Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Not a member yet
    184 research outputs found

    Perancangan Sistem Pengendalian Temperatur Pada Digester Pembuatan Pulp Tipe Batch

    Get PDF
    Peningkatan produksi pulp dengan kebutuhan bahan baku tidak seimbang, dimana proses pembentukan kayu membutuhkan waktu yang lama, namun produksi pulp terus meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan baku alternatif selain kayu yaitu Tandan kosong kelapa sawit dan pelepah pisang. Proses pemasakan pulp sangat menentukan berjalannya proses dan juga berpengaruh terhadap penentuan kualitas pulp yang dihasilkan, sehingga dilakukan perancangan sistem pengendalian temperatur on/off otomatis sebagai pelengkap pada alat digester pembuatan pulp tipe batch yang mudah dioperasikan, efektif dan aman. Metode penelitian diawali dengan dengan merancang sistem pengendalian temperatur yang meliputi kontroler, transduser, termokopel, dan heater. Kemudian diuji kinerja pengendalian tersebut dengan pembuatan pulp. Parameter penelitian ini ialah variasi suhu dan temperatur di dalam digester dengan waktu pengamatan setiap 30 detik pada kondisi temperatur set point 100oC, 105oC, 110oC, 115oC dan 120oC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan menggunakan mode pengendali on/off otomatis memiliki error pengukuran 0,875oC, histerisis control lag rata-rata 96 detik dan periode osilasi rata-rata 9,7 menit. Selain itu, penerapan sistem pengendali temperatur melalui pembuatan pulp menghasilkan rendeman pulp sebesar 52,56% dan kadar selulosa 55,74%

    Efektivitas Kurikulum Terpadu Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Dalam sebuah pendidikan antara manusia dengan pendidikan tidak bisa dipisahkan. Manusia memiliki akal yang pada hakikatnya untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan merupakan usaha untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya dengan baik. Di dalam lembaga formal seperti sekolah pendidikan berpatokan pada kurikulum yang diberlakukan. Kurikulum merupakan suatu pedoman yang memiliki kedudukan yang penting untuk pendidikan. Kurikulum yang dibuat oleh pemerintah sebagai landasan yang selalu diperbaharui tiap beberapa tahun sekali guna mengikuti proses perkembangan dan tuntutan dari lembaga pendidikan. Kurikulum terpadu merupakan kurikulum yang bercirikan dengan mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran melalui keterkaitan diantara tujuan, isi, keterampilan dan sikap yang mana tidak terpisah-pisah. Dengan adanya kurikulum terpadu diharapkan dapat memajukan kualitas pendidikan di sekolah. Pada faktanya masih terdapat kekurangan dalam penerapan kurikulum terpadu dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektivan kurikulum terpadu dalam peningkatan prestasi belajar siswa di sekolah dasar. Dengan responden sebanyak 30 orang, yaitu guru SD yang ada di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan berupa survei dengan instrument berupa google form. Dalam hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru SD di sumedang menyetujui keefektivan belajar siswa di sekolah walaupun masih ada dampak negatif dari penerapan kurikulum terpadu untuk pemahaman siswanya

    Analisis Sistem Termal Pada Double Drum Water Tube Boiler Untuk Memproduksi Superheated Pengaruh Rasio Udara Bahan Bakar Gas

    Get PDF
    Water Tube Boiler adalah komponen alat yang dirancang untuk membentuk uap air yang memiliki tekanan dimana produksi uap pada ketel uap didapat dari pemanasan air yang uap nya dipampat menjadi bertekanan dan memiliki panas yang bersuhu tinggi. Proses pengapian terjadi pada bagian luar pipa yang lalu panas tersebut memanaskan pipa yang berisi air yang sebelumnya telah dikondisikan melalui economizer. Steam yang telah terbentuk kemudian dikumpulkan didalam wadah yang disebut steamdrum. Tekanan atau panas ini digunakan menjadi media pemanas, pengering, serta pembangkit listrik. Kualitas steam boiler ditentukan melaui desain awal boiler, kualitas air umpan, sirkulasi uap, tekanan boiler, temperatur, dan efisiensi boiler. Untuk menerima kualitas steam yang baik, ditentukan menggunakan syarat input bahan bakar serta udara pada proses pembakaran yang dimana bahan bakar yang dipergunakan wajib memiliki nilai kalor lebih besar supaya kemampuan udara bercampur dengan bahan bakar akan lebih baik. Perbandingan udara bahan bakar pada penelitian mengenai boiler menggunakan sistem double drum water tube boiler dilakukan pengamatan menggunakan dampak rasio udara divariasikan untuk mengetahui kualitas steam yang didapatkan. Adapun rasio yang digunakan yaitu: 129,32; 264,93; 341,27; 361,48 dan 441,81 serta flow bahan bakar sebesar 1,49 kilogram/jam. Tujuannya untuk mengetahui apakah efek rasio udara bahan bakar mempengaruhi kualitas steam yang dihasilka

