Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
2469 research outputs found
Sort by
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Terhadap Status Gizi Pada Remaja
Indonesia saat ini menghadapi tantangan gizi terkait kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yaitu masih tingginya prevalensi kekurangan gizi dan meningkatnya kasus gizi lebih. Salah satu yang menjadi faktor utama dalam memengaruhi status gizi tersebut adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji terhadap status gizi pada remaja di SMP GIKI 2 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 104 responden yang terpilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai frekuensi konsumsi makanan cepat saji dan pengukuran antropometri digunakan untuk menentukan status gizi berdasarkan IMT. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α=0,05. Di dapatkan hasil dari penelitian ini yang menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki kebiasaan yang jarang untuk mengonsumsi makanan cepat saji (53,8%) dan sebagian besar responden memiliki status gizi normal (50%). Hasil uji korelasi menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,021 dengan signifikansi 0,834 (p>0,05) yang dimana tidak terdapat hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan konsumsi makanan cepat saji bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi status gizi remaja
Studi Kasus Penerimaan Diri pada Survivor Kamker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur
Penerimaan diri memainkan peran penting dalam membantu pasien kanker menghadapi tantangan yang mereka hadapi, baik secara fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses penerimaan diri terjadi pada pasien kanker dengan pendekatan fenomenologi. Dengan mewawancarai salah satu pasien yang menghadapi jenis kanker limfoma, penelitian ini menemukan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan komunitas, usia, pengelolaan emosi, serta pengalaman religius sangat memengaruhi perjalanan mereka menuju penerimaan diri. Pasien yang mampu menerima kondisinya menunjukkan semangat hidup yang lebih baik, mampu beradaptasi dengan perubahan fisik, dan menjalani hidup dengan lebih positif. Dukungan dari orang terdekat terbukti menjadi sumber kekuatan utama dalam menjaga kesehatan mental mereka. Temuan ini memberikan panduan berharga untuk merancang pendekatan yang lebih manusiawi dan efektif dalam mendukung pasien kanker agar bisa menjalani hidup dengan lebih bermakna
Brain Gym Pengaruh Brain Gym Terhadap Konsentrasi Belajar Siswi SMP
Konsentrasi belajar merupakan faktor utama dalam mencapai efektivitas pembelajaran, yang berpengaruh langsung terhadap hasil akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh intervensi Brain Gym terhadap konsentrasi belajar siswi SMP. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain within-subject, melibatkan 55 siswa berusia 12-15 tahun yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Pengukuran konsentrasi dilakukan menggunakan Grid Concentration Test sebelum dan sesudah intervensi Brain Gym, yang dilaksanakan 2-3 kali seminggu selama 30-60 menit per sesi. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat konsentrasi belajar siswa setelah penerapan Brain Gym. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa Brain Gym dapat menjadi metode efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar, tidak hanya melalui peningkatan fungsi kognitif tetapi juga melalui efek relaksasi pada tubuh. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran untuk mendukung hasil belajar yang lebih optimal dalam sistem pendidikan modern.
Kata Kunci: Brain Gym, Konsentrasi Belajar, Siswi SM
Gambaran Regulasi Emosi Pada Family Caregiver Pasien Stroke
Stroke merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gangguan fisik dan psikologis jangka panjang, sehingga pasien membutuhkan pendampingan intensif dari keluarga sebagai caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran regulasi emosi pada family caregiver pasien stroke. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan tiga partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria: berusia di atas 18 tahun, telah merawat pasien stroke minimal enam bulan, dan bersedia berpartisipasi secara sukarela. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi pada caregiver terdiri dari tiga aspek utama, yaitu memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi emosi. Caregiver menyadari munculnya emosi negatif seperti sedih dan bingung, kemudian mengevaluasi situasi melalui penerimaan dan makna positif, serta memodifikasi emosi dengan strategi spiritual, sosial, dan perilaku. Proses ini menunjukkan bahwa regulasi emosi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap stres, tetapi juga menjadi sarana pembentukan ketahanan psikologis dan pertumbuhan pribadi bagi caregiver
Strategi Penguatan Karakter Peserta Didik melalui Internalisasi Nilai Keislaman untuk Mengatasi Dampak Negatif Gadget
Penelitian ini mengkaji strategi penguatan karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai keislaman untuk mengatasi dampak negatif gadget di SMPN 1 Lamongan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pendidikan karakter melalui kesepakatan kelas, pembiasaan nilai-nilai positif dalam pembelajaran, serta kolaborasi aktif dengan orang tua. Dampak negatif penggunaan gadget yang diidentifikasi meliputi penurunan fokus belajar, ketergantungan pada internet atau AI, melemahnya minat membaca dan menulis, toxic ketika bermain game, serta kecenderungan perilaku antisosial. Strategi yang diterapkan terbukti berhasil dengan adanya perubahan positif dalam interaksi sosial dan disiplin peserta didik. Meskipun awalnya strategi ini mendapat penolakan dari beberapa peserta didik dan orang tua, namun setelah dijalankan dengan pendekatan yang baik, hasilnya sesuai harapan. Temuan ini memberikan manfaat secara tepat untuk mengurangi dampak negatif teknologi pada murid. Oleh karena itu penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan karakter melalui internalisasi nilai-nilai keislaman dalam menghadapi era digital
Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengurangi Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Fiqih pada Siswa MTs Kalimantan Timur
