Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
Not a member yet
    1082 research outputs found

    Pemanfaatan Internet of Things untuk Ekonomi Hijau bagi Petani Bunga Matahari di Arjasari Bandung

    Full text link
    Abstrak Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tanaman yang tahan kekeringan dan berpotensi besar bagi kesejahteraan petani. Minyak dari bijinya dimanfaatkan dalam industri makanan dan kosmetik, sementara produk sampingan digunakan untuk pakan ternak, bioenergi, dan industri tekstil. Meskipun memiliki potensi, Indonesia belum tercatat sebagai produsen minyak biji bunga matahari, dengan produksi global didominasi Ukraina dan Rusia. Kesenjangan antara produksi dan konsumsi menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam pasar global. Petani bunga matahari menghadapi tantangan dalam produksi dan pemasaran. Produktivitas minyak masih belum optimal, metode pengeringan biji konvensional kurang efisien, dan penerapan GMP belum maksimal. Selain itu, belum semua produk olahan biji bunga matahari bersertifikasi halal, membatasi akses pasar. Kegiatan pemberdayaan bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran dengan melibatkan 11 petani melalui observasi, wawancara, pelatihan, dan penerapan teknologi. Hasilnya, teknologi ruang rak pengering mempercepat waktu pengeringan dari 6 hari menjadi 2 hari, dan mesin peras baru meningkatkan efisiensi dari 30 menit menjadi 20 menit per liter minyak. Pelatihan GMP dan IoT membantu petani meningkatkan standar produksi, sementara sertifikasi halal meningkatkan penjualan minyak herbal dari Rp1.500.000/bulan menjadi Rp2.500.000/bulan. Secara keseluruhan, kegiatan ini meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing industri bunga matahari di Indonesia, membuka peluang bagi petani untuk berkembang di pasar global.Kata kunci: Ekonomi Hijau, Internet of Things, Minyak Bunga Matahari, Petani Bunga Matahari, Produktivitas

    Industri Hiburan Saudi Vision 2030: Potensi Konflik Intrareligius Antara Ulama dan Pemerintah Arab Saudi Tahun 2016-2024

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan secara reformis yang dilakukan Arab Saudi dengan megaproyek ambisius, yaitu Saudi Vision 2030. Saudi Vision bertujuan merubah ketergantungan ekonomi yang selama ini berada pada minyak bumi. Upaya menjaga dan mengimplementasikan proyek Saudi Vision 2030, membuat pemerintah Arab Saudi menghilangkan nilai dan wajah yang selama ini melekat dalam setiap kebijakannya. Alhasil Muhamad Bin Salman (MBS) selaku pelopor Saudi Vision 2030 memilih meninggalkan ulama Wahabi dan nilai ajarannya. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka (buku, jurnal elektronik, working paper, dan berita online) dalam rentang 2016-2024. Hasil penelitian menunjukan program Saudi Vision 2030 salah satunya industri hiburan bertentangan dengan nilai dan ajaran ulama Wahabi yang selama ini berbagi peran dengan Kerajaan Arab Saudi. Adapun strategi yang dilakukan MBS adalah meredam pendapat dan aktivitas Wahabi, seperti menangkap ulama, meminta untuk tidak mengkritik kebijakan, dan mengubah kurikulum serta kebijakan dengan yang lebih modern. Hasil dari kebijakan tersebut berimplikasi adanya, potensi konflik dengan ulama Wahabi yang selama ini dekat dengan kerajaan Saudi Arabia. Hal tersebut dapat diperkeruh dengan perlawanan dari keluarga Al Saud yang memiliki ikatan emosional dengan ulama Wahabi, dan kehilangan kepercayaan Negara.  Kata kunci: Konflik, Saudi Vision 2030, Studi Pustaka, dan Ulama Wahab

    Pendidikan Gizi bagi Ibu Baduta melalui Kipas MPASI di Posyandu Gandaria Utara 1 dan Petogogan

    Full text link
    Pemberian edukasi gizi pada masyarakat bertujuan untuk mengurangi masalah gizi yang dikaitkan dengan pengetahuan dan sikap yang ada pada seseorang. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting di Provinsi DKI Jakarta masih terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 17,6%. Hal tersebut dikarenakan masih banyak ibu yang belum memahami konsep MPASI yang benar, baik dari segi kandungan gizi, cara penyajian, maupun frekuensi pemberian. Dengan adanya pemberian edukasi gizi pada ibu baduta ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam memenuhi kebutuhan zat gizi seimbang pada baduta guna mencegah terjadinya stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian MPASI yang tepat dan sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi mengenai MPASI. Perhitungan jumlah sampel pada pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan Rumus Slovin dan didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pendidikan gizi pada pengetahuan ibu baduta sebesar 86,7% (P<0,05) dan terdapat peningkatan pendidikan gizi pada sikap ibu baduta sebesar 8,5% (P<0,05) di Posyandu Gandaria Utara 1 dan Petogogan.Kata kunci: Edukasi Gizi, Pengetahuan, Sika

    Peran Industri Garmen sebagai Motor Pemberdayaan Perempuan di Bangladesh: Analisis Indikator Gender

