Ummat Repository
Not a member yet
5707 research outputs found
Sort by
TINJAUAN YURIDIS SISTEM PENGUPAHAN KARYAWAN DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 (Studi di Toko Oleh-Oleh Dharma Rinjani Silk Kabupaten Lombok Tengah)
Penelitian ini berjudul tentang “Tinjauan Yuridis Sistem Pengupahan Karyawan di tinjau dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 (studi di toko oleh-oleh Dharma Rinjani Silk Kabupaten Lombok Tengah).” Ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketentuan pengupahan bagi pekerja di dalam Hukum Positif, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengupahan karyawan Toko Oleh-oleh Dharma Rinjani Silk. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah Normatif dan Empiris. Pendekatan Normatif merujuk pada hukum dan peraturan pemerintah yang relevan dengan topik penelitian, sementara pendekatan Empiris lebih menekankan pada studi yang dilakukan di lapangan atau di masyarakat. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketentuan pengupahan bagi pekerja di dalam Hukum Positif yaitu Undang-Undang No 13 Pasal (1) Ayat 30 Tahun 2003 tentang Pengupahan Ketenagakerjaan dengan sistem upah jangka waktu ini pembayaran dilakukan dengan jangka waktu tertentu, misalnya harian, mingguan, bulanan, dalam hukum positif hukum yang berlaku disebuah tempat saat ini seperti halnya dinegara kesatuan Republik Indonesia yang terkandung dari kaidah hukum juga ketentuan-ketentuan serta aturan-aturan yang saling berhubungan dan saling menentukan yang diatur menjadi suatu susunan dan data hukum.Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pemerintah memutuskan upah minimum kebutuhan layak hayati dan menggunakan memperhatikan produkfitas dan pertumbuhan ekonomi.Dalam pelaksanaan pengupahan karyawan Toko Oleh-Oleh Dharma Rinjani Silk. Pelaksanaan pengupahan karyawan Toko Oleh-oleh Dharma Rinjani Silk Kabupaten Lombok Tengah di sepakati perjanjan lisan antara pemilik Toko Oleh-Oleh Dharma Rinjani Silk dengan karyawan yakni tiga jenis pengupahan diantaranya:Gaji pokok yang jumlahnya tidak samarata setiap karyawan, Gaji lembur yang dihitung berdasarkan berapa lama jam lembur,Uang makan
STRATEGI PEMASARAN KAIN TENUN DALAM PERSPEKTIF ISLAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN (Studi Kasus di Desa Pringggasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur)
Penelitian ini berjudul Strategi Pemasaran Kain Tenun Dalam Perspektif Islam Sebagai Upaya Peningkatan Penjualan (Studi Kasus di Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran kain tenun dalam perspektif Islam dan upaya pengerajin dan pengusaha tenun dalam meningkatkan penjualan di Desa Pringgasela. Penelitian ini menggunakan metodelogi pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan datanya memalui metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penuajian data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran kain tenun di desa Pringgasela yaitu melalui direct selling (penjualan langsung) dengan bekerjasama dengan ture guide dan bekerjasama dengan pihak-pihak hotel di Senggigi, melakukan penjualan langsung melalui even Alunan Budaya Desa Pringgasela, memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan kain tenun Pringgasela, dan membentuk kelompok tenun. Tentunya strategi pemasaran kain tenun Pringgasela ini sudah menggunakan prinsip dan nilai-nilai pemasaran ekonomi Islam yaitu diaplikasikan dalam konteks bisnis dengan memberikan perhatian khususnya pada kajujuran (shidiq), kepercayaan (amanah), kecerdasan (fathanah), dan komonikatif (tabligh). Upaya pengerajin dalam meningkatkan penjualan kain tenun di desa Pringgasela yaitu mengembangkan produk kain tenun yang kreatif, meningkatkan kualitas kain tenun dan sumber daya pengerajin tenun. Implementasi dari strategi pemasaran usaha tenun ini adalah meningkatkan penjualan produk tenun di desa Pringgasela dimana hal ini berdampak pada pendapatan dan perekonomian pengerajin tenun di desa Pringgasela
IMPLEMENTASI ASAS KONTRADIKTUR DELIMITASI DALAM PROSES PENERBITAN SERTIFIKAT TANAH ( STUDI DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN LOMBOK BARAT )
