Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
    2469 research outputs found

    Konstruksi Wacana Pendidikan dan Ekonomi Nasional dalam Orasi Ferry Irwandi di Kanal Malaka Project (Kajian Analisis Wacana Norman Fairclough)

    No full text
    Analisis teori Norman Fairclough berlandaskan pada pertanyaan utama, yaitu  bagaimana cara teks berhubungan pada tingkat mikro dengan konteks masyarakat pada  tingkat makro. Analisis wacana Norman Fairclough menitikberatkan pada bahasa yang  diproduksi dan penyebarannya terhadap aspek sosial-ekonomi-budayanya. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk memaparkan representasi keadaan Indonesia melalui video  Youtube pada channel Malaka Project yang berjudul “Orasi Ilmiah Ferry Irwandi –  Produktivitas & Inovasi Sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi”. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tunjangan kajian pustaka serta  observasi yang berguna untuk memperkuat data. Pendekatan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah analisis wacana kritis Norman Fairclough, analisis wacana kritis  Norman Fairclough dikenal dengan pendekatan tiga dimensi. Pendekatan ini mencakup  1  dimensi teks (level mikro), discourse practice (level meso), dan sociocultural practice (level  makro). Pada penelitian ini hasi data yang dikumpulkan menunjukan adanya  representasi Indonesia yang digambarkan pada pesan atau naskah teks orasi yang  disampaikan oleh Ferry Irwandi pada video Youtube Malaka Project berjudul “Orasi  Ilmiah Ferry Irwandi – Produktivitas & Inovasi Sebagai Kunci Pertumbuhan  Ekonomi”

    Konstruksi Wacana Kritik ”Overclaim Skincare” Pada Media Sosial Tiktok : Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena “overclaim skincare” di media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan teori analisis wacana kritis milik Norman Fairclough. Sumber data pada penelitian ini berupa 8 video unggahan akun TikTok yang mengkritik klaim berlebihan produk skincare, dipilih berdasarkan popularitas dan interaksi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik dokumentasi berupa tangkap layar, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian mengungkapkan adanya konstruksi wacana dan diskursus kritik “overclaim skincare” melalui tiga konsep Norman Fairlough, (1) Teks, yang menyoroti representasi produk, relasi antara kreator dan penonton, serta identitas konsumen kritis; (2) Praktik diskursif, yang mencakup produksi dan konsumsi teks melalui konten berbasis pengalaman, humor, dan sarkasme; serta (3) Struktur sosial, yang menghubungkan fenomena overclaim dengan ketidakpercayaan publik terhadap industri kecantikan dan lembaga pengawas. Penelitian ini menegaskan bahwa kritik di TikTok tidak hanya menjadi ekspresi individual, tetapi juga berkembang sebagai diskursus publik yang berfungsi membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya transparansi dan etika dalam industri skincare

    Manifestasi Ketidaksetaraan Gender dan Kuasa Patriarki dalam Cerpen-cerpen Indonesia Kontemporer (Kajian Feminisme Simone de Beauvoir)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender dan kuasa patriarki yang tercermin dalam cerpen-cerpen Indonesia kontemporer melalui sudut pandang feminisme Simone de Beauvoir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode penelitian simak-catat. Sumber data penelitian meliputi empat cerpen Indonesia kontemporer, yaitu “Mak Ipah dan Bunga-bunga” (Sihir Perempuan) karya Intan Paramadhita, “Bahagia Bersyarat” (Yang Bertahan dan Yang Binasa Perlahan) karya Okky Madasari, “Kutukan Dapur” (Cinta Tak Ada Mati) karya Eka Kurniawan, dan “Hanya Seorang Ibu” (Monumen) karya Nh. Dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan perspektif feminisme eksistensial Simone de Beauvoir konsep the other yang menempatkan perempuan sebagai pihak subordinat dalam relasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat cerpen tersebut mencerminkan realitas sosial yang memposisikan perempuan sebagai pihak subordinat akibat dominasi patriarkis, baik ranah domestik maupun publik. Dewasa ini, menegaskan bahwa cerpen-cerpen Indonesia kontemporer juga berperan sebagai representasi kritik sosial terhadap ketidaksetaraan gender

    Gaya Bahasa Milenial dan Gen Z dalam Media Sosial: Kajian Linguistik pada Akun Tiktok OSENG NGOS

    No full text
         Bahasa sebagai alat komunikasi terus mengalami perkembangan mengikuti perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Di era digital, media sosial menjadi ruang baru bagi pengguna, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan identitas dan kreativitas linguistik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa Generasi Z di media sosial dengan fokus pada akun TikTok Oseng Ngos. Melalui metode studi pustaka dan observasi konten, penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan bahasa dalam unggahan video dan interaksi warganet. Hasil analisis menunjukkan bahwa akun Oseng Ngos menampilkan ciri khas berupa campuran bahasa Jawa dan Indonesia dengan gaya tutur santai, humoris, dan nonformal. Pemilihan diksi dan struktur kalimat yang luwes mencerminkan karakter Generasi Z yang terbuka terhadap inovasi bahasa dan cenderung memanfaatkan bahasa sebagai sarana hiburan sekaligus identitas sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang linguistik dinamis yang berperan dalam pembentukan dan penyebaran ragam bahasa baru di masyarakat digital. Kata kunci:  Gaya Bahasa, Generasi Z , Media Sosial, Tiktok, Linguistik,Identitas Sosial . &nbsp

