Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
Not a member yet
1082 research outputs found
Sort by
Membaca Berkelompok Kasus: Pemelajar Bahasa Jepang Orang Indonesia
Keterampilan membaca yang baik diperlukan untuk membuat skripsi. Mahasiswa tidak hanya diharapkan bisa membaca bibliografi berbahasa Inggris, tetapi juga bahasa Jepang. Akan tetapi bagi mahasiswa pemelajar bahasa Jepang yang berasal dari negara yang beraksara non-kanji, membaca bahan bacaan otentik seperti buku, koran, ataupun dokumen lainnya bukanlah hal yang mudah (terutama untuk pemelajar tingkat menengah). Fokus dari penelitian ini adalah mutual activity yang terjadi di kegiatan membaca berkelompok dan penggunaan prior knowledge. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa dapat menangkap isi bacaan otentik dalam bahasa Jepang di atas level kemampuannya. Dengan membaca dalam kelompok, mahasiswa bisa saling menggunakan sumber daya yang mereka miliki sehingga mereka bisa mengerti isi bacaan lebih dalam. Dengan menggunakan bahasa ibu, mahasiswa dapat dengan mudah menggunakan prior knowledge untuk memahami isi bahan bacaan, dan dapat saling bertanya dan memberikan pendapat secara bebas. AbstractTo write a good thesis, students must have good reading skills. In the Japanese Language learner case, he/she will be required to be able to read not only textbooks or other written sources in Indonesian language and English, but also materials in Japanese. But, to Japanese language learners that come from non-kanji countries, reading authentic materials such as books, news papers, documents, etc., is not easy (more especially for intermediate level learners). The focus of this study is the mutual activity that occurs and the use of prior knowledge on group reading.The outcome of this research is that students are able to grasp authentic reading content in Japanese that is in a level that is beyond their actual ability level. By reading in groups, students can one another use resources that they each have so that their understanding towards the reading content is deeper. By using the mother language, students are easily able to raise and use their prior knowledge to understand reading materials, can ask questions towards one another, express opinions and freely have a debate
Variasi Pola Mencari Makan Tiga Jenis Kuntul di Sekitar Cagar Alam Pulau Dua Serang, Propinsi Banten
Variasi pola mencari makan dari tiga jenis kuntul yang menghuni Cagar Alam Pulau Dua telah diamati selama 12 bulan. Penelitian dilakukan di lokasi makan dari ketiga jenis kuntul yang berada di sekitar kawasan Cagar Alam Pulau Dua. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung dengan didukung oleh pengambilan gambar menggunakan Handycam dengan metode Focal Observation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola mencari makan pada Casmerodius albus adalah sebanyak 30 pola, variasi pola tertinggi dijumpai pada sawah di waktu pagi (17 pola), dan pola mencari makan yang paling sering dilakukan adalah PCa1. Pola mencari makan Egretta garzetta meliputi 160 variasi tertinggi dijumpai pada lokasi makan dataran lumpur pada waktu pagi (47 macam pola), dan macam pola dengan frekuensi tertinggi adalah PEg1. Sedangkan pada Bubulcus ibis, pola mencari makan yang ditemukan adalah sebanyak 65 jenis, dengan variasi tertinggi dijumpai pada sawah di waktu pagi (33 pola) dan pola mencari makan dengan frekuensi tertinggi adalah PBi15.AbstractForaging pattern variation of three herons species living in Pulau Dua Nature reserve Serang, Banten Province was observed to 12 months. Research was conducted done at feeding area of three species of herons around Cagar Alam Pulau Dua. The research method was a combination of direct observation and “focal sampling” method using videotape (handycam). The result showed that foraging pattern of Casmerodius albus were as much 30 kinds, supreme pattern variation was found on the rice-field in the morning (17 type pattern), and the coming foraging pattern was PCa1. Foraging patterns in Egretta garzetta were 160 types, supreme variation to be met on mudflat in the morning (47 type pattern), and pattern type with supreme frequency was PEg1. However on the Bubulcus ibis , the number of foraging pattern were as much 65 types, with supreme variation found on rice-field in the morning (33 type pattern) and pattern type with supreme frequency was PBi15