Skripsi ini membahas tentang implementasi Asas Kontradiktur Delimitasi dalam proses Penerbitan Sertifikat Tanah Studi di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat. Asas Kontradiktur Delimitasi adalah proses penetapan dan pemasangan tanda-tanda batas tanah dengan persetujuan dan kesepakatan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, asas ini bertujuan untuk mencegah terjadinya sengketa pertanahan dikemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian Asas Kontradiktur Delimitasi dalam proses Penerbitan Sertifikat Tanah dan untuk mengetahui dan menganalisis apa saja yang dapat menjadi hambatan atau kendala dalam Pengimplementasian Asas ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian Normatif dan Empiris dengan pendekatan Perundang-Undangan, Pendekatan Kasus dan pendekatan sosiologis, sedangkan teknik dan alat pengumpulan data yaitu dengan observasi, studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara dengan beberapa Pegawai Kantor Pertanahan, beberapa dari pemohon Penerbitan Sertifikat Tanah dan pihak-pihak terkait. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukan bahwa meskipun Asas ini sudah diwajibkan dalam berkas persyaratan permohonan Penerbitan Sertifikat Tanah oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Barat, namun dilapangan masih ada saja ditemukan pemohon yang tidak memasang tanda-tanda batas bidang tanahnya saat sebelum proses pengukuran dilakukan oleh petugas ukur Kantor Pertanahan. Sedangkan kendala dalam pengimplementasian asas ini adalah tidak hadirnya para pihak yang berkepentingan saat penetapan dan pemasangan tanda batas, pemohon tidak memasang tanda batas atau patok, bergesernya tanda batas atau patok oleh ulah oknum atau karena faktor alam, dan pada surat pernyataan pemasangan tanda batas dan persetujuan pemilik yang berbatasan, surat tersebut dianggap hanya sebagai formalitas untuk melengkapi berkas permohonan oleh karena itu kerap kali pemohon atau masyarakat sendiri yang menandatanganinya tanpa komunikasi dengan pihak-pihak terkait yang berkepentingan
STUDI PEMANFAATAN SERBUK GERGAJIAN KAYU DAN LIMBAH BETON SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT HALUS TERHADAP SIFAT MEKANIK BATAKO
Timbulnya limbah dalam suatu kegiatan adalah hal yang tidak dapat dihindari, pembuangan limbah ini dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, untuk menghindari hal tersebut maka diupayakan limbah untuk digunakan kembali sebelum dibuang ke alam atau tempat yang aman. Batako biasanya terbuat dari campuran pasir, semen, dan air yang di press dengan perbandingan tertentu, semakin majunya dunia pembangunan inovasi-inovasi masyarat mulai bermunculan dalam pembuatan batako untuk menambah mutu dan kualitas batako, salah satu inovasinya adalah dengan melakukan penambahan atau penggantian bahan campuran pada batako seperti penambahan limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah batako dengan campuran limbah beton dan serbuk gergajian kayu dapat meningkatkan kuat tekan dari batako iu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dilakukan di Laboratorium Teknik sipil prodi Teknik sipil Universitas Muhammadiyah Mataram. Variasi campuran untuk batako serbuk gergajian kayu dan limbah beton menggunakan variasi Sgk 5% dan Lb 95%, Sgk 10% dan Lb 90%, Sgk 15% dan Lb 85%, untuk pengujian pada penelitian ini meliputi sifat mekanik batako kuat tekan dan pengujian fisik meliputi pengujian agregat halus dan daya serap air Nilai kuat tekan pada umur 28 hari untuk variasi 0% mendapatkan nilai rata-rata 5,15 Mpa, Sgk 5% dan Lb 95% mendapatkan nilai rata-rata 2,10 Mpa, Sgk 10% dan Lb 90% mendapatkan nilai rata-rata 1,46 Mpa, dan Sgk 10% dan Lb 90% mendapatkan nilai rata-rata 1,24 Mpa. Jadi semakin bertambahnya variasi serbuk gergajian kayu dan limbah beton maka terjadi penurunan pada kuat tekan, karena batako pada penambahan serbuk gergajian susah untuk di padatkan. Sedangkan Nilai rata-rata dengan campuran dengan 0% 19,11%, Sgk 5% dan Lb 95% mendapatkan nilai rata-rata 17,32%, Sgk 10% dan Lb 90% mendapatkan nilai rata-rata 16,93% dan Sgk 15% dan Lb 95% mendapatkan nilai rata-rata 15,45%. Dapat dilihat bahwa penurunan terjadi ketika penambahan variasi pada campuran serbuk gergajian kayu, artinya serbuk gergajian kayu lebih banyak menyerap air daripada limbah beton
