Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
    2469 research outputs found

    Analisis Cerpen “Arinillah” Karya Taufiq Al Hakim Perspektif Teori Strukturalisme Robert Stanton

    No full text
    Sebuah penulisan karya sastra akan lebih menarik apabila dipadukan dengan unsur instrinsik yang dapat menarik minat para pembaca di berbagai kalangan. Tujuan penelitian cerpen ini untuk mendeskripsikan unsur intrinsik pada carpen “Arinillah” karya Taufiq Al Hakim. Adapun sumber pada analisis ini dari cerpen yang berjudul ” Arinillah” karya Taufiq Al Hakim. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen “Arinillah” memiliki tema yaitu ketuhanan Alur cerita dalam cerpen ini bersifat progresif, dengan latar tempat di hutan, gunung, dan kota Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga serba tahu. Amanat yang terkandung dalam cerpen “Perlihatkan Allah Padaku” adalah tentang pentingnya keyakinan dan keteguhan iman dalam menghadapi keraguan Kata kunci: Cerpen, Unsur Intrinsik, Taufiq Al Haki

    Representasi Memori Kolektif Tragedi 1998 dan Trauma Kultural dalam Film " Hujan di Balik Jendela": Sebuah Pendekatan Sastra Film

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi memori kolektif dan traumaa kultural dalam film Hujan di Balik Jendela dengan menggunakan teori Memori Kolektif Maurice Halbwachs dan Teori Trauma Cathy Caruth. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana pengalaman traumatis kehilangan akibat tragedi Mei 1998, direpresentasikan melalui struktur naratif, simbol visual, dan relasi sosial dalam film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak-catat dan observasi langsung terhadap unsur naratif dan sinematik. Sehingga hasil analisis menunjukkan bahwa, 1) memori Gisel tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk dan dinegosiasikan melalui hubungan interpersonal. Hubungan keduanya memperlihatkan bahwa keluarga dan interaksi sosial berfungsi sebagai kerangka sosial tempat memori ditransmisikan maupun disembunyikan. 2) Trauma Gisel direpresentasikan secara terfragmentasi melalui potongan kenangan, flashback, dan simbol seperti hujan, piano, serta kantong kertas sebagai manifestasi kecemasan

    Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia Dua Tahun dalam Akun Tiktok @Chikitta (Kajian Psikolinguistik)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses akuisisi dan penguasaan bahasa pada anak usia dua tahun melalui ucapan yang ditemukan di akun TikTok @Chikitta menggunakan pendekatan psikolinguistik dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengamatan non-partisipan dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mampu menguasai kosakata baru, memahami makna kata-kata, dan menyusunnya menjadi frasa dan kalimat dari yang sederhana hingga kompleks. Selain itu, pola kalimat berupa kalimat sederhana (S-P, S-P-O, K-S-P-O) dan kalimat kompleks ditemukan, menunjukkan kemampuan anak-anak untuk menghubungkan sebab dan akibat. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan, interaksi sosial, dan peran orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan bahasa anak sejak usia dini

    Proses Selebrifikasi Boyband Unity dari Ketidaktenaran Menuju Popularitas di Industri Musik Indonesia

    No full text
    Penelitian ini mengkaji proses selebrifikasi boyband UN1TY dalam kerangka ekonomi politik media dan semiotika Roland Barthes. Tujuan utama penelitian adalah memahami bagaimana citra, branding, dan popularitas UN1TY dibangun melalui media sosial serta bagaimana tanda-tanda visual dan linguistik mengonstruksi makna selebritas di era digital. Analisismenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten terhadap unggahan media sosial UN1TY di Instagram, TikTok, dan YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selebrifikasi UNITY tidak hanya muncul dari strategi komunikasi digital, tetapi juga melalui produksi tanda yang membangun narasi tentang profesionalitas, kedekatan,dan semangat muda. Makna denotatif terlihat pada representasi visual artis, makna konotatif menampilkan nilai nilai budaya populer, sedangkan mitos menggambarkan idealisasi selebritas muda Indonesia yang sukses dan inspiratif. Refleksi penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi arena pembentukan identitas budaya, di mana citra selebritas berfungsi sebagai teks ideologis yang menormalisasi nilai-nilai kerja keras, solidaritas, dan nasionalisme. Proses selebrifikasi UNITY merefleksikan dinamika budaya populer Indonesia yang terus beradaptasi dengan globalisasi dan teknologi digital

