Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
Not a member yet
    1082 research outputs found

    Front Cover Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI

    No full text

    Uji Cemaran Mikroba pada Susu Pasteurisasi UMKM Peternakan Sapi Perah Pondok Ranggon Jakarta Timur

    Full text link
    Pasteurisasi merupakan metode untuk mempertahankan mutu susu segar. Namun tidak menutup kemungkinan mikroba patogen dan nonpatogen dapat tumbuh dan menurunkan mutu susu. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis cemaran mikroba pada susu pasteurisasi produksi 7 pelaku usaha binaan UPH Peternakan Sapi Perah Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Uji cemaran mikroba menggunakan uji Angka Lempeng Total (ALT), uji penegasan Eosin Methylene Blue Agar (EMBA), uji biokimia Indol, Merah metil, Voges Proskauer, dan Sitrat (IMVIC). Hasil penelitian uji ALT menunjukkan bahwa dari 20 sampel susu pasteurisasi tidak ditemukan angka lempeng total bakteri melebihi standar SNI No. 3951:2018 yaitu 1 x 104 CFU/mL.  Hasil uji penegasan menunjukkan 9 sampel susu pasteurisasi terdapat pertumbuhan bakteri diduga merupakan bakteri E. coli yang ditandai dengan warna ungu yaitu pada sampel 4, 8, 10, 13, 14, 15, 16, 18 dan 20. Namun hasil uji IMVIC menunjukkan bahwa bakteri E. coli hanya ditemukan pada 3 sampel yaitu sampel 13, 14 dan 16, yang ditandai dengan hasil uji indol (+), uji merah metil (+), uji vp (–) dan uji sitrat (–).Kata Kunci - Angka Lempeng Total, E. coli, IMVIC, Susu Pasteurisasi

    Tumpang Tindih Ketentuan Sanksi Nepotisme bagi Pegawai Negeri Sipil Sebagai Unsur Penyelenggara Negara di Indonesia

    Full text link
    Repetisi larangan nepotisme dan ketentuan sanksi yang berbeda-beda bagi PNS pelaku nepotisme dalam UU No. 28 Tahun 1999, UU AP, PP No. 42 Tahun 2002, PP Manajemen PNS, PP No. 94 Tahun 2021, dan Permenpan RB No. 9 Tahun 2017 menyebabkan tumpang tindih hukum. Dalam UU No. 28 Tahun 1999, sanksi yang diatur adalah sanksi pidana/perdata, sedangkan UU AP, PP Manajemen PNS dan PP No. 94 Tahun 2021, sanksi yang diatur adalah sanksi administratif dan disiplin. Kemudian dalam PP No. 42 Tahun 2004 dan Permenpan RB No. 9 Tahun 2017, sanksi yang diatur adalah sanksi moral dan tindakan administratif. Melalui penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, asas dan konseptual, penelitian ini menunjukkan akibat adanya tumpang tindih larangan dan sanksi nepotisme adalah terjadinya hiper regulasi dan ketidakpastian hukum terkait jenis sanksi yang akan digunakan, siapakah yang menegakkan sanksi, serta tidak terlaksananya kepastian hukum, sehingga dibutuhkan harmonisasi hukum. Melalui interpretasi menyelaraskan dan gramatikal, ditemukan sanksi perdata tidak memenuhi asas lex certa sehingga patut dihapuskan. Adapun sanksi yang didahulukan adalah sanksi administratif ringan, sanksi moral dan tindakan administratif, namun jika perbuatan nepotisme menyebabkan kerugian keuangan negara, kerusakan lingkungan, dan pelaku PNS mendapatkan keuntungan, dapat dijatuhi sanksi pidana sebagai diikuti sanksi administratif berat. Kata kunci: Nepotisme; Pegawai Negeri Sipil (PNS); Sanks

    Pemberdayaan Kader Posyandu Cempaka melalui Program Ekonomi Kreatif untuk Menunjang Kualitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor

