Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Kecacingan dengan Status Gizi pada Siswa Sekolah Dasar
Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing yang salah satu penularannya melalui tanah. Kecacingan lebih sering terjadi pada anak usia sekolah dasar. Kecacingan dapat menjadi salah satu penyebab defisiensi zat gizi pada anak. Asupan gizi yang tidak memadai secara kronik dapat menjadi penyebab stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecacingan dengan status gizi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan cara mengkaji 20 artikel yang telah terpilih sesuai kriteria yang ditentukan. Pencarian artikel dilakukan pada mesin pencari elektronik Google Scholar, Portal Garuda dan Directory of Open Access Journal menggunakan kata kunci, yaitu: kecacingan, infeksi cacing, status gizi, siswa sekolah dasar. Prevalensi kecacingan pada siswa sekolah dasar ditemukan bervariasi didapatkan prevalensi kecacingan antara 2,6%-79,7%. Pada pemeriksaan status gizi didapatkan lebih banyak respondennya dikategorikan normal atau baik. Terdapat hubungan bermakna antara kecacingan dengan status gizi siswa sekolah dasar pada beberapa jurnal.Terdapat hubungan bermakna antara kecacingan dengan status gizi siswa SD menurut IMT/U pada 4 penelitian, BB/U pada 1 penelitian, dan TB/U pada 2 penelitian
Implementasi Rest Untuk Membangun Aplikasi Pemeriksaan Pasien Pada Klinik Koent Berbasis Website
Kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi umat manusia dan layanan kesehatan merupakan suatu aspek penting dalam kehidupan. Efisiensi dan efektivitas suatu layanan kesehatan sangat penting bagi masyarakat. Klinik Koent merupakan suatu badan layanan kesehatan. Layanan utamanya berupa rekam medis, rekam medis ini masih dilakukan secara manual menggunakan kertas, sehingga kurang optimal dalam proses layanan kesehatan selain itu para pasien harus menunggu 5 sampai 10 menit sampai obat disiapkan oleh apoteker, karena apoteker harus menunggu datangnya resep dari dokter belum lagi mengintegrasikan data pasien dengan data di bagian apotek untuk riwayat pengobatan masih diinput lagi oleh apoteker tentunya hal ini akan membuat kurang efektif dan mengalami penginputan berulang ulang oleh tiap petugas. Dalam penelitian ini penulis mengimplementasikan Rest untuk membangun aplikasi pemeriksaan pasien pada klinik koent berbasis website menggunakan metode waterfall. Penelitian ini menghasilkan sebuah perangkat lunak yang terintegrasi dengan beberapa bagian diantaranya pendaftaran, apoteker dan dokter, dengan adanya implementasi Rest pada aplikasi pemeriksaan pasien pada klinik koent berbasis website lebih mudah,cepat dan akurat dalam proses pelayanan kesehatan
Sistem Kendali Pintu Gerbang Otomatis Menggunakan Koneksi Wireless Module Wifi Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno
Pada setiap rumah pasti memiliki pintu gerbang atau pintu pagar yang dilengkapi dengan penguncinya. Dari hal tersebut, pintu gerbang rumah yang berguna untuk keamanan kondisi rumah maupun keamanan kendaraan pribadi. Pada umumnya untuk membuka pintu gerbang atau pintu pagar serta menguncinya dengan menggunakan manual atau dengan tangan manusia. Dari masalah tersebut, maka penulis membuat suatu prototype pintu gerbang otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno dan Android sebagai sistem operasi. Suatu sistem pada Android yang dapat berfungsi sebagai saklar dan dapat membuka dan mengunci pintu gerbang dengan secara otomatis, yang di kontrol oleh Android, yang terbuhung pada koneksi Wireless atau Wifi device. Dengan perancangan sistem otomatis pada pintu gerbang yang berbasis mikrokontroler Arduino Uno dan Android sebagai sistem operasinya, maka dapat membantu mempermudah pengguna dalam mengatur untuk membuka dan mengunci pintu gerbang tanpa harus keluar dari kendaraan ataupun keluar rumah
