Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
2469 research outputs found
Sort by
Analisis Campur Kode pada Lirik Lagu Lokal Populer di Indonesia Tahun 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud campur kode pada lirik lagu populer di Indonesia tahun 2025 yaitu, Tabola Bale karya Silet Open Up, Garam dan Madu karya Tenxi, Naykilla, Jemsii dan Ropang (Roda Panguripan) karya Denny Caknan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak dan catat. Adapun data yang digunakan adalah merujuk pada lirik lagu populer Indonesia yaitu, Tabola Bale karya Silet Open Up, Garam dan Madu karya Tenxi, Naykilla, Jemsii dan Ropang (Roda Panguripan) karya Denny Caknan. Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan penelitian tentang campur kode dari lirik lagu populer di Indonesia tahun 2025 yaitu, Tabola Bale karya Silet Open Up, Garam dan Madu karya Tenxi, Naykilla, Jemsii dan Ropang (Roda Panguripan) karya Denny Caknan ditemukan sebanyak 18 data yang menunjukkan adanya wujud campur kode,yaitu berupa penyisipan unsur kata sebanyak 3, penyisipan unsur klausa sebanyak 3, penyisipan unsur frasa sebanyak 3, penyisipan unsur idiom sebanyak 3, penyisipan unsur baster sebanyak 3, dan penyisipan unsur pengulangan kata sebanyak 3. Sedangkan pemilihan ragam bahasa didominasi bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Ambon
Eufemisme Diksi Seksual Pada Tiktok: Analisis Wacana Kritis Sara Mills
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan eufemisme diksi seksual dalam komentar TikTok menggunakan pendekatan analisis wacana Sarah Mills. Fenomena ini menunjukkan bagaimana pengguna TikTok memanfaatkan eufemisme untuk menyampaikan makna seksual secara terselubung, sering kali untuk menghindari aturan sensor platform. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis posisi subjek dan objek dalam komentar-komentar tersebut serta menginterpretasikan ideologi yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eufemisme seperti "logo Tesla" dan "plat Jambi" mencerminkan relasi kekuasaan yang tidak setara, di mana subjek (pengguna komentar) memiliki kontrol atas representasi objek (kreator konten). Fenomena ini juga merefleksikan ideologi patriarki yang terus direproduksi dalam ruang digital, di mana perempuan sering kali menjadi objek seksual dalam wacana. Selain itu, penggunaan eufemisme mencerminkan kreativitas bahasa pengguna media sosial dalam menyiasati batasan norma dan sensor. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika bahasa, norma sosial, dan kekuasaan dalam konteks media digital, serta pentingnya memahami bagaimana bahasa mereproduksi ideologi dalam ruang publik modern.
 
Framing Feodalisme Pesantren dalam Tayangan Program TV Xpose Uncencored TRANS 7 Analisis Framing Robert N. Entman
Penelitian ini berfokus pada kesalahan kategori Gilbert Ryle yang menggunakan makna feodal pada konsep kultur pesantren serta framing dari satu segmen tayangan video Xpose Uncensored Trans 7 tentang isu feodalisme pesantren. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah terdapat kesalahan kategori makna feodal dalam tayangan Xpose Uncensored yang menjadikan framing mengenai isu feodalisme pesantren
Analisis Pergeseran Makna dan Rekonstruksi Memori Kolektif melalui Modus Tuturan Netizen pada Akun TikTok Kimberly dan Briella
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna bahasa dan rekonstruksi memori kolektif digital melalui tuturan netizen di kolom komentar akun TikTok Kimberly and Briella. Kajian ini menggunakan teori Memori Kolektif Maurice Halbwachs yang mencakup tiga konsep utama, yaitu social framework of memory, collective reconstruction, dan language as social medium. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi virtual dan metode simak catat untuk mengumpulkan data linguistik berupa komentar netizen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan netizen tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi individu, tetapi juga membentuk kerangka sosial memori kolektif mengenai figur publik. Melalui modus tuturan seperti sarkasme, evaluatif, kritik sosial, ekspresif, dan ironi, bahasa berperan dalam membangun persepsi bersama, memperkuat nilai sosial, dan menegosiasikan ulang makna keibuan dalam konteks digital. Selain itu, ditemukan pergeseran makna pada kata seperti proyek, gemes, dan tahan banting yang memperlihatkan bagaimana bahasa mengalami transformasi kontekstual menjadi alat pembentuk identitas dan ingatan sosial. Maka dari itu, penelitian ini menegaskan bahwa praktik berbahasa di media sosial tidak sekadar komunikasi, melainkan juga proses sosial yang merefleksikan dinamika makna dan memori kolektif masyarakat digital