    Kritik Ekologis Cerpen Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu Karya Sasti Gotama

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk eksploitasi hewan serta bagaimana relasi kuasa manusia terhadap hewan yang direpresentasikan dalam cerpen Akhir Sang Gajah di Bukit Kupu-Kupu karya Sasti Gotama. Penelitian ini juga menelusuri bagaimana sistem kapitalisme memengaruhi cara memperlakukan hewan sebagai komoditas ekonomi. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan ekokritik yang dicetuskan oleh Cheryll Glotfelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menampilkan tiga aspek utama yakni, pandangan antroposentrisme, logika kapitalis, serta praktik eksploitasi terhadap hewan dalam cerpen ini. Melalui pendekatan ekokritik Glotfelty, cerpen ini dapat dibaca sebagai bentuk kritik terhadap perilaku manusia yang serakah dan mengabaikan keselamatan hewan serta pengingat akan pentingnya kesadaran ekologis dalam memperlakukan makhluk hidup lain

    Kajian Pragmatik : Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ilokusi Serta Perlokusi dalam Tuturan Podcast Rockaroma ID: Yono Bakrie Pernah Diajak Begituan di Bumble??? - Kasih Paham Bro!

    No full text
    Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis tipe tindak tutur ilokusi dan perlokusi dalam siniar YouTube "rockaroma id: yono bakrie pernah diajak begituan di bumble??? kasih paham bro!" menggunakan klasifikasi John R. Searle, berfokus pada konteks komunikasi digital. Data yang dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap (SLBC) dan catat menunjukkan dominasi Tindak Tutur Ilokusi Asertif (4 data) yang berfungsi membangun narasi dan melaporkan pengalaman. Kategori lain meliputi Direktif (3 data), Komisif (2 data), dan Ekspresif (2 data) yang sering digunakan secara strategis sebagai indirect speech act untuk memitigasi isu sensitif dengan komedi sementara Deklaratif tidak ditemukan. Dari sisi perlokusi, tuturan berhasil menciptakan dampak multifungsi, yaitu Dampak Promosi (3 data) untuk show narasumber, Dampak Komedi (2 data), dan Dampak Empati/Inspiratif (1 data), yang secara kolektif menegaskan bahwa bahasa dalam siniar modern tidak hanya bersifat informatif tetapi juga berfungsi secara efektif sebagai sarana persuasif dan manipulatif dalam konteks sosial, emosional, dan komersial. Kata kunci: Tindak Tutur, Ilokusi, Perlokusi, Podcast youtube, John R. Searly, Pragmati

    Wacana Keadilan Ekologis dalam Kampanye Digital Unggahan Instagram @ecoton.id: Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana akun Instagram @ecoton.id membangun wacana keadilan ekologis dalam kampanye digital mengenai isu sampah plastik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk yang meliputi dimensi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Tiga unggahan terpilih dijadikan data utama melalui teknik purposive sampling berdasarkan relevansi dengan isu keadilan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana @ecoton.id dibangun melalui narasi krisis ekologis yang dikemas dengan strategi linguistik persuasif dan visual berbasis data ilmiah. Akun ini memosisikan diri sebagai otoritas pengetahuan lingkungan sekaligus agen advokasi publik yang mendorong partisipasi masyarakat. Analisis kognisi sosial memperlihatkan bahwa ideologi yang diusung bersifat partisipatoris dan berbasis sains, sedangkan konteks sosialnya merepresentasikan lemahnya sistem pengelolaan sampah di Indonesia dan ketimpangan ekologis yang berdampak pada masyarakat kelas bawah. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat pemahaman tentang peran media sosial sebagai ruang digital yang strategis bagi pembentukan kesadaran ekologis dan produksi wacana advokasi lingkungan.&nbsp