Rancang Bangun Alat Screw Extruder Untuk Pembuatan Papan Partikel Campuran Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Plastik LDPE
Screw Extruder merupakan mesin dengan penggerak motor DC dengan pemanas berupa band heater sebagai elemen utama dengan jenis plastic yang akan dilelehkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat screw extruder untuk pencampuran serbuk tandan kosong kelapa sawit dan plastik Low Density Polyethylene (LDPE) menjadi papan partikel ukuran 20x10 yang memenuhi SNI 03-2015-2006 untuk pelapis dinding ruangan. Percobaaan dilakukan dengan tiga tahapan proses yaitu pre-treatment tandan kosong kelapa sawit, tahap pembuatan papan partikel dengan menggunakan alat screw extruder, dan tahap analisa papan partikel yang dihasilkan. Parameter yang diukur ialah kerapatan, kadar air, penambahan tebal, dan daya serap air dari papan partikel yang dihasilkan dengan variasi komposisi bahan TKKS:LDPE 20:80, 25:75, 30:70, 35:75, 40:60, dan variasi suhu extruder 250ºC, 270ºC, dan 290ºC dengan putaran screw tetap sebesar 20 rpm. Perancangan alat screw extruder ini memiliki kapasitas maksimal 19 kg/jam dengan putaran screw maksimal 100 rpm. Komposisi TKKS:LDPE 20:80 dengan suhu extruder 290ºC menghasilkan papan partikel dengan nilai kerapatan sebesar 0,75 gr/cm3 dengan kadar air minimum 0,11%, daya serap air minimum 13,04%, dan penambahan tebal minimum sebesar 3,05%. Dari variasi suhu extruder 250ºC, 270ºC, dan 290ºC yang telah dilakukan pada pembuatan papan partikel, didapatkan kondisi optimum yaitu pada suhu extruder 290ºC dan kondisi optimum variasi komposisi TKKS:LDPE adalah sebesar 20:80. Papan partikel yang dihasilkan dari alat screw extruder telah memenuhi SNI 03-2015-2006 dengan kondisi optimum suhu ektruder 290ºC dan kondidi optimum perban komposisi TKKS:LDPE adalah 20:80
Sintesis dan Karakterisasi Selulosa Asetat dari A-Selulosa Fiber Cake Kelapa Sawit
Penelitian tentang sintesis dan karakterisasi selulosa asetat dari ?-selulosa fiber cake kelapa sawit ini telah dilakukan dengan menggunakan anhidrida asetat sebagai acetylating agent. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan selulosa asetat dengan klasifikasi selulosa diasetat yang memiliki yield produk yang tinggi, mempelajari pengaruh variasi rasio selulosa:anhidrida asetat, waktu asetilasi, dan suhu asetilasi untuk mendapatkan selulosa asetat dengan kondisi yang optimal dari ?-selulosa fiber cake kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan variasi rasio selulosa:anhidrida asetat (1:5; 1:10; 1:15), waktu asetilasi (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5)jam, dan suhu asetilasi (25 dan 40) oC menghasilkan 30 sampel produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa asetat yang didapatkan berupa selulosa diasetat dengan bentuk padatan berupa serbuk, berwarna putih gading, dan tidak berbau serta memiliki kadar ?-selulosa sebesar 84,29 % dengan kadar air 9,16 % pada rasio selulosa:anhidrida asetat (1:10), waktu asetilasi 1,5 jam, dan suhu asetilasi 40oC dengan nilai yield produk, kadar asetil, dan derajat substitusi berturut-turut 49 %, 39,97 %, dan 2,5.
