Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK MILIK ATAS TANAH TERHADAP TERBITNYA SERTIFIKAT GANDA TELAAH PUTUSAN PERKARA NOMOR 40/PDT.G/2017/PN.Rbi
Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah milik yang menghadapi masalah terbitnya sertifikat ganda, dengan telaah khusus pada Putusan Perkara Nomor 40/Pdt.G/2017/PN.Rbi. Tujuan dari penelitian ini, adalah 1) Untuk mengetahui dan menganalis perlindungan hukum terhadap penguasaan dan pemilikan hak atas tanah terhadap terbitnya sertifikat. 2) Untuk mengetahui dan meganalisi perlindungan hukum bagi pemegang hak dalam putusan Pengadilan nomor/40/PDT.G/2017/PN Rbi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi pustaka. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan perlindungan hukum yang ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perlindungan hukum terhadap terbitnya sertifikat ganda atas tanah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997. Pelanggaran ketentuan ini dapat dikenakan sanksi berdasarkan hukum perdata, pidana, dan tata usaha negara. Dalam hukum perdata, pelanggaran ini dianggap sebagai perbuatan melawan hukum (Pasal 1365 KUH Perdata). Dalam hukum pidana, dikenakan hukuman sesuai Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat. Dalam Peradilan Tata Usaha Negara, sengketa diselesaikan sesuai Pasal 4 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa Tata Usaha Negara jo. Pasal 25 ayat (5) UU Kekuasaan Kehakiman. 2) Perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah bersertifikat ganda ditegaskan dalam Putusan Pengadilan Negeri Raba Bima, yang mengacu pada Pasal 1917 KUH Perdata tentang prinsip ne bis in idem atau res judicata. Putusan ini memberikan dasar hukum yang kuat bagi Tergugat. Dalil-dalil gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima, sehingga perlindungan hukum ini melindungi tergugat jika penggugat mencoba mempermasalahkan tanah tersebut di kemudian hari
PENERAPAN STRATEGI BERDIFERENSIASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA KURIKULUM MERDEKA DI MAN 2 MATARAM TAHUN AJARAN 2023/2024
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (a perencanaan pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan strategi diferensiasi pada kurikulum merdeka di MAN 2 Mataram tahun ajaran 2023-2024. (b proses pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan strategi diferensiasi pada kurikulum merdeka di MAN 2 Mataram tahun ajaran 2023-2024. (c evaluasi pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan strategi diferensiasi pada kurikulum meredeka di MAN 2 Mataram tahun ajaran 2023-2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan hal-hal berikut: (1 Perencanaan pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan strategi diferensiasi pada kurikulum merdeka di MAN 2 Mataram dilakukan dengan persiapan dari segi perangkat pembelajaran dan sumber daya manusianya. (2 Proses pembelajaran dilakukan dengan tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal melakukan asesmen awal dan pembagian kelompok, Kegiatan inti melakukan proses pembelajaran dengan melihat gaya belajar siswa auditori, visual, dan kinestetik, dan kegiatan akhir menyimpulkan hasil pembelajaran. (3 Evaluasi pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan strategi diferensiasi pada kurikulum meredeka di di MAN 2 Mataram dilakukan dengan dengan melakukan asesmen pada proses pembelajaran dan menilai hasil pembelajaran
PERAN DINAS PERTANIAN DALAM PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT (Studi Kasus Kelompok Tani di Desa Golo Kempo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Dinas Pertanian Dalam Program Peningkatan Kesejahteraan Petani di Kabupaten Manggarai Barat Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang di peroleh dari hasil wawancara dengan para informan di analisis menggunakan presentase baris. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Pertanian dan anggota Kelompok Tani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Dinas Pertanian berperan penting bagi kesejahteraan masayarakat khususnya petani. Adapun 5 peran Dinas Pertanian yang di aplikasikan kepada petani yaitu peran fasilitator, peran inovator, peran modernisator, peran pelopor, peran pelaksanaan diri, sangat berpengaruh dalam peningkatan kesejahteraan petani di Desa Golo Kempo
REPRESENTASI BAHASA GENDER PADA TUTURAN MASYARAKAT DESA SAMBORI