    Membaca Wacana Deforestasi: Perdagangan kayu dalam Media Daring Indonesia

    No full text
    This study aims to analyze the construction of discourse in Indonesian online media regarding the issues of deforestation and meranti wood trade. The research data was obtained from three online news sources: Mongabay Indonesia (September 2, 2025), CNBC Indonesia (August 20, 2025), and Betahita (September 2, 2025). Using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach, this study examines three dimensions: text, discourse practice, and social practice. The results show variations in discourse construction between media outlets. Mongabay Indonesia presents a critical discourse by highlighting the paradox between the need for timber exports and ecological damage within the country. CNBC Indonesia emphasizes economic discourse through the impact of global market demand on the national economy. Meanwhile, Betahita constructs regulatory discourse by highlighting the timber supply chain, the implementation of SVLK policies, and forest governance. These differences in construction show that online media functions not only as a conveyor of information but also as a discursive arena that shapes public understanding of environmental issues in Indonesia. Keywords: critical discourse analysis; Fairclough; deforestation; timber trade; online media.   Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana media daring Indonesia mengenai isu deforestasi dan perdagangan kayu meranti. Data penelitian diperoleh dari tiga berita daring: Mongabay Indonesia (2 September 2025), CNBC Indonesia (20 Agustus 2025), dan Betahita (2 September 2025). Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, penelitian ini menelaah tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi konstruksi wacana antar media. Mongabay Indonesia menghadirkan wacana kritis dengan menyoroti paradoks antara kebutuhan ekspor kayu dan kerusakan ekologis di dalam negeri. CNBC Indonesia menekankan wacana ekonomi melalui dampak permintaan pasar global terhadap perekonomian nasional. Sementara itu, Betahita membangun wacana regulatif dengan menyoroti rantai pasok kayu, penerapan kebijakan SVLK, serta tata kelola hutan. Perbedaan konstruksi tersebut menunjukkan bahwa media daring berfungsi tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai arena diskursif yang membentuk pemahaman publik mengenai isu lingkungan di Indonesia.   Kata kunci: analisis wacana kritis, Fairclough, deforestasi, perdagangan kayu, media daring

    Wacana Kekuasaan dalam Budaya Cancel Culture terhadap Abizar Al Ghifari di Film Proposal Business

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kekuasaan dalam fenomena cancel culture terhadap Abizar Al Ghifari pada promosi film Proposal Business, serta bagaimana bahasa berperan dalam membangun dominasi simbolik di ruang digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Fairclough, yang menekankan relasi kuasa dalam komunikasi publik. Data dikumpulkan dari komentar netizen pada unggahan film di platform media sosial, kemudian dianalisis berdasarkan pola tuturan, nada perintah, sarkasme, dan evaluasi moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa netizen memosisikan diri sebagai otoritas moral, menegur dan mengadili figur publik yang dianggap melanggar norma sosial. Wacana ini merefleksikan mekanisme reproduksi nilai moral serta identitas kolektif masyarakat Indonesia dalam ruang digital. Kesimpulannya, cancel culture tidak hanya merupakan bentuk penolakan individu, tetapi juga praktik sosial-linguistik yang menegaskan dominasi suara publik dalam budaya populer digital, sekaligus menunjukkan hubungan kompleks antara bahasa, kekuasaan, dan kontrol sosial

    Framing Ketiadaan Efektivitas Demonstrasi dalam Podcast Musuh Masyarakat Akasi Demo Tidak Ada Gunanya Tinjauan Wacana Kritis Fairclough

    No full text
    Demonstrasi adalah gerakan protes yang dilakukan kelompok di hadapan umum untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, atau ketidakpuasan terhadap kebijakan terkait. Bertujuan untuk mendukung kebijakan tertentu atau menolak kebijakan. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Fokus penelitian ini adalah menyoroti aksi para demonstrans yang anarkis. Hal ini menjadi stigma buruk bagi para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam podcast Demo Tidak Ada Gunanya oleh akun Musuh Masyarakat, analisis identitas para demonstrans yang sudah menjadi stigma buruk dengan memanfaatkan analisis wacana Norman Fairclough sebagai pendekatannya. Hasil dari penelitian ini memberikan pemahaman bahwa tindakan anarkis saat demo tidak perlu melalui wacana kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ditemukan 3 data yang terdapat analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan 3 dimensi seperti, kontekstual, interpretasi, dan praktik sosial. Adanya podcast ini dikarena pembicara merasa gelisah dengan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas tindakan anarkis ketika melakukan demonstrasi

    525

    full texts

    2,469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