Research on the synthesis and characterization of cellulose acetate from palm oil ?-cellulose fiber cake has been carried out using acetic anhydride as an acetylating agent. This study aims to obtain cellulose acetate with cellulose diacetate classification which has a high product yield, study the effect of variations in the ratio of cellulose:acetic anhydride, acetylation time, and acetylation temperature to obtain cellulose acetate with optimal conditions from palm oil ?-cellulose fiber cake. This study used variations in the ratio of cellulose:acetic anhydride (1:5; 1:10; 1:15), acetylation time (0.5; 1; 1.5; 2; 2.5) hours, and acetylation temperature (25 and 40) oC produces 30 product samples. The results showed that the cellulose acetate obtained was in the form of cellulose diacetate with a solid form in the form of powder, ivory white, and odorless and had 84.29% of a-cellulose content with 9.16% of a moisture content at the ratio of cellulose:acetic anhydride (1 :10), acetylation time 1.5 hours, and acetylation temperature 40oC with product yield, acetyl content, and degree of substitution 84.6%, 39.97%, and 2.5, respectively
ANALISIS KINERJA KOMPOR BRIKET DITINJAU DARI VARIASI UDARA MASUK DAN JUMLAH LUBANG PADA RUANG BAKAR
Briket merupakan salah satu alternatif bahan bakar yang berasal dari batu bara, serbuk kayu gergaji, dan tandan kelapa sawit yang bisa dijadikan bahan bakar padat. Kompor briket adalah alat pemanfaatan yang dikhususkan untuk beberapa briket sebagai alat bakar skala rumah tangga. Kompor briket juga menjadi salah satu solusi terbaik dalam meningkatkan sistem pembakaran briket selama ini yang masih kurang diminati dan perlakuannya masih tradisional. Pada rancangan kompor biobriket digunakan penambahan fan untuk meingkatkan efisiensi dari alat itu sendiri. Kinerja dari kompor biobriket sangat dipengaruhi oleh aliran udara yang masuk sebagai penunjang proses pembakaran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain kompor biobriket terbaik melalui uji eksperimental prototype kompor biobriket dengan memvariasikan kecepatan udara masuk yaitu tanpa fan (natural draft), 6 m/s, dan 8,3 m/s dan setiap variasi kecepatan tersebut memvariasikan jumlah lubang dari ruang bakar kompor biobriket itu sendiri yakni 71, 63, dan 55. Efisiensi kompor briket menggunakan briket arang tempurung kelapa berkisar 10,14% - 24,10% dimana yang terkecil berasal dari natural draft lubang 55 dan yang terbesar berasal dari kecepatan fan 8,3 m/s dengan lubang sebanyak 63. Untuk lubang 71 pada kecepatan fan 8,3 m/s memiliki nilai terbaik dengan start-up time selama 44 detik dan boiling time selama 300 detik. Untuk FCR terendah didapatkan pada natural draft dengan lubang 55 yaitu sebesar 1,312 kg/jam karena udara masuk memengaruhi jumlah bahan bakar yang terbakar
PRODUKSI GAS HIDROGEN BERDASARKAN PENGARUH LUAS PENAMPANG TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN ELEKTROLIT DAN SUPLAI ARUS DENGAN METODE ELEKTROLISIS
Pengembangan energi terbarukan menjadi fokus perhatian saat ini penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan dan zero emission dengan pemanfaatan air untuk prosess pembuatan hidrogen melalui proses elektrolisis. Hidrogen adalah gas ringan (lebih ringan dari udara), tidak berwarna dan tidak berbau, jika terbakar tidak menunjukkan adanya nyala dan akan menghasilkan panas yang sangat tinggi, sehingga hidrogen mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh luas penampang dan konsentrasi larutan elektrolit dengan variasi suplai arus listrik terhadap produksi gas hidrogen dengan metode elektrolisis. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan air garam (NaCl) dengan berlandaskan pada kadar salinitas air laut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan elektrolit , semakin besar luas penampang dan semakin tinggi arus yang disuplai maka volume gas yang dihasilkan akan semakin banyak. Hasil yang diperoleh yaitu volume gas H2 tertinggi pada konsentrasi salinitas 35 ppt , elektroda ukuran 0,5 in dan kuat arus 35 ampere sebesar 2,118693 liter gas H2 dalam waktu 120 detik. efisiensi tertinggi didapat pada ukuran elektroda 2,0 in ,salinitas 35 ppt dengan kuat arus 15 ampere nilai yang didapat 99,16% dan daya tertinggi dicapai pada 406 watt pada ukuran elektroda 2,0 in, salinitas 35 ppt pada kuat arus 35 ampere
