Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Not a member yet
184 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Alat Screw Extruder Pada Pembuatan Papan Partikel Berbahan Dasar Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Plastik Polypropylene (PP)
Peningkatan limbah plastik dan Tanda Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang sangat besar di Indonesia dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Papan partikel dapat dibuat dari limbah plastik Polypropylene yang digunakan sebagai perekat dan bahan isiannya berupa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan menggunakan alat Screw Extruder dengan memvariasikan kecepatan putaran Screw. Untuk melihat kinerja dari Screw Extruder yang dirancang, perbandingan komposisi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan perekat Polypropylene (45:55, 40:60, 35:75, 30:70, 25:75). Sehingga didapatkan papan partikel yang telah memenuhi SNI 03–2105- 2006 dengan kondisi optimum untuk nilai kerapatan tertinggi yaitu pada kecepatan putaran screw 60 rpm dengan perbandingan komposisi bahan 25:75, untuk nilai kadar air, daya serap, dan pengembangan tebal yaitu pada kecepatan putaran screw 20 rpm dengan perbandingan komposisi bahan 45:5
Teknologi Pervaporasi Menggunakan Membran Poliamida dalam Menghasilkan Etanol Absolut
Etanol merupakan salah satu bahan kimia penting karena memiliki manfaat yang sangat luas antara lain sebagai pelarut, bahan bakar cair, bahan desinfektan, bahan baku industri, dan sebagainya. Dalam pemanfaatannya seringkali dibutuhkan etanol dengan kemurnian tinggi dan untuk memperoleh etanol dengan kemurnian tinggi biasanya digunakan proses distilasi. Namun distilasi hanya mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian tidak lebih dari 95,6%. Selanjutnya, pada konsentrasi tersebut akan terbentuk azeotrop sehingga jika didistilasi lebih lanjut tidak akan menghasilkan etanol dengan konsentrasi lebih tinggi lagi. Salah satu alternatif untuk menghasilkan etanol dengan kemurnian lebih dari 95,6% adalah melalui proses teknologi membran yaitu pemisahan secara pervaporasi. Pada penelitian ini membran yang digunakan adalah membran poliamida dengan variasi teknanan pada sisi permeat. Variasi tekanan sisi permeat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 Kpa,40 Kpa dan 50 Kpa. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil kadar etanol permeat yang tertinggi ketika tekanan sisi permeat mencapai 40 Kpa, yaitu didapat permeat dengan kemurnian 99,6%
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jig Saw terhadap Hasil Belajar Penjasorkes dengan Materi Bola Voli pada Kelas XII IPA-1 SMA Negeri 1 Susukan
Dalam pembelajaran dibutuhkan sebuah motivasi yang dapat memicu semangat belajar agar mencapai hasil yang maksimal. Namun dengan menggunakan metode dan media yang sama pada saat pembelajaran, maka pengajaran menjadi kurang variatif dan menyebabkan peserta didik jenuh dalam proses belajar mengajar. Akibatnya, peserta didik kurang mendapatkan motivasi dan menyebabkan mereka kurang memahami apa yang telah mereka pelajari di kelas. Hal ini berpengaruh pada perkembangan prestasi peserta didik. Maka dari itu, diperlukan metode dan media pembelajran yang efektif untuk mencapai kompetensi tersebut. Dengan harapan setelah diterapkannya metode dan media pembelajaran itu akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Berdasarkan pada uraian diatas maka penelitian ini akan difokuskan pada Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jig Saw Terhadap Hasil Belajar Penjasorkes Dengan Materi Bola Voli Pada Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Susukan Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan observasi, pengukuran hasil belajar, dan hasil catatan lapangan. Hasil dari dua siklus yang diterapkan, dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jig saw mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil pre test ke post test, adanya peningkatan hasil penelitian pada setiap siklusnya. Peningkatan pada pra siklus dengan rata-rata kelas 55,83 dan persentase ketuntasan 16,66% menjadi 74,72 rata-rata kelas dan persentasenya menjadi 52,77% pada siklus I dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 82,77 dengan persentase 88,57%. Ada beberapa saran dari penelitian ini yang dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan dalam menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jig saw untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik
Produksi Gas Hidrogen dari Serbuk Aluminium Limbah Kaleng MinumanMenggunakan Katalis KOH