    Analisa Temperature Flame dan Efisiensi Termal Dengan Pengaruh Rasio Udara Bahan Bakar Solar Pada Burning Zone Terhadap Tekanan dan Temperatur

    Get PDF
    Boiler merupakan suatu bejana tertutup yang berfungsi untuk merubah air menjadi air panas atau uap yang bertekanan dan memiliki temperatur yang tinggi. Double drum cross section water tube boiler merupakan boiler yang menggunakan dua drum Β (steam drum dan water drum) yang terhubung dengan water tube dan superheater sebagai tempat terjadinya proses proses pemanasan air dan uap air. Dimana posisi tube Β disusun secara melintang dengan tujuan memperluas area tube sehingga luas area perpindahan panas pada boiler menjadi lebih besar kemudian menggunakan kemiringan pada tube sebesar 65ΒΊ dengan tujuan agar mempercepat penguapan pada molekul air. Bahan bakar yang digunakan pada Β penelitian kali ini menggunakan bahan bakar cairΒ  yaitu solar. Dari hasil penelitian menghasikan kinerja alat Water Tube Boiler yang baik Β yaitu padaΒ  rasio udara bahan bakar 9,75 (excess 18%) , dimana efisiensi Thermal yang didapatkan sebesar 67,3%, dengan temperature steam sebesar 206,9?, tekanan Β steam sudah mencapai tekanan optimum yaitu sebesar 5 bar. Kendala yang terjadi yaitu pada komponen yang tidak bisa menahan tekanan dan temperatur yang tinggi sehingga menyebabkan produksi steam yang dihasilkan menjadi tidak optimal. Sehingga penelitian kali ini dilakukan pengupgradean pada sistem Injection Boiler Feed Water dengan penambahan sistem Drain yang diharapkan mampu menahan turbulensi pada level gauge saat terjadinya proses kontinyu. dan sistem Secondary agar produksi steam yang didapatkan berlangsung secara steady state atau Non steady state sehingga didapatkan hasil pembakaran dan produksi steam yang optimal

    Plastik Biodegradable Berbasis Carboxymethyl Cellulose dari Ampas Tebu

    Get PDF
    Penumpukan sampah plastik sintetik pada lingkungan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, guna menanggulangi hal tersebut maka munculah inovasi untuk mengganti penggunaan plastik sintetik dengan plastik biodegradable. Biopolimer yang berpotensi sebagai bahan baku carboxymethyl cellulose adalah ampas tebu yang mengandung selulosa mencapai 40-50%. Selulosa yang digunakan sebagai bahan baku plastik biodegradable harus diturunkan terlebih dahulu. Salah satu turunan selulosa adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC). Carboxymethyl Cellulose adalah eter polimer selulosa berbentuk linier, bersifat biodegradable, dan tidak beracun. Sintesis CMC dilakukan dengan reaksi alkalisasi dan karboksimetilasi menggunakan media pelarut. Pembuatan CMC diawali dengan ekstraksi selulosa ampas tebu, kemudian selulosa melalui proses alkalisasi menggunakan NaOH konsentrasi 5%, 15%, 25%, 35%, dan 45% dalam media reaksi berupa isopropanol. Tahap berikutnya adalah proses karboksimetilasi menggunakan asam trikloroasetat (TCA) konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carboxymethyl Cellulose yang didapatkan telah memenuhi SNI 06-3736-1995 adalah pada konsentrasi NaOH 35% dan konsentrasi asam trikloroasetat 20% dengan hasil analisis derajat substitusi, kemurnian, dan pH berturut-turut yaitu 0,82, 99,80%, dan 7,02. Penambahan Carboxymethyl Cellulose berpengaruh terhadap kemampuan plastik biodegradable dimana dari hasil pengamatan plastik biodegradable yang dihasilkan dapat terdegradasi 100% dalam 4 hari dengan nilai kuat tarik sebesar 6,946 MPa, dan %elongasi sebesar 12%