The development of renewable energy is currently the focus of attention on the use of environmentally friendly energy sources and zero emission by utilizing water for the hydrogen production process through the electrolysis process. Hydrogen is a light gas (lighter than air), colorless and odorless, if it burns it does not show a flame and will produce very high heat, so hydrogen has enormous potential to be developed as an alternative energy source. This study aims to analyze the effect of cross-sectional area and concentration of electrolyte solution with variations in the supply of electric current to the production of hydrogen gas by electrolysis method. The electrolyte solution used is a salt water solution (NaCl) based on the salinity of seawater. Based on the research that has been done, it is proven that the higher the concentration of the electrolyte solution, the greater the cross-sectional area and the higher the current supplied, the more gas volume will be produced. The result obtained is the highest H2 gas volume at salinity concentration of 35 ppt, electrode size of 0.5 inchi and current strength of 35 ampere of 2.118693 liters of H2 gas in 120 seconds. the highest efficiency is obtained at the electrode size of 2.0 inchi ,salinity 35 ppt with a current strength of 15 ampere the value obtained 99.16% and the highest power achieved at 406 Watts at the electrode size of 2.0 inchi, salinity 35 ppt at the current strength of 35 amper
Analisis Manfaat Pembangunan Infrastruktur Keretaapi Di Pulau Jawa
Pulau Jawa menyumbang sekitar 60 persen dari perekonomian nasional, Untuk mendukung mobilitas ekonomi dan penduduk yang terus meningkat dibutuhkan angkutan massal yang berbasis rel dengan karakteristik efisien, murah, aman, dan ramah lingkungan. Analisis terhadap implementasi KA Cepat (HST) membuktikan adanya perpindahan moda (modal shifting) dari moda angkutan udara, angkutan jalan dan angkutan KA Konvensional secara signifikan kepada moda angkutan KA Cepat yaitu 27.43 persen dari penumpang moda transportasi udara, 4.3 persen dari penumpang moda transportasi jalan dan 3 persen dari penumpang moda transportasi kereta api konvensional. Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan nasional khususnya di Pulau Jawa sangat berpengaruh terhadap mobilitas perekonomian dan kependudukan, khususnya pada tahun 2025 ketika jumlah penduduk akan mencapai sekitar 151 juta oran
Analisis Peningkatan Pendapatan Melalui Usaha Rumahan Produksi Kerupuk Akibat Pandemi
Kegiatan ekonomi di Indonesia terhambat akibat pandemi Covid-19. Banyak perusahaan yang terpaksa melakukan PHK terhadap pekerja atau buruh. Demi menyambung pendapatan, tidak sedikit dari mereka yang memilih untuk membuka usaha di rumah. Peluang pendapatan dari usaha rumahan cukup menguntungkan dan risiko dari usaha rumahan kecil. Hal ini dijadikan alternatif bagi mereka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Salah satu usaha rumahan yang dapat dikembangkan yaitu usaha produksi kerupuk. Kerupuk merupakan makanan ringan yang sangat familiar dan digemari masyarakat. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Dalam mengumpulkan data peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada pemilik usaha poduksi. Keuntungan yang didapat dari usaha ini cukup besar karena sudah banyak memiliki pelanggan tetap dan usaha ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat
Analisis Adopsi Inovasi Teknologi Informasi Menggunakan Innovation and Diffusion Theory (IDT) Pada PPDB Online SMKN 3 Gowa
SMKN 3 Gowa adalah salah satu sekolah yang sudah menerapkan teknologi informasi. Untuk memudahkan kinerja sekolah dalam pelayanan masyarakat, SMKN 3 Gowa mengadopsi sebuah inovasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Namun dalam pelaksanaannya masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh user baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap penerapan PPDB Online guna mengetahui seberapa baik sistem informasi dapat beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan PPDB Online menggunakan Innovation and Diffusion Theory (IDT). Terdapat lima karakteristik yang digunakan sebagai kerangka umum faktor penentu diterimanya sebuah inovasi yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh informasi bahwa dengan adanya penerapan teknologi informasi PPDB online menjadikan proses pendaftaran dalam menyaring nilai lebih transparan dan terpusat. Namun dalam menerapkan sistem informasi tersebut belum sepenuhnya berjalan dengan baik, masih ada berbagai kendala yang dihadapi di antaranya infrastruktur jaringan internet yang kurang memadai, kurangnya pengenalan dan pelatihan secara insentif dan kurang memperhatikan kebutuhan penggunaan terhadap sistem tersebut