Permintaan Gas Hidrogen sebagai bahan bakar, proses hidrogenasi, dll semakin besar, bahkan diperkirakan bahwa Gas Hidrogen ini akan dijadikan sumber energi terbarukan pada masa yang akan datang. Hidrogen memiliki potensi untuk dihasilkan melalui teknologi seperti biomassa, air dan bahan bakar fosil. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari reaksi antara aluminium dan air. Terdapat berbagai macam jenis logam aluminium seperti aluminium foil, serbuk aluminium dan terdapat juga pada kaleng bekas minuman. Saat ini limbah kaleng minuman menyumbang 80% dari total sampah kota. Oleh karena itu, daur ulang dan penggunaan bahan limbah aluminium ini menarik topik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Akan tetapi limbah aluminium tidak bisa bereaksi dengan air secara langsung dikarenakan adanya lapisan oksida yang menghalangi interaksi antara aluminium dengan air, maka dari itu perlu ditambahkan katalis agar limbah aluminium dapat bereaksi secara spontan dengan air. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan produksi Hidrogen dengan menggunakan bahan utama limbah kaleng bekas minuman dan kalium hidroksida sebagai katalis. Penggunaan kalium hidroksida sebagai katalis dikarenakan kalium hidroksida memproduksi gas hidrogen lebih banyak dibandingkan natrium hidroksida. Penelitian ini dilakukan dengan cara mereaksikan serbuk logam aluminium dari limbah kaleng minuman sebanyak 2 g; 2,5 gr; 3 gr dengan aquadest dan katalis KOH 1M; 1,5 M; 2 M; 2,5 M didalam reaktor berpengaduk, yang dilakukan selama 60 menit dengan suhu ruang. Gas Hidrogen tertinggi diperoleh pada berat Aluminium 3 gr dengan konsentrasi Kalium Hidroksida 2,5 M sebesar 4,70 liter. Semakin banyak logam Aluminium dan semakin tinggi konsentrasi Kalium Hidroksida yang digunakan, maka akan menghasilkan Volume Gas Hidrogen yang lebih banyak
Pemurnian Minyak Sawit Merah Menggunakan Filter Bentonit dan Membran Keramik
Minyak Sawit mentah (Crude Palm Oil) adalah minyak kasar yang diperoleh dengan cara ekstraksi daging buah sawit dan mempunyai karakter yang belum layak makan karena masih banyak mengandung kotoran terlarut dan tidak terlarut dalam minyak. Minyak sawit merah adalah minyak sawit yang diperoleh tanpa melalui proses pemucatan (bleaching) tujuannya mempertahankan kandungan karotenoidnya. Membran keramik dapat menjadi salah satu alternatif media filter untuk pengolahan minyak sawit khususnya minyak sawit merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melakukan inovasi proses dalam pemurnian MSM menggunakan filter bentonit dan membran keramik serta mengetahui karakteristik produk minyak sawit merah yang dihasilkan. Proses pemurnian dengan filter terdiri dari bentonit , membran keramik, dan cartridge dilakukan pada tekanan 5 bar dengan variasi suhu 50oC, 60oC, 70oC dengan waktu penampungan permeat tiap 2 menit. Hasil penelitian didapatkan nilai fluks tertinggi pada suhu 50oC yaitu 54,420 L/m2.jam. Membran keramik ini mampu merejeksi kandungan ?-karoten sebesar 27,140 % sedangkan rejeksi asam lemak bebas tertinggi sebesar 2,627%. Produk terbaik minyak sawit merah yang dihasilkan memiliki densitas 0,9263 g/ml, viskositas 15,54 cp, kadar air 0,020%, ALB 6,099%, bilangan peroksida 5,984 mEk/kg dan ?-karoten 766,057 ppm. Namun produk yang dihasilkan masih belum memenuhi standar MSM yang dijual dipasaran karena kandungan yang terdapat didalam produk minyak sawit merah masih tinggi terutama pada kandungan asam lemak bebas dan bilangan peroksida
Produksi Syngas Dari Proses Gasifikasi Biomassa Menggunakan Downdraft Gasifier Sebagai Gas Bakar Pada Motor Bakar Empat Tak
Seiring dengan peningkatan teknologi yang semakin unggul, semakin besar pula industri kontemporer di Indonesia. namun perkembangan usaha ini sendiri mengabaikan limbah bisnis yang tidak dimanfaatkan sehingga limbah tersebut akan menjadi limbah yang mengganggu lingkungan. Teknologi pengolahan limbah ini efektif, hijau dan ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan bantuan pemanfaatannya sebagai sumber energi terbarukan. Upaya penindakan limbah ini diatasi dengan.menggunakan metode teknologi gasifikasi. Gasifikasi adalah proses konversi termal pada bahan bakar padat sehingga menjadi gas mampu bakar (H2, CH4, dan CO). Penelitian dilakukan menggunakan seperangkat alat gasifikasi tipe downdraft dengan bahan baku berupa limbah kayu akasia dan tempurung kelapa sawit. Penelitian yang dilakukan pada Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya ini dimulai dengan proses preparasi bahan baku berupa pengeringan bahan baku berupa kayu akasia dan tempurung sawit sampai kadar airnya kurang dari 15%. Selanjutnya proses gasifikasi berdasarkan variasi bahan baku. Parameter proses yang diamati adalah pengaruh variasi bahan bakar limbah kayu akasia dan tempurung kelapa sawit pada reaktor gasifikasi terhadap stabilitas nyala engine; warna dan lama nyala api syngas; komposisi syngas serta energi spesifik yang dihasilkan. Dari hasil penelitian, komposisi syngas terbaik adalah pada variasi bahan baku tempurung kelapa sawit dengan karakteristik nyala api berwarna biru dan waktu nyala paling lama ±7 menit, nyala engine stabil dan energi spesifik yang dihasilkan paling besar yaitu 3406,0561kkal/kg
Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kemiringan Panel Terhadap Koefisien Laju Konveksi pada Pemanas Air Tenaga Surya