    Full text link
    Abstrak Kurangnya alokasi dana di Posyandu Cempaka, Kelurahan Pabuaran, masih menjadi kendala yang belum terselesaikan, khususnya untuk mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Masalah ini mengakibatkan PMT yang disediakan bagi anak-anak kurang bervariasi, baik dari segi jenis makanan serta kandungannya, meskipun variasi makanan bergizi sangat penting untuk mereka. Program ini dirancang sebagai alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan tujuan agar dapat meningkatkan keterampilan kader posyandu dan kemandirian ekonomi posyandu serta memperbaiki kualitas dan variasi PMT yang diberikan, sehingga anak-anak dapat menerima asupan makanan yang lebih bergizi. Program ini dilaksanakan dengan sasaran yaitu 5 Kader Posyandu Cempaka, Kelurahan Pabuaran. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan meliputi pembuatan yogurt, pendampingan proses produksi, pelatihan manajemen usaha, pelatihan menentukan harga pokok penjualan (HPP), serta pembukuan sederhana. Tahap pemantauan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pemantauan dua kali saat produksi pembuatan yogurt dan satu kali saat penjualan. Hasil kegiatan ini meningkatkan keterampilan kader secara mandiri membuat yogurt tanpa bantuan fasilitator, menghitung harga pokok penjualan, dan menggunakan label kemasan. Berdasarkan hasil monitoring, yogurt tidak diminati oleh konsumen sehingga kader Posyandu Cempaka memilih untuk tidak melanjutkan produksi yogurt.Kata kunci: Ekonomi Kreatif, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Posyandu

    Peningkatan Kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Melalui Computational Thinking di SMP Jam'iyyatul Mubtadi Pagelaran Banten

    Full text link
    Peningkatan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi penting untuk mendukung siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan global, khususnya hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih rendah di Indonesia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan HOTS siswa melalui penerapan Computational Thinking (CT) di SMP Jam'iyyatul Mubtadi, Banten. Metode pelatihan meliputi pengenalan konsep CT seperti dekomposisi, abstraksi, algoritma, dan pola, disertai kegiatan interaktif seperti Unplugged Activity dengan alat Makey Makey. Selama tiga hari, siswa mengikuti sesi teori, diskusi kelompok, dan mini-challenge berbasis soal CT. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 62,86% yang menurun menjadi 40% pada post-test akibat meningkatnya tingkat kesulitan soal. Meski demikian, terdapat peningkatan signifikan dalam pengenalan pola, meskipun konsep algoritma masih sulit dipahami siswa. Pelatihan ini memperkaya wawasan siswa tentang pentingnya berpikir logis dan sistematis, serta meningkatkan minat mereka terhadap teknologi dan pembelajaran berbasis CT. Untuk hasil yang lebih optimal, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam terhadap konsep yang lebih abstrak.Kata kunci: Computational Thinking (CT), Higher Order Thinking Skills, Pelatihan, Pendidikan

    Analisis Framing Pemberitaan Kesiapan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara di #SobatNusantara

    Full text link
    Salah satu proyek terbesar dan paling ambisius dalam sejarah Indonesia adalah pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan. Oleh karena itu dibutuhkan persiapan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) siap direlokasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah proses pembangunan infrastruktur selesai. Hal ini dilakukan supaya ASN sebagai landasan administrasi publik, siap bekerja ketika pindah ke ibu kota baru. Tujuan penelitian untuk mengetahui konstruksi realitas relokasi IKN berkaitan dengan informasi yang ada di Instagram #SobatNusantara yang berisi informasi tentang kesiapan infrastruktur IKN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis framing Robert Entman. Pemberitaan terkait IKN diinterpretasikan melalui bingkai media, untuk melihat cara media mengkonstruksi realitas sosial yang terjadi. Model framing Robert Entman yaitu define problems diagnose causes, make moral judgement, treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis terhadap konten Instagram #SobatNusantara yaitu memberikan informasi kepada para ASN bahwa kebijakan untuk pemindahan ASN ke IKN disusun secara matang, infrastruktur IKN telah siap dengan fasilitas yang lengkap mulai dari unit hunian, prasarana pendukung, ruang kerja dan fasilitas kerja yang memadai untuk para ASN tinggal dan bekerja di IKN. Penyampaian informasi ini merupakan langkah efektif untuk memberikan keyakinan bagi para ASN untuk pindah dan bekerja di IKN.Kata kunci: Aparatur Sipil Negara, Analisis Framing Entman, Ibu Kota Nusantara

    AI Rice Selection: Deconstructing Signs and Myths of Rice Comedy Ads on Instagram @alameen.had

