagai bentuk penghormatan akan pengabdian MH Thamrin dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah perjuangan MH Thamrin yang namanya dijadikan sebagai nama jalan protokol di Jakarta Pusat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif historis dengan mengumpulkan data melalui studi literatur dan dokumentasi arsip. Permasalahan pada penelitian ini mencakup, bagaimana peran dan perjuangan MH Thamrin dari awal karirnya hingga ia wafat, sejarah pemberian penghargaan nama jalan untuk MH Thamrin dan perkembangan jalan MH Thamrin saat ini. Hasil dari penelitian ini berupa penjelasan mengenai peran MH Thamrin dalam menyuarakan ide, gagasan dan aksinya ketika di pemerintahan maupun diluar pemerintahan

    Harmoni Islam dan Budaya Lokal Masyarakat Sidorejo, Ngawi dalam Tradisi Napak Tilas Bersih Desa Bulan Muharram

    No full text
    Tradisi Napak Tilas Bersih Desa yang dilaksanakan setiap bulan Muharram di Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, merupakan wujud perpaduan antara nilai-nilai keislaman dan budaya lokal yang masih terjaga hingga kini. Kegiatan bersih desa adalah sebuah ritual yang turun temurun diwariskan dan dilaksanakan setiap tahun pada bulan Muharram sebagai bentuk penghormatan serta rasa terima kasih kepada para leluhur yang telah membabad desa. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan dan bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga sebagai upaya menjaga sejarah desa dan mempererat hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hubungan antara ajaran Islam dan budaya setempat tercermin dalam pelaksanaan tradisi napak tilas. Fokus penelitian dalam tradisi ini meliputi: Bagaimana latar belakang munculnya tradisi napak tilas bersih desa pada bulan Muharram di Desa Sidorejo, Apa saja bentuk kegiatan yang diselenggarakan dalam Tradisi Napak Tilas, dan Bagaimana nilai-nilai Islam dan budaya lokal dapat saling terhubung dalam pelaksanaan tradisi Napak Tilas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan melalui tradisi napak tilas bahwa masyarakat dapat membuktikan Islam mampu beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan inti ajarannya

    Peran Perempuan dalam Dukungan Logistik Perang Uhud: Studi pada Aisyah binti Abu Bakar dan Rumaisha’ binti Milhan

    No full text
    Kajian mengenai keterlibatan perempuan dalam sejarah Islam sering kali menempatkan mereka sebagai aktor sekunder, sementara peran penting mereka dalam mendukung perjuangan umat kurang mendapat perhatian. Artikel ini penting karena memberi perspektif baru tentang kontribusi perempuan dalam jihad Islam awal, khususnya pada Perang Uhud (3 H/625 M) yang selama ini lebih menonjolkan heroisme sahabat laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguraikan biografi Aisyah binti Abu Bakar dan Rumaisha’ binti Milhan (Ummu Sulaim), 2) mengidentifikasi faktor yang memengaruhi keterlibatan mereka dalam Perang Uhud, dan (3) menjelaskan bentuk dukungan logistik bagi pasukan Muslim. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis dan analisis deskriptif terhadap sumber primer dan sekunder, seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Al-Maghazi al-Waqidi, dan Al-Tabaqat al-Kubra Ibn Sa‘d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Aisyah dan Ummu Sulaim dipengaruhi faktor religius, keluarga, sosial, dan spiritual. Mereka berperan aktif mengangkut air, merawat prajurit, mengumpulkan perlengkapan perang, serta memberi dukungan moral. Aktivitas tersebut tergolong jihad non-kombatan yang bernilai teologis setara dengan perjuangan bersenjata. Kajian ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam sejarah Islam bersifat integral dan menunjukkan penghargaan Islam terhadap kontribusi mereka dalam ranah sosial dan kemanusiaan

    525

    full texts

    2,469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