Indonesia sebagai salah satu negara dengan posisi geografis berada di garis khatulistiwa, membuat indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Konsumsi energi di Indonesia yang meningkat dan penggunaan sumber energinya yang dapat diperbaharui belum dimanfaatkan secara optimal, maka dari itu sinar matahari sebagai energi yang terbarukan dan ramah lingkungan digunakan sebagai media pemanas air bertenaga surya. Alat pemanas air tenaga surya merupakan alat untuk memanaskan air dengan memanfaatkan sumber energi matahari melalui panel kolektor. Dengan tingginya intensitas radiasi yang diperoleh yaitu sebesar 93000 Lux alat kolektor mampu menyerap panas dengan lebih banyak sehingga menghasilkan temperatur yang paling tinggi yaitu 64°C. Intensitas Cahaya yang tinggi akan memberikan panas yang lebih maksimal pada proses pemanasan air dalam pipa kolektor dengan optimal. Pada sudut 25° dengan naiknya kemiringan dapat membuat perpindahan panas pada air lebih baik sehingga mampu menghasilkan temperatur air output tertinggi sebesar 64°C karena pada sudut 25° performa alat akan naik sehingga air yang lebih panas pada kolektor lebih mudah untuk mencapai tangki karena massa jenis air yang berada dibagian permukaan lebih mudah untuk bergerak naik
Implementasi Karakter Siswa Dalam Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai strategi yang dilakukan sekolah dalam mengimplementasikan karakter siswa dalam pembelajaran terpadu di sekolah dasar penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan angket survey. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar dengan subjek guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Kualitatif yaitu mendeskripsikan, menguraikan, serta menggambarkan upaya guru dalam melaksanakan implementasi karakter siswa dalam pembelajaran terpadu di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui survey kuesioner yang disebarluaskan kepada beberapa guru di sekolah dasar. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah survey kuesioner atau angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah baik dalam memahami pembelajaran terpadu dan karakteristik dari peserta didik yang diwujudkan dalam pengimplementasian dari pembelajaran terpadu terhadap karakteristik peserta didik, baik melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan, budaya sekolah, dan lain-lain
Perancangan dan Implementasi Sistem Otentikasi OAuth 2.0 dan PKCE Berbasis Extreme Programming (XP)
Perusahaan XYZ adalah sebuah perusahaan swasta yang menyediakan sebuah produk Hospital Management System (HMS) yang bersifat subscription. Dimana lebih dari satu rumah sakit menggunakan produk ini dengan satu server yang terpusat. Permasalahan yang ingin diuji pada penilitian ini adalah adalah bagaimana merancang sistem otentikasi dan otorisasi untuk sistem HMS multitenant sehingga sistem tidak bisa digunakan oleh pihak yang tidak terdaftar. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menerapkan prosedur otentikasi dengan mekanisme otentikasi OAuth 2.0 dan PKCE pada aplikasi HMS multitentant dengan melibatkan suatu server dan client dalam melakukan proses otentikasi untuk mempermudah proses otentikasi pada tiap tenant. Pada penelitian ini akan melibatkan tiga aplikasi. Satu aplikasi sebagai middleware dimana terdapat halaman sign-in berbasis OAuth 2.0. Dan dua aplikasi lagi sebagai client dan server. Pada penelitian ini dilakukan proses pengembangan sistem menggunakan metode Extreme Programming (XP). Hasil dari penelitian ini berupa sistem login atau sistem otorisasi dan otentikasi yang secara nyata dapat memenuhi kebutuhan perusahaan XYZ. Sistem login ini memiliki kelebihan dimana mempermudah perusahaan XYZ untuk mengatur client yang terintegrasi dengan sistem ini dan bagi client mudah untuk menimplementasikannya
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi di Sma Negeri 1 Waled
Pengajaran bahasa Indonesia menempati bagian penting, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SLTA) bahkan perguruan tinggi di bidang studi bahasa Indonesia didorong untuk mengkhususkan diri sesuai dengan kurikulum yang diterapkan. Dalam belajar mengajar, bahasa Indonesia juga digunakan dalam pengantar untuk memperkenalkan setiap mata pelajaran atau mata kuliah, hal ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia digunakan dalam setiap mata pelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Pengamatan awal di SMAN 1 Waled menunjukan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, hasil belajar siswa masih berada di bawah KKM. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan belajar untuk mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran demonstrasi. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil berlajar siswa di SMAN 1 Waled dengan menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks editorial. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, karena penelitian ini bertujuan untuk meberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi guru dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dan emoat tahapan di setiap siklusnya. Penelitian tindakan kelas ini dilaukan di SMAN 1 Waled menunjukan adanya peningkatatan. Saat sebelum dilakukan penelitian, nilai rata-rata siswa adalah 56,15 dengan persentase kelulusan sebesar 11,54%. Nilai tersebut meingkat pada siklus I menjadi 74,61 dengan persentase kelulusan 50%, dan kembali meningkat secara signifikan pada siklus II menjadi 92,69 dengan persentase kelulusan 92,3%