    Penggunaan Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Pada Pelajaran Bahasa Inggris Kelas X SMA Negeri 1 Susukan

    Get PDF
    Melatih keterampilan bericara dalam Bahasa Inggris juga dapat membuka peluang bagi siswa untuk bisa berbaur dengan masyarakat secara meluas, memberikan keuntungan saat melamar pekerjaan. Hal ini memberikan peluan kepada siswa dalam mengembangkan kemampuannya dan ikut berkontribusi sebagai masyarakat dunia. Dalam menghadapi hal tersebut, guru dihadapkan pada dua masalah yang serius. Guru Bahasa harus bisa menyelesaikan target yang ditetapkan kurikulum yang harus dicapai dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Di lain sisi, jumlah waktu yang disediakan untuk praktik keterampilan berbicara dengan dampingan guru ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam berbicarapada pelajaran Bahasa Inggris, mengembangkan metode pembelajaran, dan membantu siswa agar aktif dalam pembelajaran dengan menerapkan metode snowball throwing di kelas X SMA Negeri 1 Susukan, Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, dengan siklus I dan siklus II sama-sama menggunakan langkah-langkah persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sebelum menerapkan metode snowball throwing pada siklus I dan II, sebelumnya telah dilaksanakan pembelajaran dengan metode yang biasa dilakukan untuk menjadi acuan dalam penerapan metode penelitian tindakan kelas ini. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebelum di gunakannya metode snow ball throwing pada pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan berbicara, nilai rata-rata siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Susukan sebesar 60,58 dengan persentase ketuntasan hanya 11,76% dari total 34 siswa di kelas tersebut. Namun, setelah dilakukan tindakan Siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 74,70 dengan persentase ketuntasan 47%. Pada Siklus I peningkatan masih belum signifikan, akhirnya dilakukan tindakan Siklus II dengan kembali mengalami kenikan pada nilai rata-rata menjadi 83 dengan persentase ketuntasan sebesar 91%

    Peningkatan Kompetensi Pedagogik Dalam Menyusun RPP Melalui Supervisi Akademik Pada Guru Sman 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon

    Get PDF
    Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui Supervisi akademik pada Guru SMAN 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon, dalam menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi masing-masing pelajaran agar dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pada komponen Perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 59,5% pada Kompetensi awal, menjadi 72% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 84,25%; (2) Pada Komponen Penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat peningkatan Kompetensi dari 58,5% menjadi 73,5% setelah siklus I dan pada siklus II lebih menguat menjadi 83,25%; (3) Dalam Komponen Pemilihan Strategi dan metoda pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentuan alokasi waktu yang digunakan,terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 57,5% menjadi 70,5% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 83% setelah siklus II; (4) Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan Media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 56,5% pada awal kegiatan dan 70,75% setelah siklus I, menjadi 81,5% setelah siklus II; (5) tingkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 57,5% pada awal kegiatan, menjadi 72,5% pada akhir siklus I dan berhasil mencapai 82,75% pada akhir siklus 2; dan (6) Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Guru SMAN 1 Suranenggala Kabupaten Cirebon

    Rekomendasi Desain Angelbar Bracket Fifth Wheel JSK38 pada Truk Scania R500 dan Trailer SST74 dengan Metode Quality Function Deployment dan Finite Element Method

    Get PDF
    Peneltitian ini bertujuan untuk menentukan desain angelbar bracket yang digunakan sebagai alat penghubung antara truk dan trailer, karena dalam instalasi Trailer SST74 pada Truk Scania R500 dibutuhkan fifth wheel JSK38 yang terpasang pada kerangka truk sebagai penghubung. Proses pemasangan fifth wheel pada kerangka truk diperlukan dudukan berupa angelbar bracket sebagai alat penghubung antar keduanya. Metode perancangan dan pengembangan alat tersebut menggunakan Quality Function Deployment (QFD) untuk mendapatkan desain yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan alat. Proses pengumpulan data melibatkan pelanggan sebagai masukan dalam perancangan sampai dengan analisa pada desain alat. Terdapat tiga alternatif desain yang dianalisa menggunakan Finite Element Method (FEM), selanjutnya data tersebut di analisa denga metode QFD sehingga diperoleh alternatif desain nomor tiga sebagai desain yang direkomendasikan dengan pemenuhan Voice of Customer (VoC) sebesar 82% dari keseluruhan permintaan pelanggan, sedangkan 18% permintaan pelanggan yang belum terpenuhi dapat diminimalisir dengan standar operasional prosedur pada proses instalasi alat tersebut