Polemik Pernyataan Prilly Banyak Wanita Independen Tetapi Pria Mapan Sedikit: Kajian Analisis Wacana Kritis Sara Mills
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis polemik pada pernyataan Prilly Latuconsina “Banyak wanita independen tetapi pria mapan sedikit” dengan menggunakan kajian analisis wacana kritis Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan dokumentasi terhadap komentar tentang respon masyarakat pada pernyataan Prilly dalam unggahan di media sosial TikTok. Data dianalisis untuk mengidentifikasi posisi subjek-objek dan penempatan pembaca dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertentangan ideologi gender yang menimbulkan tiga kubu yaitu pro, kontra, dan netral. Kubu pro cenderung mendukung pandangan Prilly dengan menekankan perubahan sosial dan peran perempuan modern, sementara kubu kontra memandang pernyataan tersebut sebagai bentuk stereotip yang merendahkan pria. Adapun kubu netral yang memberikan pandangan seimbang pada pernyataan Prilly. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting dalam mereproduksi wacana gender dan memunculkan perdebatan publik yang kompleks
Pendekatan Hermeneutika Gadamer terhadap Teks Klasik Arab (Syair Imru' al-Qais "Qifa Nabki") sebagai Model Analisis Sastra dalam Pendidikan Bahasa Arab Pascasarjana
Penelitian ini mengeksplorasi penerapan hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer dalam menganalisis teks klasik Arab, khususnya mu'allaqah Imru' al-Qais yang diawali dengan frasa "Qifa Nabki". Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan model analisis sastra yang relevan bagi pendidikan bahasa Arab di tingkat pascasarjana dengan mengintegrasikan tradisi keilmuan Arab-Islam dan filsafat hermeneutika Barat. Melalui konsep-konsep kunci Gadamer seperti fusion of horizons, prejudice (prasangka produktif), effective historical consciousness, dan dialog hermeneutis, penelitian ini mendemonstrasikan bagaimana makna teks klasik Arab dapat dipahami secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan jarak historis dan konteks pembaca kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hermeneutika Gadamer tidak hanya memperkaya pemahaman terhadap dimensi estetis dan kultural syair pra-Islam, tetapi juga memberikan kerangka metodologis yang sistematis untuk pembelajaran sastra Arab di perguruan tinggi. Model ini mendorong mahasiswa pascasarjana untuk terlibat dalam proses interpretasi yang dialogis, kritis, dan kontekstual, sehingga relevansi teks klasik dapat teraktualkan dalam horison pemahaman masa kini. Kata kunci: Hermeneutika Gadamer, Imru' al-Qais, Qifa Nabki, Mu'allaqah, Analisis Sastra Arab
Distopia Alam dan Resistensi Ekologis dalam Cerpen Tentang Hujan Karya Ismail Basbeth (Studi Ekokritik Sastra Lawrence Buell)
Tujuan penelitian ini yakni mengungkap representasi distopia alam yakni bentuk kehancuran serta keterpurukan lingkungan di masa depan akibat pandangan antroposentrisme atau eksploitasi alam berupa deforestasi hutan. Kemudian, penelitian ini juga menganalisis bentuk resistensi tokoh dalam melindungi alam dalam cerpen Tentang Hujan karya Ismail Basbeth. Peneliti memanfaatkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan empat konsep teori ekokritik sastra Lawrence Buell. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) representasi distopia alam dianalisis dengan konsep Buell yakni historikal elemen nonmanusia yang terdiri dari beberapa fenomena yakni fenomena deforestasi hutan, satwa daratan, ekosistem daratan, serta konsep legitimasi alam yang terdiri dari harmonisasi alam dan manusia di masa lalu serta distopia alam di masa depan. Selanjutnya, 2) resistensi yang dilakukan tokoh utama juga menggunakan konsep Buell yakni tanggung jawab pada alam dan dinamisasi alam. Sehingga, cerpen Tentang Hujan karya Ismail Basbeth dapat menjadi kritik terhadap manusia supaya peduli terhadap permasalahan lingkungan.