PEMBERIAN NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK NFT (Nutrient Film Techniqu) MENGGUNAKAN SISTEM IOT
Desain Nutrient Film Technique (NFT) merupakan cara bertanam hidroponik yang sebagian akar tanamannya terendam dalam larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengimplementasikan sistem IoT pada instalasi pemberi nutrisi hidroponik, dan kemampuan alat saat penyaluran nutrisi yang dioperasikan menggunakan IoT. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental untuk menguji sistem yang dirancang baik dan peralatan instalasinya apakah telah berfungsi. Dengan melakukan percobaan secara langsung di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga buah perlakuan dan tiga ulanga. P1 = Volume pencamuran AB mix 100ml + air 10 liter, P2 = Volume encamuran AB mix 200ml + air 10 liter, P3 = Volume pencamuaran AB mix 300ml + air 10 liter. sehingga diperoleh sembilan unit percobaan. Menggunakan analisis awal analisa keragaman (analyssis of varience). Dan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Dengan Parameter Debit, Waktu Penyaluran Nutrisi, Pengukuran Ph. Hasil Penelitian ini Menghasilkan Pengukuran debit aliran nutrisi menunjukkan P1 64,81 ml/m, P2 79,95 ml/m dan P3 78,29 ml/m tidak Berpengaruh secara nyata terhadap debit aliran nutrisi. Pada waktu penyaluran nutrisi menunjukkan bahwa pada perlakuan P1 1,96 menit, P2 1,94 menit, dan P3 2,26 menit tidak berpengaruh nyata terhadap waktu aliran nutrisi. Pada waktu Pengukuran Ph larutan nutrisi menunjukan bahwa pada perlakuan 1 6,37ppm, P2 6,02 ppm, dan P3 6,81ppm tidak berpengaruh secara nyata terhadap Ph. Hasil uji ANOVA menyatakan perlakuan volume nutrisi tidak berpengaruh nyata pada parameter waktu penyaluran sesuai degan logika yang dimasukkan pada program arduino uno control
KEKUATAN HUKUM PERJANJIAN LISAN TERHADAP PEMBAGIAN HASIL GARAM ANTARA PEMILIK TAMBAK DAN PENGELOLA (STUDI DI DESA SANOLO KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Kekuatan hukum perjanjian lisan terhadap pembagian hasil garam antara pemilik tambak dan pengelola dalam menyelesaikan suatu sengketa dalam konteks perjanjian lisan bagi hasil garam di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, observasi, dan wawancara, serta dokumentasi.
Kekuatan Hukum Perjanjian Lisan Dalam Pembagian Hasil Garam Antara Pemilik Tambak dan Pengelola yaitu berupaya untuk mengetahui keabsahan dari perjanjian lisan sehingga masyarakat yang bersengketa terkait perjanjian lisan bagi hasil tidak akan kebingungan lagi ketika dihadapkan dengan persoalan seperti ini. Proses perjanjian bagi hasil garam yang diterapkan masyarakat desa Sanolo mereka tidak mengikuti aturan yang dibuat oleh pemerintah karna ketidaktahuan mereka tentang adanya aturan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang bagi hasil dan minimnya sosialisasi yang dilakukan di Desa sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima sehingga masyarakat hanya mengikuti kebiasaan dari para pendahulunya. Upaya Penyelesain sengketa Perjanjian Lisan Pembagian Hasil Garam Yang Diterapkan Masyarakat desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima jika terjadi sengketa atau perselisihan antara para pihak yang terlibat dalam kontrak bagi hasil garam masyarakat Desa Sanolo akan mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan atau musyawarah. Faktor yang menyebabkan masyarakat Desa Sanolo sering menggunakan perjanjian lisan sebagai metode untuk membuat kesepakan dikarenakan faktor Masih Kuat Pengaruh Adat, Faktor Pendidikan yang Masih Rendah, dan Minimnya Sosialisasi Tentang Perjanjian Lisan Pembagian Hasil Garam
VARIASI UKURAN SUNGKUP DAN KARAKTERISTIK ENTRES TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.)