    Full text link
    Increasingly competitive business competition has encouraged manufacturers to innovate in promoting their products, one of which is through audiovisual advertising media. However, most previous studies have only highlighted the persuasive aspect without exploring the symbolic meaning contained therein. Therefore, this study was conducted to reveal the hidden signs and meanings in rice comedy advertisements on the Instagram account @alamee.had, focusing on the mythology of AI sophistication and validity based on Roland Barthes' perspective. This study used a qualitative method with Roland Barthes' semiotic approach, which includes denotative, connotative, and mythical analysis. Three advertising clips showing the role of AI in determining product choices were then analyzed using descriptive interpretive techniques. The results of the study show that these advertisements implicitly construct a myth about AI as a technology that is considered intelligent, rational, and has great potential to influence human decisions regarding technology in everyday life. This research theoretically expands Barthes' semiotic study through the reading of modern technology myths in contemporary Arabic advertisements.Keywords - Advertisement, AI Myths, Semiotics

    Reconstruction of Constitutional Responsibility in Financing Primary Education in Indonesia

    Full text link
    This study examines the reconstruction of the State’s constitutional responsibility in financing primary education in Indonesia following Constitutional Court Decision No. 3/PUU-XXII/2024. The ruling corrected the narrow interpretation of Article 34(2) of Law No. 20 of 2003 on the National Education System (Sisdiknas Law), which had limited free education to public schools and caused discrimination against students in private schools. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, the study analyzes two issues: the Court’s reasoning in expanding the meaning of “free primary education” to include private schools, and the constitutional implications of the decision for realizing the right to education. The findings show that the Court’s decision rests on five key grounds: the constitutional guarantee of primary education under Article 31(2) of the 1945 Constitution; misinterpretation of the Sisdiknas Law conflicting with justice; the strategic role of private schools; the principles of non-discrimination and equality before the law; and consistency with Article 13 of the ICESCR. The decision strengthens equitable access to education, expands State funding to private schools, and redefines the State’s role as the guarantor of every citizen’s constitutional right to education. Keyword: Financing; Primary Education; Constitutional Court

    Usulan Strategi Pengembangan UMKM Keripik Cabe Melur Menggunakan Metode Business Model Canvas

    Full text link
    UMKM Keripik Cabe Melur is a business operating in the snack food sector located in Dumai City. UMKM Keripik Cabe Melur continues to develop in terms of equipment which now uses machines but in running its business it experiences problems with sales not reaching targets. This research aims to analyze the business model description and propose alternative strategies for developing UMKM Keripik Cabe Melur. This research uses the Business Model Canvas method and SWOT Analysis method which will provide strategy proposals starting with carrying out BMC analysis, IFE matrix, IFE Matrix, IE matrix, SWOT matrix analysis and eventually proposed a feasible BMC. Alternative strategies proposed are identifying most potential customer segments (need to reach online resellers), value propositions (increasing purchasing media on social media and e-commerce and being able to increase production according to demand), channels (marketing and promotion via social media, gift shops and e-commerce such as Tik Tok shop, Shopee, Lazada, Instagram and Facebook with special prices), key activities (Sales and promotions via social media and e-commerce with attractive posters), Key resources (requires a smartphone to support sales and promotions on social media and e-commerce), Key partners (cooperating with goods delivery services) and cost structure (incurring promotion and internet service costs).Keywords - Business Model Canvas Method, Development Strategy, Keripik Cabe, UMKM, SWOT Method

    Quality Control of Furniture Products With SQC and FMEA Methods at UD. XYZ

    Full text link
    In the era of globalization, increasingly fierce industrial competition forces companies to improve product quality and production efficiency. This study is focused on UD. XYZ iron fabrication company, which experienced a bench product defect rate of 13.68%, exceeding the intended tolerance standard of 9%. The purpose of this study is to analyze the quality control processes of bench furniture products at UD. XYZ to reduce the defect rate. For this purpose the writer used the Statistical Quality Control (SQC) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods. Based on the data obtained, there are six types of defects that occur during the production process of furniture bench products with the largest percentage of defects being missing color (19.9%), followed by broken bench pads (19.1%), and broken rubber feet (17.7%). Based on the RPN calculation, the first highest RPN is obtained for the type of missing color defect of 210, which is caused by the lack of worker accuracy. Second, the bench pad broke at 210, which is caused by the worker being too hard when hitting the bench pad. Third, the rubber foot broke by 180 which is caused by the worker hitting the rubber foot too hard. To reduce the defect rate it is recommended for the company management to provide more supervision and training to the workers.Keywords – Failure Mode and Effect Analysis, Furniture, Statistic Quality Control, Quality Control

    1,022

    full texts

    1,082

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