Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
    2469 research outputs found

    Membaca Kuasa dan Ideologi dalam Berita Kenaikan Tunjangan DPR

    No full text
    This study examines media discourse surrounding the policy of increasing allowances for members of the Indonesian House of Representatives (DPR) during an economic crisis, using Norman Fairclough’s critical discourse analysis approach. The data consists of three news texts from Kompas.com, focusing on how the media frames the DPR’s stance, public responses, and expert opinions. The research method is descriptive qualitative with three stages of analysis: (1) text dimension to reveal linguistic choices, structure, and style; (2) discourse dimension to explore text production, distribution, and consumption; and (3) sociocultural dimension to interpret power relations and ideology embedded within the texts.The findings show that each news text emphasizes different discourse orientations. The first text legitimizes DPR’s policy through formal-institutional narratives. The second text highlights criticism of the policy’s injustice by pointing out the people’s economic burden. Meanwhile, the third text expands the critique by situating DPR’s policy within the context of political crisis and public distrust. These discourses reveal unequal power relations between political elites and society, as well as the interplay of competing ideologies involving the state, the media, and the people.This study concludes that media coverage does not merely convey information but also constructs meaning that influences public perception. Critical discourse analysis demonstrates how language in news texts functions as a tool of both legitimization and resistance toward state policies.   Keywords: Critical discourse analysis; Online media; DPR; Ideology; Representation Abstrak Penelitian ini mengkaji wacana pemberitaan mengenai kebijakan kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di tengah krisis ekonomi melalui analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Data penelitian berupa tiga teks berita dari Kompas.com dengan fokus pada bagaimana media membingkai sikap DPR, respons masyarakat, dan pandangan pengamat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan analisis, yaitu (1) dimensi teks untuk mengungkap pilihan bahasa, struktur, dan gaya; (2) dimensi wacana untuk menelaah proses produksi, distribusi, serta konsumsi teks; dan (3) dimensi sosio kultural untuk memahami relasi kuasa dan ideologi yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap teks berita memiliki penekanan wacana berbeda. Berita pertama menampilkan legitimasi terhadap DPR melalui narasi formal-institusional. Berita kedua menyuarakan kritik atas ketidakadilan kebijakan, menyoroti beban ekonomi rakyat. Sementara itu, berita ketiga memperluas kritik dengan menempatkan kebijakan DPR dalam konteks krisis politik dan krisis kepercayaan publik. Ketiga teks memperlihatkan relasi kuasa yang timpang antara elit politik dan masyarakat, serta ideologi yang saling berhadapan antara kepentingan negara, media, dan rakyat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi makna yang berpengaruh terhadap persepsi publik. Analisis wacana kritis membuka pemahaman bahwa bahasa dalam teks berita dapat menjadi alat legitimasi maupun resistensi terhadap kebijakan negara.   Kata kunci: Analisis wacana kritis; Media Online; DPR; Ideologi, Representas

    Trauma Ekologis dalam Cerpen Sumur yang Menyimpan Suara: Kajian Lawrence Buell

    No full text
    Cerpen Sumur yang Menyimpan Suara karya Ilham Wahyudi merepresentasikan sejarah panjang kolonialisme, pendudukan Jepang, pergolakan politik pasca-kemerdekaan, hingga kapitalisme modern yang terus membekaskan luka ekologis di Brandan, Sumatera Timur. Penelitian ini menggunakan perspektif ekokritik Lawrence Buell untuk mengungkap bagaimana teks menampilkan alam bukan sekadar latar, melainkan sebagai subjek yang hidup, memiliki memori, serta menyimpan trauma sejarah. Analisis dilakukan melalui penelusuran kutipan-kutipan yang menunjukkan keterhubungan manusia dan lingkungan, serta suara-suara ekologi yang terpinggirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini memenuhi empat kriteria ekokritik Buell: (1) lingkungan tidak hanya berfungsi sebagai latar, (2) alam memiliki kepentingan dan suara sendiri, (3) sejarah manusia terkait erat dengan sejarah alam, dan (4) lingkungan dipahami sebagai proses yang berkelanjutan. Dengan demikian, cerpen ini menyingkap trauma ekologis yang diwariskan lintas generasi, sekaligus menjadi kritik terhadap kerakusan kapitalisme modern yang memperpanjang luka bumi