    Pesan Emotional dan Tindak Tutur dalam Lirik Lagu Sekuat Hatimu Karya Last Child Kajian Linguistik Pragmatik

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pesan emosional dan tindak tutur yang terkandung dalam lirik lagu Sekuat Hatimu karya Last Child dengna memanfaatkan pendekatan Linguistik Pragmatik. Lagu ini mencerminkan koneksi emosional antara seorang anak dan ibunya yang dipenuhi dengan penyesalan, permohonan maaf, dan cinta ketulusannya. Dengan menggunakan pendekatan Pragmatik, terutama teori tindak tutur dari Searle, penelitian ini menganalisis bagaimana arti dan fungsi ujaran dalam lirik lagu mengungkapkan pesan emosional baik dengan cara eksplisit maupun implisit. Metode yang diaplikasikan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik analisis isi, dimana data penelitian terdiri dari ujaran-ujaran dalam lirik lagu yang dianalisis terkait dengan bentuk dan fungsi ilokusi. Hasil penelitian menerangkan bahwa lirik lagu Sekuat Hatimu berisi berbagai jenis tindak tutur, melalui penguasaan tindak tutur ekspresif dan direktif. Tindak tutur ekspresif berfungsi untuk mengekspresikan perasaan sedih, penyesalan, dan cinta seorang anak kepada ibunya, sementara tindak tutur direktif dipakai untuk mengungkapkan permohonan maaf, seruan, dan keinginan agar sang ibu dapat mengerti beserta memaafkan kesalahan anaknya. Dengan menggunakan bahasa yang halus dan emosional, lirik lagu ini mempu menciptakan komunikasi interpersonal yang kokoh dan menggerakkan emosi pendengar. Keywords: Emotional Messages; Speech Acts; Pragmatics; Song Lyrics; Last Chil

    Wacana Kuasa Negara dalam Berita Polisi Korban Demo di Detik.com

    No full text
    Abstract: The news article “Prabowo Will Promote Police Officers Who Were Victims of Mass Actions” published by Detik.com analyzes the relationship between power and ideology. Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis theory was used to conduct this research. This theory covers three dimensions: text, discourse practice, and socio-cultural practice. In addition, it also includes an examination of ideology. Descriptive qualitative analysis was used to examine the news text quotes in their entirety. The results of the study show that the text portrays the authorities as victims and heroes, and the demonstrators are classified as legitimate and illegitimate. Access to discourse is dominated by the President without presenting any opposing voices. In the socio-cultural context, this discussion reinforces the idea that the state protects the authorities and controls its citizens. Ideological analysis reveals that the news is laden with security and order ideology that normalizes state domination over public freedom. Keywords: critical discourse analysis, Norman Fairclough, language politics, Prabowo Subianto, Police.     Abstrak: Berita "Prabowo Akan Naikkan Pangkat Polisi Korban Aksi Massa" yang diterbitkan oleh Detik.com menganalisis hubungan kuasa dan ideologi. Teori Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough digunakan untuk melakukan penelitian ini. Teori ini mencakup tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Selain itu, itu juga mencakup telaah ideologi. Analisis kualitatif deskriptif digunakan untuk memeriksa kutipan teks berita secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks menempatkan aparat sebagai korban dan pahlawan, dan demonstran diklasifikasikan sebagai yang sah dan tidak sah. Akses wacana didominasi oleh Presiden tanpa menghadirkan suara tandingan. Dalam konteks sosiokultural, diskusi ini memperkuat gagasan bahwa negara menjaga aparat dan mengontrol warganya. Analisis ideologi mengungkap bahwa berita sarat ideologi keamanan dan ketertiban yang menormalisasi dominasi negara atas kebebasan publik. Kata kunci: analisis wacana kritis, Norman Fairclough, politik bahasa, Prabowo Subianto, Polisi

    Lagu Sebagai Situs Memori: Transformasi Makna “Kemarin” (Seventeen) dalam Kajian Memori Kolektif Maurice Halbwachs

