Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
Not a member yet
1082 research outputs found
Sort by
Inkonsistensi Struktur dan Makna Backronim pada Tagline Universitas Al Azhar Indonesia
Backronyms play an important role in branding by creating taglines that strengthen brand identity and build emotional connections, supporting effective marketing strategies. For universities as socialpreneurship or edupreneurship entities, the use of backronyms can enhance visibility and attract prospective students, helping to achieve long-term goals. This study analyzes the backronyms "SMILE" and "UNGGUL" from University Al-Azhar of Indonesia to evaluate their structural and semantic coherence. Using a qualitative approach, it was found that the "SMILE" backronym exhibits inconsistency between adjectival and nominal word classes, which disrupts both cohesion and overall meaning. Meanwhile, the "UNGGUL" backronym presents a more complex misalignment, involving verbs, nouns, and adjectives, leading to morphological and semantic discord as well as logical flaws. The conclusion of this study is that the inconsistency in word class usage and the illogical semantic connections diminish the communicative effectiveness of the backronyms, suggesting the need for improvements in backronym construction to enhance clarity and appeal in the university's branding strategy.Keywords - Backronym, Morphological Analysis, Semantic Consistency, Tagline
Polimorfisme Gen Cyclooxygenase-2 dan Prevalensi Hipertensi Masyarakat Indonesia
Hypertension is a major risk factor for cardiovascular diseases, leading to serious health complications. Genetic polymorphisms in the COX-2 gene, especially the rs689466 variant, are associated with increased cardiovascular risk, but its link to hypertension in the Indonesian population remains limited. This study investigates the relationship between COX-2 rs689466 polymorphism and hypertension in Indonesia, using a cross-sectional design with 200 samples (100 hypertensive patients and 100 healthy individuals). DNA was isolated from whole blood using the salting-out method, and the COX-2 rs689466 polymorphism was analyzed by PCR-RFLP. Statistical analysis was performed using the Chi-square and Mann-Whitney tests. The results showed a significant association between the COX-2 rs689466 polymorphism and hypertension (p<0.001), with the AA genotype carrying a higher risk (p<0.001, OR=8.609) compared to individuals with the GG or AG genotypes. Smoking exacerbated this association, with smokers being more likely to carry the AA genotype and have an increased risk of hypertension (p<0.001, OR=6.091). This study highlights the role of COX-2 rs689466, particularly the AA genotype, in increasing hypertension risk in Indonesia, with smoking further worsening vascular inflammation and resistance, contributing to hypertension development.Keywords - Cyclooxygenase-2 (COX-2), Hypertension, Polymorphism, Smoking, Rs689466
Perbandingan Strategi Diplomasi Budaya Hallyu, Cool Japan, dan Neo-Ottomanisme di Indonesia
Penelitian ini membahas dinamika soft power dengan fokus pada perbandingan antara strategi diplomasi budaya Turki melalui Neo-Ottomanisme, Korea Selatan melalui Hallyu (Korean Wave), dan Jepang melalui Cool Japan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi perbandingan sedikit negara dengan analisis literatur yang berkaitan dengan tren budaya populer asing di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomasi budaya Hallyu Korea dan Cool Japan lebih mudah diterima masyarakat Indonesia dengan dipengaruhi oleh konsistensi branding budaya yang lebih bervariasi, penetrasi media populer, kedekatan regional sebagai sesama bangsa Asia, serta aktivitas kedua budaya tersebut di masyarakat Indonesia termasuk di perguruan tinggi. Sebaliknya, Neo-Ottomanisme belum mampu membentuk citra budaya yang kuat di benak publik Indonesia dibandingkan dengan kedua strategi dari diplomasi budaya Hallyu Korea dan Cool Japan karena titik mulai diplomasi Neo-Ottomanisme masih terbilang baru meskipun adanya kedekatan historis Turki Utsmaniyah dengan Aceh dan solidaritas dengan masyarakat Indonesia sebagai sama-sama negara dengan mayoritas muslim di dalamnya. Kata kunci: Cool Japan, diplomasi budaya, Hallyu, Neo Ottomanisme, soft powe
Intervensi China dalam Mediasi Perdamaian Arab Saudi dengan Iran