    Dalam Mengambil Rasa Kehilangan Pada Novel Hilang dalam Rindu Karya Mia Azwari

    No full text
    Novel ini merupakan salah satu karya sastra yang mampu merefleksikan realitas kehidupan masyarakat, termasuk pengalaman emosional terhadap perempuan dalam menghadapi kehilangan. Novel Hilang dalam Rindu karya Mia Azwari menampilkan kisah perjuangan tokoh perempuan yang berusaha bangkit dari rasa kehilangan dengan kekuatan hatinya dan keyakinan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perhubungan perempuan, faktor pendorong yang sangat menguatkan tokoh utamanya, serta dampak perjuangan tersebut terhadap perkembangan karakter dalam cerita ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan feminisme sastra. Data yang diperoleh melalui pembacaan intensif terhadap teks novel, kemudian dianalisis berdasarkan representasi pengalaman perempuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan perempuan dalam novel ini ditampilkan melalui ujiketabahan menghadapi rasa kehilangan, religiusitas yang menguatkan batin, serta solidaritas sosial yang mendukung tokoh untuk terus melangkah. Dengan demikian, novel Hilang dalam Rindu ini memberikan gambaran citra seorang perempuan yang tegar, religius, dan inspiratif dalam menghadapi kehilangan

    Analisis Wacana Pascakolonial dalam Film Battle of Surabaya: Perspektif Homi K. Bhabha

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas pascakolonial dalam film Battle of Surabaya dengan menggunakan teori Homi K. Bhabha, khususnya konsep hibriditas, mimikri, dan liminalitas. Film ini tidak hanya menarasikan pertempuran bersejarah, tetapi juga merefleksikan proses negosiasi identitas yang terjadi pada masyarakat Indonesia di tengah hegemoni kolonial dan dinamika revolusi kemerdekaan. Melalui pendekatan analisis wacana visual dan naratif, penelitian ini menunjukkan bahwa identitas tokoh dan masyarakat Surabaya dibentuk melalui kontak budaya dan relasi kekuasaan yang tidak stabil. Hibriditas muncul melalui pertemuan budaya lokal-kolonial, mimikri terepresentasi sebagai strategi adaptasi sekaligus subversi terhadap kuasa kolonial, sedangkan liminalitas menggambarkan posisi ambang masyarakat dan tokoh dalam menghadapi perubahan sosial politik. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa film animasi dapat menjadi medium representasi pascakolonial yang kompleks melalui narasi sejarah dan konstruksi identitas

    Representasi Iklan Honda dalam Anime Super Cub (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)

    No full text
    Artikel ini mengkaji representasi wacana iklan Honda Super Cub dalam anime Super Cub sebagai bentuk pemasaran implisit dalam media digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi, yaitu dimensi teks (linguistik), praktik diskursif (produksi dan konsumsi), serta praktik sosial budaya (konteks sosial). Hasil telaah menunjukkan bahwa anime Super Cub memadukan unsur linguistik, visual, dan naratif untuk membangun citra positif produk Honda Super Cub dengan menekankan nilai kesederhanaan dan perubahan hidup tokoh utama. Melalui telaah ini dapat diketahui bahwa anime ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana promosi yang efektif dalam membentuk persepsi konsumen serta memperkuat nilai ekonomi dan simbolik produk

    Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Terhadap Luka Kehilangan: Kisah Tersirat Dalam Lirik Lagu Pop Indonesia