Penelitian ini mengkaji efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dalam mengatasi kesulitan belajar Fiqih pada siswa kelas VII MTs Negeri Samarinda. Tujuan penelitian adalah mengukur dan mengetahui signifikansi efektivitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap kesulitan belajar Fiqih. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 186 dari 347 siswa melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dokumentasi, dianalisis dengan SPSS versi 27 melalui uji normalitas, linearitas, korelasi product moment, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan dengan korelasi - 0,494 (kategori sedang), uji t hitung 7,701 > t tabel 1,653 (p=0,001<0,05), dan R² sebesar 24,4%. Kesimpulannya, pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif secara statistik dalam menurunkan kesulitan belajar Fiqih di MTs Negeri Samarinda, dengan kontribusi 24,4% terhadap penurunan kesulitan belajar siswa
Pedagogi Cinta sebagai Mediasi: Menyelaraskan Ta’adub dan Berpikir Kritis di Madrasah
Ketegangan antara ta’adub dan berpikir kritis menjadi isu sentral dalam modernisasi pendidikan madrasah, terutama setelah hadirnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan paradigma Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Penelitian ini menggunakan meta-sintesis kualitatif untuk menganalisis berbagai studi terkait pedagogi cinta, ta’adub, dan kemampuan berpikir kritis dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pedagogi Cinta berperan sebagai mediator efektif melalui tiga mekanisme: keamanan afektif, penalaran etis, dan penyangga kognitif. Ketiganya memungkinkan munculnya kepatuhan kritis, yaitu perpaduan antara adab yang rasional dan inkuiri intelektual yang bertanggung jawab. Dengan demikian, Pedagogi Cinta mampu menyelaraskan nilai-nilai spiritual dengan tuntutan intelektual abad ke-21. Studi ini menegaskan bahwa integrasi tersebut diperlukan untuk membentuk profil pelajar beradab, kritis, dan humanis dalam ekosistem madrasah
Pemanfaatan Instagram sebagai Model Integratif Pembelajaran Adab Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Islam di SMA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi Instagram sebagai media pembelajaran dalam Pendidikan Islam, khususnya pada pokok bahasan etika bermedia sosial bagi siswa SMA. Pendidikan Islam menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang diwujudkan dalam pembentukan akhlak dan budi pekerti. Di era digital, nilai-nilai tersebut perlu diinternalisasikan melalui media yang dekat dengan kehidupan siswa, salah satunya adalah Instagram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber akademis dan data empiris terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki karakteristik digital yang aktif, kreatif, dan selektif terhadap konten yang bermakna, menjadikan Instagram sebagai platform yang relevan untuk menyampaikan nilai-nilai moral secara visual dan kontekstual. Pemanfaatan fitur-fitur seperti Reels, Stories, dan Carousel dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami etika digital Islam. Dengan demikian, pemanfaatan Instagram tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai etika Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan budaya digital. Evaluasi internalisasi nilai dilakukan melalui pendekatan reflektif dan observasional untuk melihat sejauh mana siswa memahami serta mempraktikkan etika digital selama proses pembelajaran
Implementasi Pebiasaan Kultum dalam Meningkatkan Self Confidence Siswa di SMA Islam Shafta Surabaya Ismy Masitha Hafidlotul Umamy
Abstrak This study aims to determine the implementation of the cultum (sermon) practice at SHAFTA Islamic High School in Surabaya and its impact on improving student self- confidence. This study used a qualitative approach with a descriptive approach. Data were obtained through observations of the cultum activities, interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers and students, and supporting documentation. The results indicate that the cultum activities were conducted routinely and in a structured manner after congregational prayers, with a rotation system in each class. This activity provided a space for students to practice public speaking, manage nervousness, and increase courage and self-confidence. Changes were seen in increased courage to perform, communication skills, active participation in learning, and students' responsibility in preparing themselves. Furthermore, the cultum activities also internalized Islamic values such as syaja'ah (religious conduct), amanah (trustworthiness), and politeness in speaking. Thus, the cultum practice proved to be an effective medium for increasing students' self-confidence while strengthening their religious character
Strategi Mewujudkan Kesetaraan Gender melalui Gender Analysis Pathway (GAP) di Dinas Pendidikan Prov. Jawa Timur
Banyaknya anak-anak yang putus sekolah dan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah di karenakan ketidakmampuan orang tua untuk mengeluarkan biaya Pendidikan yang berdampak pada keterbatasan akses Pendidikan. Untuk mengatasi hal tersebut dispendik prov. Jawa Timur memberikan alat yang berguna dengan menganalisis kesenjangan gender dan memastikan bahwa kebijakan, program, dan anggaran memperhitungkan perspektif gender dan kesetaraan gender, alat tersebut dinamakan GAP (Gender Analysis Pathway). Dengan melakukan GAP harapannya mampu mengintegrasikan gender kedalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kebijakan program, dan kegiatan Pembangunan. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya Dispendik Prov. Jawa Timur dapat mengetahui isu-isu gender yang ada di sektor Pendidikan dan mampu menganalisis faktor kesenjangan gender baik internal maupun eksternal, yang nantinya dapat dijadikan dasar untuk menentukan program kegiatan yang mampu mengatasi permasalahan isu gender pada sektor Pendidikan. isu gender yang sedang marak di kehidupan nyata seperti pada bidang Pendidikan berdasarkan data BPS, kelompok miskin banyak ditemukan di pedesaan dan dialami lebih banyak oleh Perempuan. Sehingga dengan adanya GAP dapat memberikan beberapa tindakan preventif dan solutif terhadap hal tersebu