This paper aims to analyze China’s intervention in mediating peace between Saudi Arabia and Iran. The discussion focuses on China's soft power strategy as a mediator between these two Middle Eastern countries, which have long experienced tense relations. This issue is considered significant, as the success of the mediation not only affects regional stability but also reflects shifting global power dynamics and highlights China's growing role in international geopolitics. The research adopts a qualitative method, employing Joseph Nye’s soft power theory as an analytical framework to understand how China builds its influence through non-coercive means, particularly economic cooperation and diplomacy. Data were collected through literature review and analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings indicate that China’s success as a mediator is largely attributed to its economic diplomacy and neutral stance, which fostered trust from both parties. These results underscore the importance of soft power in expanding global influence and present a viable alternative to conflict resolution that does not rely on military force. This study contributes to the field of international relations and Middle Eastern geopolitics by emphasizing the necessity of strengthening non-coercive diplomacy as a means to maintain regional stability and build long-term peace
Dampak Keikutsertaan Indonesia dalam Upaya Penanganan Krisis Kemanusiaan Myanmar Tahun 2017-2021
Negara di dunia menginginkan kondisi dunia yang damai, namun perdamaian dunia dapat terwujud apabila setiap manusia dapat saling menghormati nilai keberagaman dan kebebasan. Krisis kemanusiaan di Myanmar termasuk krisis yang dipicu dari kehidupan di sektor politik yang tidak stabil yang timbul karena adanya diskirminasi. Indonesia tergabung ke dalam PBB berkomitmen dalam mempertahankan perdamaian dan keamanan global. Pada krisis kemanusiaan Myanmar, Indonesia telah melakukan berbagai upaya baik jangka pendek maupun panjang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berfokus pada dampak yang diterima Indonesia dari keikutsertaannya dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Myanmar pada tahun 2017-2021 dengan pengumpulan data memanfaatkan internet-based research. Selain itu, konsep kepentingan nasional dimanfaatkan dalam penelitian ini. Penelitian ini memperlihatkan bahwa ada empat dampak yang ditimbulkan dari keikutsertaan Indonesia dalam upaya penanganan krisis kemanusiaan di Myanmar diantaranya meningkatnya citra positif Indonesia dalam jangka pendek karena kemampuannya membuka akses ke Myanmar, memperkuat perannya sebagai Mediator-Integrator dalam jangka menengah, serta menpererat hubungan bilateral Indonesia-Myanmar dan meningkatkan diplomasi Indonesia dalam menghentikan kekerasan dalam jangka panjang
Peningkatan Keterampilan Menulis sebagai Media Navigasi Emosi bagi Remaja
Santri remaja di pesantren mengalami berbagai pengalaman unik yang membentuk perkembangan pendidikan, sosial, dan kepribadian mereka. Namun, mereka juga berpotensi menghadapi tekanan dari berbagai faktor, seperti akademik, aturan ketat, kontak sosial yang terbatas, tuntutan orang tua, fase pembentukan identitas, dan privasi yang minim. Oleh sebab itu, program pengabdian masyarakat berjudul “Pengembangan Keterampilan Menulis sebagai Media Navigasi Emosi bagi Remaja” ini dilaksanakan, di Pesantren Jagat Arsy, Tangerang Selatan. Program ini diikuti oleh 27 siswa kelas X dan XI, yang terlibat dalam lokakarya menulis narasi terapeutik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi tingkat stres, meningkatkan keterampilan menulis, serta memberikan ruang ekspresi bagi para santri. Kegiatan ini meliputi observasi, perumusan masalah, pelatihan menulis, dan evaluasi hasil melalui kuesioner. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 55,56% peserta merasakan perbaikan emosional, 37,04% merasa pelatihan hanya sedikit membantu, dan 7,41% mengaku tidak merasakan pengaruh sama sekali. Umpan balik dari peserta juga mencerminkan manfaat emosional yang positif, dengan mayoritas merasa lebih mampu mengungkapkan perasaan dan menyusun narasi yang mencerminkan pengalaman pribadi mereka. Program ini menegaskan pentingnya penulisan naratif sebagai metode terapeutik yang efektif dalam mendukung kesejahteraan mental remaja, khususnya di lingkungan pesantren
Prediksi Peringkat Akreditasi BAN PT Program Studi Sarjana Rumpun Ilmu Komputer Menggunakan Klasifikasi Machine Learning