    No full text
    Abstract: This study aims to reveal how the themes of loss and time are represented in Indonesian pop song lyrics through Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework. The data consist of lyrics from four songs: Tenggelam dalam Waktu by Barasuara, Perih by Seventeen, Esok Kan Masih Ada by Panbers, and Hampa by Ari Lasso. The analysis focuses on three main dimensions of CDA—text structure, social cognition, and social context—supported by theoretical and source triangulation to ensure data validity. The findings indicate that loss serves as the emotional core underlying the meaning of the lyrics, while time functions both as a source of suffering and as a means of healing. These songs reflect the diverse socio-cultural dynamics of Indonesian society, ranging from urban anxiety to collective trauma. Thus, song lyrics are not merely aesthetic expressions but also serve as social representations and reflections of cultural identity in modern society.   Kata kunci: Critical Discourse Analysis, Indonesian song lyrics, Loss 4. time, Teun A. van Dijk, social representation.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi tema kehilangan dan waktu dalam lirik lagu pop Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk. Data berupa lirik lagu Tenggelam dalam Waktu (Barasuara), Perih (Seventeen), Esok Kan Masih Ada (Panbers), dan Hampa (Ari Lasso). Analisis dilakukan berdasarkan tiga dimensi utama AWK, yakni struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial, dengan penerapan triangulasi teori dan sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan menjadi inti emosional yang mendasari makna lirik, sedangkan waktu berfungsi ganda sebagai penyebab penderitaan sekaligus sarana penyembuhan. Lirik-lirik tersebut mencerminkan dinamika sosial-budaya masyarakat Indonesia yang beragam, mulai dari kegelisahan urban hingga trauma kolektif. Dengan demikian, lagu berperan tidak hanya sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga sebagai representasi sosial dan refleksi identitas budaya dalam konteks masyarakat modern.   Kata kunci :Analisis Wacana Kritis, lirik lagu Indonesia, kehilangan, waktu, Teun A. van Dijk, representasi sosial.   &nbsp

    Refleksi Humanisme dan Kecemasan Sosial dalam Lagu 'Nina' Karya Feast: Kajian Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk

    No full text
    Penelitian yang dilakukan penulis memiliki tujuan utama yaitu untuk menganalisis lirik lagu “Nina” karya Feast dengan menerapkan metode pendekatan yaitu Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Penelitian ini memiliki focus utama pada bagaimana nilai-nilai humanisme dan kecemasan sosial direpresentasikan melalui struktur teks, serta bagaimana wacana dalam lirik tersebut mencerminkan realitas sosial masyarakat urban Indonesia. Metode pada analisis penelitian ini mengaplikasikan deskripsi kualitatif sebagai metode  serta dengan memanfaatkan data primer yaitu lirik lagu “Nina”, juga dengan menerapkan data yang diperoleh dari berbagai jurnal, buku serta sumber ilmiah relevan yaitu data skunder. Di hasilkan hasil akhir berupa struktur makro, lagu ini mengandung tema utama kasih sayang, empati, dan kekhawatiran terhadap kondisi sosial yang tidak stabil. Suprastruktur menunjukkan kerangka naratif yang menggambarkan perjalanan hidup antara ayah dan anak. Struktur mikro mengungkapkan penggunaan diksi emosional, gaya bahasa repetitif, serta metafora protektif yang menegaskan nilai kemanusiaan. Pada konteks sosial, lirik lagu mencerminkan fenomena urban seperti jarak emosional, tekanan sosial, dan keresahan generasi muda terhadap masa depan. Dengan demikian, lagu “Nina” berfungsi sebagai representasi humanistik sekaligus kritik sosial terhadap realitas kehidupan yang lebih maju lagi. Keywords: Tcritical discourse analysis; Teun A. Van Dijk; Feast, song lyrics; humanism; social anxiety