Sambung pucuk (Top Grafting) merupakan proses penyatuan antara batang bawah dengan batang atas (entres) yang berasal dari tanaman induk yang mempunyai keunggulan : produksi tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit serta mudah dalam perawatan. Penelitian bertujuan utuk mengetahui pengaruh ukuran sungkup dan karakteristik entres yang dapat memengaruhi keberhasilan sambung pucuk. Serta Mengetahui kombinasi antara ukuran sungkup dengan karakteristik entres yang paling efektif. Penelitian akan dilaksanakan di rumah paranet dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama karakteristik entres (F) terdiri dari 3 taraf yaitu: F1 = entes batang muda, F2 = entes batang sedang, F3 = entes batang tua. Faktor kedua ukuran sungkup (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: S1 = pastik PE ukuran 10 x 20 cm (1/4 kg), S2 = pastik PE ukuran 12 x 25 cm (1/2 kg), S3 = pastik PE ukuran 15 x 30 cm (1 kg). Penyambungan entres dan penggunaan sungkup menghasilkan 9 kombinasi yaitu; F1S1, F1S2, F1S3, F2S1, F2S2, F2S3, F3S1, F3S2, F3S3. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 45 unit percobaan. Hasil menunjukkan bahwa sungkup ukuran kecil dan entes tidak terlalu tua memberikan peresentase keberhasilan yang tinggi pada sambung pucuk tanaman kakao. Selain itu, kombinasi perlakuan terbaik berada pada penggunaan entres muda dengan perpaduan sungkup (10 x 20 cm) dan entres sedang perpaduan sungkup (10 x 20 cm) dengan peresetase keberhasilan mencapai 80%
PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA ISLAMI PEGAWAI KANTOR DESA KOMODO
Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan secara langsung yang dilakukan oleh peneliti dengan judul “Pengaruh Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Islami Pegawai Kantor Desa Komodo”. Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena bahwa etos kerja islami pegawai dapat mempengaruhi keberhasilan suatu instansi serta dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Desember 2023 sampai dengan 10 Februari. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu uji validitas dan reabilitas data, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas data, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji regresi berganda serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) variabel latar belakang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel etos kerja Islami diketahui bahwa koefisien β latar belakang pendidikan sebesar - 0,346 dan nilai t hitung 3,309 > t tabel 1,693 dengan tingkat signifikansi 0,006 t tabel 1,693 dengan tingkat signifikansi 0,66 < 0,05. Berdasarkan hasil analisis data ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada pengaruh positif secara parsial dan signifikan terbukti kebenarannya. Semakin tinggi skor pengalaman kerja semakin tinggi etos kerja Islaminya
PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBERIAN REMISI PADA NARAPIDANA NARKOTIKA (Studi Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mataram)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian remisi dan kendala-kendala dalam pemberian remisi pada narapidana narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas III Mataram. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian Normatif-Empiris (Gabungan). Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Peraturan Perundang-Undang dan Pendekatan Sosiologis.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa prosedur pemberian remisi sudah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak asasi Manusia kemudian Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyrakatan pengganti Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarkatan Perempuan Klas III Mataram dalam Proses pemberian remisi telah menjalankan sesuai dengan Hukum yang berlaku namun terdapat kendala persyaratan admisintratif yakni kesulitan dalam mendapatkan salinan putusan pengadilan yang mengakibatkan tidak terpenuhi syarat administratif pengajuan remisi serta kurang dilibatkannya narapidana dalam proses pengajuan remisi yang mengakibatkan pemahamam narapidana tentang remisi
PEMBELAJARAN KULTURAL MELALUI MOTIF KAIN SONGKET: ANALISIS TERHADAP KARAKTERISTIK MASYARAKAT SUKU SASAK
Kerajinan kain Songket Sasak memperlihatkan keindahan yang lahir dari perpaduan benang-benang yang disilangkan, membentuk motif yang khas dan memikat. Namun, sayangnya, banyak masyarakat Sasak yang masih kurang memahami makna dan pengaruh dari motif-motif tersebut terhadap karakteristik budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam motif-motif kain Songket Sasak serta dampaknya terhadap karakteristik masyarakat setempat, dengan fokus pada nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, memanfaatkan observasi dan wawancara tatap muka untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menyoroti bahwa motif-motif kain Songket memiliki makna yang memengaruhi karakteristik masyarakat Sasak, termasuk dalam hal kesyukuran, kesabaran, dan ketekunan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman akan nilai-nilai ini dapat dijadikan sebagai bagian dari pendidikan lokal yang memperkuat identitas budaya dan mengembangkan sikap positif dalam masyarakat. Dengan memahami dan mempromosikan pengertian terhadap kain Songket Sasak dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pendidikan lokal dapat membantu memperkuat identitas budaya dan memperkaya pengalaman pendidikan bagi masyarakat Sasak