Gender merupakan suatu konsep yang membedakan peran dan sifat yang dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi bahasa gender pada tuturan masyarakat desa Sambori. Teori yang digunakan adalah teori analisis gender dan transformasi sosial oleh Mansour. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan objek kajianya adalah peristiwa tutur masyarakat desa Sambori. Metode analisi data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui observasi, wawancara, metode Simak, metode rekam dan teknik catat. Sumber data diperoleh langsung dari penutur masyarakat di desa Sambori. Hasil penelitian pilihan kosakata pada tuturan masyarakat Sambori ditemukan dalam dua ranah yaitu, pada ranah keluarga dan ranah pekerjaan dan yang lebih dominan adalah ranah keluarga. Karena kaum laki-laki lebih menekankan kaum perempuan, sehingga membuat perempuan terpojokkan karena merasa bahwa kaum laki-laki di desa tersebut memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari pada kaum perempuan
EFEKTIVITAS PERAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM MEMINIMALISIR PERNIKAHAN USIA DINI (STUDI DI KECAMATAN LINGSAR)
Skripsi ini membahas tentang Efektivitas Peran Kantor Urusan Agama Dalam Meminimalisir Pernikahan Usia Dini. Peran Kantor Urusan Agama ini sangat penting dan berpengaruh dalam meminimalisir pernikahan usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja Kantor urusan Agama dalam meminimalisir pernikahan usia dini di Kecamatan Lingsar dan untuk mencari tahu hambatan apa saja yang dialami Kantor Urusan Agama dalam meminimalisir pernikahan usia dini. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Normatif dan Empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan sosiologis, sedangkan teknik dalam mengumpulkan data yaitu wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian rumusan masalah pertama Dalam melakukan upaya pencegahan pernikah dini, Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan lingsar menjalankan beberapa program kerja pertama yakni Sosialisasi di setiap Desa. Sosialisasi tersebut telah dilakukan pada 5 (lima) Desa. Kantor Urusan Agama Mengadakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kantor Urusan Agama juga berpartisipasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa. Meberika Nasihat kepada calon pengantin, Kantor Urusan Agama mengajukan anggaran kepada desa untuk menjadi fasilitator dan berdasarkan hasil penelitian rumusan masalah kedua adalah Beberapa hambatan diantaranya, sebagian masyarakat lingsar juga sudah tidak jujur melakukan penerbitan usia anak, pernikahan anak dibawah umur. Kurangnya kesadaran terbuka dan pemahaman tentang hukum. Hambatan ketiga, Tingkat Pendidikan di Batu Kumbung kecamatan Lingsar rendah. Hambatan keempat, kurangnya sumber daya manusia (SDM) di kantor urusan agama kecamatan Lingsar yang hanya mempekerjakan sedikit pegawai negeri sipil
PERAN BADAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (BP2MI) TERHADAP PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA: (STUDI DI BP2MI NUSA TENGGARA BARAT)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan pelindungan Pekerja Migran Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, peran Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB terhadap Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, dan faktor penghambat Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) NTB dalam memberikan pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengaturan yang mengatur Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, pelindungan yang diberikan meliputi 3 jenis yaitu sebelum, selama, dan setelah bekerja. Peran BP2MI NTB dalam memberikan pelindungan juga menjadi 3 jenis. Pelindungan sebelum bekerja terdiri dari pemberian sosialisasi dan diseminasi informasi, peningkatan kualitas calon PMI melalui pendidikan dan pelatihan kerja, jaminan sosial, fasilitasi pemenuhan hak calon PMI, penguatan peran pegawai fungsional pengantar kerja, pelayanan penempatan di layanan terpadu satu atap penempatan dan pelindungan PMI, serta pembinaan dan pengawasan. Pelindungan selama bekerja yang diberikan Kementrian Luar Negeri kepada BP2MI yang ditunjuk untuk memfasilitasi pengaduan PMI yang bermasalah di luar negeri. Pelindungan setelah bekerja terdiri dari fasilitasi kepulangan sampai daerah asal, penyelesaian hak PMI yang belum terpenuhi, fasilitasi pengurusan PMI yang sakit dan meninggal, rehabilitasi sosial dan reintegrasi, serta pemberdayaan PMI dan keluarganya. BP2MI NTB memiliki 2 faktor penghambat yaitu faktor internal yang menjadi penghambat BP2MI NTB yaitu keterbatasan anggaran dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan faktor eksternal yaitu kurangnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, kurangnya pengetahuan PMI tentang pemberangkatan secara resmi, dan kurangnya informasi PMI mengenai lowongan pekerjaan di luar negeri