Accreditation ranking is one of the causes and indicators chosen by prospective students when choosing a study program in higher education. From the data collected, only 5% of study programs in the Computer Science group have a Superior accreditation rating and an A accreditation rating in LLDikti Region III Jakarta. So it is necessary to know the factors that influence the accreditation ranking. The machine learning methodology used in this approach is K-Nearest Neighbors (KNN) and from the data obtained there are 6 factors that can be strongly suspected to influence the study program accreditation value. The four machine learning models, namely KNN, Gaussian Naïve Bayes Decision Tree and Logistic Regression, it was found that the KNN machine learning model with 2 input variables had the highest AUC value, namely 84.38%. Meanwhile, from the model simulation run by KNN machine learning, 2 input variables can produce relatively accurate prediction results. And the results of cross validation with 10 folds support the selected machine learning with an accuracy level of 80%. In general, the KNN machine learning model with 2 input variables was able to predict the accreditation rating of Study Programs, especially from the Computer Science Cluster.Keywords – Accreditation, Area Under Curve (AUC), Department of School, Kfold Cross Validation, Machine Learning
Persepsi Konsumen terhadap Iklan Daring dan Luring di Kabupaten Bondowoso
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mempengaruhi pola komunikasi pemasaran di Kabupaten Bondowoso, terutama dengan meningkatnya penggunaan media daring sebagai sarana iklan yang interaktif dan luas jangkauannya. Di sisi lain, media luring konvensional seperti billboard dan media cetak tetap dipertahankan karena kekuatan personal dan kepercayaan yang masih tinggi di kalangan sebagian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap iklan daring dan luring di Kabupaten Bondowoso serta faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan sikap konsumen. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, narasi, dan dokumen dari informan yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang beragam: sebagian melihat iklan daring sebagai media modern dan interaktif, namun tetap menunjukkan kepercayaan terhadap media luring yang dianggap lebih nyata dan personal. Faktor budaya, pengalaman pribadi, tingkat pendidikan, dan kepribadian berpengaruh besar terhadap persepsi ini. Simpulan penelitian menegaskan pentingnya strategi pemasaran yang mengintegrasikan media daring dan luring secara seimbang agar lebih efektif menyesuaikan dengan karakteristik masyarakat. Rekomendasi dari studi ini adalah agar pelaku usaha memperkuat kehadiran media digital yang interaktif dan membangun kepercayaan melalui konten yang relevan, serta tetap memanfaatkan media konvensional untuk menjangkau segmen tertentu secara optimal
Urgensi Pengaturan Minimum Percentage Kader Disabilitas dalam Partai Politik sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Politik Penyandang Disabilitas
Sebagai negara dengan sistem demokrasi, Indonesia harus menjamin perlindungan hak asasi manusia tanpa adanya diskriminasi terhadap seluruh kelompok termasuk hak politik bagi para penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam pemerintahan, menggunakan hak pilih, dan dipilih. Namun, partisipasi penyandang disabilitas dalam Pemilu masih kurang, sehingga diperlukan suatu rumusan untuk mendongkrak partisipasi penyandang disabilitas dalam Pemilu yakni melalui persentase minimum penyandang disabilitas dalam partai politik. Melalui metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan-undangan dan pendekatan konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi pemilih dan kontestan penyandang disabilitas dalam Pemilu masih kurang. Hal tersebut ditunjukkan dari jumlah pemilih penyandang disabilitas yang jauh dari total daftar pemilih tetap dan jumlah kontestan penyandang disabilitas Pemilu yang hanya berjumlah 35 hingga 40 orang dari 7.968 calon legislatif yang terlibat. Dengan demikian diperlukan kebijakan persentase minimum untuk mendorong partisipasi pemilih dan kontestan penyandang disabilitas dalam Pemilu. Kebijakan partisipasi minimum telah diberlakukan terlebih dahulu bagi kader Perempuan pada tahun 2003 melalui UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilu, dan berhasil meningkatkan partisipasi perempuan dalam Pemilu, sehingga ketika kebijakan ini diberlakukan bagi penyandang disabilitas dapat meningkatkan partisipasinya dalam Pemilu. Adapun minimum persentase bagi kader disabilitas dalam partai politik haruslah berjumlah 15 persen, sebagai bentuk perwakilan dari persentase penyandang disabilitas di wilayah asia tenggara. Kata kunci: Minimum Percentage; Pemilihan Umum; Penyandang Disabilita