Proceedings UIN Sunan Ampel Surabaya
Not a member yet
2469 research outputs found
Sort by
Psychological Well-Being of Maritime Workers: Psychological Capital in Support of a Sustainable Blue Economy
This study examines the psychological well-being of maritime workers in relation to achieving a sustainable blue economy through a psychological capital perspective. Using a qualitative approach with a phenomenological method based on literature studies, this study analyzes articles relevant scientific research . The results of the study indicate that maritime workers face significant challenges in the form of work stress, safety risks, and low intrinsic motivation due to a stressful work environment. However, the dimensions of psychological capital, which include hope, optimism, self-efficacy, and resilience, have been shown to improve workers' ability to cope with stress, maintain intrinsic motivation, and strengthen compliance with occupational safety standards. The integration of psychological capital into maritime human resource management policies not only improves workers' psychological well-being but also supports the maritime sector's contribution to a sustainable blue economy. Therefore , that is , strengthening psychological capital through intervention organization and policy strategic recommended as track innovative in support global development based on Maritime
Manifestation of Islamic Eco-Ethics in Green Financing Agreements within Islamic Banks
The values embedded in Islamic teachings contribute significantly to sustainable development, particularly through Islamic Eco-Ethics, which provides a moral foundation for the human–environment relationship. As financial institutions governed by Islamic law, Islamic banks hold an ethical duty to support an environmentally conscious economy, one of which is realized through green financing that funds environmentally responsible business activities. This study aims to explain how Islamic Eco-Ethics is embodied in green financing contracts within Islamic banks using a conceptual approach based on Islamic Eco-Ethics principles and a regulatory approach referencing laws on sustainable financial governance. Islamic Eco-Ethics—rooted in the maqashid al-shari’ah and expanded to include hifz al-bi’ah (environmental preservation)—long predates Western sustainability frameworks, with Surah Hud: 61 affirming humans as divine stewards of the earth. The implementation of these values in Islamic banking reflects adherence to Islamic principles and compliance with national mandates on sustainable development. Islamic banks operationalize these ethics through ecological CSR initiatives, Sustainable Finance Action Plans, and Environmental Social Governance (ESG) frameworks aligned with POJK No.51/2017, all of which guide risk control in environmental, social, and governance domains. These principles materialize through green financing that supports environmentally conscious business activities. Integrating sustainability values into institutional culture and financing practices positions Islamic banks as agents of economic, social, and ecological transformation. Environmental impact assessments and AKHLAK-based values strengthen their leadership in Islamic green finance, demonstrating that Islamic Eco-Ethics is not only normative but also a practical approach with potential to serve as a global model for addressing environmental challenges through ethical, spiritual, and systemic frameworks
Self-Disclosure Remaja dalam Hubungan Teman dan Orang Tua: Studi Kasus Remaja dengan Orang Tua Bercerai
Kondisi orang tua yang bercerai memiliki pengaruh yang dirasakan oleh anak terutama yang memasuki fase remaja. Dalam fase remaja, pencarian jati diri anak dimulai dan membutuhkan peran dari orang tua agar tidak salah dalam menentukan pilihan. Dengan kondisi orang tua yang bercerai, remaja dapat merasakan adanya putus asa dengan keadaan, kehilangan peran orang tua, hingga malu akan kondisi yang dimilikinya. Pertemanan menjadi tempat lain bagi remaja dengan orang tua yang bercerai untuk membantu remaja memiliki tempat berbagi keluh kesah yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-disclosure yang dilakukan remaja dengan orang tua yang bercerai terhadap teman dan orang tuanya dengan metode penelitian kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur. Subjek penelitian berjumlah satu orang remaja berusia 20 tahun dengan kondisi orang tua bercerai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-disclosure yang dimiliki oleh remaja dengan orang tua yang bercerai cukup tinggi. Ditemukan juga adanya perbedaan self-disclosure yang dilakukan oleh remaja dengan orang tua bercerai kepada temannya dan orang tua, ditandai adanya hasil analisis data self-disclosure terhadap teman yang lebih tinggi dibandingkan terhadap orang tua