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WS-2M (WORD SEARCH AND MIND MAPPING) TERHADAP PENGUASAAN ISTILAH ILMIAH GEOGRAFI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 21 KOTA MATARAM
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembelajaran media WS-2M (Word Search and Mind Mapping) terhadap penguasaan istilah ilmiah IPS terpadu khususnya mata pelajaran Geografi kelas VII SMPN Negeri 21 Mataram. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan pendekatan korelasi (product moment). Hasil penelitian ditunjukan dari nilai rata-rata pre-test kelompok eksperiman sebesar 25,81% setelah diberikan perlakuan dengan pembelajaran berbasis lingkungan nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen mengalami peningkatan menjadi 57,86% sedangkan nilai rata-rata pre-test kelompok kontrol 23,39% dan nilai rata-rata post-test kelas kontrol mengalami peningkatan dari perhitungan nilai rata-rata tersebut, hasil tes kelas kontrol mengalami peningkatan menjadi 49,45%. Kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 32 % sedangkan hasil tes kelompok kontrol mengalami peningkatan sebesar 26% . Hal ini menunjukan bahwa ada “Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran WS-2M (Word
Search and Mind Mapping) Terhadap Penguasaan Istilah Ilmiah IPS Terpadu Khususnya Materi Geografi kelas VII SMPN Negeri 21 Mataram
PENGARUH PERKAWINAN BEDA KASTA BAGI PEREMPUAN MENURUT ADAT SASAK TERHADAP HAK WARIS (STUDI KASUS DESA BANGKET PARAK KECAMATAN PUJUT LOMBOK TENGAH)
Masyarakat suku Sasak pada umumnya dan sampai saat ini masih menjalani adat istiadat yang sudah berlaku secara turun temurun, terutama dalam hal perkawinan. Masyarakat suku Sasak masih mengenal adanya kaum bangsawan yang dalam masyarakat suku Sasak disebut “Menak”. Kaum bangsawan ini mudah dikenali melalui gelar kebangsawanannya, gelar ini dapat berupa Gelar Lalu (laki-laki) ataupun Baiq (perempuan). Adanya aturan dalam hukum adat suku Sasak bahwa seorang menak tidak boleh menikah dengan jajar karang yang dalam suku sasak dianggap Nyerompang. Jika hal tersebut terjadi maka akan menimbulkan akibat hukum terhadap hubungan keluarga maupun waris menak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif empiris. Teknik pengumpulan bahan hukum dan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan wawancara. Bahan hukum yang diperoleh baik dari studi kepustakaan maupun dari hasil wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Pengaturan waris perempuan di masyarakat adat suku Sasak dengan keluarganya diakibatkan oleh pernikahan beda kasta di Desa Bangket Parak mengakibatkan menak tersebut akan turun kasta dan dibuang dari kelurganya atau diteteh, sedangkan dalam waris, menak tersebut tidak lagi menjadi ahli waris dan tidak berhak diberikan warisan karena secara adat dialah yang meninggalkan warisan. Hukum waris diatur di dalam Buku II KUHPerdata. Jumlah pasal yang mengatur hukum waris sebanyak 300 pasal. Berdasarkan hukum Islam bagian anak perempuan mendapat ½ bagian, apabila pewaris mempunyai anak laki-laki. Dua anak perempauan atau lebih, mendapat 2/3 bagian, apabila pewaris tidak mempunyai anak laki-laki. Sedangkan dalam KUHPerdata bagian anak perempuan itu tidak menentu terkadang bisa berubah-ubah yang sesuai pasal dan golongan ke berapa misalnya, golongan 1 sampai 4 itu setiap golongan berbeda-beda bagiannya untuk anak perempuan bisa saja bagianya jadi ½, 1/3, ¼, 1/6 dan itu sudah di tentukan sesuai Pasal 863, 854, 857. Di karenakan berapa jumlah anggota keluarga yang di wariskan jika banyak maka banyak pula begitu juga sebaliknya. Akan tetapi, dalam konteks hukum adat, peraturan perundang-undangan tidak selalu selaras dengan hukum yang berlaku di masyarakat suku adat manapun, tidak terkecuali masyarakat adat di Desa Bangket Parak. Hal ini dikarenakan hukum adat lahir dari suatu kebiasaan nenek moyang yang dipertahankan hingga saat ini dan telah menjadi sebuah norma atau aturan adat di masyarakat Desa Bangket Parak itu sendiri