    No full text
    Selama beberapa dekade terakhir, Bangladesh berhasil tumbuh menjadi negara dengan kemajuan ekonomi yang pesat. Kunci penting pertumbuhan ekonominya berasal dari industry garmennya. Industri ini telah tumbuh dan menjadi tulang punggung perekonomian Bangladesh dimana ia menopang 80% dari seluruh pendapatan negara. Melalui industry ini pula, Bangladesh berhasil menyediakan jutaan lapangan pekerjaan terutama bagi para wanita. Kesempatan untuk bekerja telah menjadi cara pemerintah meningkatkan pemberdayaan perempuan. Wanita juga mulai mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan upah yang setara dengan para pria sehingga bisa meningkatkan harga diri mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran industri garmen dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di Bangladesh, khususnya dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis data sekunder dari buku, jurnal, dan sumber berita terpercaya, penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi melalui industri garmen belum sepenuhnya mampu memberdayakan perempuan secara menyeluruh di Bangladesh

    Literature Review: Komitmen Organisasi pada Karyawan Gen Z

    Full text link
    Generation Z (Gen Z) employees show a significant increase in job turnover rates, with a tendency to change jobs within a short period of time. This tendency is often an indicator of low organizational commitment, as employees who lack emotional attachment and a sense of belonging to the organization are more likely to decide to seek other opportunities. Low organizational commitment is a serious challenge that requires further attention, given the importance of human resource quality that is in line with organizational needs. Therefore, this study aims to identify and map the factors that contribute to organizational commitment among Gen Z employees based on the latest empirical findings. This study uses a literature review method to examine predictors related to organizational commitment among Gen Z employees. The study was conducted descriptively on 10 quantitative articles in the 2020–2025 time frame with a variety of sampling methods and involved respondents from the Gen Z employee group. The results of the study show three main categories of factors that shape organizational commitment among Gen Z employees, namely individual psychological factors, work environment factors, and social and relational factors in the workplace. These findings provide practical contributions for organizations in designing more adaptive and effective human resource management strategies to shape long-term organizational commitment among Gen Z employees.Keywords - Generation Z, Gen Z employee, Literature Review, Organizational Commitment

    Sufiks 子 (-zi) dalam Bahasa Mandarin Modern: Kajian Morfosemantik

    Full text link
    The research aims to identify the word classes that can combine with the suffix, determine whether derivational processes occur in its word formation, and analyze the presence of semantic change. Data were obtained from the Chinese Trends 2023–Today corpus in Sketch Engine, collected between April 18 and April 30, 2025. A qualitative descriptive method was employed to analyze the data. The results of this study are, 1) the suffix 子 -zi can attach to noun and adverb, 2) 14 words containing the suffix 子 -zi undergo derivation, all of which belong to the noun class, 3) 23 words containing the suffix 子 -zi exhibit semantic change, and the rest do not exhibit semantic change. Additionally, the analysis identifies new semantic domains not reported in previous studies, comprising the categories of earth, natural substances, construction, time, analysis, representation, identity, and expression. Overall, the research findings show that the suffix 子 -zi functions not only as a words complement, but it also capable to objectify actions, objectify conditions, objectify numerals, objectify classifiers of objects, serve as diminutive marker, change the meaning of objects into a way of approaching something, change the meaning of a short time into an uncertain period of time, and change the meaning of neutral into the meaning of emphasizing/affirming.Keywords – Item and Arrangement, Modern Mandarin Language, Morphology, Semantics, Suffix 子 –zi

    Perkembangan Psikologi Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat Ilmu dan Sejarah Pendidikan Islam

    Full text link
    Study of the development of Islamic Educational Psychology understands how Islamic principles interact with modern educational theory and practice. In terms of the philosophy of science, Islamic Educational Psychology is not only considered a branch of science oriented towards learning behaviour, but also a discipline that has a distinctive ontological, epistemological, and axiological foundation in accordance with Islamic values. This study aims to analyse development of Islamic Educational Psychology from the perspective of the philosophy of science and the history of Islamic education in order to understand how the integration of spiritual values, scientific rationality, and human educational needs is carried out within the framework of Islamic science. The method used is a literature review with a historical-philosophical approach, which examines classical and contemporary sources related to Islamic education and psychology. The results of the study show that Islamic Educational Psychology has undergone significant development from classical to contemporary times, with major contributions from Muslim thinkers such as Al-Ghazali, Ibn Sina, and Ibn Khaldun, who emphasised the balance between spiritual and intellectual aspects in the educational process. From a philosophical perspective, Islamic Educational Psychology seeks to develop an integrative scientific paradigm, combining empirical and spiritual dimensions in understanding human behaviour.Keywords – Philosophy, Psychology, Integration, Islamic Education

    Challenges and Solutions in Teaching Arabic Grammar: Pedagogical and Cultural Perspectives

    Full text link
    It is well known that the issue of teaching Arabic language remains essential, not only for non-native speakers but also for native speakers' children alike. As for grammar, it is more challenging to teach and comprehend due to its numerous rules interconnected with each other. Students often claim difficulty in understanding these complex rules, exacerbated by teachers' inadequate application of effective teaching methods. This research aims to explore the teaching of grammar rules, discussing the problems encountered by students in learning them and suggesting solutions, alongside a concise explanation of the essence of grammar education. This study is a qualitative conceptual research using a structural educational approach and based on library research. The data consist of classical and modern grammar books, teaching materials, and academic articles. Findings indicate that students’ aversion to Arabic grammar stems from multiple factors, including the abstract nature of grammar, inconsistent pedagogical strategies, the rigidity of traditional textbooks, and limited contextualization of grammatical examples. The proposed solution for both students and teachers involves increasing practice, clarifying and simplifying grammar, among other strategies. Keywords – Arabic, Problems, Solution, Teaching.