Hubungan Peer Group dan Fomo Terhadap Impulsive Buying Dewasa Awal di Kota Surabaya
Fenomena impulsive buying di kalangan dewasa awal di Surabaya semakin menarik perhatian, terutama dalam konteks pengaruh peer group dan FoMO (Fear of Missing Out). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kedua faktor tersebut terhadap perilaku pembelian impulsif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan empat responden yang mewakili beragam latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keinginan untuk diterima dalam kelompok sosial dan ketakutan ketinggalan tren berkontribusi signifikan terhadap impulsive buying. Kesimpulannya, intervensi yang melibatkan edukasi dan pembentukan kelompok dukungan yang sehat sangat diperlukan untuk meminimalkan perilaku pembelian impulsif di kalangan dewasa awal
Gambaran Halusinasi dan Penanganannya pada Pasien Skizofrenia Hebefrenik
Skizofrenia hebefrenik merupakan gangguan psikologis yang mempengaruhi pikiran, perilaku, dan emosi penderita. Skizofrenia jenis ini bisa mengakibatkan penderita mengalami halusinasi, ketidakteraturan pada pola bicara sehingga menyulitkan orang lain memahaminya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan gambaran tentang halusinasi yang terjadi pada pasien skizofrenia hebefrenik dan penangananya. Metode kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian ini dengan pendekatan desain metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung kepada pasien. Pengamatan terhadap pasien skizofrenia hebefrenik dilakukan dengan observasi berkala dan observasi rekam medis dengan pendampingan psikolog. Hasil penelitian menunjukkan pasien sesuai dengan karakteristik skizofrenia yakni mengalami gangguan skizofrenia hebefrenik. Gejala yang dialami pasien yakni ketidakstabilan emosi, pendiam, menarik diri untuk berinteraksi serta mengalami halusinasi auditori dan visual. Pasien mendapat penanganan yang sesuai dengan dilakukan rawat inap, pemberian obat oleh dokter serta pendampingan psikolog dan rehabilitasi. Penanganan yang diberikan terhadap pasien memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan pemulihannya.Pasien terdiagnosis menderita skizofrenia hebefrenik (F20.1) hal ini dibuktikan dengan gejala-gejala yang dialaminya seperti halusinasi, menyendiri, pendiam dan cenderung menghindari interaksi dengan orang lain. Pasien dengan gangguan skizofrenia hebefrenik mungkin dibutuhkan penanganan dengan perhatian lebih seperti terapi kombinasi agar lebih maksimal dalam pemulihan
Studi Fenomenologi: Faktor PenyebabTerhindarnya Perubahan Psikologis Pada Family Caregiver Pasien Pasca Stroke
Stroke merupakan penyakit serius yang tidak hanya mempengaruhi pasien, tetapi juga memberi dampak besar pada caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman family caregiver dalam merawat pasien pasca stroke dan dampak psikologis yang mereka alami. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan wawancara mendalam terhadap dua partisipan yang merawat pasien pasca stroke. Hasil penelitian menemukan bahwa caregiver memberikan dukungan emosional dan psikososial yang signifikan, serta mengalami perubahan positif dalam pola tidur dan pengurangan stres setelah pasien sembuh. Kesimpulan menunjukkan bahwa keaktifan dan kemandirian pasien pasca stroke dapat mengurangi beban psikologis pada caregiver, serta menyoroti pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan pasien
Studi Fenomenologi: Dampak Fatherless Pada Kesejahteraan Psikologis Wanita di Usia Dewasa Awal
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak kondisi fatherless terhadap kesejahteraan psikologis wanita dewasa. Fatherless mengacu pada situasi di mana seorang anak tumbuh tanpa peran seorang ayah, baik secara fisik maupun emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menelusuri pengalaman hidup partisipan yang mengalami fatherless. Data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur dengan tiga subjek yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami fatherless menghadapi berbagai tantangan psikologis, seperti rendahnya rasa percaya diri, kesulitan membangun hubungan interpersonal, serta rentan mengalami kecemasan dan depresi. Namun, beberapa subjek menunjukkan kemampuan untuk menerima keadaan, mengelola lingkungan, dan mencapai tujuan hidup mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial, keterampilan sosial, dan pola pikir positif merupakan elemen penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis wanita fatherless