KAJIAN TEKNIS ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT. MINEMEX INDONESIA
PT. Minemex Indonesia memiliki rencana untuk melakukan pengupasan lapisan penutup sebesar 200,000 BCM/bulan pada bulan Juni 2023. Produksi pada alat gali muat sudah mencapai target namun pada alat angkut belum mencapai target produksi dari Perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui produksi teoritis dari alat gali dan alat angkut, mengetahui produksi actual alat gali muat dan alat angkut pada pengupasan overburden PT. Minemex Indonesia, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pengupasan overburden di PT. Minemex Indonesia, mengetahui upaya peningkatan pengupasan overburden untuk mencapai target produksi di PT. Minemex Indonesia. Setelah data ditemukan, penelitian dilakukan dengan menggabungkan teori dan data actual dilapangan. Nilai produksi teoritis dari alat gali adalah sebesar 344.520 bcm/bulan dan untuk produksi alat angkut sebesar 200.496,60 bcm/bulan. Berdasarkan hasil perhitungan produksi actual pada alat gali muat Excavator Volvo EC480 adalah 328.159,43 Lcm/bulan, sedangkan produksi aktual alat angkut Mercy 3939K sebesar 188.646,45 Lcm/bulan, dapat diartikan bahwa target produksi Perusahaan pada alat gali muat Volvo EC480D sudah tercapai, namun untuk alat angkut Dump Truck Mercy 3939K belum mencapai target. Adapun faktor yang mempengaruhi produksi pengupasan tanah penutup (overburden) adalah faktor efisiensi operator berupa tingginya waktu hambatan akibat banyaknya hambatan-hambatan kerja seperti terlalu cepat menghakhiri pekerjaan dan terlalu lambat memulai pekerjaan, perawatan ditempat, pengisian bahan bakar, pemeriksaan dan pengecekan, breakdown and repair, rain and wet. Upaya peningkatan produksi dilakukan pada alat angkut dump truck 3939K yang belum memenuhi target produksi dengan cara melakukan perbaikan waktu kerja alat mekanis, peningkatan efisiensi kerja dan penambahan jumlah alat angkut 1 unit yang semula 6 unit menjadi 7 unit, produksi yang dihasilkan dari perbaikan yaitu sebesar 225.521,78 Lcm/bulan mengalami peningkatan sehingga sasaran target produksi overburden telah tercapai
ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN JALAN TERHADAP MOBILITAS PENGENDARA DAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS JALAN RONDA MASA, KABUPATEN BIMA)
Masalah kerusakan jalan di banyak daerah saat ini memiliki dampak yang beragam bagi pengguna jalan, termasuk waktu perjalanan yang lebih lama, kemacetan lalu lintas, dan peningkatan kecelakaan. Kerusakan pada jalan raya merupakan masalah serius yang mencakup sejumlah aspek, seperti retak-retak, lubang-lubang, dan penurunan kualitas permukaan jalan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dan kuisioner, dalam pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui dampak dari kerusakan jalan Ronda Masa.
Di Jalan Ronda Masa, teridentifikasi 5 jenis kerusakan, yaitu Kerusakan lubang, Kerusakan pelepasan butir, Kerusakan retak memanjang, Kerusakan disintegration, dan Kerusakan penguasan (Polished Aggregate). Analisis dampak kerusakan jalan terhadap pengguna jalan di sekitar Jalan Ronda Masa dari berbagai aspek menunjukkan bahwa aspek keamanan memiliki pengaruh tertinggi, dengan skor rata-rata 4,29 yang termasuk dalam kategori berpengaruh tinggi. Aspek kenyamanan berada di posisi kedua dengan skor rata-rata 3,81 dalam kategori berpengaruh tinggi. Aspek sosial budaya menempati urutan ketiga dengan skor rata-rata 3,41 dalam kategori berpengaruh tinggi, sedangkan aspek perekonomian berada di posisi terakhir dengan skor rata-rata 3,62 dalam kategori berpengaruh tinggi. Analisis dampak kerusakan jalan terhadap masyarakat di sekitar Jalan Ronda Masa dari berbagai aspek menunjukkan bahwa aspek keamanan memiliki pengaruh tertinggi, dengan skor rata-rata 4,09 yang termasuk dalam kategori berpengaruh tinggi. Aspek kenyamanan berada di posisi kedua dengan skor rata-rata 3,93 dalam kategori berpengaruh tinggi. Aspek social budaya berada di urutan ketiga dengan skor rata-rata 3,56 dalam kategori berpengaruh tinggi. Terakhir, aspek perekonomian memiliki skor rata-rata 3,56 dalam kategori berpengaruh tinggi