    No full text
    Penelitian ini menganalisis transformasi makna lagu “Kemarin” (Seventeen) pascaperistiwa tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 dalam kerangka memori kolektif Maurice Halbwachs. Pertanyaan utamanya: bagaimana lagu populer berfungsi sebagai medium pengingat bersama, siapa aktor yang menggerakkannya, serta praktik dan artefak apa yang menstabilkan ingatan tersebut. Penelitian memakai desain studi kasus kualitatif dengan dukungan kuantifikasi ringan. Data mencakup arsip media dan audiovisual (pra 2018 vs pasca 2018), etnografi digital atas praktik komemoratif tahunan, serta wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan (fans, jurnalis, penyelenggara). Analisis dilakukan melalui pengodean tematik, komparasi temporal, dan pemetaan praktik-aktor-medium. Temuan menunjukkan resemantisasi “Kemarin” dari balada kehilangan personal menjadi penanda duka komunal, difasilitasi oleh kerangka sosial yang terdiri dari komunitas penggemar, keluarga/penyintas, media, dan penyelenggara peringatan. Artefak audiovisual, tanggal 22 Desember, serta lokasi Tanjung Lesung berfungsi sebagai jangkar memori yang memungkinkan aktivasi ingatan lintas waktu. Penelitian juga memperlihatkan migrasi dari memori komunikatif ke memori kultural melalui institusionalisasi ritual, dokumenter, dan pengarsipan digital. Secara teoretis, studi ini memvalidasi proposisi Halbwachs tentang sifat sosial, situasional, dan selektif memori; secara praktis menawarkan implikasi bagi pengarsipan memorial, desain komemorasi yang etis, dan integrasi literasi kebencanaan. Keterbatasan terutama terkait bias algoritmik dan keteraksesan arsip, yang dibahas bersama strategi mitigasinya. Kata kunci: Memori Kolektif; Maurice Halbwachs; Komemorasi; Budaya Populer; Etnografi Digital

    Analisis Nilai-Nilai Karakteristik Tokoh Yang Terkandung Dalam Novel “Al-Lisshu Wa Al- Killab” Karya Najib Mahfudh Dengan Teori Robert Stanton

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakteristik tokoh yang terkandung dalam novel “Al-Lisshu wa Al-Killab” karya Najib Mahfudh (Naguib Mahfouz) dengan menggunakan teori Robert Stanton tentang karakteristik tokoh dalam sastra. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui pembacaan intensif novel, identifikasi tokoh utama, dan pengkategorian nilai-nilai karakteristik berdasarkan dimensi Stanton seperti motivasi, perilaku, dan dampak sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dalam novel ini mencerminkan nilai-nilai seperti keadilan, pengkhianatan, dan pencarian identitas, yang dipengaruhi oleh konteks sosial Mesir pada masa itu. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa teori Stanton efektif untuk mengungkap kompleksitas psikologis tokoh, memberikan wawasan mendalam tentang tema-tema moral dan sosial dalam karya Mahfudh. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sastra Arab modern dan dapat menjadi referensi untuk analisis karakteristik tokoh dalam karya fiksi lainnya.   Kata Kunci: analisis sastra, nilai karakteristik tokoh, novel Naguib Mahfouz, teori Robert Stanton, sastra Arab

    Analisis Pertarungan Wacana antara Iklan Aqua dan Le Minerale Kemasan Galon

    No full text
    Penelitian ini akan menganalisis dan membandingkan dua buah iklan untuk menemukan adanya pertarungan wacana dalam bentuk narasi atau visual di dalamnya, yang mengindikasikan adanya unsur persaingan antara dua produk yang sedang mengiklankan produk milik mereka. Produk tersebut adalah Aqua dan Le minerale. Penelitian ini akan disusun dengan metode deskriptif kualitatif dan dengan teori deskriptif. Penelitian ini disusun dengan pendekatan analisis wacana Van Dijk. Tahapan yang diperlukan dalam menyusun penelitian ini adalah mengumpulkan data berupa video iklan dari kedua produk air mineral, kemudian data tersebut diteliti dengan menggunakan sudut pandang analisis wacana dengan rujukan dan sumber yang sudah ada untuk menganalisis adanya unsur persaingan dalam kedua iklan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa antara merek Aqua dan Le Minerale terjadi adu wacana dalam iklan mereka, demi mempengaruhi para konsumennya. Merek Aqua membawakan wacana bahwa galon sekali pakai akan merusak alam, dan menyatakan bahwa galon yang digunakan dalam produk tersebut selalu dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan. Sedangkan, Le minerale mencoba meyakinkan konsumen dengan menghadirkan wacana bahwa penggunaan galon sekali pakai lebih baik untuk kesehatan dibandingkan dengan galon yang digunakan berulang kali. &nbsp

    Jejak Memori dan Identitas melalui Bahasa dalam Film Jumbo (2025): Kajian Linguistik Kultural

    No full text
    Jumbo is Indonesia's best-selling animated film, not only for entertainment but also as a medium to explore traces of collective memory and identity through language. Using cultural linguistics, this study aims to discuss how language in Jumbo (2025) can represent traces of memory and identity between characters using the theory of collective memory. Thus, the results of this study indicate that the dialogue and diction of the characters in Jumbo contain values ​​of love for family, loss, longing, and describe the characters' thoughts and feelings. Finally, language can reconstruct past memories and personal trauma related to shared experiences throughout the nation's history. Therefore, the language in this film functions as a reflection of the collective memory and identity of the Indonesian people

    525

    full texts

    2,469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