    Pengaruh Pac dan Variasi Tekanan Pada Pemurnian Limbah Cair Tahu Menggunakan Membran Polisulfon Ultrafiltrasi

    Get PDF
    Limbah cair tahu merupakan cairan kental, umumnya emulsi yang dihasilkan dari proses produksi tahu yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup serta dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Penelitian mengenai pemurnian limbah cair tahu menggunakan adsorben telah banyak dilakukan, namun metode tersebut memiliki kelemahan yaitu memungkinkan tertinggalnya adsorben di dalam limbah. Penelitian mengenai pemurnian limbah cair tahu secara konvensional pun sudah banyak, namun hasilnya ternyata kandungan pencemar yang terdapat pada limbah tahu masih terlampau tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat membran polisulfon untuk memurnikan limbah cair tahu. Polisulfon adalah polimer hidrofobik dan merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan dalam proses ultrafiltrasi. Membran akan dibuat dengan menggunakan pelarut DMAc dan PEG 400. Limbah cair tahu akan dilewatkan melaluiΒ  membran polisulfon secara ultrafiltrasi. Sebelum melalui membran, limbah cair tahu akan melewati proses koagulasi. Koagulan yang digunakan adalah Poly Aluminium Chloride (PAC) dengan dosis 2000 ppm. Tekanan operasi akan diatur dengan variasi 0,5 ; 1,0 ; 1,5 ; dan 2,0. Untuk analisa morfologi membran akan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Nilai rejeksi terbaik bagi parameter limbah cair tahu seperti COD, TDS, dan ammonia didapatkan pada tekanan 1,5 bar. Semakin tinggi tekanan operasi membran, maka nilai rejeksi membran akan menurun karena hal ini erat kaitannya dengan deformasi membran

    Pengaruh Variasi Tekanan Pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Membran Polisulfon Ultrafiltrasi

    Get PDF
    Teknologi membran telah banyak digunakan dalam berbagai industri, salah satunya adalah pengolahan makanan. Polisulfon adalah polimer hidrofobik dan merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan dalam proses ultrafiltrasi. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah dipakai berulang kali hingga mengalami perubahan fisik seperti warna yang berubah menjadi kecoklatan, kental, dan berbusa. Penelitian mengenai pemurnian minyak jelantah menggunakan adsorben telah banyak dilakukan, namun metode tersebut memiliki kelemahan yaitu memungkinkan tertinggalnya adsorben di dalam minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat membran polisulfon untuk memurnikan minyak jelantah. Membran akan dibuat dengan menggunakan pelarut DMAc dan aditif PEG. Minyak jelantah akan dilewatkan melalui membran polisulfon secara ultrafiltrasi. Dalam penelitian ini, digunakan minyak goreng bekas dari salah satu restoran di kota Palembang. Pada penelitian, membran dibuat dengan komposisi 18% PSf : 60% DMAc : 22% PEG.Β Β  Tekanan operasi akan diatur dengan variasi 0,5 ; 1,0 ; 1,5 dan 2,0 bar. Dari penelitian uji fluks didapatkan rata-rata fluks tertinggi sebesar 16,27959 L/m2.jam, diperoleh pada tekanan 2,0 bar. Kondisi optimum penurunan parameter pada minyak goreng bekas didapatkan dari sampel pada tekanan 0,5 bar. Nilai rejeksi terbaik bagi parameter minyak goreng bekas seperti kadar ALB, kadar air, bilangan peroksida dan densitas didapatkan pada tekanan 0,5 bar. Semakin tinggi tekanan operasi membran, maka nilai rejeksi membran akan menurun karena hal ini erat kaitannya dengan deformasi membran

    183

    full texts

    184

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