Analisis Zat Gizi dan Uji Organoleptik Pastel Cassava sebagai Pemberian Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil
Ibu hamil merupakan kelompok rentan gizi yang membutuhkan asupan energi, protein, vitamin, dan mineral lebih tinggi dibandingkan perempuan tidak hamil. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko anemia, komplikasi kehamilan, serta stunting pada anak. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Penyediaan makanan tambahan (PMT) yang menggunakan bahan pangan lokal merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan status gizi pada ibu hamil. Pastel cassava yaitu pastel berbahan dasar singkong yang dikombinasikan dengan bahan pangan hewani dan nabati, berpotensi menjadi inovasi dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga disukai dari segi cita rasa hingga uji organoleptiknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan gizi pada pastel cassava serta mengevaluasi tingkat penerimaan organoleptiknya pada ibu hamil. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 37 ibu hamil yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Wiyung, Surabaya. Analisis kandungan gizi pastel cassava dilakukan menggunakan acuan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) Indonesia, sedangkan uji organoleptik dilakukan menggunakan metode uji hedonik dengan melibatkan 13 panelis ibu hamil yang teridentifikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Panelis diminta menilai aspek warna, aroma, rasa, tekstur, serta penampilan keseluruhan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu porsi pastel cassava (90 g) mengandung energi sebesar 70,9 kkal, protein 2,81 g, lemak 2,96 g, karbohidrat 8,95 g, zat besi 1,5 mg, kalsium 17,6 mg, asam folat 10,6 µg, dan β-karoten 166,4 µg. Hasil uji organoleptik memperlihatkan bahwa mayoritas panelis menilai produk dalam kategori “suka” hingga “sangat suka” pada aspek rasa, aroma, dan penampilan, meskipun aspek tekstur dinilai masih perlu perbaikan. Kesimpulannya yaitu pastel cassava memiliki kandungan gizi yang relevan untuk mendukung kebutuhan nutrisi ibu hamil sekaligus memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik. Produk ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memanfaatkan bahan pangan lokal ditujukan untuk meningkatkan status gizi pada ibu hamil
Gambaran Kesabaran Wanita Histerektomi Kanker Endometrium
Kanker endometrium menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan angka kematian yang tinggi di kalangan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pasien pasca-histerektomi kanker endometrium dan peran kesabaran dalam proses pemulihan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan subjek tiga perempuan penderita kanker endometrium yang mengalami histerektomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, yang tercermin dalam kemampuannya untuk menghadapi kesulitan hidup, berinteraksi dengan tenang, dan menerima kondisi kesehatannya dengan ikhlas. Temuan ini menunjukkan bahwa kesabaran berperan penting dalam mendukung adaptasi dan proses pemulihan pasien setelah histerektomi
Gambaran Citra Diri pada Laki-Laki dengan Tipe Tubuh Ektomorf yang Aktif Mengikuti Gym
Citra diri merupakan aspek psikologis penting yang memengaruhi cara individu menilai dan mempersepsikan dirinya. Pria bertipe tubuh ektomorf sering menghadapi kesulitan membentuk citra diri positif karena sulit menaikkan berat badan dan membangun otot, sehingga rentan minder terhadap standar maskulinitas dominan. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman citra diri pria ektomorf yang aktif mengikuti gym. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi terhadap dua partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri terbentuk dari tiga dimensi: fisik, emosional, dan sosial. Pada dimensi fisik, tubuh kurus dianggap kurang ideal meski aktivitas gym meningkatkan bentuk tubuh dan stamina. Pada dimensi emosional, rasa minder bergeser menjadi kebanggaan dan penerimaan diri melalui redefinisi maskulinitas yang menekankan kedisiplinan dan kesehatan. Pada dimensi sosial, tekanan dari stigma tubuh kurus dan standar media sosial justru menjadi motivasi berproses. Kesimpulannya, keterlibatan aktif di gym membantu pria ektomorf membangun citra diri positif. Temuan ini dapat menjadi masukan bagi praktisi psikologi dan kebugaran untuk mengembangkan pendekatan yang lebih inklusif terhadap keberagaman bentuk tubuh