Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
Not a member yet
    1082 research outputs found

    Fenomena Anti-fans pada Transformasi Persona Selebriti Sam Smith di Media Sosial

    Full text link
    Sam Smith seems to be active in appearing to show his feminine aspects since he declared himself non-binary in 2019. Sam Smith has become increasingly brave to be open as a queer individual and shows confidence with his body. Even Sam Smith wore clothes that the public considered strange and revealing, causing various controversies in conservative circles. The purpose of this research is to determine the form of anti-fans that occurred regarding the transformation of celebrity Sam Smith's persona. Through a qualitative approach, it was found that the public who did not like Sam Smith's personal appearance tended to be active in providing negative comments on photo and video uploads on Sam Smith's personal Instagram social media account, namely @samsmith. In the comments by anti-fans, there are visible attempts to insult, use harsh words to demean, give emoticons and memes to represent negative emotions

    Implementasi Pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Montessori, dan Islamic Berbasis Kurikulum Merdeka

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Montessori dan Islamic (STEAMMI) pada TK Al-Hamidiyah Depok yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 1 orang kepala sekolah dan 1 orang guru kelas TK B. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pendekatan STEAMMI di TK Al-Hamidiyah Depok berjalan dengan memadukan Engineering Design Process (EDP) dari pendekatan STEAMMI dengan elemen Kurikulum Merdeka. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat modul STEAMMI yang berisikan EDP, kemudian merealisasikan Capaian Pembelajaran, menyusun Alur Tujuan Pembelajaran, menyusun rencana pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan implementasi pendekatan STEAMMI dinilai dari siswa yang dapat melakukan tahapan improve, artinya siswa mampu memahami bahwa pendekatan STEAMMI yang dilakukan butuh penyempurnaan. Selain itu, siswa yang mampu menjelaskan rangkaian kegiatan pendekatan STEAMMI juga dinilai sebagai keberhasilan suatu pendekatan STEAMMI. Untuk mengapresiasi siswa yang sudah menyelesaikan rangkaian pendekatan STEAMMI, TK Al-Hamidiyah Depok mengadakan Gebyar P5 dan STEAMMI Expo, dimana produk pendekatan STEAMMI dipamerkan dan siswa dapat berbagi pengalaman belajarnya pada orang lain

    Pengembangan Sikap Gotong Royong Pada Anak Usia Dini Melalui Tema Budaya Betawi

    Full text link
    Sikap gotong royong merupakan salah satu sikap yang penting dimiliki anak dan menjadi salah satu dimensi yang harus dicapai anak dalam Kurikulum Nasional pada program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya penanaman sikap gotong royong pada anak usia dini melalui pelaksanaan P5 dengan tema budaya Betawi. Tiga indikator dalam penilaian sikap gotong royong yaitu: kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian dua orang guru taman kanak-kanak yang merupakan guru penggerak di TK XYZ. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan  reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan berbasis budaya Betawi, seperti membuat kue Bawang dan menarikan tarian Kicir-kicir dapat mendorong anak untuk memiliki kemampuan berkolaborasi, menunjukkan kepedulian terhadap sesama, dan berbagi peran dalam aktivitas kelompok sebagai indikator dari sikap gotong royong. Guru berperan sebagai fasilitator untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, sehingga sikap gotong royong dapat ditumbuhkan sejak dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berbasis budaya lokal dalam P5 tidak hanya memperkuat identitas budaya anak, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam menanamkan sikap gotong royong sebagai wujud nyata dari Profil Pelajar Pancasila.

    Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Huruf pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Kotak Pintar

    Full text link
    Perkembangan anak memerlukan sebuah stimulasi yang tepat sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 mengenai Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Di dalamnya terdapat ketentuan mengenai Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). STTPA berisi tentang indikator-indikator dalam berbagai aspek perkembangan, termasuk aspek perkembangan kognitif. Salah satu lingkup dari aspek perkembangan kognitif adalah mengenal lambang huruf. Hasil observasi dan diskusi bersama guru di TK Islam Al Kautsar Cibinong menunjukkan rendahnya kemampuan anak dalam mengenal lambang huruf disebabkan kurangnya variasi media pembelajaran. Solusi yang diberikan yaitu menggunakan media inovatif kotak pintar (KOPIN). Tujuan penelitian yaitu meningkatkan kemampuan mengenal lambang huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui media KOPIN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif dan partisipatif, dengan subjek penelitian terdiri dari 11 anak berusia 4-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media KOPIN dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal lambang huruf. Hal ini terlihat dari 90% anak yang mampu menyebutkan lambang huruf, 100% anak yang dapat menunjuk sambil membunyikan lambang huruf, 90% anak yang berhasil menyusun lambang huruf, dan 90% anak yang mampu menghubungkan lambang huruf dengan gambar. Beberapa saran yang dapat diberikan adalah menyesuaikan kegiatan KOPIN dengan tema pembelajaran, melakukan brainstorming terlebih dahulu bersama anak, serta memastikan bahan utama pada media KOPIN, seperti lembaran kartu kata, lebih diperhatikan agar dapat diganti sesuai tema yang digunakan

    Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan di Ponpes Al-Amaliah Melalui Implementasi Terpadu Value Proposition Canvas dan Business Model Canvas

    Full text link
    Pondok Pesantren Al-Amaliah di Cikidang Sukabumi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi melalui unit usaha Kantin Mini An-Najah. Berdasarkan Kegiatan abdimas 2023 di Ponpes Al-Amaliah, Cikidang, Sukabumi, pengelolaan kantin ini masih belum optimal, dengan permasalahan utama berupa kurangnya edukasi kewirausahaan yang menyebabkan produktivitas tim tidak stabil dan komitmen terhadap pengembangan diri santripreneur belum tercapai. Motivasi kewirausahaan tidak cukup hanya dengan satu kali pelatihan atau pendampingan. Untuk benar-benar meningkatkan keterampilan kewirausahaan, diperlukan pendekatan yang berkelanjutan dan mendalam. Kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) 2024 bidang kewirausahaan bertujuan untuk memberikan pendampingan kewirausahaan menggunakan Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Canvas (BMC) kepada 9 pengurus kantin. Program dilaksanakan secara hybrid, dengan pendampingan online berupa pemberian materi dan pendampingan offline untuk menyusun VPC dan BMC. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih terstruktur, dengan peningkatan 93% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, tugas akhir penyusunan VPC dan BMC juga menunjukkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan konsep-konsep tersebut secara efektif. Kata kunci: Kantin Mini AN-Najah, Kewirausahaan, VPC dan BMC

    Pengembangan Produk sebagai Upaya Penerapan Strategi Pemasaran UMKM Desa Pagelaran

    Full text link
    Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten merupakan salah satu daerah yang menjadi rumah bagi para pelaku home industry dan umumnya dikepalai oleh para ibu rumah tangga, dengan jenis produksi berupa makanan lokal dan makanan ringan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya variasi produk yang dihasilkan. Para pelaku UMKM belum begitu paham mengenai pentingnya pengembangan produk untuk memberikan nilai tambah dan kemampuan untuk bersaing dalam keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha akan pentingnya pengembangan produk dan peningkatan jumlah variasi produk sebagai strategi pemasaran yang lebih luas. Metode pelaksanaan dalam kegiatan meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi menggunakan hasil kuisioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman 11 orang peserta tentang pentingnya pengembangan produk, dari 64% menjadi 100%. Selain itu, minat dan ide peserta dalam mengembangkan produk juga meningkat, dengan 78% peserta menciptakan lebih dari dua variasi produk, dan 22 % peserta menciptakan 2 variasi produk. Melalui inovasi dan penambahan nilai pada produk, UMKM dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang membedakan produk mereka dari pesaing. Oleh karena itu, pengembangan produk perlu dilakukan secara berkelanjutan agar UMKM di Desa Pagelaran dapat terus memenuhi permintaan pasar dan menjaga posisi mereka dalam persaingan. Kata kunci: pengembangan produk, umkm, variasi produ

    Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Tangan Minyak Serai Wangi “Sarewa” sebagai Upaya Pencegahan Infeksi di Dusun Gejagan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang

    Full text link
    Abstrak Menyentuh berbagai permukaan atau benda dengan tangan dapat menjadi salah satu jalur utama penyebaran kuman, memungkinkan patogen berpindah dari satu individu ke individu lainnya. Salah satu langkah efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit infeksi adalah mencuci tangan secara rutin dengan sabun. Di Dusun Gejagan, Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, banyak ditemukan tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus), yang diketahui mengandung senyawa-senyawa dengan sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus. Namun, serai wangi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbahan aktif minyak serai wangi (Sarewa) sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan penyakit infeksi. Metode yang digunakan meliputi ceramah mengenai cara mencegah penyakit infeksi dan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dengan jumlah peserta sebanyak 34 orang ibu-ibu PKK Dusun Gejagan. Keberhasilan program ini dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Selain itu, survei kepuasan juga dilakukan dengan mengumpulkan tanggapan peserta melalui kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai cara pencegahan penyakit infeksi serta pembuatan sabun cuci tangan. Nilai rata-rata pre-test peserta yang awalnya 62% meningkat menjadi 90% setelah pelatihan. Evaluasi terhadap kepuasan peserta menunjukkan bahwa 100% peserta menilai kegiatan ini menarik dan sangat bermanfaat.Kata kunci: Minyak Serai Wangi, Pelatihan, Sabun Cuci Tangan, Sarewa

    EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM PERSAINGAN USAHA TERHADAP PRAKTIK MONOPOLI DI INDONESIA

    Full text link
    Abstrak Persaingan usaha merupakan fondasi utama dalam sistem ekonomi pasar yang sehat karena mendorong efisiensi, inovasi, dan keterjangkauan harga bagi konsumen. Namun, dalam praktiknya, struktur pasar yang ideal sering kali terganggu oleh dominasi pelaku usaha tertentu melalui praktik monopoli. Monopoli tidak hanya menghambat dinamika persaingan yang adil, tetapi juga berpotensi merugikan konsumen dan mematikan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Di Indonesia, persoalan ini ditangani melalui kerangka hukum yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai otoritas penegaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum persaingan usaha dalam menangani praktik monopoli serta menilai efektivitas intervensi KPPU dalam menciptakan iklim usaha yang adil dan inklusif. Menggunakan pendekatan yuridis normatif, studi ini menelaah regulasi, asas hukum, dan doktrin yang relevan sebagai dasar dalam mengukur kinerja dan tantangan penegakan hukum persaingan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum telah tersedia, masih terdapat berbagai hambatan struktural dan institusional yang perlu dibenahi untuk menjamin efektivitas pengawasan terhadap praktik monopoli dalam pasar nasional.Kata kunci: persaingan usaha, monopoli, KPPU, hukum persaingan, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.AbstractFair business competition is a fundamental pillar of a healthy market economy, as it fosters efficiency, innovation, and competitive pricing for consumers. However, in practice, ideal market structures are often disrupted by the dominance of certain business actors through monopolistic practices. Monopoly not only hinders equitable competition but also harms consumers and suppresses small and medium-sized enterprises (SMEs). In Indonesia, this issue is addressed through the legal framework established by Law Number 5 of 1999 concerning the Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition, with the Business Competition Supervisory Commission (KPPU) serving as the principal enforcement authority. This study aims to analyze the implementation of competition law in addressing monopoly practices and assess the effectiveness of KPPU's interventions in promoting a fair and inclusive business climate. Employing a normative juridical approach, this research examines relevant legislation, legal principles, and doctrinal sources as the basis for evaluating the performance and challenges of competition law enforcement in Indonesia. The findings reveal that despite the existence of a legal framework, there remain structural and institutional barriers that must be addressed to ensure effective oversight of monopolistic practices within the national market. Keywords: business competition, monopoly, KPPU, competition law, Law Number 5 of 1999

    Identifikasi Potensi Hazard pada Pengunjung Xplore62 Menggunakan Metode Hazop dan HIRADC

    Full text link
    Occupational Safety and Health is an issue that is currently attracting a lot of attention from various organizations because it covers issues from the human aspect, economic costs and benefits, legal aspects, accountability and the image of the organization itself. In this research, efforts to prevent work accidents will be carried out using the Hazard Identification Risk Assessment and Detection Control (HIRADC) method. This research aims to determine and analyze hazard identification using the HAZOP method, determine risk control, and determine risk assessment for occupational safety and health. Hazard identification is carried out with the aim of determining the potential danger of a material, tool, or system (Department of Occupational Safety and Health. HAZOP is a systematic safety study, based on a systemic approach towards safety assessment and the process of operating complex equipment, or production processes. Based on the results of the hazard identification carried out on namely slipping, falling, being hit by a tree, etc. Risk control efforts that will be carried out in give danger signs, wear PPE and so on

    Moderasi Beragama sebagai Upaya Preventif terhadap Tindakan Terorisme

    Full text link
    The urgency of religious moderation in the context of Indonesia’s diversity is increasingly critical amid the growing potential for conflicts rooted in differences of belief. Islamic Religious Education (PAI) holds a strategic role as a medium for instilling moderation values that emphasize tolerance, balance, and rejection of violence. Conversely, radicalism and terrorism remain real threats to religion-based education when extreme religious ideologies infiltrate learning spaces. This study aims to analyze the implementation of religious moderation in educational settings, particularly in PAI learning, and to identify challenges and opportunities in strengthening such values. The research employed a descriptive qualitative method with a library research approach, involving data reduction, categorization, and synthesis of relevant literature. The analysis reveals that the integration of religious moderation has been realized through contextual learning approaches, cross-viewpoint dialogue, and reinforcement of moral education, although challenges persist in the form of limited teacher understanding, less adaptive curricula, and the negative influence of social media. The contribution of PAI lies in its capacity to build students’ critical awareness, instill the understanding of Islam as rahmatan lil-‘alamin, and strengthen the younger generation’s ideological resilience against radical ideas. The study concludes that strengthening religious moderation in PAI is an effective preventive strategy to counter radicalization and terrorism in a pluralistic Indonesia.Keywords - Deradicalization, Islamic Religious Education, Prevention, Religious Moderation, Terrorism.

    1,022

    full texts

    1,082

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