    Pengaruh pelatihan public speaking terhadap kepercayaan diri remaja Desa Harapan Jaya, Kec. Way Ratai Kab. Pesawaran Provinsi Lampung dalam kegiatan sosial

    No full text
    Public speaking is among the vital skills of building adolescent self-confidence, specifically social engagement in the community. As stated in this research, the impact of public speaking training towards the self-confidence of adolescents in Harapan Jaya Village, Lampung District, Lampung City will be ascertained. The research method utilized is quantitative through the survey approach. The respondents of the research comprised adolescents who had joined a public speaking training course. The data were collected through a questionnaire that measured respondents' self-confidence perception after they had attended training. Analysis was conducted to monitor the relationship between training and fostering adolescent self-confidence in social activities. Findings revealed that public speaking training was able to build adolescent self-confidence, especially to be brave to speak in public, to express opinions confidently, and to join community activities. The findings of this study imply that public speaking training is a potential program in developing adolescent potential at the village level. Keywords: public speaking, self-confidence, adolescents, social activities, communicatio

    DIMENSI YURIDIS DAN EKONOMIS DALAM PENANGANAN PERSEKONGKOLAN TENDER PEMERINTAH: STUDI KOMPARATIF ATAS PUTUSAN KPPU NO. 17/KPPU-L/2022

    Full text link
    Abstrak Persekongkolan tender merupakan salah satu bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip persaingan usaha yang sehat karena secara langsung merusak efisiensi pasar dan keadilan dalam pengadaan barang dan jasa. Kasus Putusan KPPU Nomor 17/KPPU-L/2022 yang menyidangkan dugaan kolusi dalam proyek Revitalisasi TIM Tahap III menjadi contoh konkret bagaimana praktik kolusi horizontal maupun vertikal masih terjadi dalam pengadaan publik di Indonesia. Melalui pendekatan yuridis-normatif dan studi kasus, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum persekongkolan tender sebagaimana diatur dalam Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, mengkaji proses pembuktian dalam perkara persaingan usaha oleh KPPU, serta menilai efektivitas sanksi administratif yang dijatuhkan dalam memberikan efek jera kepada pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis-normatif dengan menganalisis peraturan perundang-undangan, putusan KPPU, dan literatur hukum terkait, serta pendekatan yuridis empiris secara terbatas melalui telaah data dan fakta persidangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan indirect evidence oleh KPPU telah menjadi instrumen penting dalam membongkar pola kolusi yang sulit dibuktikan secara langsung. Namun demikian, efektivitas sanksi administratif masih menghadapi tantangan dalam hal kepatuhan pelaku usaha serta dalam upaya memperkuat integritas sistem pengadaan publik secara menyeluruh. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan KPPU dan reformasi sistem pengadaan menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah terulangnya praktik serupa di masa depan. Kata Kunci: Persekongkolan Tender, Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU, Pengadaan Publik, Putusan KPPU No. 17/KPPU-L/2022.  AbstractBid rigging constitutes a serious violation of fair competition principles as it directly undermines market efficiency and fairness in public procurement. The case in KPPU Decision No. 17/KPPU-L/2022, which examined allegations of collusion in the Revitalization of TIM Phase III project, serves as a concrete example of how both horizontal and vertical collusion practices persist within Indonesia's public procurement sector. This study employs a normative-juridical approach combined with a case study method to analyze the legal construction of bid rigging as regulated under Article 22 of Law No. 5 of 1999, examine the evidentiary process in competition law enforcement by the Indonesia Competition Commission (KPPU), and assess the effectiveness of administrative sanctions in deterring anti-competitive conduct.The research also applies a limited empirical-juridical approach by reviewing case data and facts presented during the proceedings. The findings indicate that KPPU’s use of indirect evidence has become a crucial tool in uncovering collusive schemes that are otherwise difficult to prove directly. However, the effectiveness of administrative sanctions remains limited due to challenges in enforcement and compliance by business actors, as well as weaknesses in the procurement system’s integrity. Therefore, strengthening KPPU's institutional capacity and reforming public procurement mechanisms are imperative to prevent the recurrence of similar anti-competitive practices in the future. Keywords: Bid Rigging, Unfair Business Competition, KPPU, Public Procurement, KPPU Decision No. 17/KPPU-L/202

    1,022

    full texts

    1,082

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal AL-AZHAR INDONESIA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