Kata kunci: antroposentrisme; ekokritik sastra; lawrence buell; ismail basbet
Analisis Wacana Kritis: Diskursus Kesetaraan Gender dalam Islam melalui Konten Digital TikTok
This study analyzes the representation of gender equality in Islam through Kamila Jasmine's TikTok content using Teun A. van Dijk's Critical Discourse Analysis (AWK) approach which includes text structure, social cognition, and social context. The results of the analysis show that Kamila Jasmine asserts the fundamental difference between feminism and Islam, where feminism is based on the principle of individual freedom while Islam is centered on obedience to Allah. This narrative is built by presenting historical facts, philosophical comparisons, and criticism of modern interpretations of feminism that are considered incompatible with Islamic law. Through her digital content, Kamila Jasmine seeks to rectify perceptions about the role of women in Islam and rejects claims that equate Islamic figures such as Khadijah R.A. with feminists, while asserting that Islam has provided comprehensive women's rights within a spiritual and moral framework
Keywords: Feminism, Islam, Van Dijk, TikTok, Critical Discourse
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis representasi kesetaraan gender dalam Islam melalui konten TikTok Kamila Jasmine menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk yang meliputi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kamila Jasmine menegaskan perbedaan mendasar antara feminisme dan Islam, di mana feminisme berlandaskan prinsip kebebasan individu sementara Islam berpusat pada ketaatan kepada Allah. Narasi ini dibangun dengan menyajikan fakta historis, perbandingan filosofis, serta kritik terhadap interpretasi feminisme modern yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Melalui konten digitalnya, Kamila Jasmine berupaya meluruskan persepsi tentang peran perempuan dalam Islam dan menolak klaim yang menyamakan tokoh Islam seperti Khadijah R.A. dengan feminis, seraya menegaskan bahwa Islam telah memberikan hak-hak perempuan secara komprehensif dalam kerangka spiritual dan moral
Analisis Penggunaan Gaya Bahasa dalam Lirik Lagu Zona Nyaman Karya Fourtwnty Kajian Stilistika
Lagu “Zona Nyaman” karya Fourtwnty merupakan salah satu karya musik yang memiliki lirik yang kuatdan penuh makna. Dalam analisis gaya bahasa lagu ini, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengungkapkan penggunaan gaya bahasa yang unik dan menarik dalam lirik lagu tersebut. Dalamanalisis ini, juga ditemukan bahwa lagu Zona Nyaman karya Fourtwnty menggabungkan gaya bahasamodern dengan nuansa tradisional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini ditemukan dua belas data terkait gaya bahasa yang terdiri dari enam data jenis majas yaitu empat majas penegasan, tiga majas perbandingan, dua majas sindiran, satu majas pertentangan, satu majas pernyataan dan satu majas pengganti
Majas sebagai Cermin Trauma: Analisis Majas pada Lagu “Aku Mencintai Traumaku” karya Fourtwnty
Artikel ini memaparkan analisis majas pada lirik lagu “Aku Mencintai Traumaku” karya Fourtwnty. Artikel ini berfokus pada aspek Majas yang ada dalam lirik lagu tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif Deskriptif. Teknik analisis data yang dipakai dalam artikel ini adalah (1) Analisis data; (2) Klarifikasi data; (3) Deskripsi data; dan (5) Interpretasi data. Objek yang diteliti adalah lirik lagu “Aku Mencintai Traumaku” karya Fourtwnty. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa lirik lagu ini seimbang antara semua jenis Majas, yaitu Majas Hiperbola sebanyak satu data, Majas Personifikasi sebanyak tiga data, Majas Metafora sebanyak dua data, Majas Sinestesia sebanyak dua data, Majas Repetisi sebanyak empat data, Majas Elipsis sebanyak satu data, Majas Asonansi sebanyak dua data, dan satu data berupa Majas Ironi. Lagu “Aku Mencintai Traumaku” karya Fourtwnty adalah seimbangnya antara semua jenis majas