    Representasi Pikiran dan Emosi dalam Lirik Lagu "Nak" Karya Iwan Fals: ANALISIS PSIKOLINGUSTIK BERDASARKAN TEORI STEVEN PINKER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi pikiran dan emosi yang terdapat dalam lirik lagu “Nak” karya Iwan Fals dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik berdasarkan teori Steven Pinker. Lagu “Nak” dipilih karena memuat ungkapan emosional yang kuat tentang hubungan orang tua dan anak, serta nilai-nilai kehidupan yang disampaikan melalui bahasa sederhana namun bermakna mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa kutipan lirik lagu yang mengandung ekspresi pikiran dan emosi, kemudian dianalisis berdasarkan konsep bahasa sebagai cerminan proses mental menurut Steven Pinker. Pembahasan difokuskan pada bentuk-bentuk representasi emosi seperti kasih sayang, kekhawatiran, harapan, dan nasihat, serta representasi pikiran berupa pandangan hidup dan pola berpikir orang tua terhadap masa depan anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu “Nak” merepresentasikan proses kognitif dan emosional manusia yang diekspresikan melalui bahasa secara simbolik dan metaforis. Bahasa dalam lirik lagu berfungsi sebagai medium untuk menyalurkan pikiran dan emosi secara terstruktur, sehingga mudah dipahami oleh pendengar. Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu “Nak” karya Iwan Fals tidak hanya berfungsi sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai representasi proses mental manusia yang mencerminkan hubungan antara bahasa, pikiran, dan emosi sebagaimana dijelaskan dalam teori Steven Pinker. Dengan demikian, kajian psikolinguistik terhadap lirik lagu dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara manusia mengekspresikan kondisi batin melalui bahasa. Keywords: Iwan Fals; ‘Nak’; Steven Pinker; Psikolinguistik &nbsp

    Representasi Diskriminasi Etnis dalam Film Pengepungan di Bukit Duri : Kajian Semiotika John Fiske

    No full text
    Film is an audio-visual art form that combines literary elements in the form of stories and dialogue, theater, music, and visual arts. Films usually have the purpose of entertainment, education, promotion, and even propaganda. Similarly, the film Pengempungan di Bukit Duri is not only present as a spectacle, but also as a representation of racism regarding ethnic tensions, discriminatory acts, power conflicts, and juvenile delinquency. This study aims to analyze how racist dialogue in the film is formed through codes of reality, codes of representation, and codes of ideology based on John Fiske's semiotic theory and shows how the film can be understood as a cultural text that reflects the social conditions of Indonesian society post-independence. This film can also be understood as a language space that presents the collective memory of society through the film's content related to social experiences and the history of ethnic discrimination that has occurred in Indonesia. This study uses a qualitative research method with semiotic analysis. The results of the study show that the film Pengempungan di Bukit Duri does not merely present confrontational scenes, but also conveys an ideological discourse regarding ethnic discrimination and social inequality. Thus, this film can be understood as a cultural text that is full of meaning while opening up a wide space for interpretation for the audience

    Narasi Kerusakan Alam dalam Cerpen Lorong Udara Langit Kota Karya Ecep Yuli Sukmara: Kajian Ekokritik Greg Garrard

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan narasi kerusakan alam dalam cerpen Lorong Udara Langit Kota melalui perspektif ekokritik Greg Garrard. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa teks-teks dalam cerpen yang merepresentasikan narasi tentang kerusakan alam. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen yang berjudul  Lorong Udara Langit Kota  karya Ecep Yuli Sukmara di platform Ruang Sastra yang diterbitkan di harian Pikiran Rakyat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat. Hasil penelitian terhadap cerpen Lorong Udara Langit Kota menunjukkan adanya tiga aspek penting, yaitu: (1) kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh eksploitasi berlebihan, (2) hubungan manusia dengan latar fisik lingkungan, (3) nilai-nilai kearifan ekologis sebagai wujud upaya manusia dalam menjaga keseimbangan alam, dan komponen yang ditemukan yaitu pencemaran, bencana, hutan belantara, tempat tinggal dan bumi. &nbsp

    525

    full texts

    2,469

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